SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 88


__ADS_3

Huueeekkk


Raihan dan Dani langsung berlari ke arah dapur ketika mendengar suara orang muntah. Begitu mereka sampai di dapur mereka melihat Zaifa sedang memijat tengkuk Fatma yang sedang muntah-muntah di depan wastafel sementara mama Niken tidak ada disitu. Dan beberapa pelayan menyelesaikan pekerjaan mereka membuat nasi kuning, bik Surti membuat kan wedang jahe madu untuk Fatma.


"sayang...." ucap Dani khawatir.


Dani langsung menghampiri Fatma dan mengambil alih pekerjaan Zaifa. Zaifa pun mundur dan memilih duduk di kursi makan bersama Raihan.


"kenapa yang?" tanya Raihan.


Zaifa menggeleng, ia melihat tak tega kepada Fatma yang masih terus muntah padahal hanya air yang di keluarkan. Hal ini mengingatkan ia ketika masih hamil muda.


Tunggu.


Hamil muda?


"masih mual?" tanya Dani pada Fatma sembari memberikan segelas air untuk di minum.


Fatma menggeleng, terlihat wajah nya begitu pucat. Selain karena Fatma memang belum sarapan tapi pagi ini ia sudah muntah dua kali, tadi sebelum berangkat kesini dan saat ini. Dani memapah tubuh Fatma yang lemas dan membawa nya duduk kursi makan.


"minum ini non, biar perut nya enakan" ucap bik Surti memberikan segelas wedang jahe kepada Fatma.


"terima kasih bik" ucap Dani.


"mau minum?" tanya Dani lembut kepada Fatma.


Fatma mengangguk, aroma jahe dan madu terhirup di hidung nya. Dan ia merasa rileks, rasa mual dan pusing nya pun berkurang. Dani dengan sigap membantu Fatma meminum wedang jahe itu.


Semua itu tak luput dari perhatian Zaifa dan Raihan. Mereka bersyukur setidaknya mantan player seperti Dani juga bisa bucin kepada Fatma. Ternyata benar, pria tidak akan melirik wanita lainnya jika sudah benar-benar jatuh dalam perangkap wanita yang di cintai nya.


Namun, beda lagi jika memang jiwa nya adalah jiwa pemain. Ia tak akan pernah puas hanya dengan satu wanita. Meski sudah menikah, biasanya lelaki dengan jiwa buaya yang sudah mendarah daging akan selalu memiliki celah untuk berpaling.

__ADS_1


"coba di balur dengan minyak kay* pu*ih Dan biar perut Fatma terasa hangat" ucap mama Niken menyerahkan sebotol minya kay* pu*ih kepada Dani.


Dani menerima itu dan meletakkan beberapa tetes di tangan nya dan membalurkan di perut Fatma hanya dengan memasukkan tangan nya tidak sampai membuka baju istrinya karena ada Raihan disitu.


Meskipun Dani yakin, Raihan tak akan melirik tapi ia tak rela perut istri nya di lihat oleh orang lain. Dan Dani yakin, Raihan pasti akan melakukan hal yang sama.


"melihat Fatma kayak gini, Tante jadi inget Zaifa dulu" ucap mama Niken duduk di samping Zaifa.


"Zaifa dulu pernah seperti ini Tante? lalu apa obat nya?" tanya Dani antusias.


Raihan hanya tersenyum misterius melihat tanggapan Dani. Dani hanya belum tahu bahwa ini adalah awal melihat istrinya mengalami mual belum lagi masalah ngidam yang aneh-aneh dan selalu di waktu tengah malam.


"Zaifa dulu mengalami nya ketika sedang hamil muda Rara" ucap Tante Niken tersenyum pada Dani sembari menatap wajah pucat Fatma yang bersandar pada dada Dani.


"hah????" ucap Dani tak mengerti.


****


waktu berlalu dengan cepat hari ini, Niel sudah kembali dari kantor satu jam yang lalu. Saat ini kakak dari Zaifa itu sedang berada di toko emas rekomendasi sang mama. ia sedang memilih cincin yang cocok untuk sang kekasih.


