Shera

Shera
Gadis tempo hari


__ADS_3

Adam kemudian melangkahkan kakinya, berjalan mendekat ke arah ibu dan anak yang sedang berbincang-bincang itu lalu berkata. “Maya, cepat bersiap sekarang! papa akan membawamu ke rumah sakit.” Ucapnya, dengan tegas sembari memasang wajah serius.


Mendengar hal itu, Shera pun menganggukkan kepalanya dengan patuh. Gadis itu tidak banyak bertanya dan segera berdiri dari duduknya lalu melangkah pergi menuju kamarnya yang berada di lantai atas.


Di sisi lain, Malina yang juga mendengarnya pun kini menepuk lengan suaminya pelan, kemudian mendekatkan dirinya dan berkata. “Apa kata dokternya?.... apa nanti anak itu akan di periksa lagi?! ” tanyanya dengan berbisik.


Sedangkan Adam yang merasakan tepukan kecil di lengannya pun kini menoleh dan menatap ke arah sang istri sembari berkata. “Iya, sebentar lagi aku akan membawanya ke rumah sakit untuk di periksa! ” Jawabnya atas pertanyaan itu tadi.


Kemudian, setelah terdiam untuk sesaat ia pun kembali membuka mulutnya dan berkata. “Kalau penasaran kamu juga boleh ikut, lagipula hari ini kita tidak memiliki jadwal apapun! ” Ucapnya lagi.


Malina yang mendengar hal itu pun kini mengaanggukkan kepalanya, ia tentu setuju dan merasa senang jika di perbolehkan ikut untuk mengantar putrinya ke rumah sakit.


...»»————>✥<————««...


Seoarang pria paruh baya kini terlihat sedang membersihkan kaca mobil dengan sebuah lap kain di tangannya, sesekali kedua matanya pun melirik ke arah pintu rumah yang tertutup. Dan dalam hati, pria itupun berkata. “Kira-kira nona kenapa ya?.... kok tuan bilang mau bawa dia ke rumah sakit?! ” Gumamnya, kemudian berhenti sejenak dan menengok-nengok ke arah jendela rumah itu. “Tapi kok mereka lama banget ya keluarnya?.... ” Gumamnya lagi.


Yang bertanya-tanya di saat ia tak kunjung melihat majikannya itu keluar dari dalam rumah.


Namun tak lama setelah itu, pintu rumah yang sedari tadi ia perhatikan pun kini terbuka, menampilkan sosok tuan besar pemilik rumah yang kehadirannya ia nanti-nantikan sedari tadi.


Kemudian, dari arah belakang tuan besarnya itu, pria paruh baya itu juga dapat melihat keberadaan sosok lain. Yaitu seorang gadis muda dengan gaun putih bersih dan rambut panjang yang tertata rapih.


Untuk sesaat, ia tampak terbengong di tempat dengan dahi yang berkedut. Ekspresi wajahnya pun terlihat seolah-olah sedang mempertanyakan siapakah gadis muda yang nampak asing di matanya itu.


Dan saat gadis itu berjalan mendekat bersamaan dengan tuan besarnya, pria baruh baya itupun kini akirnya menyadari satu hal. Bahwa, sosok yang tampak asing itu ternyata adalah nona muda keluarga ini.


“Loh kok kayak beda ya?!! ” Ia bergumam dalam hati, benar-benar merasa pangling dengan penampilan baru dari nona mudanya itu.


“Pak Jaka, ada apa?! ”

__ADS_1


Tiba-tiba, suara tuan besarnya itupun terdengar dan memanggil namanya dengan nada bertanya. Membuat pandangannya segera beralih untuk menatap majikannya itu. “A_Ah!.. e... enggak kok tuan!! ” Ia menjawab dengan cepat sembari menggelengkan kepalanya dengan ekspresi gugup.


Kemudian ia kembali melirik ke arah gadis muda tadi dan tersenyum dengan canggung. “I... Itu, saya cuman agak pangling saja sama dandanannya non Maya!... kelihatan beda banget sama biasanya! ” ucapnya, lalu saat melihat tuannya itu mengerutkan dahi, pria paruh baya itupun segera berkata. “... E.. Eh, tapi cantik kok!... malah saya suka banget sama penampilannya, kelihatan lebih seger gitu!” Ucapnya lagi, dengan sedikit menambahkan pujian agar tuannya itu tidak sampai marah kepadanya.


Namun jika boleh jujur, penampilan gadis itu kini memang sangat cantik. Kesannya terlihat begitu rapih dan sopan, apalagi dengan gaun putih bersih yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek.


Membuatnya terlihat seperti seseorang yang berhati lembut.


Di sisi lain, Shera yang mendengar pujian manis itupun kini tersenyum tipis. Gadis itu menatap pria paruh baya tadi dengan penuh kehangatan sembari berkata. “Terimakasih, saya sangat senang mendapat pujian seperti itu! ” Ucapnya, dengan tutur kata yang terkesan begitu halus.


Namun hal itu semakin membuat pria paruh baya tadi mengerutkan dahinya dan menunjukkan ekspresi herannya secara terang-terangan.


Kenapa cara gadis itu berbicara juga sangat berbeda dari biasanya?.... dan kenapa logatnya sangat aneh?!


Kira-kira seperti itulah yang ia pikiran.


Mendengar hal itu, sang supir pun hanya menganggukkan kepalanya. Walaupun ucapan majikannya itu terdengar biasa saja dan lebih terkesan seperti basa-basi. Namun tatapan yang ia berikan seolah-olah seperti sedang menyuruhnya untuk diam dan tidak berkata apapun lagi.


