SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 49


__ADS_3

Bu Dewi meminta tolong kepada Rusman, pemuda anak tetangga nya yang seumuran dengan Santi. Bu Dewi berniat ke toko emas untuk menjual semua perhiasan nya dan ingin segera membayar hutang nya kepada juragan Bala.


Uang hasil penjualan emas itu mendapat sekitar 25 juta. Bu Dewi memasukkan uang itu ke dalam kresek lalu di masukkan dalam tas. Bu Dewi bersyukur ternyata emas yang di simpan nya memiliki harga yang lumayan tinggi. Kemudian Bu Dewi langsung menuju rumah juragan Bala untuk menyerahkan uang sekaligus surat pekarangan milik nya. Biarlah setelah ini ia hanya akan memiliki rumah tanpa pekarangan yang terpenting hutang nya lunas.


Meskipun uang dari pak Bala itu sepenuhnya di pakai oleh pak bewok untuk berjudi, bermain kartu dan minum-minum. Tapi sebagai istri dan sekaligus seorang ibu ia tak tega melihat putri nya menikah dengan pria yang seumuran dengan ibu nya.


"kamu tunggu sini ya aja Man, bibi cuma sebentar kok" ucap Bu Dewi meninggalkan Rusman.


Rusman ingin ikut masuk ke dalam sebab ia khawatir kepada ibu teman nya itu. Terlepas dari semua yang di lakukan Bu Dewi kepada Santi, tapi Bu Dewi tetap lah seorang ibu. dan itu di lihat Rusman, bagaimana Bu Dewi berjuang dan merelakan semua perhiasan miliknya di jual.


***


"hiks hiks.... Aku malu Bu, malu. Aku malu kembali ke desa itu lagi. bapak pasti marah besar sama aku, ibu pun juga pasti benci sama aku. Aku udah bikin mereka malu, aku udah bikin mereka membuang uang terlebih uang itu dari pak Bala semua. Pak Bala pasti dendam sama aku Bu"


Santi menangis dalam pelukan Zaifa, Zaifa sudah mendengar semua cerita Santi. sungguh mendengar cerita Santi membuat Zaifa mengingat luka lama nya. Dulu, ia juga bernasib seperti Santi. Beda nya dulu Zaifa menikah dengan pria muda. Tapi tetap saja dulu yang di cintai nya adalah Raihan.


Santi masih beruntung memiliki Rafli yang peduli dengan nya, meskipun ia tahu dari Rafli bahwa yang berhasil membawa Santi kabur adalah orang suruhan suami nya tapi tetap saja Rafli ikut andil melindungi Santi sebab Rafli menunjukkan jalan pintas agar mereka bisa keluar dari desa tanpa melewati jalan-jalan yang di jaga oleh anak buah juragan Bala.


"tenang lah,,, semua pasti akan baik-baik saja. Berdoa semoga saja semoga dengan kabur nya dirimu akan membuat orang tua mu sadar dengan kesalahan yang mereka lakukan." nasihat Zaifa lembut.


"hiks hiks"


Santi melepas pelukan itu dan menatap Zaifa yang menampilkan senyum lembut untuk nya. Santi bersyukur, meskipun Zaifa adalah orang luar tapi kepedulian Zaifa terhadap dirinya patut di acungi jempol. Bahkan Santi yakin jika bukan karena menyayangi Zaifa, Raihan pasti tak akan mau mengutus anak buah nya menolong dirinya.


"terima kasih Bu" ucap Santi.


"sama-sama. Sekarang tenang kan dirimu dahulu. Aku akan menyiapkan makan siang untuk mas Raihan"


Santi mengangguk, Zaifa pun beranjak keluar dari kamar tamu yang ada di rumah mama Niken. Setelah menyelesaikan sarapan mereka tadi pagi, semua nya kembali ke rumah masing-masing. Kecuali Dani dan Rama yang mengikuti Niel ke rumah nya.


Sementara di kolam renang, Dani, Rama, Niel, Raihan dan juga Rafli dengan bersantai sembari menikmati camilan kue pukis yang baru di antar oleh pelayan.

__ADS_1


"hei Rafli, kau bekerja apa di desa?" tanya Rama.


"saya jadi operator di sekolah Bu Zaifa mas" jawab Rafli.


