Shera

Shera
Pengganggu.


__ADS_3

Siswi tadi pun kini meraih botol minuman di tasnya, kemudian membuka tutup botol itu dan meminum air yang ada di dalamnya dengan beberapa tegukan rakus.


“Hah, mungkin ini karmanya dia!” Ucapnya, sembari meletakkan kembali air botol tadi.


Mendengar hal itu, teman-temannya yang lain pun kini saling mengangguk dengan setuju. Bukannya mereka merasa senang akan kematian seseorang, hanya saja ini semua seperti sebuah kisah sinetron yang menceritakan akhirnya tragis dari pemeran jahat.


“Yah, mau gimana lagi? Itu kan udah nasibnya!” Ucapnya, kemudian ia teringat akan kejadian aneh akhir-akhir ini. “Sebenernya gua rada-rada penasaran sih, kok bisa ya mereka mati tepat sehabis dikeluarin dari sekolah?... Kayak aneh gitu gak sih? Lagian di tengah-tengah kota yang gede dan rame ini kok bisa ya mereka di serang sama binatang buas? Kan gak masuk akal gitu!” Ucapnya, yang membuat teman-temannya kini mulai termenung dan berfikir.


Kemudian, setelah terdiam beberapa saat salah satu di antara mereka pun mulai kembali membuka mulut. “Oh iya!... Si Maya itu gimana woy?” Ucapnya, yang secara tiba-tiba bertanya tentang gadis itu.


Dan sebelum teman-temannya sempat membuka mulut, suara seseorang yang berdiri di antara mereka pun kini tiba-tiba terdengar.


“Apa kalian sedang membicarakan ku?”


“Kyaaaaa!!!!”


Siswi-siswi itu kini berteriak dengan sangat kencang, kemunculan Shera yang secara tiba-tiba itu jelas telah mengejutkan diri mereka.


“Yaampun, Maya!... Lo itu lama-lama kayak setan tau gak?!” Ucap salah seorang siswi sembari mengelus-elus dadanya untuk menenangkan jantungnya yang berdetak kencang.


Mendengar hal itu, Shera pun kini menatap siswi-siswi tadi dengan bingung. Kemudian dengan santainya ia berkata. “Maaf membuat kalian terkejut, tapi tadi aku dengar kalian sedang membicarakan ku!” Ucapnya, yang membuat mereka semua kini saling melirik dan melemparkan kode-kode melalui mata.


“Ih enggak kok, lu salah dengar kali!”


“Kita gak lagi ngomongin situ kok, ya kan ya?!” Ucap siswi-siswi itu yang berusaha untuk mengelak.

__ADS_1


Sedangkan Shera yang mendengar hal itupun kini menaikkan salah satu alisnya dan menatap mereka semua dengan penuh rasa curiga, namun kemudian ia menghela nafasnya pelan dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi.


“Sudahlah, mereka hanya anak-anak!” Ucapnya dalam hati, yang berusaha untuk memaklumi mereka.


Sedangkan siswi-siswi itupun kini melirik nya dengan sinis dan merapatkan diri untuk saling berbisik. “Eh, dia kelihatan beda banget gak sih?”


“Iya ih, padahal dulu dia gak kayak gitu loh!... Sekarang gayanya udah kayak anak paling berkelas sesekolah anjirr!”


“Makek apaan ya dia? Kok bisa sih glow up gitu?!” Ucap mereka, yang sedang membicarakan perubahan drastis pada diri Shera.


Sedangkan Shera yang kini duduk di bangkunya pun menghela nafas sekali lagi, siswi-siswi itu memang saling berbisik dengan suara rendah. Namun Shera yang memiliki pendengaran tajam pun dapat mendengar pembicaraan mereka dengan sangat jelas.


Hanya saja, ia tidak ingin untuk terlalu memperdulikan siswi-siswi itu. Karena di matanya, mereka hanyalah anak-anak kecil yang belum dewasa.


“Hem, sepertinya aku tidak terlalu suka anak-anak!” Gumamnya dalam hati, kemudian ia memalingkan wajahnya dan menatap keluar ke arah jendela. “Sepertinya jasad mereka telah di temukan, namun itu tidak masalah untukku!... Lagipula siapa yang akan curiga?” Gumamnya lagi dalam hati.


