SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 69


__ADS_3

"maaf aku baru sampe" ucap Shila pada seorang perempuan yang menyambut nya dengan senyuman hangat.


Shila duduk di kursi yang ada di depan perempuan bernama Patricia itu. Sejujurnya Shila sendiri tak mengerti mengapa putri semata wayang dari pak Hadi itu mengajak nya bertemu. Pasal nya mereka baru bertemu tadi siang itu pun karena insiden kecelakaan yang menimpa Rama. Jika tidak, mungkin mereka tak akan pernah bertemu sebab jabatan Shila yang hanya sekretaris di kantor Niel.


"enggak papa. Oh iya kamu mau pesan apa?* tanya Patricia.


"em,, aku mau coklat hangat aja" jawab Shila.


"enggak pesen makanan?"


"enggak perlu mbak. kebetulan saya udah makan siang" jawab Shila.


Patricia mengangguk, ia kemudian mengangkat tangan nya dan seorang waiters segera menghampiri nya. Ia menyebut kan pesanan nya lalu waiters itu pun berlalu.


"jadi ada apa ya mbak?" tanya Shila.


Patricia tersenyum, sebenarnya ia pun merasa sungkan dan malu jika harus gamblang mengatakan bahwa tujuan nya mengajak Shila bertemu adalah ia tertarik dengan Rama dan ingin meminta tolong kepada gadis berkaca mata itu untuk mendekatkan mereka.


"mbak?" panggil Shila melambaikan tangannya di depan wajah Patricia.


"eh iya, sebenarnya aku...."


Patrick terlihat gugup dan Shila menyadari itu. Ada apa ini? Semoga bukan sesuatu yang salah.


"sini deh aku bisikin" ucap Patricia.


Dengan ragu-ragu Shila mendekat kan wajah nya pada Patricia. Dan ketika Patricia membisikkan sesuatu, ia melebarkan matanya dan menutup mulut agar tidak berteriak.


***


"kenapa bisa sampe nabrak pohon?" tanya Niel pada Rama.


"ya gimana lagi, tadi pagi aku bangun terlambat dan tau-tau udah hampir jam delapan. Aku ngebut dan pas di jalan hp ku bunyi, dan ketika mau di ambil hp nya jatoh ke bawah dan aku denger klakson pas aku lihat ke depan udah ada mobil di depan ku dan daripada nabrak mobil orang mending nabrakin mobil sendiri" jawab Rama.


"tapi by the way, sorry ya Niel, gegara kejadian ini rapat nya jadi di tunda"


"its okay, yang penting kamu sembuh dulu. Lagipula untung aja ngga sampe geger otak kan" ejek Niel.

__ADS_1


"sialan!"


Tok tok tok


Niel beranjak ketika mendengar pintu di ketuk, dan ketika pintu terbuka ada sepasang calon pengantin baru, dan sepasang calon orang tua yang datang berkunjung.


"widihh, ada apa nih pada kesini!" seru Rama.


Mereka hanya mendengus mendengar ucapan tak jelas Rama.


"gini dong kalo Dateng tuh ya minimal bawa makanan jangan cuma tangan kosong" seru Rama meraih plastik yang baru mau di letakkan di meja oleh Diva.


"kek orang ngga pernah makan" ejek Dani.


"iya bener. Emang belum makan dia dari tadi pagi" sahut Niel duduk di sofa tunggal di depan mereka.


Mereka hanya menggeleng melihat Rama menikmati martabak telur yang di bawa oleh Diva. Kebetulan malam ini Diva ngidam ingin makan jagung bakar dan ketika sampai di lokasi mereka tak sengaja bertemu dengan Dani dan Fatma yang sedang membeli buah-buahan di toko yang ada di sebelah kedai jagung bakar. Jadinya mereka bersamaan datang kesini.


Sedangkan martabak telur itu mereka beli di depan komplek perumahan Rama. Sebagai buah tangan karena mereka mengerti jika Rama tinggal sendiri di rumah nya.


"omong-omong Raihan sama Zaifa enggak kesini?" tanya Boby.


