
Gadis itu kini berdiri dari duduknya, kemudian melirik ke arah dapur dimana kedua orang tuanya berada saat ini. Melihat mereka yang masih sibuk membahas sesuatu dengan serius, Shera pun menghela nafas.
Nampaknya perbincangan antara orang dewasa itu tidak akan selesai dengan cepat, dan mungkin saja ia akan dibuat menunggu lebih lama lagi.
“Sepertinya tidak apa-apa jika aku melihat-lihat rumah ini sebenar, lagipula mereka berdua masih sibuk berbincang-bincang bukan?! ” Gumam Shera dalam hati.
Berfikir bahwa ia setidaknya bisa melihat-lihat lingkungan dalam rumah untuk sebentar saja selagi menunggu kedua orang itu selesai berbicara.
Kemudian, ia pun melangkahkan kakinya ke arah ruang keluarga. Entah kenapa ia merasa begitu tertarik dengan ruangan itu, mungkin karena dekorasinya yang unik dengan banyaknya foto-foto keluarga yang menghisai dinding.
“Gambar di foto-foto ini terlihat begitu jelas dan jernih, sungguh berbeda sekali dengan foto-foto di zaman dulu!!” Ucapnya, yang bergumam dalam hati.
Kemudian, tiba-tiba pandangannya pun kini tertuju pada sebuah foto. Dimana di situ Shera dapat melihat dengan jelas wajah rupawan dari seorang pemuda yang tampak begitu bahagia dengan senyum lebar di bibirnya.
Melihat hal itu, Shera pun menjadi penasaran dan memutuskan untuk melangkahkan kakinya mendekati agar bisa melihat foto itu dengan lebih jelas. “Siapa pemuda ini?... ” Ia bertanya dengan suara yang hampir tak terdengar, kemudian mengulurkan tangannya dan mengambil foto yang terpajang itu. “... Dia terlihat bersinar, seperti seseorang yang memiliki hati yang bersih dan baik!! ” Ucapnya, sembari memandangi foto itu.
Tanpa sadar, sudut bibirnya pun kini mulai terangkat. Entah kenapa ia juga ikut tersenyum saat melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah pemuda ini. “Sungguh foto yang sangat bagus, kehangatannya tergambar dengan jelas!” gumamnya yang memberi komentar.
Setelah itu, ia pun kini melirik foto-foto lain. Melihat wajah pemuda ini yang juga tergambar di sana, Shera pun kini akhrinya paham dan mengambil sebuah kesimpulan bahwa pemuda yang ada di dalam foto itu adalah salah satu dari anggota keluarga ini.
__ADS_1
“Siapa? Apakah dia kakaku atau adikku?! ” ia bergumam dan bertanya-tanya dalam hati.
......»»————>✥<————««......
Di sisi lain, pasangan suami istri yang sedari tadi sibuk membicarakan sesuatu pun kini akhrinya sadar bahwa putri mereka telah menghilang dan tidak terlihat lagi di ruang makan.
Adam dan Malina yang mengetahui hal itu pun kini menjadi bingung dan panik, sebagai orang tua mereka tentunya akan merasa khawatir. Putri mereka saat ini tidak dalam kondisi yang baik, sesuatu bisa saja terjadi kepadanya, apalagi dengan ingatan yang hilang akibat benturan keras di kepala.
“Di mana anak itu?!! ” Malina bertanya kepada suaminya dengan raut wajahnya khawatir. “Bukannya tadi dia sedang duduk di sini?.... bagaimana bisa ia hilang secara tiba-tiba?!!” Ucapnya lagi, yang kini mulai merasa gelisah.
Melihat hal itu, Adam pun kini berusaha untuk menenangkan istrinya. Walaupun ia juga sama-sama merasa khawatir, namun pria itu lebih bisa mengontrol diri dan berfikir lurus di tengah-tengah keadaan seperti ini. “Diamlah, dia pasti tidak jauh dari sini!... ” Ucapnya, kemudian melirik sekitarnya dan kembali berkata. “... kau pergilah ke atas dan cari dia di kamarnya, aku akan mencari di tempat lain! ” Perintahnya dengan tegas.
...»»————>✥<————««...
Shera kini masih berada di ruang keluarga, pandangan matanya pun sedari tadi sibuk memperhatikan setiap wajah pada foto-foto yang terpajang di dinding itu. Senyum di bibirnya pun juga tak kunjung luntur, menandakan bahwa ia kini sangat menikmati suasana di ruangan tersebut.
