Shera

Shera
Siapa kamu sebenarnya?


__ADS_3

Di sisi lain, di saat anak-anak itu kebingungan dan merasa heran dengan dirinya yang menghilang secara tiba-tiba dari kelas, Shera kini nampak sedang melangkahkan kakinya di Koridor sekolah dengan begitu santai.


Bahkan wajahnya kini sama sekali tidak menunjukkan beban sedikitpun walau sudah membuat seisi kelas heboh.


Dan di saat ia melangkahkan kakinya, kepalanya pun kini menoleh ke samping dan menatap pohon beringin yang ada di tengah-tengah taman sekolah itu dengan seksama.


Di lihatnya pohon besar nan kokoh itu dengan kedua matanya yang berbinar, entah apa yang sedang gadis itu pikirkan.


Ia bahkan tidak melihat arah jalan yang ia lalui hingga tanpa sadar tubuhnya kini menabrak tubuh seseorang.


Bruuuk!!!...


“Hah!!!?... ”


Tubuh mungilnya yang menabrak tubuh seseorang yang lebih besar darinya itu membuatnya kehilangan keseimbangan dan berujung naas dengan terjatuh di atas lantai yang keras.


“Woy, kalau jalan lihat-lihat dong!! ” Tegur dari seseorang yang ia tabrak tadi dengan nada kesal.


...»»————>✥<————««...


Satu menit sebelum kejadian itu, Seorang siswa laki-laki yang tidak lain adalah Al atau teman dekat si ketua OSIS itu kini sedang melangkahkan kakinya di Koridor sekolah dengan sebuah permen di mulutnya.


“Beh! Males banget gue kalau pelajarannya kimia!!.... udahlah susah, gurunya galak pula!!” Gerutunya, yang sepertinya ia saat ini sedang membolos karena tidak begitu menyukai mata pelajaran tersebut.


Bruuuk!!!....


“Hah!!!?... ”

__ADS_1


Namun, saat ia terus melangkahkan kakinya dan akan berbelok. Tiba-tiba seseorang yang berjalan dari arah samping pun menabrak dirinya dan membuat ia sedikit melangkah mundur ke belakang karena terdorong dan menjatuhkan permen yang ada di mulutnya.


“Woy, kalau jalan lihat-lihat dong!! ” Ucapnya dengan kesal kepada orang yang baru saja menabrak tubuhnya itu.


Akan tetapi, saat ia melihat bahwa orang yang menabrak dirinya itu adalah seorang gadis berbadan kecil, ia pun segera mengganti ekspresi wajahnya dan melembutkan nada bicaranya disaat ia berkata. “Eh, maaf-maaf!.... kamu gak apa-apa kan?!.... ” Ia sedikit berjongkok, kemudian mengulurkan tangannya. “.... Sini, gue bantu berdiri! ” Ucapnya, yang menunjukkan sikap lembut.


Sedangkan Shera yang terjatuh itupun kini mendongakkan kepalanya dan menatap pemuda itu sembari menerima uluran tangannya. “Ah! tidak apa-apa, itu salahku karena melamun dan tidak melihat jalan tadi. ” Ucap gadis itu, yang mengakui kesalahannya sendiri.


Kemudian, setelah dirinya berhasil berdiri dengan di bantu oleh uluran tangan si Al. Shera pun kini menatap pemuda itu dan tersenyum lembut sembari berkata. “Terimakasih karena sudah membantu saya, kamu sangat baik! ” Ucapnya lagi, lalu melepaskan tangannya dari tangan pemuda itu kemudian melanjutkan langkahnya.


Namun, saat ia benar-benar akan pergi, sebuah tangan pun kini mencengkram lengannya dengan kasar dan mendorongnya ke dinding hingga tubuhnya terpojok oleh tubuh seseorang.


“Siapa lo?!! ” Tanya Al dengan tegas, kedua matanya kini menatap wajah gadis yang lebih pendek darinya itu dengan tajam.


Sedangkan Shera yang mendapat perlakuan seperti itupun kini mengerutkan dahinya, kemudian mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah pemuda itu dan berkata. “Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu tiba-tiba bertingkah seperti ini padaku?..... menyingkir, aku ingin pergi!!” Ucapnya, sembari berusaha untuk mendorong tubuh Al agar menjauh darinya.


“Jawab pertanyaan gue!!! Siapa elo sebenarnya?!!! ” Tanya Al sekali lagi, namun kali ini ia sedikit meninggikan suaranya untuk menggertak gadis itu.


Bahkan, tanpa sadar wajah keduanya kini begitu dekat hingga bibir Al hampir saja menyentuh hidung Shera lantaran perbedaan tinggi badan yang membuatnya harus menunduk guna bertatapan dengan gadis itu.


