
Kakinya yang jenjang itu kini mulai mengambil langkah, perlahan-lahan mendekat menghampiri patung yang diam tak bergerak di pojok ruangan sana.
Kedua matanya yang indah kini terus tertuju pada satu titik, memperhatikan setiap pahatan dari patung yang tampak estetik di hadapannya itu.
“Anak nakal ini siapa?.... berani mengganggu ku?! ” Ucap gadis itu, yang entah sedang berbicara dengan siapa.
Senyuman di bibirnya sedari tadi tak pernah luntur, raut wajahnya pun tak menunjukkan reaksi apapun selain ekspresi angkuh. Gadis itu kini tampak seperti seseorang yang sedang berhadapan dengan mahluk yang lebih rendah darinya, terus menerus mengeluarkan aura kelam yang begitu mengintimidasi.
“Keluarlah! setelah berbuat nakal, kau ingin bersembunyi dariku?” Gadis itu kembali berkata, kemudian terkekeh pelan dan mengulurkan tangannya guna menyentuh patung tadi. “Kamu mau saya melakukan sesuatu?... ” ia terdiam dan menyeringai, kemudian berkata. “... hem, baiklah kalau itu mau mu! ” Ucapnya lagi.
Wusssss!!!....
KRAAAAK!!!......
Sebuah benda yang terlihat seperti kobaran api hijau tiba-tiba muncul dari tangannya, menyebabkan timbulnya retakan pada bagian patung yang ia sentuh.
KRAAAAK!!!..... KRAAAATAK!!!....
Retakan itu mulai meluas dan menyebar bagaikan akar pohon yang menjalar di tanah, membuat beberapa bagian patung kini mulai rapuh dan perlahan-lahan mulai runtuh hingga hancur berkeping-keping.
Melihat hal itu, Shera pun hanya tersenyum tipis sembari terkekeh kecil. Seolah-olah gadis itu kini sedang merasa senang akan sesuatu.
“Jadi bagaimana?.... mau tetap diam atau muncul?” Tanya gadis itu, sembari berjongkok dan menatap kepingan patung yang telah hancur dan berserakan di lantai. “.... jika kamu masih keras kepala, aku hanya akan mengatakan satu hal!.... bahwa perutku ini cukup lapar setelah bangun dari kematian.” Ucapnya lagi, yang berbisik sembari menyeringai keji.
__ADS_1
Kemudian tak lama setelah itu, sebuah asap hitam pun muncul dari kepingin-kepingan patung tadi dan membentuk sebuah wujud padat yang menyerupai mahluk hitam bertanduk dengan mata merah yang menyala-nyala.
Sekilas, perawakan mahluk itu memang menyeramkan. Siapapun orang yang melihatnya pun pasti akan segera kabur dan lari terbirit-birit hingga terkencing karena merasa begitu ketakutan.
Akan tetapi, hal seperti itu tidak cukup mampu untuk membuat Shera takut. Alih-alih kabur setelah melihat penampakan mahluk dengan rupa yang menyeramkan seperti itu, ia kini justru malah tersenyum puas dan berkata. “Hei, kau!... mau jadi santapan, atau budak?! ” Tanyanya dengan santai.
Seolah-olah ia tidak punya rasa takut sedikitpun.
Mendengar ucapan Shera, mahluk menyeramkan itu pun kini mengerang rendah, suasana di ruangan itu pun kini segera berubah menjadi sangat dingin dan mencekam.
Menandakan bahwa dirinya kini benar-benar merasa sangat tersinggung dengan kata-kata yang gadis itu ucapkan tadi.
“Kau anya mahluk sombong!!!.... saya tidak sudi menjadi budak!!! ” Ucap mahluk itu dengan tegas.
Dahinya pun kini mulai berkerut kesal, mahluk di hadapannya itu baru saja ingin melancarkan serangan untuk melukainya. Namun dengan sigap ia segera mengeluarkan kekuatan dan mengikat mahluk tadi dengan api yang keluar dari tangannya.
Kemudian, sembari menunjukkan wajah datar dan tatapan mata yang sedingin es, gadis itu pun kini membuka mulutnya dan berkata. “Kau hanya mahluk rendah, jangan meremehkan kemampuan ku!!!... ” Ucapnya dengan penuh penekanan, lalu membuat mahluk itu tersiksa dengan api yang ia keluarkan tadi. “..... Di sini, kamu hanya punya dua pilihan. Mau lenyap ku makan atau menjadi budak untuk selamanya?!” Ucapnya lagi.
