
Raihan dan Zaifa sudah keluar dari pusat perbelanjaan, di tangan Raihan terdapat dua kantong besar berisi jajanan instan milik Zaifa dan bahan-bahan yang akan di gunakan untuk membuat donat.
Zaifa berjalan dengan bibir yang selalu menyunggingkan senyum, hanya beberapa saat lagi ia akan memakan donat dengan topping saus tomat. Uuuhhh betapa sedap nya, Zaifa hampir meneteskan air liur padahal hanya membayangkan saja.
Mereka masuk ke mobil dan melaju ke arah rumah, di dalam mobil Zaifa membuka salah satu kantong yang di simpan di jok tengah mobil. Zaifa mengambil macaroni pedas untuk camilan selama perjalanan.
"mas Rai mau?" tawar Zaifa menyodorkan macaroni yang berwarna merah itu.
Raihan menoleh sebentar, ia sebenarnya ingin mengunyah camilan yang belum pernah di coba nya itu. tapi melihat warna nya yang merah, entah sepedas apa rasanya membuat Raihan bergidik sebab ia adalah pria yang anti makan pedas.
"enggak sayang, buat kamu aja."
"ya udah, aku juga nawarin nya ngga bener-bener kok"
Raihan mendengus, ia membiarkan Zaifa pada dunia nya. Terkadang berceloteh, bernyanyi absurd, mengambil camilan lain padahal macaroni di tangan nya belum habis. dan yang membuat Raihan bergidik adalah Zaifa mencampur macaroni pedas tadi dalam es krim yang tadi sempat di beli nya.
Macaroni merah itu di jadikan topping es krim yang rasanya manis.
"uuhhh,,, enak banget siih" girang Zaifa.
Raihan hanya tersenyum tipis membiarkan istri manis nya menikmati makanan aneh menurut Raihan. Hingga kemudian ketika camilan itu sudah habis Zaifa memposisikan dirinya dan terlelap.
Raihan terkekeh, ia mengusap lembut pipi Zaifa dan mencubit nya pelan karena gemas. Ia kemudian mengelus perut Zaifa yang sudah terlihat agak membuncit.
"apapun untuk mu baby, yang terpenting jangan susah kan mama mu seperti bulan-bulan lalu, oke?" ucap Raihan kepada calon anak nya yang masih ada di kandung.
Setelah itu Raihan memfokuskan pandangan nya dan mempercepat laju mobil nya.
***
Rafli sampai di desa tepat ketika adzan Maghrib berkumandang. Ia sengaja mampir ke rumah bik Surti terlebih dahulu, setelah itu ia pamit kepada bik Surti untuk mengunjungi orang tuanya yang sudah empat bulan di tinggalkan nya.
"assalamualaikum bik" panggil Rafli sembari mengetuk pintu.
Tak lama bik Surti keluar dengan menggunakan mukena, mungkin bik Surti hendak melaksanakan sholat Maghrib.
"eh, mas Rafli udah sampai. Masuk dulu mas" ajak bik Surti.
__ADS_1
"enggak usah bik, saya mau pulang ke rumah dulu ya mau ketemu bapak ibu, nanti sekitar jam setengah delapan saya kesini lagi" ucap Rafli.
"loh, bibik kira berangkat nya besok pagi"
"enggak bik, malam ini kita langsung pergi ke kota sebab nom Zaifa sudah merengek dan merajuk"
Bik Surti mengernyit, namun Rafli sudah lebih dulu pamit.
"saya pulang dulu bik, permisi"
Bik Surti mengangguk, ia memandang punggung Rafli yang hilang dalam gelap nya Maghrib. Kemudian bik Surti masuk kembali ke dalam rumah dan melaksanakan sholat.
tok tok tok
"assalamualaikum"
"assalamualaikum bapak...."
Rafli mengetuk pintu rumah nya, sampai beberapa kali namun pintu belum di buka. Ia kemudian duduk lesehan di teras. Ia mengerti mungkin orang tua nya sedang melaksanakan sholat Maghrib bersama.
"Rafli!!! Iki (ini) Rafli!!!" teriak ibu Rafli.
"ya Allah, anak ibuk. Pakkk,, bapakk!!!" ibu dari Rafli berteriak memanggil sang suami.
