Shera

Shera
Kedatangan mereka ke Indonesia


__ADS_3

Dengan wajah pucat bercampur takut dan waswas, Al kini melangkahkan kakinya kembali ke dalam kelas walaupun mata pelajaran yang ia benci itu masih belum selesai.


Dan saat ia mendudukkan dirinya di bangku yang bersebelahan dengan Arka, tiba-tiba bahunya pun di tepuk pelan dan seseorang pun berkata kepadanya. “Eh, kok cepet banget sih lu baliknya?.... tadi gua kira lo mau bolos lagi kayak yang kemaren-kemaren! ” Tanyanya, dengan suara lirih yang berbisik agar sang guru tidak mendengar pembicaraannya.


Mendengar pertanyaan itu, si Al pun kini menoleh dan menatap teman sebangku nya itu untuk sekilas kemudian menggelengkan kepalanya pelan. “E... Enggak kok, ta... tadi gua cuman mau ke kamar mandi!! ” Ucapnya, yang menjawab pertanyaan dari Arka dengan tidak jujur.


Sepertinya pemuda itu kini benar-benar takut dengan Shera hingga ia tak mau membeberkan kejadian tadi kepada siapapun.


Termasuk teman dekatnya sendiri, yang itu Arka!


Sedangkan Arka yang menyadari keanehan yang di tunjukkan oleh gerak-gerik sang teman itupun kini mengerutkan dahinya dengan bingung, kemudian ia kembali menepuk bahu si Al yang nampak bengong dengan tatapan kosong itu untuk yang kedua kalinya sembari berkata.


“Weh, bro!... semuanya oke kan?! ” Tanyanya lagi, namun sama sekali tidak mendapat respon. “Hei, nih anak kenapa sih? habis lihat hantu lagi lo?!.... kok muka lo pucet banget?!.... kalau ada apa-apa mending lo cerita aja sama gue!.... lagian dari dulu gue kan udah sering banget dengerin cerita lo yang aneh-aneh itu!” Ucapnya lagi, yang berusaha untuk membujuk temannya itu agar mau menceritakan masalahnya kepada dirinya.


Namun si Al yang merasa kalau hal itu akan membahayakan keselamatan dirinya dan temannya itu pun kini menggelengkan kepalanya lagi, kemudian menunduk dan berkata dengan lirih. “Gak ada apa-apa kok, lebih baik lo gak usah tanya lagi, ya?!... ” Ucapnya, dengan nada bicara yang terkesan seperti tidak berdaya.


Kemudian, ia pun tersenyum simpul dan kembali berkata. “Andai aja gua bisa kayak orang-orang normal yang lain, mungkin hidup gue bakalan lebih enak dari sekarang! ” Gumamnya pelan, yang berharap bahwa ia bisa hidup normal tanpa memiliki mata batin.


Mendengar hal itu, Arka pun kini menghela nafasnya pelan. Sepertinya ia kini sudah sedikit mengerti, dan paham akan situasi yang temannya itu alami. “Gue yakin banget kalau dia habis ngelihat sesuatu!... ” Gumamnya dalam hati, kemudian. “.... biasanya dia emang kayak gini kalau mahluk yang dia lihat itu berbahaya!.... kalau di pikir-pikir, sebenernya nih anak kasihan banget sih! ” Gumamnya lagi.


Mungkin karena mereka sudah berteman cukup lama, Arka pun jadi tahu mengenai kebiasaan temannya itu hingga ia kini dapat dengan muda membaca situasi dan mengambil sebuah asumsi.


...»»————>✥<————««...

__ADS_1


Di dalam sebuah kantor, Adam yang sedari tadi tampak sibuk dengan semua berkas-berkas di mejanya pun kini tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah telepon dari seseorang.


Melihat nomor yang tak asing di matanya itu, Adam pun segera menghentikan kegiatannya, kemudian ia berdiri dari duduknya dan mengangkat panggilan tersebut.


“Iya, halo!... ada apa kak?! ” Sapanya, kemudian menanyakan alasan mengapa orang itu tiba-tiba menelpon.


“Ah, gak ada apa-apa kok!.... aku cuman mau kasih kabar kalau kami sekarang sudah ada di indonesia! ” Ucap dari penelepon di sebrang sana.


Sedangkan Adam yang mendengar hal itupun kini membelalakkan kedua matanya, kemudian ia berkata. “Hah?!! Kapan kalian datang?!.... kenapa tidak bilang-bilang dari awal?!.... Bukankah seharusnya sekitar satu bulan lagi?! ” Tanyanya, dengan nada terkejut.


Kemudian, suara tawa pun terdengar di saat orang yang kini berbicara melalui telepon itu berkata. “Hahaha!! ini namanya kejutan, anakmu sudah menyelesaikan kuliahnya lebih pecat dari perkiraan, jadi kami memutuskan untuk segera kembali ke Indonesia dan mengejutkan kalian semua!” Ucapnya, sembari terus tertawa lantaran merasa puas dengan reaksi terkejut yang Adam tunjukkan.