Entah itu memang hanya sebuah tawaran untuk di pilih ataukah ancaman untuk mati.
Sedangkan mahluk tadi kini tampak kesulitan, kedua pilihan yang gadis itu berikan sama-sama tidak masuk akal. Menjadi seorang budak adalah sebuah penghinaan besar baginya.
Namun di sisi lain, ia juga tidak ingin mati. walaupun pada dasarnya ia sedikit heran karena baru pertama kali berjumpa dengan anak manusia yang ingin memakan mahluk halus, tapi sepertinya ia tidak sedang berbohong.
__ADS_1
Naluri nya berkata bahwa orang yang menjadi lawannya kali ini bukanlah manusia sembarangan, hal itu dapat di lihat dengan jelas dari api magis yang gadis itu keluarga untuk mengikatnya.
“Jawablah, wahai mahluk yang tercipta dari kegelapan!..... apa pilihanmu?.... kau ingat mati ku lahap atau menjadi budak?!” Shera kembali bersuara, gadis itu masih menunggu jawaban dari pertanyaannya tadi. “Seandainya kau tidak menggangguku tadi, mungkin sekarang aku tidak akan menyiksa mu sampai seperti ini! ” Ucapnya lagi, masih dengan nada dingin.
Mendengar hal itu, mahluk tadi pun berkata. “Saya.... tidak mau... aaakh!!!.... menjadi budak manusia!!! ” tolak nya sembari menahan sakit hingga membuat ucapannya tersendat-sendat.
Melihat sikap keras kepala dari mahluk itu, aura di sekitar Shera pun kini bertambah dingin dan semakin mencengkam. “Hah, jadi itu keputusanmu?! ” ia kini mulai menyerap energi dari mahluk itu, kemudian menghela nafasnya dan kembali berkata. “padahal, jika menjadi budak tugasmu hanya menuruti perintah dan tidak boleh melawan!.... selebihnya kau akan mendapat perlakuan yang baik dari ku, namun sayangnya kau lebih memilih mati menjadi san__”
“Baiklah!!...” Mahluk itu berkata, menyela ucapan Shera. “...Saya mau menjadi budak mu!... ampuni saya, saya tidak akan melawan, saya... saya akan menurut!!! ” Ucapnya lagi.
Dan pada akhirnya, ia pun menyerah di hadapan gadis itu lantaran tak tahan dengan rasa sakit yang ia rasakan saat energinya perlahan-lahan mulai terkuras hingga hampir habis.
Sedangkan Shera yang mendengar hal itupun kini mulai tersenyum kembali, kemudian melepaskan mahluk itu dari api yang melilit dan menyiksanya. “Hahaha!! sungguh pilihan yang bagus!!! ” ia berkata dengan wajah puas, kemudian mengulurkan tangannya dan membelai kepala mahluk itu dengan lembut. “ternyata kau juga bisa patuh setelah mendapat siksaan seperti itu!.... aku hanya tidak suka di tentang, bukan berarti aku adalah orang yang jahat!... mulai sekarang kau akan baik-baik saja, Kata-kata ku bisa di pegang, tidak perlu khawatir! ” Ucapnya lagi.
...»»————>✥<————««...
Warna senja kini telah menguasai langit, memperlihatkan pemandangan indah dari cahaya keemasan yang berpadu serasi dengan warna merah.
Dan di saat yang bersamaan, sebuah mobil mewah pun kini terparkir di sebuah halaman rumah yang luas. Membiarkan seorang pria paruh baya turun dari kursi depan dan membukakan pintu untuk seseorang yang duduk di kursi bagian belakang.
“kita sudah sampai, tuan dan nyonya! ” Ucap supir itu.
Dan seorang pria yang berada di dalam mobil pun segera turun dan berkata. “Saya tau, kamu boleh istirahat sekarang! ” Ia menjeda ucapannya, menoleh ke belakang dan menatap wanita yang kini baru saja turun dari mobil setelahnya. “Ayo, anak itu pasti sedang menangis di kamarnya! ” Ucapnya, dengan nada dingin namun masih terkesan khawatir.
__ADS_1
Mendengar ucapan suaminya, wanita tadi pun kini menganggukkan kepalanya pelan. Kemudian, mereka pun segera melangkahkan kakinya dengan cepat dan masuk ke dalam rumah.