
Entah sudah berapa lama para gadis-gadis itu saling berbincang-bincang dan membagikan pengetahuan mereka tentang buku-buku yang pernah mereka baca.
Waktu pun terus berjalan tanpa mereka sadari, hingga pada saat bel yang menandakan jam istirahat selesai berbunyi, mereka pun kini saling menatap satu sama lain dengan wajah lesu.
“Yah, gimana nih?.... udah masuk aja!” Ucap dari salah seorang gadis yang kini memasang wajah cemberut.
Dan yang lainnya pun menyahut. “Iya nih! perasaan kita istirahatnya bentar banget ya?! ” Keluhannya.
Mendengar hal itu, Shera pun kini tersenyum tipis. Kemudian, dengan nada yang begitu lembut gadis itupun berkata. “Tidak apa-apa, kita masih bisa melanjutkannya setelah pulang sekolah nanti... ” ia terdiam untuk sejenak, kemudian mengangkat handphone di tangannya dan kembali berkata. “... dan terimakasih karena kalian sudah mau mengajari saya menggunakan benda ini, saya berjanji akan menggunakannya dengan bijak! ” Ucapnya, yang berterimakasih dengan begitu tulus.
Sedangkan mereka yang mendengarnya pun kini hanya tertawa kaku dan berkata. “Hahaha, gak apa-apa kok!.... gak usah sungkan gitu kalau sama kita!.... lagian gue cuman rada kaget aja, ternyata masih ada ya orang yang gak bisa make barang beginian?! ” Ucapnya, sembari menggaruk-garuk kepalanya yang gatal.
Menanggapi hal itu, Shera pun kini hanya tersenyum dan tidak berkata apapun. Sebenernya, alasan mengapa ia membawa benda ini adalah karena orang-orang yang ia lihat juga selalu membawanya kemanapun mereka pergi.
Jadi, untuk berjaga-jaga barang kali benda ini di butuhkan suatu saat nanti, ia pun pada akhirnya memutuskan untuk selalu membawanya walaupun ia tak tau cara menggunakannya sama sekali.
...»»————>✥<————««...
Setelah mereka keluar dari perpustakaan, dan Shera kini telah berada di kelasnya untuk memulai pembelajaran kembali. Tiba-tiba, setelah beberapa menit berlalu, pengeras suara di kelasnya pun berbunyi, dan seorang guru pun berkata.
“Perhatian untuk seluruh siswa siswi!!.... Dikarenakan bapak ibu guru sedang ada kegiatan penting, jadi kalian semua bisa pulang dan melanjutkan kegiatan belajar di rumah!!”
“Dan untuk para anggota OSIS, di harap untuk segera berkumpul!!....jangan pulang dulu!! ” Ucapnya.
__ADS_1
Lalu setelah itu, para murid yang mendengar pengumuman itu pun kini bersorak dengan gembira lantaran merasa begitu senang karena bisa pulang sekolah lebih awal.
“Nah, gini dong!.... gue kan jadi bisa pulang terus lanjut tidur! ” Ucap seorang siswa sembari mengemasi barang-batangnya yang berantakan di meja.
Kemudian, siswa yang lain pun berkata kepadanya. “Weh, bro!.... Ngopi?!! ” ajaknya.
Dan siswa yang tadi pun menggelengkan kepalanya. “Ogah Ah!.... gue lagi males, pingin cepet-cepet pulang terus langsung tidur!! ” Tolak nya, yang membuat temannya tadi kini memutar bola matanya dengan jengah.
“Ya elah!... emang kapan sih lo kagak males?!.... kerjaan lo tuh cuman makan tidur boker, makan tidur boker! ” Ucapnya, dengan begitu kesal.
Kemudian, kedua matanya pun kini melirik ke arah Shera yang kini juga sedang bersiap-siap untuk pulang. “Btw, lo kan jomblo?.... kenapa gak sama dia aja?! ” Tanyanya, sembari menunjuk-nunjuk dengan dagunya.
Mendengar hal itu, siswa tadi pun kini bergidik ngeri dan dengan cepat berkata. “Ih, demi apa?... lo pingin gue jadi saingannya kak Alka?.... hidup gue udah penuh drama, jangan di tambah-tambahin! ” Ucapnya, kemudian langsung pergi.
