SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 53


__ADS_3

Fatma memasuki ruang rawat Dani. Di ranjang pasien Fatma bisa melihat wajah Andi yang pucat, selang infus menancap di tangan kanan Dani. Fatma mendekati ranjang Dani. Di tatap nya wajah pria yang akhir-akhir ini selalu menghantui pikiran nya.


"Dani...." lirih Fatma.


Dani yang sedang terbaring itu sayup-sayup mendengar panggil Fatma. Tapi Dani merasakan berat di ketika ia berusaha untuk membuka matanya. Fatma meraih jemari Dani kemudian mencium nya, dan Dani merasakan hal itu.


Fatma mendekat kan bibir nya di bibir Dani kemudian menempelkan nya. hanya sebentar, kemudian Fatma berbisik di telinga Dani.


"Dani, tolong jangan salah paham sama aku. Aku sebenarnya juga sayang banget sama kamu, tolong cepat sembuh aku menunggu mu" lirih Fatma berbisik di telinga Dani.


Fatma kemudian mengecup bibir Dani kembali, ******* nya sebentar kemudian berlalu. Beberapa langkah hendak membuka pintu Fatma mengusap air matanya. Dan ia kembali menampilkan wajah nya yang biasa saja.


Tepat ketika pintu di tutup kembali oleh Fatma, Dani membuka matanya. Ia menatap sekeliling mencari sesuatu. Hingga ia tak menemukan nya sama sekali. Antara sadar atau tidak, Dani mendengar dan merasakan apa yang Fatma lakukan dan katakan.


Sementara di luar ruangan itu, Fatma menemui tiga sahabat Dani.


"tolong jangan katakan apa pun kepada kalo udah sadar nanti. Jangan sampe Dani tau kalo gue sempet kesini" ucap Fatma kemudian berlalu pergi.


Niel, Rama dan Raihan hanya saling pandang kemudian mereka memutuskan untuk masuk ruang rawat Dani.


***


"kamu yakin mau pindah dari sini?" tanya Rafli memandang ke arah gadis yang matanya fokus menatap bintang di langit.


"iya, aku ngerasa sungkan ada disini terus apalagi disini ada mbak Zaifa dan suaminya. Aku cuma orang asing mas" jawab Santi.


Rafli dan Santi saat ini sedang menikmati semilir angin malam di taman buatan yang ada di halaman rumah mama Niken. Rafli menghela nafas, ia paham dengan perasaan Santi. Bagaimana pun mereka adalah orang desa yang selalu merasa tak enak jika tinggal satu rumah dengan seseorang yang sudah menikah, terlebih ada pria lajang juga dalam rumah itu.


"lalu kau mau kemana?" tanya Rafli.

__ADS_1


Santi menoleh ke arah Rafli, bibir nya tersenyum tipis. "tak jauh dari sini, ada kost-kostan, aku akan tinggal di sana" jawab Santi.


Mereka berdua kembali sama-sama menatap ke arah langit yang menampilkan banyak bintang. Entah angin apa tiba-tiba Santi menyandarkan kepala nya di bahu Rafli. Rafli sempat menoleh sebentar, hingga kemudian ia kembali menatap bintang dengan bibir nya yang tersenyum tipis.


"ahh,, mereka ini sangat manis. Aku tau pasti antara mereka sudah tumbuh benih-benih cinta. Duhh jadi ngga sabar" ucap Zaifa gemas.


Dari balkon kamar nya, Zaifa bisa melihat dengan jelas kedua sejoli yang sedang menatap bintang itu.


"jadi kangen sama mas Rai, seharian ini belum pulang. Aku telpon aja deh, enak aja ada istri malah di anggurin" sungut Zaifa.


Zaifa kemudian meraih telpon nya dan menghubungi sang suami.


***


"mas Boby" panggil Diva pelan.


"kau menggoda ku sayang?" tanya Boby dengan suara serak.


tanpa menjawab Diva langsung menyerang bibir Boby dengan rakus. Boby sampai heran di buat nya, apakah istrinya ini baru saja menonton blue film sehingga menjadi nakal seperti ini. Namun Boby tak peduli, ia suka dengan istri nya yang seperti ini.


"ahh sayang..." serang Boby ketika Diva mengelus sesuatu di balik celana nya yang sudah mengembang.


Diva menjilati leher Boby hingga Boby merasakan tubuhnya seperti terbakar. Diva membuka resleting celana Boby dan mengeluarkan senjata Boby kemudian memaju mundur kan tangan nya. Boby pun merem melek di buat nya.


***


Tak berbeda dengan pasangan Boby dan Diva. Saat ini Zaifa sedang menunggu kepulangan sang suami. entah mengapa tiba-tiba ia menginginkan hal 'itu'.


Zaifa sudah memakai pakaian yang akan membuat suami nya terpesona. Tak lama pintu pun terbuka. Raihan mematung melihat istrinya yang seperti nya berniat menggoda dirinya.

__ADS_1


Zaifa menghampiri Raihan, kedua gunung Zaifa terlihat bergoyang seiring langkah kaki nya. Raihan menelan Saliva nya susah payah. Rasa lelah nya langsung hilang berganti dengan gelora yang ingin segera di tuntas kan.


Zaifa mendorong tubuh Raihan hingga menabrak pintu. Zaifa mengelus rahang Raihan, tangan itu kemudian turun dan memelintir Coco ship Raihan membuat Raihan mengerang. Tangan Zaifa semakin turun dan mengelus bagian celana yang sudah mengembang.


"kau suka mas" ucap Zaifa manja.


"ya, kau sangat menggoda sayang" ucap Raihan.


Matanya menatap Zaifa. nafas mereka sama-sama memburu. Hingga kemudian mereka melakukan sesuatu yang membuat mereka merasakan kehangatan dan gelora yang semakin menggoda untuk di tuntas kan.


***


Malam mulai beranjak, jalanan sudah mulai lenggang. Hanya ada beberapa mobil dan motor yang melintas. Banyak lampu rumah yang sudah di matikan sebab sang empu akan berlayar ke alam mimpi. Yang tersisa hanya sebagian anak muda nongkrong dan juga beberapa restoran yang buka selama 24 jam.


Seorang wanita setengah baya berjalan menyusuri jalan yang terang sebab banyak lampu. Udara yang dingin membuat ia merapatkan jaket yang di pakai nya. sudah hampir tengah malam namun ia belum menemukan tempat yang bisa di pakai untuk sekedar tidur.


Wanita itu sampai di kota pada sore hari tadi. Namun karena belum pernah menginjakkan kaki nya di kota ia pun bingung hendak ke arah mana ia akan mencari tempat tinggal. Akhirnya sampai malam akan larut dirinya belum menemukan tempat tinggal.


Wanita itu memutuskan duduk di kursi besi yang ada di pinggiran jalan. Ia menatap langit dimana bintang masih setia memancarkan cahaya nya. Tak terasa air matanya menetes.


"ibu rindu kamu nak...." gumam nya pelan.


Ia menghapus air matanya, ia memutuskan akan tidur di bangku besi itu. Dengan berbantal tas besar yang di bawa nya ia mulai memejamkan mata.


Di rumah mama Niken, tiba-tiba Santi terbangun dari tidur nya. Ia merasa tenggorokan nya kering, ia pun meraih gelas berisi air di nakas kemudian menenggak nya hingga tinggal separo.


"kenapa tiba-tiba aku kepikiran ibu ya. semoga ibu baik-baik aja" lirih Santi.


Ia pun memutuskan tidur kembali, meskipun ia tidur dengan sedikit gelisah.

__ADS_1


__ADS_2