
Entah ada penyakit apa dalam hati anak-anak itu, walaupun gadis itu sudah meminta maaf dan memohon-mohon dengan begitu memelas, mereka masih juga tidak melepaskannya dan membiarkannya pergi.
Apa lagi siswi yang berambut pendek dan berdada besar itu, di antara yang lain kelakuannya lah yang paling keterlaluan. Karena sedari tadi yang berteriak dan memaki-maki gadis itu hanyalah dia saja, sedangkan yang lain hanya menonton pertunjukan itu sembari tertawa dan mengambil video untuk diabadikan.
“Hiks... hiks... tolong kak jangan ganggu aku lagi, aku pingin pulang! ” Isak tangis gadis itu lagi-lagi terdengar pilu.
Ia sedari tadi sudah memohon-mohon untuk di lepaskan karena ia ingin pulang dengan cepat.
“Hah!!! berisik banget tau gak lo itu?!!!” Siswi berambut pendek itu membentak sembari melotot tajam. Kemudian ia pun berjongkok dan menjambak rambut gadis berbadan kecil tadi dengan kasar dan membuat kepalanya mendongak ke atas menatapnya. “Kalau lu gak diem gua bakal sumpelin tuh mulut pakek tanah, biar kapok sekalian!! ” Ucapnya lagi sembari mengancam.
Mendengar hal itu, sang gadis yang merasa ketakutan pun kini menggelengkan kepalanya sembari menangis. “Gak... gak mau hiks... hiks... jangan kak! ” Ucapnya, masih dengan isak tangis di sela-sela kata-katanya.
Namun anak-anak yang lain kini justru malah tertawa, dan sembari mengambil video mereka pun berkata kepada teman mereka yang menjambak rambut gadis itu tadi. “Masukin aja tanah ke mulutnya!!”
“Ho'oh, biar sekalian tambah seru!!! ”
“Bener tuh, toh dianya juga laper kan?!... duwit jajannya kan lo yang ambil, jadi sekarang lo harus ngasih makan dia dong!!!... ” ia menjeda ucapannya. “.... makan tanah maksudnya hahahaha!!! ” Lanjutnya lagi dan tertawa dengan terbahak-bahak.
...»»————>✥<————««...
Di sisi lain, Shera yang sedari tadi mendengarkan ucapan-ucapan kasar dari anak-anak itu pun kini mengerutkan dahinya dengan tidak senang. Sebenarnya ia sedikit merasa terganggu dengan suara berisik yang mereka buat, namun walaupun begitu ia sama sekali tidak berniat untuk ikut campur.
Karena hal seperti ini sudah sangat sering ia jumpai dari dulu hingga sekarang!
Kini kedua matanya tampak sedang memperhatikan anak-anak itu dari kejauhan, menatap mereka dengan ekspresi datar dan dingin. “Hem? apa yang akan mereka lakukan?” Ia bertanya-tanya, sedikit merasa penasaran untuk terus menonton pertunjukan itu.
Terlihat, siswi yang sedari tadi berteriak-teriak dan menjambak rambut gadis itu kini mengambil segenggam tanah di dekat pohon beringin. Kemudian ia dengan tega memasukkan tanah-tanah yang ia ambil tadi ke mulut gadis itu.
Membuat wajahnya menjadi kotor dengan mulut yang penuh dengan tanah.
“Kurang ajar sekali, perbuatannya sangat lancang! ” Shera bergumam dengan penuh rasa geram.
__ADS_1
Saat ini dirinya sedang merasa begitu kesal dengan perbuatan siswi perempuan itu. Bukan karena ia mengganggu murid lain, melainkan karena tanah yang berada tepat di atas jasadnya dulu di kubur kini dengan sembarangan di ambil olehnya dan digunakan untuk menyumpal mulut gadis tadi.
“Huwek!!... ”
Terlihat, gadis itu kini sedang memuntahkan tanah-tanah yang ada di mulutnya. Kemudian ia pun berdiri dari duduknya dan segera berlari menuju ke suatu tempat sembari menangis dengan sekencang-kencangnya.
“Woii, dia kabur tuh!! ”
“Hei, cupu!! mau kemana lo hah?!!!.... urusan kita belum selesai!!! ” Teriak siswi-siwsi itu di saat melihat korban mereka pergi begitu saja tanpa adanya persetujuan dari mereka.