Mendengar hal itu, Adam pun kini menepuk keningnya dan menghela nafas panjang sembari berkata. “Hah, benar-bebar deh!.... sekarang kakak ada di mana?! ” Tanyanya dengan kesal.


Sedangkan Adam yang mendapatkan perintah itupun kini menghela nafasnya kembali, kemudian ia mengacak-acak rambutnya dengan frustasi lalu berkata. “Baiklah, aku akan segera ke sana dan menjemput kalian! ” Ucapnya dengan singkat, kemudian menutup telfonnya dan segera pergi dari sana.


...»»————>✥<————««...


Sedangkan di sisi lain, Sheren kini nampak sedang menikmati waktunya di perpustakaan sembari duduk dan membaca sebuah buku dengan santai.


“Hem, semua buku di sini sudah pernah aku baca!.... apakah tidak ada buku-buku lain yang lebih menarik? ” Gumamnya pelan, kemudian menopang dagunya dengan salah satu tangan di saat tangan yang lain sibuk membolak-balikan halaman.


Kemudian, tak lama setelah itu, bel istirahat pun kini berbunyi. lalu beberapa anak pun mulai masuk kedalam perpustakaan untuk membaca buku bersama teman-temannya selagi memiliki waktu luang.

__ADS_1


“Eh, lu tau gak novel yang gue baca kemarin ternyata sad ending!.... yaampun, sumpah gue sampek nangis-nangis pas baca! ” Ucap seorang siswi yang bercerita kepada tiga orang temannya.


“Ho'oh! gue juga baca, terus gue juga nangis!..... padahal gue cinta mati banget loh sama pemeran utamanya!.... soalnya dia itu keren banget, tapi gak nyangka sekarang udah jadi mayat! ” Ucapnya, sembari menyeka air matanya yang tidak ada.


Dan hal itupun di tertawa kan oleh yang lain. “Hahaha! demi apa Yun?!.... pantesan dari dulu lo jomblo mulu, ternyata cowok yang lo sukak itu pada gak nyata semua ya?! ” Tanyanya, yang membuat temannya itu kini mendengus kesal.


“Yah mau gimana lagi?! namanya orang lagi jatuh cinta juga!” Jawabnya dengan nada menggerutu.


Namun mereka yang masih belum puas menggoda temannya itupun kini kembali terkekeh dan berkata. “Ya kali nih anak!.... hei, sebagai temen gue mau kasih tau ke elo ya, kalau cowok yang lo suka itu gak nyata!.... Gak real!... udah jadi mayat!.... dan lo bahkan gak pernah lihat wujudnya, soalnya dia itu cuman berupa tulisan!... kalian tuh gak mungkin bisa bersatu!!!” Ucapnya, yang berusaha untuk menyadarkan dan mengembalikan temannya itu ke jalan yang benar.


Akan tetapi, sang teman yang sudah terlanjur mencintai itupun kini menggelengkan kepalanya, kemudian memasang wajah sedih. “Gak bisa!..... cintaku ini jelas-jelas nyata, walaupun orang yang aku cintai itu tidak nyata dan kita tidak bisa bersatu! ” Ucapnya, dengan begitu dramatis.


Mendengar hal itu, teman-temannya yang lain pun kini menggeleng-gelengkan kepalanya, dan menatap iba kepada salah satu temannya yang sudah tidak waras itu. “Yaampun, kasihan banget nih anak!... udah gak ketolong lagi! ” Ucapnya, yang di angguki oleh yang lain.


Sedangkan di sisi lain, Shera yang sedari tadi mendengarkan itu pun kini ikut penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.


Kemudian, gadis itupun berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah sekumpulan gadis-gadis muda tadi.


“Anu, permisi!.... kalau boleh tau, novel yang kalian bicarakan itu judulnya apa ya?... dan di mana saya bisa membelinya? ” Tanyanya, kepada gadis-gadis tadi.


Mendengar pertanyaan itu, mereka pun dengan serempak menoleh dan menatap gadis itu dengan tatapan heran. Kemudian, setelah beberapa saat mereka pun tersenyum dan berkata. “Oh, lo juga mau tau ya?! ” Tanya dari salah seorang di antara mereka.


Kemudian, mereka pun mempersilahkan Shera untuk duduk di dekat mereka lantaran menganggap bahwa gadis itu adalah spesies pecinta fiksi yang sama dengan mereka. “Sini duduk dulu!.... sebenarnya lo gak perlu beli, soalnya novel yang kita baca itu novel online! ” Ucapnya, yang membuat Shera kini memiringkan kepalanya dan menatap gadis-gadis itu dengan heran.

__ADS_1


“Novel online? apa itu?.... bisakah kalian memberitahukannya padaku?! ”Tanyanya, dengan pancaran mata penuh binar.


__ADS_2