
Entah mimpi apa guru itu semalam, mengapa paginya bisa sampai sekacau ini?.... begitu banyak sekali kejutan-kejutan yang ia hadapi dalam satu waktu, bahkan untuk bernafas dengan tenang saja ia tidak sempat.
Mendengar apa yang dokter muda itu katakan, sang guru pun tidak tahu harus bereaksi seperti apa lagi, untuk sejenak pikirannya kini kosong. Membuatnya hanya bisa berdiam diri di tempat bagaikan patung lilin tak bernyawa.
“Pak!!.... Pak!!! ”
Tiba-tiba suara bentak kan dari seseorang yang memanggil-manggil dirinya itu pun kini membuatnya terkejut dan segera tersadar dari lamunannya. Ia mengedipkan matanya beberapa kali, sedikit linglung dengan situasi di sekitar untuk sesaat.
Namun setelah beberapa saat kesadarannya pun terisi kembali, kemudian ia segera menoleh ke arah sang dokter sembari berkata. “Saya akan segera mencarinya, sepertinya dia tidak pergi jauh dari sini!! ” Ucapnya, kemudian segera berlari untuk mencari keberadaan Maya.
Di sisi lain, sang dokter pun juga tidak tinggal diam. Mengetahui bahwa luka di kepala pasien nya itu cukup parah, ia pun menjadi sangat khawatir dan segera pergi untuk membantu guru tadi mencari keberadaan gadis remaja itu.
“Kalian!!! ” Ia memanggil beberapa suster yang lewat, kemudian berjalan menghampiri mereka sembari tergesa-gesa. “Apa kalian melihat ada anak SMA yang lewat di sini?!.... dia perempuan, terus ada luka di kepalanya! ” Tanya dokter itu kepada suster-suster tadi.
Mendengar pertanyaan yang dokter itu tanyakan kepada mereka, salah satu di antara suster-suster itu pun kini melirik ke suatu arah dan berkata dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan. “Maksudnya anak yang ada di sana?! ” Ucapnya, yang membuat si dokter muda tadi segera menoleh ke arah yang ditunjukkan.
...»»————>✥<————««...
Beberapa orang yang sedang berlalu-lalang kini tampak berhenti untuk sejenak, pandangan mereka pun kini tertuju pada sosok gadis SMA yang sedang berdiri di taman rumah sakit sembari mengenakan seragam yang berlumuran darah.
Raut wajah mereka pun kini tampak bingung bercampur heran dan khawatir. Pasalnya darah dari luka di kepala gadis itu sedari tadi terus mengalir dan menetes di jalan-jalan yang ia lalui.
Walaupun begitu, ekspresi yang di tunjukkan oleh gadis itu sangatlah datar. Sama sekali tidak menggambarkan apapun baik rasa sakit maupun rasa sedih.
Ia sedari tadi hanya terdiam di tempat, mendongakkan kepalanya ke atas dan menatap matahari tanpa merasa silau sedikitpun.
__ADS_1
“Hei, anak itu kenapa?!! ”
“Ngak tau, dari tadi dia cuman berdiri di sana! ”
“Emang gak apa-apa kalau di biarkan?.... lihat tuh kepalanya, berdarah-darah sampai gak karuan! ” Ucap orang-orang tanpa ada niat sedikitpun untuk mendekat dan menanyakan keadaan gadis itu.
Bukan karena mereka tidak merasa kasihan, melainkan karena mereka sedikit nerasa takut dengan sosok gadis itu. Wajahnya yang kini tak terlihat benar-benar tertutupi oleh darah dan rambut panjang yang menjuntai.
Entah ia benar-benar manusia ataukah penampakan hantu di siang bolong!
Dan di saat mereka sibuk membicarakan gadis itu, Tiba-tiba dari arah lain seorang dokter muda nan tampan pun datang menghampiri gadis itu sembari berlari dengan tergesa-gesa.
“Maya!!!...Maya!!!.... ”
Dokter itu memanggil-manggil sebuah nama, nampaknya itu adalah nama dari gadis aneh yang berdiri di sana. Namun yang membuat heran, gadis itu sama sekali tidak bergeming dari tempatnya, bahkan ia pun sama sekali tidak menoleh sedikitpun saat namanya di panggil dengan cukup keras.