“Kayaknya ada sesuatu deh! ” Ia kembali bergumam dalam hati, kemudian melirik ke arah Shera dengan tatapan penuh curiga lalu menggelengkan kepalanya pelan untuk menepis semua prasangka dalam benaknya. “Ah, sudahlah!.... itu juga bukan urusanku, sebaiknya jangan ikut campur sama urusan mereka! ” Gumamnya lagi.


Dan setelah beberapa saat, Malina pun kini akhirnya muncul dan berjalan keluar melalui pintu rumah yang Adam dan Shera lalui tadi.


Melihat hal itu, Adam yang tak ingin membuang- buang waktu lagi pun kini segera menyuruh putrinya untuk masuk ke dalam mobil. Kemudian ia duduk di kursi depan bersama sang supir agar istri dan anaknya itu bisa duduk di kursi bagian belakang.


“Kita jalan sekarang! ” Perintahnya yang segera diangguki oleh supir itu tadi.


...»»————>✥<————««...


Di tempat lain, tepatnya di rumah sakit saat ini. Seorang pemuda tampan berseragam sekolah kini nampak sedang berbincang-bincang dengan seorang wanita yang duduk di kursi roda. Sesekali mereka pun tertawa secara bersamaan di saat kedua orang itu membahas hal-hal yang sekiranya terdengar lucu.

__ADS_1


Sang wanita kini menepuk tangan pemuda yang mendorong kursi rodanya dengan pelan, kemudian sembari tersenyum lembut ia pun berkata. “Nak, bagaimana sekolahmu?.... apa semuanya baik-baik saja?.... kamu gak nakal kan di sekolah?!” Ucapnya, yang bertanya seperti seorang polisi yang sedang menginterogasi tersangka.


Mendengar hal itu, sang pemuda pun kini terkekeh kecil. Dan sembari menunjukkan senyum menawannya, ia pun berkata. “Ma, Arka bukan anak nakal!.... semuanya baik-baik aja kok, lagian mama kan tau sendiri kalau Arka ini ketua OSIS, jadi gak mungkinlah kalau sampai Arka nakal di sekolah!” Jawabnya, dengan begitu lembut.


Benar-benar terlihat seperti seorang anak yang begitu menyayangi orang tuanya.


Jika saja para siswa di sekolah melihat hal ini, mungkin mulut mereka akan menganga lebar dengan tidak percaya. Sosok lembut Arka yang sekarang itu benar-bebar berbanding terbalik dengan dirinya saat menjalankan peran sebagai ketua OSIS di sekolah.


Dan mungkin saja para siswa itu tidak akan percaya dan menganggap bahwa ketua OSIS mereka itu memiliki kembaran yang lain.


“Oh, ya bagus kalau begitu! ” Ucap wanita tadi yang tidak lain adalah ibu Arka sendiri.


Kemudian, setelah beberapa saat, sang ibu pun kembali membuka mulutnya di saat ia mengingat sesuatu yang menarik. “Oh iya, kamu tau nggak?!.... kemarin, mama sempet lihat ada anak gadis yang aneh banget!! ” Ucapnya yang mengubah topik secara tiba-tiba.


Mendengar hal itu, Arka pun mengerutkan dahinya dan menatap sang ibu dengan penuh penasaran. “Hah? aneh gimana ma?! ” Tanyanya.


“Yah aneh gitu!... kayak orang linglung!! ” Jawabnya, kemudian terdiam untuk sesaat untuk mengingat-ingat kejadian semalam. “Dia itu pakek seragam SMA, sama kayak kamu!... ” Ia mulai bercerita, dan Arka pun mulai menyimak. “.... tapi mama gak bisa lihat wajahnya, soalnya ketutupan sama rambut dia yang panjang, apalagi kepalanya itu ada luka sampai darahnya netes ke mana-mana!... pokonya anak itu keliahatan serem banget deh, kayak hantu di siang bolong!! ” Ucapnya, yang mencoba untuk nendeskirpikan sosok gadis yang ia lihat.


Sedangkan Arka yang mendengar hal itu pun kini tambah penasaran, alhasil ia pun kembali bertanya. “Terus gimana ma?.... dia beneran orang apa hantu?! ” Tanyanya.


Dan sang ibu pun segera menjawab. “Dia orang!!... orang yang masih hidup!! ” Jawabnya dengan sedikit mengegas, kemudian kembali berkata. “Cuman penampilannya aja yang horor, dia berdiri di taman sebelah sana sendirian, gak tau lagi ngapain, tapi kayaknya luka di kepalanya cukup parah deh!.... Mama sampai gak bisa ngebayangin gimana rasa sakitnya!” Ucapnya lagi, dengan ekspresi wajah yang tampak sedih sekaligus ngeri.


Dan Arka yang mendengar cerita dari sang ibu pun kini tiba-tiba teringat akan sesuatu, membuatnya sedikit berfikir hingga pada akhirnya berkata. “Hem, kok kebetulan ya?... ” Gumamnya dengan suara lirih.


Namun sang ibu yang tidak sengaja mendengarnya pun kini menoleh dan menatap ke arah sang anak. “Ada apa nak? ” Tanyanya, dengan penasaran.


Mendengar pertanyaan itu, Arka pun berkata. “Kemarin juga ada anak yang pingsan di kamar mandi, katanya kepalanya terluka, terus dia dilarikan ke rumah sakit!.... jangan-jangan yang mama lihat itu ‘dia’!! ” Ucapnya, yang mulai membuat asumsi.


Dan tepat setelah ia mengatakan hal itu, pandangan matanya pun secara tidak sengaja menangkap keberadaan seseorang yang begitu menarik perhatiannya.

__ADS_1


__ADS_2