SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 94


__ADS_3

"haahh!!!!"


Mama Niken terkejut mendengar penjelasan dokter, namun mama Niken pun merasa senang juga. Sedang Wulan meneteskan air mata terharu. ternyata rasa mual dan lemas yang terjadi pada suami nya adalah karena ia hamil. Dan Niel sedang mengalami morning sickness seperti ibu hamil pada umum nya. Meskipun ada rasa tak tega karena seharusnya Wulan lah yang mengalami itu namun apa mau di kata.


"iya Bu, seperti nya putra anda sedang mengalami morning sickness?"


"tapi bagaimana bisa dok? anak saya lelaki"


"betul Bu. Yang terjadi pada tuan Niel adalah kehamilan simpatik. Dimana rasa mual, ngidam, lemas, itu akan di rasakan oleh tuan Niel bukan kepada istri."


"kenapa bisa seperti itu?"


"karena rasa cinta putra anda kepada sang istri sangat besar. Sehingga calon baby lebih memilih ayah nya yang merasakan ngidam di banding ibu nya"


"terima kasih penjelasan nya dok"


"sama-sama Bu. untuk lebih mengetahui detail nya silahkan konsultasi ke ruang obgyn. Atau tidak perlu sebab dokter Wulan adalah dokter juga di rumah sakit ini. Sedikit banyak pasti dokter Wulan tau tentang hal ini. Saya permisi"


Wulan dan mama Niken tersenyum. Mama Niken menghampiri Niel yang terbaring di ranjang, selang infus menancap di punggung tangan nya. Mama Niel mencium kening sang putra, meskipun tak tega melihat putra nya mengalami dehidrasi sebab terus muntah tapi mau bagaimana lagi.


"mas, maafin aku ya" ucap Wulan menggenggam tangan kiri Niel.


Niel tersenyum tipis dan menggeleng, karena untuk berbicara rasanya ia masih lemas. Ia hanya menggenggam erat jemari Wulan seakan mengatakan bahwa semua baik-baik saja.


"maafin Wulan ya ma..." ucap Wulan memandang mama Niken.


"tidak perlu sayang, apa yang terjadi pada Niel adalah bagian proses bahagia untuk kalian. Jaga kandungan mu baik-baik. Setelah Niel sehat kembali kita akan memeriksa kan kehamilan pada dokter obgyn"


Wulan tersenyum dan mengangguk. mereka sama-sama menoleh ketika pintu ruangan Niel terbuka. terlihat dokter Nana berjalan dengan tergesa. raut khawatir jelas terlihat di wajah nya. dokter Nana berdiri di samping sang putri.


"apa terjadi pada suami nak?" tanya dokter Nana.


"mas Niel mengalami dehidrasi sebab terlalu sering muntah dan tidak makan dan minum apapun ma" jawab Wulan.


"tapi kau tak perlu khawatir Na, sebab apa yang terjadi pada Niel adalah apa yang sering terjadi pada ibu hamil. Itu berarti sebentar lagi kita akan memiliki cucu" sahut mama Niken.

__ADS_1


"benar kah? Niel mual bukan karena masuk angin?"


Mama Niken menggeleng.


"bukan ma. Sebenarnya tadi malam mas Niel itu pengen makan mangga muda makanya ngga bisa tidur karena terus kebayang sama mangga muda"


"kenapa ngga bilang sama mama sayang?"


"tadi malam udah jam satu malam ma, Wulan ngga tega bangunin orang-orang yang baru aja lelap. Mas Niel juga bilang kalo itu cuma keinginan aja, bahkan mas Niel juga nyuruh aku tidur kembali ehh ternyata mas Niel ngga bisa tidur sampe pagi"


"jangan menyalakan Wulan Na, putri jelas tidak tau"


Dokter Nana menghela nafas, ia tak tega kepada sang menantu tapi ia juga bersyukur sebab dengan ini ia jadi tahu bahwa rasa cinta Niel kepada sang putri sangat luar biasa.


