
sambil nunggu update, yuk gaes lirik cerita terbaru author juga.
***
Diva menangis sesenggukan, ngidam nya hari ini yak terpenuhi. Permintaan sederhana yang sulit di Kabul kan oleh Boby. Siang tadi mereka memang bertemu dengan mama Niken dan Santi. Mereka juga berhasil menghubungi Zaifa. Namun, ternyata Zaifa sudah pindah rumah dan kebetulan Raihan baru saja pergi ke perusahaan di saat mereka menelpon Zaifa.
Zaifa sebenarnya merasa kasian dan tidak tega dengan Diva. Namun, rasa ego dan emosional dalam dirinya begitu tinggi. Zaifa sedikit iri sebab Diva sudah langsung hamil, sementara dirinya belum.
memang wajar jika Diva sudah mengandung, sebab usia pernikahan mereka memang sudah hampir dua bulan. Zaifa tak merasa marah, ia hanya merasa emosional saat mendengar kabar itu. Seandainya, seandainya saja dulu ia diizinkan hamil mungkin sekarang ia sudah memiliki seorang anak.
"sayang..... Sudah dong, lihat mata kamu terlihat sembab" hibur Boby.
Ini adalah pengalaman pertama nya menghadapi seorang istri yang merajuk sebab ngidam nya tak terpenuhi. Dan Boby tak tau harus berbuat apa dan bersikap bagaimana. Sebab sudah sejak sore tadi ia berusaha menghibur sang istri. tapi semakin di hibur maka suara tangisan nya semakin kencang.
Tok tok tok
Suara ketukan dari luar membuat Boby berdecak sebal. Siapa yang bertamu malam-malam ke rumah nya. Ia belum bisa menenangkan sang istri dan harus menerima tamu. Suara ketukan pintu terdengar lebih keras dari sebelumnya. Mau tak mau Boby membuka kan pintu dan ia langsung sumringah melihat siapa yang datang.
"masuk lah, aku akan memanggil Diva"
Boby masuk kembali ke dalam kamar. Ia segera memanggil sang istri yang saat ini sedang duduk meringkuk dan di sekitar nya terdapat banyak sekali buntelan tisu bekas ingus nya.
"sayang,, lihat siapa yang datang" ucap Boby antusias.
Diva mendongak. Matanya terlihat sembab, wajah nya pun sedikit pucat sebab ia menolak makanan apapun. Ia hanya ingin makan makanan yang di masak oleh Zaifa.
"nggak mau" tolak Diva.
"kau akan menyesal jika tidak ikut keluar"
Mendengar itu Diva pun penasaran dan langsung beranjak. Terakhir ia mengeluarkan ingus nya dan melempar buntelan tisu itu ke arah Boby. Boby yang tak siap pun menangkap buntelan tisu itu kemudian membuang nya ke sembarang arah.
"untung istri sendiri" ujar Boby kemudian membuntuti Diva.
Diva terpaku, antara senang dan sedih ia begitu terharu melihat sepasang suami istri yang duduk di sofa ruang tamu nya.
"Zaifa...!!!" seru Diva.
__ADS_1
Zaifa menoleh dan tersenyum hangat kepada Diva. Zaifa sedikit menyesal melihat mata sembab dan wajah pucat Diva. Ia merasa bersalah. Raihan mengelus lembut tangan Zaifa. Ia tahu arti pandangan mata Zaifa.
"Diva.."
Zaifa menghampirimu Diva dan memeluk nya. Baru Zaifa sadar bahwa Diva terlihat sedikit kurus dan sayu. Ia sudah mendengar dari sang mama bahwa Diva mengalami morning sickness yang hebat.
"kau baik-baik saja?" tanya Zaifa.
bibir pucat Diva tersenyum. Ia mengangguk kan kepalanya.
"kalian mau minum apa?" tanya Boby yang baru datang.
"seperti biasa, aku ingin minum jus alpukat" jawab Raihan.
"kau Zai?"
"aku ingin air dingin saja"
"baik, tunggu sebentar"
Boby pun berlalu ke dapur dan menyiapkan minuman serta beberapa camilan yang ia miliki.
"tak apa Zai, aku tau kau sedang pindahan"
"ku dengar kau ingin makan sesuatu yang di masak oleh ku. Aku membawakan mu bakso mercon, sawi tumis dan juga nasi goreng seafood. Maaf aku hanya menyuap ini, sebab aku dan mas Rai belum berbelanja bahan masakan" jelas Zaifa.
