Shera

Shera
Di keluarkan


__ADS_3

Rambut pendek pemuda itu berkibar dengan lembut di saat angin kencang berhembus dan menerpa wajahnya yang rupawan. Suara mesin motor yang digas dengan kecepatan tinggi itu terdengar di jalanan raya yang ramai, menyalip setiap pengendara motor lain yang menghalangi jalan yang ia lalui.


Selagi kedua matanya menatap fokus ke arah jalan, pikirannya kini tengah kacau akan wajah seseorang yang terus menerus muncul dalam bayangannya. “Sial!.... Sial... Sial!!! ” Ia mengumpat seraya menggertakkan giginya dengan kesal. “Sebenernya siapa sih tuh cewek?!!..... udahlah gak jelas ngeganggu pikiran lagi!!.... emang bener kalau dia itu cantik, tapi ya masak gua langsung suka sama dia?!! ” Gerutunya lagi dalam hati.


Kemudian, pemuda itupun kini menggelengkan kepalanya, berusaha untuk menepis pikirannya yang selalu terbayang-bayang akan wajah gadis yang ia temui di rumah sakit tadi.


Entah kenapa sosoknya yang indah itu begitu sulit untuk di lupakan.


Apakah ia sudah gila?


Kemana akal sehatnya yang selalu membuatnya berfikir dua kali untuk mendekati seorang perempuan?!!..... kenapa ia selalu merasa bahwa gadis itu berbeda?.... sebenarnya apa yang unik dari dirinya?.... mengapa perasaan tak jelas ini tiba-tiba muncul dan mengganggu hati serta pikirannya?!!


“Han!! sial!! merepotkan!!! ” Umpat nya lagi.


...»»————>✥<————««...


Sedangkan di tempat lain saat ini, beberapa siswi yang terlibat dalam kejadian tempo hari yang lalu pun kini telah di panggil ke ruang guru beserta dengan wali atau orang tua mereka sekalian.


Wajah-wajah mereka kini nampak menunduk ke bawah, tatapan mata mereka pun terus tertuju pada ujung sepatu. Jelas sekali bahwa mereka kini sedang mengalihkan pandangan lantaran tak berani menatap sang guru yang kini menatap mereka dengan tatapan tajam.


“Apa kalian sudah tahu kesalahan apa yang kalian perbuat?!! ” Tanya dari sang guru dengan nada bicara yang terdengar begitu tegas.


Membuat mereka semua tersentak dan saling memandang antara satu sama lain.


“Kenapa sekarang diam? ayo jawab!!! ” Bentak guru itu lagi.

__ADS_1


Dan hal itupun membuat salah satu siswi kini menangis dan mulai membuka mulutnya dengan ragu. “Sa... Saya gak ngapa-ngapain dia kok pak!.... kemarin itu cuman bercandaan do__”


Belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya, dan guru itupun segera menyahut dengan nada bicara yang lebih tinggi sembari menggebrak meja.


Braaak!!!....


“Apanya yang bercandaan, hah?!!!.... apa kalian tau kalau perbuatan kalian ini sudah sangat keterlaluan?!! ” Ia nenggela nafas, berhenti sejenak untuk mengatur emosinya. “Gara-gara kalian satu nyawa hampir aja melayang!!.... kalau saja waktu itu dia terlambat di bawa ke rumah sakit, mungkin sekarang dia sudah tidak ada lagi!!” Ucapnya, yang berusaha untuk menyadarkan siswi-siswi itu akan kesalahan yang mereka buat.


Namun tiba-tiba salah satu dari orang tua siswi yang hadir pun kini berkata. “Loh, tapi kan dia sekarang gak kenapa-napa!.... lagian inikan cuman masalah kecil?!.... kalau orang tuanya minta ganti rugi kami siap kok kasih mereka berapa pun yang mereka mau!! ” Ucapnya, dengan begitu sombong dan percaya diri.


Mendengar hal itu, para guru yang mendengarnya pun kini mulai merasa geram dengan kata-kata yang orang itu ucapkan.


“Anda sebagai orang tua punya akal sehat apa tidak?!! ” Guru tadi bertanya dengan bada penuh penekanan yang lebih terkesan seperti sindiran keras.