Wanita setengah baya itu langsung memeluk sang putra yang sudah pergi selama empat bulan. Tak lama datang bapak dari Rafli dengan tergopoh-gopoh.
"ada apa buk?" tanya bapak Rafli.
Ia mengernyit melihat sang istri memeluk seorang pemuda pria, wajah nya tak terlihat sebab istri memeluk erat pemuda itu dan wajah nya tenggelam di ceruk leher sang istri tapi ketika ia menelisik badannya, ia merasa tak asing. Ia pun menebak bahwa pemuda itu adalah..
"pak..." sapa Rafli.
Dugaan bapak nya benar, ini adalah putra nya.
"anak bapak!"
Mereka pun berpelukan dengan perasaan haru, setelah puas menumpahkan kerinduan. mereka pun membawa Rafli masuk.
__ADS_1
"makan dulu nak, kebetulan ibu masak tumis kangkung sama telur ceplok, ada juga ikan asin goreng. Ini kan kesukaan mu"
"iya buk, Rafli kebetulan juga laper. tapi Rafli mau sholat dulu"
Kedua orang tua nya pun mengangguk, mereka menunggu Rafli mandi dan melaksanakan sholat sembari bercerita singkat. Setelah 20 menit akhirnya Rafli keluar. Wajah nya terlihat lebih segar.
"ayo sini duduk, kita makan sama-sama"
Rafli tersenyum, ia pun kemudian duduk di kursi tengah. Ibu nya tampak antusias mengisi piring Rafli dengan nasi, sayur dan lauk kemudian meletakkan di depan Rafli. Ia pun kemudian mengambil kembali untuk sang suami dan kemudian untuk dirinya sendiri.
mereka makan dengan khidmat, sesekali mereka bercanda. Menu makan yang sederhana tapi perasaan mereka begitu bahagia sebab mereka makan bersama dengan seseorang yang di cinta.
***
Bik Surti sudah menyiapkan tas besar berisi baju-baju miliknya. Ada kardus yang berisi kado pemberian dua gadis tadi siang, dan beberapa hadiah dari para pekerja. Ada juga beberapa rantang yang berisi rendang dan semur jengkol. Ada satu plastik besar yang berisi tempe, ikan asin dan juga beberapa ikat kangkung pesanan Zaifa. Meskipun Zaifa bisa membeli di pasar kota tapi bik Surti sengaja membawakan itu untuk nona nya.
Bik Surti duduk di teras, ia sudah melaksanakan sholat isya lebih awal. Tak lama Rafli datang bersama dua orang yang di kenal bik Surti sebagai orang tua dari pemuda itu. mereka berjalan kaki bersama-sama. Bik Surti beranjak untuk menyambut mereka.
"ayo bik kita berangkat, saya dapat telepon kalo non Zaifa ngga mau makan" lapor Rafli.
"aduh kok bisa," nanti saya ceritakan di jalan bik.
"ya udah kalo gitu, ayo lekas berangkat biar cepet sampe"
Dengan di bantu oleh kedua orang tua Rafli, mereka memasukkan bawaan ke bagasi mobil. dan tak perlu berlama-lama mereka langsung berangkat. Sebelumnya bik Surti berpesan kepada orang tua Rafli.
"le, nduk, titip rumah untuk sementara ya. Kalo bisa nanti masakkan orang-orang yang suka ngangkut sayur. nanti ya pasti di bayar"
"iya yu, nanti kalo siang saya tunggu rumah ini" jawab ibu dari Rafli.
Mereka pun berangkat, Rafli sengaja melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Malam hari memang sedikitnya lenggang jalan nya.
***
Sementara di rumah mewah Raihan, sedang terjadi keributan. Bukan pertengkaran tapi lebih ke perbujukan sebab Zaifa tak mau bicara kepada Raihan.
Tadi siang, ketika sampai di rumah Zaifa tertidur dan Raihan menerima panggilan darurat dari Alex. Raihan masuk ke ruang kerja nya setelah menidurkan Zaifa di kamar mereka. Akhirnya karena terlalu asyik bekerja Raihan lupa bahwa istri nya tengah menginginkan donat buatan nya sendiri. Hingga Zaifa mendatangi nya dan menanyakan perihal donat akhirnya Raihan menjadi ketar-ketir.
__ADS_1