...»»————>✥<————««...
Dengan langkah kaki pelan yang terkesan begitu santai, Shera kini berjalan keluar dari gerbang sekolah dan berdiri di pinggiran jalan sembari menengok kesana kemari.
“Oh yaampun, bagaimana ini?.... papa tidak mungkin tau kalau aku pulang lebih awal!! ” Gumamnya, dengan dahi yang berkerut serta raut wajah yang nampak lesu.
Kemudian, ia melirik ponsel di tangannya. Melihat kalau benda itu kini mati dan tidak bisa di nyalakan lagi, gadis itupun kini menghela nafasnya dengan berat lalu berkata. “hahh!!... mungkin ini bukan hari keberuntungan bagiku, apa aku harus berjalan kaki saja ya?” Gumamnya.
Lalu kemudian, setelah terdiam beberapa saat untuk berfikir, Shera pun kini menganggukkan kepalanya pelan dan kembali bergumam. “Ah, itu bukan ide yang buruk! ..... walaupun jaraknya cukup jauh, aku akan menganggapnya sebagai olahraga! ” Ucapnya lagi.
__ADS_1
Setelah itu, ia pun mulai mengambil langkah dan berjalan pergi sembari menikmati suasana baru di kota yang kini terlihat jauh lebih modern dari sebelumnya.
...»»————>✥<————««...
Sedangkan di sisi lain, di dalam ruang keluarga, suara tawa pun kini terdengar dari mulut seorang pria yang sedari tadi berbincang-bincang dengan Adam dan istrinya.
“Di sana anakmu itu sangat sering bergonta-ganti pacar, aku bahkan tidak bisa menghitung seberapa banyak gadis yang pernah ia kencani! ” Ucap pria itu sembari tertawa kecil.
Sedangkan Adam yang mendengarkannya pun kini justru memasang wajah tak suka, kemudian ia menoleh dan melemparkan lirikan tajam pada seorang pemuda yang kini duduk dengan santai di sofa.
“Ezra, papa tidak akan mempermasalahkan hubungan asmaramu, tapi ingat!... Berhati-hatilah, dan jangan sampai membuat kekacauan dalam keluarga!! ” Ucap Adam, yang memberi peringatan dengan nada bicara yang penuh dengan tekanan.
Mendengar hal itu, pemuda yang di panggil dengan nama Ezra itu kini hanya tersenyum, kemudian dengan santainya ia menjawab. “Tenang pa, kami tidak pernah seserius itu!.... lagipula itu semua tidak akan mempengaruhi nilai ku, karena aku lulus dengan nilai terbaik! ” Ucapnya, dengan senyum penuh bangga di wajahnya.
Kemudian, pemuda itu melirik foto-foto yang terpajang di dinding dan menatap wajah adik perempuannya yang sudah lama tidak ia lihat. “Oh iya pa, kapan Maya pulang?.... apa dia masih sekolah? ” Tanyanya.
Dan Adam yang di tanyai itu pun kini menjawab. “Iya, dia akan pulang nanti sore! ” jawabnya singkat, kemudian mengambil secangkir kopi yang di sajikan istrinya di atas meja.
Setelah mendengar jawaban dari ayahnya itu, Erza pun kini berdiri dari duduknya. Kemudian melangkah pergi sembari berkata. “Oh gitu ya?.... kalau begitu aku mau ke atas, badanku sudah capek, rasanya pingin mandi dan langsung tidur! ” Ucapnya, lalu menaiki anak tangga yang menuju lantai atas.
Sedangkan Malina yang baru saja keluar dari dapur itu pun kini segera menghentikan putranya itu. “Ezra, tunggu dulu!!.... kamarmu masih kotor, belum sempet di bersiin!! ” Teriaknya, yang membuat sang putra kini menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang untuk menatapnya.
Namun, bukannya ingin berhenti, pemuda itu kini justru tersenyum dan terkekeh kecil sembari berkata. “Gak masalah kok, mah! .. kan masih ada kamarnya Maya? aku bakal tidur di sana aja, lagian jam pulang sekolah masih panjang kan?...jadi dia gak akan tau” Ucapnya dengan santai, kemudian setelah itu ia pergi begitu saja.
__ADS_1