Kemudian, ia menatap wanita yang berbicara sombong tadi dengan tajam sembari berkata. “Buk, ini soal nyawa seseorang!!... bisa-bisanya Anda menganggap remeh masalah seperti itu?!... apalagi si anak ini masih muda, masa depannya masih panjang, dan karena berbuat buruk anak-anak kalian dia hampir saja kehilangan nyawa!!.... apa dalam diri kalian tidak ada rasa bersalah sedikit pun? bisa-bisanya Anda berbicara seperti itu tadi?!!” Ucapnya yang berceramah dengan panjang lebar.


“Maksud bapak apa ngomong kayak gitu?!!.... inikan cuman masalah kecil?! ngapain sih di perbesar?!! ” Ucapnya dengan nada bicara yang meninggi.


“Dan lagian, tadikan kita juga sudah bilang bakal ganti rugi berapapun yang orang tua anak itu mau?!.... berarti masalahnya udah beres dong?!” Ucap dari yang lain.


Menanggapi hal itu, sang guru pun kini hanya bisa menghela nafas berat sembari berusaha keras untuk menahan emosinya. “Bener-bener gak punya rasa bersalah sama sekali, percuma saja berdebat dengan orang-orang seperti mereka!! ” Gumam guru itu dalam hati.


Salah satu tangannya kini terangkat dan memijat-mijat dahinya yang berkerut lantaran merasa pening. “Sudahlah, jadi begini... ” ia menjeda, kembali menghela nafas untuk yang kesekian kalinya sebelum berkata. “... sebenarnya bukan kali ini saja anak-anak kalian membuat pelanggaran, kami sudah sangat sering menerima laporan atas tindakan semena-mena mereka terhadap murid-murid yang lain, jadi dengan berat hati kami harus mengeluarkan mereka dari sekolah ini! ” Ucapnya dengan begitu tegas.


Dan hal itupun sontak membuat para orang tua kini membelalakkan matanya dan memasang wajah marah.

__ADS_1


“Loh kok gitu?!!!.... bapak jangan seenaknya dong mengambil keputusan kayak gini!!!” Bentak dari salah satu orang tua siswi.


Kemudian yang lainnya pun ikut menyahut.


“Pak, kami tau kalau anak kami salah, tapi masak iya sampai di keluarkan kayak gitu?!! ”


“Ini namanya gak adil!!.... padahal cuman masalah kecil, tapi kenapa sampai anak kami di keluarkan dari sekolah?!! ”


“Lagian yang namanya anak-anak kan bisa aja membuat kesalahan?! kenapa gak di maklumi aja sih?!!.... kenapa sampai dikeluarkan dari sekolah?!!.... apa bapak gak memikirkan perasaan kami sebagai orang tua?!!! ” Ucap mereka dengan berteriak dan membentak.


Benar-benar merasa tidak terima dengan keputusan yang guru itu ambil. Padahal perbuatan anak-anak mereka sudah begitu keterlaluan, jadi wajar saja jika pihak sekolah sampai mengeluarkan mereka.


Tapi bisa-bisanya mereka menutup mata dan justru malah membela perbuatan buruk anaknya.


Dan karena merasa di salahkan, sang guru pun kini berusaha untuk menjelaskan kepada mereka. “Ini bukan keputusan yang saya ambil seenaknya, kami para guru sebelumnya sudah berunding, jadi mohon maaf!.... demi kenyamanan murid-murid yang lain, anak-anak yang terlibat dalam kejadian kali ini harus di keluarkan dari sekolah! ” Ucapnya, dengan begitu tegas tanpa rasa ragu sedikitpun.


...»»————>✥<————««...


Pada saat bel di jam istirahat berbunyi, Arka kini dengan segera keluar dari kelas dan pergi menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


Melihat hal itu, teman sebangku nya yang kebetulan ingin pergi ke kantin pun kini sedikit mengerutkan dahinya dengan heran dan menatap temannya itu dengan bingung. “Weh, bro!!! ” Panggilnya.


Dan hal itupun membuat langkah kaki Arka berhenti di tengah-tengah tangga sebelum ia menoleh ke belakang dan menatap temannya itu dengan kesal. “Ada apa sih?! jangan ganggu deh! gua lagi sibuk?!! ” Ucapnya, lalu kemudian melanjutkan langkah kakinya dengan cepat.


Melihat Arka yang nampak begitu terburu-buru, ia pun kini merasa penasaran dan mulai mengikuti kemana arah temannya itu pergi.

__ADS_1


“Woy Ka!!!... tungguin, gua juga mau ikut!!! ” Teriaknya, lalu segera mempercepat langkah kakinya guna menyusul Arka yang sudah menjauh itu.


__ADS_2