Di sisi lain, sang dokter kini tampak sedang mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Dan setelah beberapa saat, ia pun menjawab pertanyaan gadis itu tadi. “Saya Abian, dokter yang menangani kamu! ” ia meraih tangan gadis itu, kemudian kembali berkata. “Maya, kenapa kamu pergi sendiri?.... saya dan guru kamu sampai panik pas tau kalau kamu hilang tadi!” Ucapnya, dengan wajah tegas dan nada bicara yang terkesan sedang menegur.
Sedangkan orang yang di ajak bicara kini justru terdiam, kemudian ia tampak memiringkan kepalanya ke samping sembari berkata dengan bingung. “Anda berbicara dengan saya?... Dan siapa itu Maya?... Nama saya Shera, bukan Maya! ” Ucapnya, masih dengan logat bicara yang terkesan aneh.
Kemudian, pandangan gadis itupun kini beralih pada genggaman tangan dokter itu. “Tolong jangan sentuh saya!!.... ” ia menepis tangan itu dengan kasar. “.... anda sangat lancang, menyentuh perempuan tanpa rasa canggung sedikitpun!!” Ucapnya dengan ketus.
Mendengar hal itu, sang dokter pun tersentak dan terdiam untuk sesaat. “A–Ah! maaf, kalau begitu tolong ikut saya sebentar, ya?!... luka kamu harus segera di obati. ” Ucapnya, yang terlihat tenang-tenang saja walaupun sudah mendapatkan perlakuan kasar dari gadis itu.
Melihat bahwa pria di hadapannya kini meminta maaf dan bersikap sopan kepadanya, gadis yang mengaku bahwa dirinya adalah Shera dan bukan Maya itupun kini menganggukkan kepalanya dengan patuh. “Baik, kamu berjalan lah lebih dulu!.... saya ikut dari belakang. ” Ucapnya.
__ADS_1
Kemudian mereka pun pergi dari taman itu, meninggalkan orang-orang yang sedari tadi berkerumun dan hanya diam sembari menonton dari arah kejauhan.
...»»————>✥<————««...
Shera kini sedang melangkahkan kakinya mengikuti arah dokter muda itu pergi, sesekali pandangannya pun melirik sekitar, menatap orang-orang yang kini juga menatapnya dengan pandangan aneh.
“Apakah orang-orang di sini memang bisa melihat hantu?.... sungguh aneh rasanya jika di tatap oleh banyak orang setelah sekian lama. ” Gumamnya dalam hati.
Sedangkan di sisi lain, sang dokter yang berjalan di depannya itupun kini menoleh ke belakang, menatap sosok gadis yang berjalan mengikutinya tanpa menunjukkan rasa sakit sedikitpun. “Dek Maya__”
“Shera!! nama saya Shera!!! ” Sahut gadis itu sebelum sang dokter sempat menyelesaikan Kata-katanya.
“Ah! iya! Maaf, saya cuman mau tanya soal luka kamu!.... apa nggak sakit?” Tanya dokter itu sembari tersenyum kaku.
Sedangkan Shera yang mendengar pertanyaan dari sang dokter pun kini menghentikan langkah kakinya secara mendadak.
kemudian salah satu tangannya pun terangkat dan menyentuh keningnya yang berdenyut-denyut dengan rasa perih bercampur pedih. “Apa ini?... ” ia melihat darah di tangannya setelah menyentuh keningnya tadi. “... Darah?....tunggu!! bagaimana saya bisa terluka?!! ” Tanyanya, sembari menatap dokter tadi dengan heran.
“Loh? kok kamu malah tanya ke saya?.... seharusnya saya dong yang bertanya, kenapa kamu bisa terluka?! ” Ucap dokter muda itu sembari mengerutkan dahinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author: Halo para pembaca😁👋.... makasih ya sudah mendukung karya ini🙏... jangan lupa tinggalkan komen, soalnya author paling suka baca komen-komen positif dari kalian 💬.... gak tau kenapa, komentar dari para pembaca itu selalu berhasil meningkatkan semangat author buat nulis💪🔥🔥🔥
Oh iya, ini adalah ilustrasi dari dokter Abian/Bian👇👇..... btw, dia tamvan banget loh hehehe🤭
__ADS_1