"Zaifa punya sekolah?" tanya Rama lagi.


"iya, Bu Zaifa mendirikan sekolah itu tiga tahun lalu" jawab Rafli.


"sekolah apa?"


"sekolah TK mas,"


Rama mengangguk kan kepalanya mengerti. Ia melirik ke arah Raihan yang tetap santai seperti pria itu sudah mengetahui perihal Zaifa. Lagipula seorang tuan Raihan yang memiliki anak buah dimana-mana pasti mengetahui apa yang di alami oleh Zaifa. Hanya saja tiga tahun lalu kepergian Zaifa ada campur tangan dari Boby, sebab itu Raihan sedikit kesulitan.


"tapi satu bulan yang lalu Bu Zaifa berniat mengembangkan sekolah itu dengan mendirikan satu lembaga lagi yaitu lembaga sekolah toddler. Dimana anak-anak usia dua sampai tiga tahun. tapi belum terlaksana sebab saya masih membuat proposal dan menjadi donatur" jelas Rafli.


"mengapa harus mencari donatur? Kakak dan suami Zaifa itu orang kaya" sahut Rama menepuk pundak Niel yang ada di samping nya.


Mendengar itu Rafli tersenyum tipis, lagi-lagi ia di buat sadar diri karena pria yang menjadi suami Zaifa adalah pria sempurna. jika di banding dirinya tentu saja ia bukan siapa-siapa.


Berbeda dengan mereka yang asyik berbincang, Dani terlihat murung sembari tatapan mengarah ke kolam renang. hal itu menarik perhatian Raihan, biasanya di antara mereka Dani lah yang paling banyak bicara. Tapi Raihan yak menegur temannya itu dan membiarkan Dani asyik dalam lamunan nya. nanti setelah ada waktu berbicara berdua ia akan berbicara dengan sahabat nya itu.


***


Zaifa menyiapkan bahan-bahan untuk memasak makan siang. Siang ini ia ingin memasak tumis kangkung, tempe mendoan, telur ceplok dan sambel terasi, tak lupa daun singkong rebus sebagai pelengkap.


"aduh non, non Zaifa duduk aja. masak itu tugas saya nanti kalo nyonya besar marah gimana" seru seorang pelayan yang melihat Zaifa.


"tak apa mbok, saya lagi pengen masak" ucap Zaifa melanjutkan memotong kangkung.


"tapi non...."

__ADS_1


"udah enggak apa-apa mbok, nanti saya yang ngomong sama mama. Mbok bantu bersihin kangkung ini aja ya. saya mau bikin telur ceplok" ucap Zaifa memberikan sayur kangkung yang telah ia potong kecil-kecil.


Si mbok pun menerima kangkung itu dan mencuci nya di wastafel. Sementara Zaifa mengambil beberapa butir telur dan menggoreng nya.


"ini non, mbok bisa bantu apa lagi?"


"bisa tolong buatin adonan buat tempe mendoan mbok"


"iya nom siap"


Si mbok pun meracik tepung serba guna dan bumbu-bumbu kemudian membuat adonan untuk tempa mendoan. si mbok kemudian membelah tempe menjadi tipis-tipis agar matang saat di goreng.


"mbok tolong bantu iris cabe dan bawang ya. saya kan belum pernah masak di rumah ini jadi belum tau selera mama sama kakak"


"iya non, ini tempe dan adonan nya. biar mbok yang siapin bumbu buat tumis kangkung nya"


Zaifa pun tersenyum dan mengambil tempa serta tepung nya. Ia menggoreng satu per satu tempe hingga selesai. Setelah selesai ia menggoreng cabe, bawang dan tomat. tak lupa memanggang terasi untuk pelengkap.


Aroma terasi yang menguar sampai pada hidung para pria yang masih asyik bercengkerama di pinggir kolam renang.


"aroma nya mantap nih" seru Rama.


Ia kemudian beranjak menuju dapur berada. Pun di ikuti oleh para temannya. Raihan merangkul pundak Dani kemudian membawa nya masuk ke dalam rumah.


Sampai di dapur, Niel dan Raihan tercengang melihat siapa yang memasak.


"sayang!!!"


"dek!!!"


Teriak mereka membuat si mbok berbalik, si mbok pun tak berani menatap ke arah tuan muda nya.

__ADS_1


__ADS_2