Dan bukannya menjawab, Shera kini justru mengerutkan dahinya lalu berkata. “Apa maksudmu?!... ” Tanyanya, dengan bingung.


Kemudian matanya melirik ke kanan dan ke kiri guna melihat apakah ada orang lain di sekitar sini. “Kenapa pertanyaan mu sangat aneh?!.... Nama saya Shera, sudah puas?!... sekarang cepat lepaskan saya!!.... kamu akan membuat orang lain salah paham jika memojokkan seorang gadis seperti ini!! ” Ucapnya, dengan begitu kesal.


Namun Al sama sekali tidak mendengarkan dan justru malah semakin menekankan tubuhnya hingga jarak mereka kini hanya terhalang oleh pakaian.


“Gue tau kalau lo bukan orang biasa, tubuh lo hidup tapi jiwa lo mati!!” Ucapnya, yang membuat wajah Shera kini pucat dan kaku.

__ADS_1


Namun, setelah beberapa saat, gadis itupun kini tersenyum dan tertawa kecil sembari berkata. “Hahaha! bodohnya diriku hingga tidak menyadari hal ini!! ” Ucapnya, sembari tertawa kecil.


Kemudian, ia kembali mendongakkan kepalanya dan menatap kedua mata Al. Setelah itu ia menyeringai dan mendekatkan hidungnya pada leher pemuda itu sembari mengendus nya. “Ah! Aroma ini, sangat manis dan menggiurkan!... ” Gumamnya, kemudian kembali berkata. “... Tidak taukah kamu, orang-orang sepertimu ini sangat digemari oleh mereka!.... tapi tenang saja, karena saya tidak sedang lapar!! ” Bisik nya, tepat di telinga Al sehingga membuat pemuda itu merasa merinding hingga melangkah mundur dan menjauhkan dirinya dari gadis itu.


Bisa di lihat dengan jelas, tatapan yang pemuda itu berikan kepadanya kini terlihat begitu waspada.


“Kamu tidak perlu bertingkah seperti itu kepada ku, karena aku tidak jahat!....” Ia kemudian melangkahkan kakinya, dan sembari terus berjalan gadis itupun berkata. “... Akan tetapi berhati-hatilah, anakku!.... walau aku tidak berminat, itu bukan berarti yang lainnya tidak!.... dan karena itulah, sebaiknya kamu tetap diam dan berpura-pura tidak tahu selayaknya orang biasa. ” Ucapnya lagi, yang memberi saran lalu pergi begitu saja tanpa menoleh sedikitpun.


Sedangkan Al yang mengetahui arti dalam Kata-kata Shera pun kini hanya terdiam di tempat sembari memandangi kepergian gadis itu. “Dia tidak hidup, tapi juga tidak mati!... sudah jelas kalau dia bukan manusia!! ” Gumamnya dalam hati.


Dan apakah kalian tahu mengapa Shera menyebut Al sebagai ‘anakku’ tadi?.... itu karena ia begitu suka dengan orang-orang yang memiliki kemampuan ‘khusus’, dan lagi jika di hitung-hitung dari zaman ia mati hingga sekarang, usia Shera bahkan lebih tua dari kakek Al.


Dan mungkin saja setara dengan kakek atau nenek buyut yang sudah sangat-sangat sepuh!


...»»————>✥<————««...


Shera kini telah berada di depan ruang perpustakaan yang kini tertutup rapat dengan gembok yang mengunci pintu perpustakaan tersebut.


Melihat hal itu, Shera pun kini menghela nafas panjang dan berkata. “Oh ayolah, aku bukan hantu lagi sekarang!.... ini sangat merepotkan karena mulai sekarang aku harus membiasakan diri untuk masuk menggunakan pintu!!” Gerutunya dengan kesal.


Kemudian, ia melirik sekitarnya untuk memastikan apakah ada orang atau tidak. “Hem, jika aku menembus dinding itu akan di anggap tidak wajar, jadi... ” Ia bergumam dalam hati, kemudian mengulurkan tangannya ke arah gembok yang mengunci pintu itu dan...


Ceklek!!....


Suara gembok yang terbuka kini terdengar, dan pintu perpustakaan pun akhirnya terbuka dan mempersilahkan gadis itu untuk masuk.


Yah, walaupun menembus dinding itu memang adalah sebuah hal yang tidak wajar, namun apakah membuka gembok tanpa kunci dengan begitu mudah adalah sesuatu yang normal?!....

__ADS_1


Mungkin sepertinya setelah menjadi hantu selama berpuluh-puluh tahun, gadis itu kini sudah mulai melupakan perbedaan antara yang wajar dan tidak wajar.


__ADS_2