Diva tersenyum, ia tak menginginkan masakan yang mewah. yang penting itu di masak oleh Zaifa maka Diva pasti memakan nya.
"terima kasih Zai..."
Diva langsung mengambil Tupperware berisi nasi goreng seafood. Diva mencoba satu sendok dan matanya langsung berbinar ketika rasa gurih pedas menjadi satu dalam mulut nya. Diva meletakkan itu kemudian mengambil tumis sawi nya dan mencampur dengan bakso mercon.
nyummy! Masakan Zaifa memang tak pernah salah. Diva menyuap bakso mercon berwarna merah itu, meskipun bernama bakso mercon yang seharusnya pedas namun bakso olahan Zaifa tidak pedas sama sekali. Sebab Zaifa memasak itu juga melihat panduan makanan yang aman untuk ibu hamil.
"ini enaaakkk banget Zai" ucap Diva antusias.
Diva meletakkan bakso dan sawi tumis yang tinggal separo itu saat Boby datang. Boby membawa nampan berisi dua gelas jus alpukat, satu gelas air putih dingin dan susu ibu hamil hangat untuk sang istri.
__ADS_1
"kau suka hm?" tanya Boby duduk di samping Diva.
"suka sekali" jawab Diva antusias.
Zaifa tersenyum, setidaknya melihat senyum Diva sedikit mengobati perasaan bersalah nya.
"di minum dulu Zai"
Zaifa mengangguk, Zaifa menenggak air putih dingin hingga tersisa setengah. Air dingin itu masuk mengaliri tenggorokan dan sedikit mendinginkan otak nya yang panas. Diam-diam Zaifa meraba perut nya. berharap kebahagiaan Diva segera menular padanya.
Meskipun Zaifa sudah rutin mengkonsumsi air kunyit yang di campur dengan jahe, serai dan madu yang katanya bisa menyuburkan kandungan. Zaifa masih merasa rendah diri sebab selama bertahun-tahun tanpa sepengetahuan nya ia mengkonsumsi obat pencegah kehamilan.
Raihan menatap sendu ke arah Zaifa, istri nya itu sudah pasti sangat menantikan kehadiran seorang calon bayi di perut nya. Raihan lekas meminum jus nya dan mengajak Zaifa kembali. Sebab selain malam yang sudah larut ia juga ingin mengajak sang istri untuk melupakan kesedihannya.
"kita pamit dulu bro, malam udah larut" pamit Raihan.
"thanks ya," jawab Boby.
"di makan ya Div, jangan sampai kamu lemas karena kehabisan tenaga. Aku dengar dari mama kamu mengalami mual-mual di pagi hari. Jadi kamu jangan sampai nggak makan. kalo kau mau sesuatu kau bisa mengabari aku" ucap Zaifa
Diva memeluk Zaifa kemudian mengangguk. "iya Zai, makasih ya udah mau repot-repot nganter makanan kesini, malem-malem lagi". Kata Diva.
"iya, enggak apa kok. Aku sekalian jalan-jalan sama mas Rai"
Boby dan Diva mengantar Raihan dan Zaifa sampai teras. Disaat mobil Raihan sudah tak terlihat mereka kembali masuk ke dalam rumah.
Di jalanan yang sudah mulai agak lenggang, Zaifa menatap ke arah jendela. Ia sungguh ingin merasakan apa yang di rasakan oleh Diva. Mengalami morning sickness, ngidam. Itu pasti adalah sesuatu yang mengasyikkan.
"sayang..." panggil Raihan menggenggam jemari Zaifa.
Zaifa menoleh dan tersenyum. Raihan ingin menghilang kesedihan Zaifa. Raihan pun membelokkan mobil nya ke hotel.
"kok kesini mas?" tanya Zaifa.
Raihan melepas seat belt nya dan menatap Zaifa.
"aku ingin membuat kamu rileks, kamu nyaman. di hotel ini kita akan menghabiskan malam panjang. buat hati kamu senyaman mungkin. Kita akan tetap berusaha agar Zaifa atau Raihan kecil segera hadir disini" ucap Raihan menyentuh perut Zaifa.
__ADS_1
Zaifa tersenyum, ia mengangguk. setuju dengan ucapan Raihan.