Namun setelah beberapa saat, gadis itupun teringat akan suatu hal, kemudian sembari menghela nafas ia pun berkata. “Hem, sepertinya aku sudah terlalu lama berada di sini!...” gumamnya, kemudian meletakkan foto yang sedari tadi ia pegang ke tempatnya semula. “... Baiklah, aku harus segera kembali!... jangan sampai membuat kedua orang itu bingung hingga mencariku! ” Gumamnya lagi.
Setelah itu, ia pun membalikkan badannya dan mulai mengambil langkah untuk segera pergi menuju ruang makan tempat mereka berkumpul tadi.
__ADS_1
“Di sini kau rupanya! ”
Suara dari seorang pria yang tidak asing itu tiba-tiba terdengar di telinganya, membuat gadis itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara.
“Kenapa kau tidak diam dan duduk di sana saja tadi?.... kami hanya pergi sebentar untuk berbicara, dan kau sudah hilang begitu saja dari pandangan!! ” Ucap pria itu, yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.
Melihat kedatangan Adam, Shera pun tersenyum dengan lembut. Kemudian ia kembali melangkahkan kakinya dan berjalan mendekat ke arah pria yang kini menjadi ayahnya itu. “Maafkan saya, pa!... ” Jawabnya dengan begitu tenang. “.... Saya hanya sedang ingin melihat gambar-gambar ini, keluarga kalian tampak harmonis dan saling menyayangi! ” Ucapnya, yang memberi sebuah pujian.
Mendengar hal itu, Adam pun tak lagi mengerutkan dahinya ataupun memasang wajah heran. Mungkin hal itu di sebabkan karena ia saat ini sudah mulai terbiasa dengan kata-kata aneh dari putrinya itu.
Akan tetapi, walaupun kini ia bisa memaklumi nya, namun mulutnya pun masih saja berkata. “Nak, ucapanmu itu terdengar seperti orang asing yang sedang menilai keluarga ini!!....Kata-kata seperti itu seharusnya di ucapkan oleh orang luar, namun aku malah mendengarnya dari mulut putriku sendiri!!” Ucapnya, yang membuat Shera memasang wajah murung.
Kemudian, gadis itu pun memalingkan wajahnya dan menatap ke arah foto-foto itu tadi. “Apa salahnya jika saya berkata seperti itu, pa?!.... niat saya hanya ingin memuji, keluarga kalian memang terlihat begitu indah! ” Ucapnya dengan suara lirih, setelah itu ia kembali menoleh dan menatap ke arah sang ayah. “... Maafkan saya, mungkin karena tidak mengingat apapun, sikap saya jadi seperti orang asing di mata kalian!.... hal seperti itu memang terasa tidak mengenakan, namun percayalah bahwa saya sendiri juga merasa kesulitan saat ini.” Ucapnya lagi.
Sedangkan di sisi lain, Adam yang tak ingin melihat putrinya memasang wajah seperti itu pun kini menghela nafas dan berkata. “Sudahlah, tidak apa-apa!... ” ia terdiam untuk sesaat, kemudian melirik foto putranya yang sempat ia lihat di pegang oleh Shera tadi. “... Omongan-omong, apakah kau mengenalinya?.... laki-laki yang ada di foto itu, apakah kau mengingat sesuatu tentangnya?! ” Ucapnya, yang bertanya untuk mengalihkan pembicaraan.
Mendengar hal itu, Shera pun menggelengkan kepalanya pelan. Kemudian ia menatap foto itu dengan senyum simpul sembari berkata. “Saya tidak bisa mengingat apapun tentangnya!... ” Jawabnya, yang membuat ayahnya itu merasa sedikit kecewa, namun setelah beberapa saat ia pun melanjutkan. “.... Akan tetapi, sepertinya pemuda ini adalah kakak saya! ”
“Dari mana kau tau bahwa dia kakakmu?! ” Adam kembali bertanya dengan begitu penasaran.
__ADS_1
Dan Shera pun menjawab. “Saya hanya menebaknya saja, dia terlihat lebih tua daripada saya! ” Kemudian, salah satu tangannya pun terulur dan meraih foto itu kembali. “Ia punya banyak sekali kemiripan dengan anda, mungkin saat masih muda anda juga terlihat seperti ini! ” Ucapnya lagi.