Merasa belum cukup dan masih tidak terima, mereka pun dengan segera melangkahkan kakinya dan mengejar gadis itu tadi.
Sedangkan gadis yang mereka kejar kini tengah berlari menuju ke toilet sekolah. Kemudian ia masuk ke dalam salah satu bilik kamar mandi dan memuntahkan semua tanah yang kotor itu dari mulutnya.
“Hiks... hiks... hiks! ”
Gadis itu menangis, salah satu tangannya kini ia gunakan untuk mengelap air mata dan sisa-sisa kotoran di mulutnya.
Sedangkan sang gadis yang mendengarnya itupun kini mulai meringkuk ketakutan di salah satu pojok kamar mandi, ia dalam hati berdoa dan memohon-mohon. Semoga anak-anak itu tidak kemari dan menemukan keberadaannya.
“hiks... tolong jangan kesini!! ” Gadis itu bergumam dalam hati, berusaha menahan tangis dan menutup mulutnya agar suaranya tidak sampai terdengar di telinga mereka.
Namun sayang sekali, tampaknya gadis itu kini sedang bernasib buruk. Siswi-siswi jahat yang sedari tadi mengejarnya kini telah mengetahui keberadaannya, dan mereka pun kini mulai tersenyum licik sembari berjalan mendekat ke arah gadis itu.
“Huwa!!! ketemu kau!!! ” Siswi itu mengagetkan gadis tadi dengan senyum lebar di wajahnya, seakan-akan ia telah menemukan boneka mainannya yang hilang.
“Sekarang mau kemana lagi lo, hah?!! ”
“Bikin repot aja, ngapain sih pakek lari-lari segala?!! ”
“Gak tau tuh!... ini anak udah cupu bikin susah orang aja!!!”
__ADS_1
“Hem, enaknya kita apain ya dia?!
Ucap mereka, sembari menatap gadis itu dengan senyum licik dan merencanakan sesuatu yang jahat kepadanya.
...»»————>✥<————««...
Beberapa menit kini sudah berlalu, siswi-siswi itu kini nampak keluar dari bilik kamar mandi dengan senyum lebar sembari tertawa dengan wajah yang begitu puas.
Entah apa yang sudah mereka lakukan pada gadis tadi, namun saat ini gadis itu sama sekali tidak nampak bersama dengan mereka.
Mungkinkah ia masih berada di dalam kamar mandi?....
Sendirian tanpa ada yang menemani?!
Shera yang sedari tadi berada di perpustakaan kini memperhatikan kepergian siswi-siswi itu yang tampak begitu senang dengan perbuatan buruk yang telah mereka lakukan. Kedua matanya kini memandangi wajah-wajah mereka dengan tajam, seakan-akan ia sedang menyimpan sebuah dendam tersendiri.
...»»————>✥<————««...
Cahaya matahari kini telah tenggelam ditelan malam, suasana di sekolah kini benar-benar terasa sepi dan sunyi. Yang ada mungkin hanya suara hembusan angin dan gemersik dedaunan yang bergoyang-goyang.
“Benar-benar hari yang kacau!” Ucap Shera, sembari mendongakkan kepalanya dan menatap langit-langit malam yang mendung.
Kemudian, pandangannya pun kini beralih ke arah kamar mandi siswi. Sedikit memiringkan kepalanya dan menatap dengan heran seolah-olah sedang bertanya-tanya akan suatu hal.
“Omong-omong, kenapa gadis itu tidak kunjung keluar?” Ia bergumam, merasa sangat heran lantaran tak kunjung melihat gadis tadi keluar dari bilik kamar mandi.
“Apakah aku harus pergi ke sana?... tapi sekarang aku sedang merasa malas, di sisi lain aku juga merasa begitu penasaran!! ” Gumamnya lagi.
Dan setelah terdiam beberapa saat dengan pikiran yang bimbang antara harus memilih untuk menuruti rasa penasarannya ataukah rasa malasnya, ia pun pada akhirnya turun ke lantai satu dan pergi ke arah kamar mandi untuk melihat keadaan gadis tadi.
“Gadis manis, dimana kau?... apakah kau baik-baik sa__”
__ADS_1
Tiba-tiba, ucapannya terhenti di tengah jalan. Ekspresi wajahnya kini nampak begitu terkejut dengan kedua mata yang terbelalak lebar.