"bungkus yang ini mbak, sama pasangan untuk pria nya ya" ucap Niel menunjuk cincin pilihan nya.


"baik mas, tunggu sebentar"


Setelah beberapa saat, dua cincin di masukkan dalam kotak beludru merah berbentuk love dan di masukkan kan ke bag khas toko emas itu.


"ini mas cincin nya"


Niel menyerahkan ATM nya kepada pegawai itu. setelah menyelesaikan pembayaran dan menerima kembali ATM nya Niel bergegas pergi dan masuk ke mobil nya.


Niel melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia fokus ke depan sembari bibir nya tak berhenti tersenyum. Mata nya tak sengaja melirik ke arah sebrang sana dimana toko kue kesukaan sang adik berada. Niel membelokkan mobilnya di pelataran toko kue itu.

__ADS_1


Niel masuk dan memesan beberapa kue yang menjadi kesukaan Zaifa. Setelah beberapa saat ia kembali keluar dengan menentang tiga paper bag berisi kue yang berbeda. Semenjak melahirkan Zaifa jarang memakan nasi, ibu muda itu lebih suka makan kue dan buah serta minum susu kedelai.


Bukan karena alasan takut gemuk, tapi karena memang sejak awal Zaifa tak terlalu suka makan nasi.


Setelah 20 menit perjalanan, Niel sampai di rumah. Ia mengernyit ketika mendapati mobil Dani ada di halaman rumah. Padahal ia tak merasa mengabari Dani. Bahkan ia belum sempat mengabari semua teman-temannya.


"kakak pulang dek....!" seru Niel ketika masuk ke dalam rumah.


Zaifa muncul dengan senyuman mengembang, ia memeluk kakak nya singkat dan setelah pelukan itu lepas tiga paper bag sudah berpindah tangan dan di bawa Zaifa masuk ke dalam. Terdengar gumaman lagu dari bibir Zaifa. Niel hanya menggeleng kan kepalanya. Inilah alasannya mengapa selalu membeli kue setiap kali pulang ke rumah. Bukan hanya kue, tapi apa saja yang penting bisa di berikan kepada sang adik.


Meskipun sudah menikah dan sekarang Zaifa telah menjadi ibu. tapi masalah makan tetap prioritas untuk dirinya. Niel menyusul masuk ke dalam, tampak di ruang keluarga sudah ada begitu banyak barang-barang hantaran yang sudah di bungkus dengan indah.


Mama Niken memang patut di acungi jempol sebab hanya dalam waktu sehari semua telah terselesaikan.


"akhirnya nikah juga kamu bro" seru seseorang menepuk pundak Niel.


Niel menoleh dan mendapati Dani juga Raihan, Niel tersenyum mungkin memang sekarang lah waktu yang tepat bagi seorang Niel Prasditya melepas masa lajang nya. Karena adik yang ia cari telah ketemu bahkan sudah menemukan kebahagiaan nya.


"tenang aja, Zaifa akan aku jaga semampu ku akan aku buat bahagia selalu" ucap Raihan.


"ya, aku percaya kau bisa menjaga adik perempuan ku yang manja itu"


"siapa yang manja!" seru Zaifa menghampiri mereka.


Zaifa tiba-tiba memeluk Niel erat dan mulai terdengar isakan kecil.


"hei, kenapa hem? Raihan nakalin kamu?" tanya Niel.


Zaifa mendongak, tampak mata nya berkaca-kaca. Ia semakin menenggelamkan wajahnya di dada Niel.


"ngga nyangka banget akhirnya kakak nya aku laku juga" ucap Zaifa.

__ADS_1


Niel ternganga, ia mengira adik nya menangis karena sedih sebentar lagi tak tinggal satu rumah dengan sang kakak. tapi ternyata.....


Dani dan Raihan hanya terkekeh kecil mendengar ucapan Zaifa.


__ADS_2