SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 71


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di nanti oleh Dani dan Fatma. Setelah satu bulan mereka menyiapkan acara pernikahan yang mereka ingin kan. Kini tiba mereka menjadi ratu dan raja seharian.


Dani sudah selesai melakukan ijab qobul, dengan balutan tuksedo berwarna putih ia berdiri di atas pelaminan menyambut seorang wanita yang sedang berjalan di atas kain beludru merah dan menuju ke arah nya.


Dani menatap kagum kepada wanita yang telah resmi menjadi istri nya itu. Dengan gaun berwarna putih menjuntai sampai ke lantai Fatma berjalan dengan anggun sembari menatap ke arah lelaki yang beberapa saat lalu sukses menghalalkan dirinya.


dengan polesan make up yang flawless, Fatma terlihat semakin cantik dan membuat semua orang pangling karena memang Fatma si gadis tomboy tidak pernah menggunakan make up tebal.


Dani mengulurkan tangannya menyambut sang istri, Fatma pun menerima uluran tangan itu. Kemudian mereka sama-sama berdiri di depan penghulu karena Dani akan membacakan doa di ubun-ubun Fatma.


Semua menatap haru ke arah kedua mempelai. ibunda Fatma pun turut bahagia melihat sang putri menikah. Bukan kah impian setiap orang tua menyaksikan anak-anak menikah dengan orang yang di cintai.


Dani menatap Fatma, ucapan doa telah selesai. Fatma mencium punggung tangan Dani dengan takzim dan Dani mencium kening Fatma. Air mata keduanya menetes, Fatma tak menyangka bahwa dirinya akan menjadi pawang untuk si playboy Dani. Begitu pun Dani yang tidak menyangka bahwa dirinya akan takluk pada pesona si gadis tomboy.


Mereka duduk di pelaminan, memang mereka langsung mengadakan pesta setelah akad. Sebab nanti malam Dani atau pun Fatma ingin beristirahat total, katanya.


"mereka cocok ya mas" ucap seorang wanita yang mengenakan gaun berwarna abu-abu panjang berdiri di samping Rama.


Rama menoleh dan mengangguk. Rama mengedarkan pandangan mencari pelaku yang membuat dirinya harus berdiri berdampingan dengan seorang wanita yang tak di kenal nya. Bahkan nama nya saja ia tak tau.


Di pojokan sana, sang pelaku sedang terkekeh merasa terhibur dengan pemandangan wajah Rama yang terlihat kesal.


"kenapa kak?" tanya Zaifa.


Niel berjingkat kaget kemudian melihat sang adik. Niel menelan saliva nya ketika melihat Zaifa membawa dua piring berisi makanan dan duduk di kursi sampai nya. Tak lama Raihan datang dengan membawa dua gelas jus jeruk.


"dimana Boby dan Rama?" tanya Raihan.


"itu Boby, dia ada di meja bersama orang tua nya" jawab Niel.


"dan Rama kau tak perlu bertanya sebab Rama sedang menikmati hari yang menyenangkan" lanjut Niel terkekeh.


Ia melihat ke arah tengah sana dimana Rama selalu di recoki pertanyaan-pertanyaan oleh gadis di samping nya. Niel menatap geli ke arah wajah masam Rama. Raihan mengikuti pandangan Niel dan ikut terkekeh melihat sang sahabat. Hanya dari melihat saja Raihan sudah paham aljr cerita nya.

__ADS_1


"kau yang merencanakan ini?" tanya Raihan.


Niel hanya mengangkat bahu nya acuh dan meminum jus yang ada di depan Raihan. Sementara Zaifa tak menggubris obrolan konyol dari suami dan kakak nya itu. Ia hanya fokus pada beberapa kue dan puding yang sangat menggoda di mata nya.


"hai, boleh gabung engga?" tanya seorang wanita membuat mereka menoleh.


Niel menatap wanita itu dengan binar bahagia. sedang Zaifa langsung mempersilahkan wanita itu duduk di kursi kosong di samping Niel. Sementara dirinya bergeser ke kursi yang ada di samping Raihan dan melanjutkan makan.


"silah kan kak, aku biar duduk di samping ayang" ucap Zaifa.