Jam istirahat pun kini berbunyi, Shera yang sedari tadi hanya melamun dan menatap keluar jendela tanpa mau memperhatikan guru yang sedang mengajar pun kini berdiri dari duduknya. Kemudian, gadis itu pun melangkahkan kakinya dan pergi dari dalam kelas itu.


Namun saat ia baru saja menginjakkan kakinya keluar, dari arah belakang seorang siswa laki-laki pun memanggil dirinya.


“Maya!” Panggilnya, yang masih menggunakan nama pemilik asli tubuh ini.


Sedangkan Shera yang mendengar hal itupun kini menghentikan langkahnya, kemudian menoleh kebelakang dengan wajah yang berkerut kesal.


“Ada apa?!” Tanyanya, dengan sangat ketus.

__ADS_1


Siswa laki-laki tadi pun kini tersenyum, menyenderkan salah satu tangannya pada pinggiran pintu dengan gaya sok keren. “Mau ke kantin bareng?” Tanyanya, sembari tersenyum dengan penuh percaya diri.


Namun Shera yang mendengar hal itupun kini menaikkan salah satu alisnya dengan heran, kemudian ia membalikkan badannya dan melangkah pergi begitu saja tanpa memperdulikan siswa laki-laki tadi.


“Yaampun, belakangan ini banyak sekali orang-orang aneh!” Gumamnya, sembari menghela nafas panjang dalam hati.


Melihat gadis itu yang mengabaikannya, Siswa laki-laki tadi pun kini tidak menyerah dan justru malah mengikutinya dari belakang. “Eh, sombong amat sih?!... Btw, lo belum punya cowok kan? Gimana kalau nanti pulang sekolah kita ngedate bareng?!” Tanyanya, yang masih berusaha untuk mendekati Shera.


Namun bukannya mendapat rasa suka dari gadis itu, Shera kini justru merasa kesal dan terganggu. Ia kemudian menghentikan langkahnya secara tiba-tiba dan kembali menatap siswa laki-laki tadi.


“Maaf, saya sibuk!” Ucapnya dengan tegas, dan saat ia akan kembali melangkahkan kakinya, Shera pun kembali berkata. “Oh yah, dan jangan mengikuti saya lagi, karena kamu sangat mengganggu!!” Ucapnya lagi.


Sedangkan siswa laki-laki tadi yang mendengar hal itupun kini merasa sangat tersinggung, gadis itu dulunya terlihat sangat jelek dan tidak ada seorang pun anak laki-laki yang mau mendekatinya. Namun setelah penampilannya berubah, sifatnya pun juga ikut berubah dan menjadi sedikit lebih sombong.


“Eh, lu berani nolak gue?!” Ia meraih salah satu tangan Shera dan menggenggamnya erat-erat. “Hei, dengerin ya! Cewek kayak lu tuh harusnya jangan banyak gaya, udah untung gue mau kasih kesempatan buat ngedeketin elu, kalau enggak lu mau sama siapa hah?!” Ucapnya, yang mulai menggunakan kekerasan.


Sedangkan Shera yang tangannya di genggam erat itupun kini mengerutkan dahinya dan menatap siswa laki-laki tadi dengan sangat tajam. “Apa hak mu bertanya seperti itu kepada ku?! Kamu pikir kamu itu siapa, hah?!!” Tanyanya, dengan nada bicara yang terdengar sangat kesal.


Dan saat siswa laki-laki itu akan membuka mulutnya dan kembali berkata, tiba-tiba seseorang pun datang mendorong dirinya hingga tubuhnya kini terjatuh ke lantai.


“Jangan kurang ajar lo ba**sat!!!” Ucap seseorang, dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat murka.


Sedangkan siswa laki-laki tadi pun kini segera mengangkat wajahnya keatas dan akan memaki orang yang mendorongnya tadi. Namun saat tatapannya bertemu dengan tatapan mata yang tajam dan dingin, ia pun segera mengurungkan niatnya dan menelan air liurnya dengan kasar.


“Kenapa diem?”

__ADS_1


“Berdiri lo sekarang, jangan cuman sok jago di depan cewek!!” Ucap orang itu, dengan sedikit membusungkan dadanya dan mengangkat kepalanya.


Menunjukkan sebuah sikap siap tarung antara seorang pejantan.


__ADS_2