Mereka pun tertawa mendengar itu, sedangkan Diva hanya cemberut sebab ia juga pernah ngidam aneh dan merepotkan mereka semua. waktu itu ia ngidam makan ikan gurame bakar dan harus di pancing langsung dari kolam. Memang permintaan yang sederhana tapi yang membuat gemas adalah Diva ingin memancing di kolam Dani sementara Dani tinggal di apartemen jadi bagaimana bisa Dani memiliki kolam ikan.


Akhirnya yang terjadi adalah mereka membuat kolam buatan dan membeli ikan gurame dari peternak ikan. dan Diva dengan senang hati memancing di kolam buatan itu.


"emang semua orang hamil gitu ya?" tanya Dani.


"mungkin saja, nanti juga kamu bakal ngerasain" jawab Boby.


"semoga enggak deh ya yang" ucap Dani sembari menatap Fatma dan mengelus pucuk kepala Fatma membuat gadis pipi gadis itu bersemu merah.


Seorang playboy yang sudah menemukan cinta sejati memang bisa bucin seperti itu ya.


"duuuhh berasa pengen ngilang" sinis Rama.


"jomblo bisa apa!" seru Niel.

__ADS_1


Rama dan Niel pun berpelukan untuk mendramatisir keadaan. Sedangkan kedua pasangan itu hanya terkekeh geli.


***


Beda dengan mereka yang asyik bercanda, Raihan terkurung di kamar dengan buku dongeng di tangan nya. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Seharusnya Zaifa sudah tertidur sejak tadi. dan memang Zaifa sudah tidur. Tapi tiba-tiba ia terbangun dan mencari Raihan dengan membawa satu buku dongeng yang entah sejak kapan Zaifa memiliki nya.


Raihan yang sedang mengobrol ringan dengan security di rumah nya karena terkena insomnia pun terkejut melihat sang istri menghampiri nya dengan wajah kusut seperti bangun tidur.


dan di sini lah akhirnya Raihan, ia baru bernafas lega sebab Zaifa tak ngidam yang menyulitkan dirinya. Tapi sekarang ia harus mendongeng untuk sang istri. Dengan memegang buku berjudul 'kancil yang cerdik' Raihan mulai membaca kan isi cerita dalam buku itu.


Sesuai permintaan Zaifa yang menginginkan Raihan mengikuti setiap gerakan atau pun menirukan suara dengan suara yang berbeda. Raihan pun mengikuti nya dengan memunculkan suara yang di buat berbeda. Tak perlu waktu lama hanya beberapa menit Zaifa sudah tertidur. Terlihat dari nafas teratur dari calon ibu itu.


Raihan bernafas lega, ia menutup buku dongeng itu dan menyelimuti sang istri. Di kecup nya seluruh wajah Zaifa dan kemudian perut yang sudah agak membuncit itu.


"baik-baik sayang, apapun akan papa lakukan asal kau tidak membuat mama susah. Oke" ucap Raihan pelan.


Raihan pun berlalu, sebab ia masih belum mengantuk. Calon ayah itu menuruni tangga dan menuju dapur untuk mengambil air minum.


"den Raihan" panggil seseorang membuat Raihan terkejut.


"bik Surti" seru Raihan.


"bikin kaget aja" lanjut Raihan membuat bik Surti terkekeh.


"tumben belum tidur den?"


"iya bik, susah ngantuk"


"mau di buat kan sesuatu, siapa tau nanti bisa ngantuk"


"em, boleh deh bik. Mie instan rebus di kasih telor ceplok kaya nya enak"


Bik Surti mengangguk kemudian membuat kan pesanan Raihan.


***


Di sebuah kamar kostan, Shila belum bisa memejamkan mata meskipun malam telah larut. Ia masih memikirkan ucapan Patricia beberapa jam yang lalu.

__ADS_1


"tolong jodohin aku sama bos kamu dong Shil, jujur aku naksir sama mas Rama. tapi aku malu kalo harus ngomong langsung. Ya, ya bantuin aku ya"


Shila terduduk, ia bingung harus melakukan apa. Jika menolak ia takut Patricia akan meminta pada sang ayah untuk membatalkan kontrak. jika menerima ia tak tau harus berbuat apa.


__ADS_2