Wanita itu tersenyum dan kemudian duduk. Niel terlihat sangat gugup dan Raihan tau itu, ia jadi teringat dengan laporan Zaifa mengenai Niel yang mengobrol dengan seorang wanita di mall. Dan ternyata tebakan nya benar bahwa wanita itu adalah Wulan, putri dari dokter Nana.


"ehem" dehem Raihan membuat Niel menoleh.


"kau tak haus Niel?" tanya Raihan iseng.


"aku..."


Setelah wanita itu pergi, Raihan menatap Niel dan menaik turun kan alis nya. Sedang Niel mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"kalau tidak bergerak cepat Niel maka Wulan akan segera di persunting oleh pria lain. Kau tau Wulan adalah dokter muda berbakat. Di rumah sakit itu pun banyak dokter pria yang ku rasa mereka menyukai dokter Wulan. Jika kau terlambat maka kau akan menjadi seperti Dani yang nyaris kehilangan Fatma" ucap Raihan menakut-nakuti Niel.


"cih... itu tidak mungkin...."


"ini minuman nya mas, kopi dingin kan kesukaan mu?" tanya seorang wanita meletakkan gelas berisi kopi dingin.


Raihan menatap Niel dan mengendikan bahunya. Sedang Niel kepikiran oleh perkataan Raihan. Di lirik nya Wulan yang sedang mengobrol singkat bersama Zaifa. Wulan memang cantik, dan selalu menggunakan pakaian tertutup. Hampir sama dengan sang adik. tutur katanya lembut dan sudah pasti banyak pria yang menyukai nya.


Niel menggeleng kan kepalanya, ia tak mungkin bisa jika harus kehilangan satu-satunya wanita yang mampu membuat nya terpesona.


"tidak-tidak.." ucap Niel tanpa sadar.


"kenapa mas?" tanya Wulan.

__ADS_1


"eh, tidak apa-apa" jawab Niel kemudian menyesap kopi nya.


Raihan hanya terkekeh kecil, ia tersenyum sinis ketika Niel melirik ke arah nya. Raihan bisa menebak apa yang di pikir kan oleh Niel.


"sayang, aku capek" ucap Zaifa manja.


"baik lah, kita temui Dani dan setelah itu pulang"


Zaifa mengangguk dan menggandeng lengan Raihan kemudian mereka berjalan menuju pelaminan. Rama tak sengaja mengedarkan pandangan dan ia tersenyum ketika melihat Raihan sedang menuju ke arah Dani. Ia pun berjalan meninggalkan gadis yang sedari tadi mengoceh di samping nya. Tapi gadis itu tak mau ketinggalan dan mengikuti Rama.


"selamat bro, akhirnya sang Playboy menemukan pawang nya juga" ucap Raihan memeluk singkat Dani.


"selamat kak Dani dan kak Fatma. semoga bahagia selalu dan semoga lekas di beri momongan yang lucu-lucu" ucap Zaifa berpelukan dengan Fatma.


"makasih ya dek, semoga kamu juga sehat-sehat terus sampai debay nya lahir" jawab Fatma.


Zaifa tersenyum, mereka pun kemudian mengabadikan momen itu dan di foto oleh fotografer terkenal. Tak lama Rama menghampiri mereka.


"hei, kau meninggalkan ku" seru Rama.


Beruntung suara musik yang di putar cukup kencang dan teriakan Rama tak di dengar oleh tamu undangan lain.


"kenapa tak menunggu ku" seru Rama lagi.


"hei bung, kau sudah memiliki teman seorang gadis cantik bagaimana bisa kau memikirkan kami. sangat sayang jika gadis yang terlihat sangat mencintai mu itu kau abaikan" jawab Raihan.


Raihan memeluk pinggang Zaifa dan membawa istri nya itu turun dari pelaminan.


Sementara Rama menoleh ke belakang menatap seorang gadis yang ternyata mengikuti dirinya. Rama menarik nafas dalam-dalam mencoba tidak emosi.


"selamat bro, semoga selalu bahagia" ucap Rama kemudian berlalu tanpa menunggu gadis di belakang nya.


Hal itu membuat Dani dan Fatma menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2