***


Mendengar kabar kehamilan Wulan membuat Zaifa bersuka cita. meskipun ada rasa iba ketika Rafli mengatakan bahwa Niel mengalami dehidrasi sebab terus muntah.


"Raf, kamu jemput Santi ya ajak ke rumah" ucap Zaifa ketika ia hendak membuka pintu.


***


Zaifa meletakkan Rara di box tempat tidur bayi yang sebentar lagi berusia genap satu tahun itu. bayi itu sedang terlelap sebab cuaca yang dingin dan suasana rumah yang hening. Zaifa menyuruh bik Surti dan beberapa pelayan pergi ke pasar untuk membeli bahan memasak. sedang pekerja lelaki ada di depan menyelesaikan pekerjaan nya masing-masing.


"eh, kok Zaifa udah pulang?" tanya bik Surti.


"iya bik. tolong tunggu Rara ya, saya mau masak sop untuk kakak"


"jangan dong non, mending non aja yang duduk nunggu non kecil. saya sama si mbok biar yang masak aja"


Zaifa beranjak dari duduk nya, ia mencium pipi gembul sang putri kemudian berjalan menghampiri kedua asisten rumah tangga nya itu.


"kak Niel lagi di rumah sakit bik, lagi sakit. Katanya pengen masak sop buatan Zaifa jadi bibik temenin Rara aja. Biar si mbok yang bantuin aku masak ya"


Bik Surti pun pasrah, ia duduk di kursi plastik yang ia ambil dari belakang.

__ADS_1


"kok pakai kursi itu bik, duduk di kursi makan aja nggak apa"


"bibik sungkan non, jangan deh. Bibik disini aja"


Meskipun keluarga Zaifa sangat baik kepadanya tapi tetap saja bik Surti tau batasan sebagai pekerja.


Zaifa tak berkata lagi, ia mulai mengiris wortel, kentang, seledri yang sudah di cuci oleh si mbok. sambil menunggu si mbok mencacah daging ayam menjadi kecil-kecil Zaifa menyiapkan bumbu sop ala desa yang ia tau.


Setelah itu Zaifa mula menumis bumbu itu hingga tercium bau harum. setelah itu ia memasukkan air secukupnya dan memasak daging ayam terlebih dahulu. 15 menit kemudian daging ayam sudah mulai empuk Zaifa memasukkan kembali wortel dan kentang yang sudah di potong-potong.


"mbok, buatin bumbu tempe mendoan ya"


Si mbok pun dengan sigap menggerus garam, bawang, ketumbar untuk bumbu tempe mendoan. setalah itu si mbok mulai mengaduk bumbu itu dengan tepung setelah nya adonan itu di beri irisan seledri.


"ini non"


"makasih ya bik. tolong tunggu sop nya sampai bener-bener matang mbok"


Zaifa mulai menggoreng tempe mendoan sembari bernyanyi kecil. Ia sungguh bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang aunty.


"bahagia banget yang" seru seseorang membuat Zaifa berbalik dan langsung menghampiri nya.


"mamas kok udah pulang?" tanya Zaifa.


"mas denger Niel masuk rumah sakit. Jadi mas segera pulang untuk menjenguk nya" jawab Raihan sembari mengecup bibir Zaifa.


Zaifa memukul pelan dada Raihan. Ia merasa malu karena di cium oleh suami nya di depan kedua pembantu nya.


"malu" bisik Zaifa.


Raihan memeluk tubuh mungil sang istri meskipun sudah melahirkan. Ia menghujani wajah Zaifa dengan kecupan nya. membuat Zaifa memekik karena merasa geli.


"mas udah ih, geli"


Raihan terkekeh, ia pun berlalu naik ke lantai untuk membersihkan diri sebelum bermain bersama putri kecil nya.

__ADS_1


__ADS_2