
Arka yang mendengar hal itupun kini melirik kebelakang, melihat raut wajah gadis itu yang nampak tidak baik-baik saja, ia pun segera berbalik dan berkata. “Shera, kamu kenapa?” Tanyanya, dengan sedikit khawatir.
Mendengar pertanyaan itu, Shera pun hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian ia melirik sekitarnya dan berkata kepada pemuda itu. “Di sini ada banyak orang, dan sedari tadi mereka terus melihat ke arahku!” Ucapnya dengan sedikit berbisik.
Arka pun segera melirik sekitarnya, melihat kalau ada banyak pasang mata yang tertuju kepada gadis itu, ia pun mengerutkan dahinya dan menatap mereka satu-persatu dengan tajam.
“Apa lihat-lihat, hah?!!”
Pemuda itu jelas sedang memberikan peringatan, bagaimana bisa orang-orang itu menatap gadisnya secara terus terang di saat dirinya masih ada bersamanya.
Kemudian pandangannya pun kini kembali dan menatap ke arah Shera, melihat gadis itu yang masih menundukkan kepalanya dengan raut wajah yang menunjukkan ketidak nyamanan, Arka pun segera berkata. “Gak usah khawatir, mereka gak akan berani ngegangguin kamu!” Ucapnya, yang berusaha untuk menyakinkan gadis itu.
Kemudian, ia mengulurkan salah satu tangannya dan sedikit mengangkat dagu Shera untuk menatap ke arahnya. “Di sini gak ada yang gak kenal aku, jadi kalau ada masalah kamu sebut aja nama aku, yah? Nanti mereka langsung paham kok!” Ucapnya lagi.
Mendengar hal itu, Shera pun hanya menganggukkan kepalanya pelan. Sedangkan teman-teman Arka yang melihat sikap pemuda itu saat berbicara dengannya pun kini terdiam dan terbengong seperti orang bodoh.
Baru kali ini mereka melihat sisi lembut dalam diri pemuda itu di saat ia sedang berbicara dengan gadis tadi. Ia tidak hanya berbicara dengan sopan, namun sikap dan caranya memperlakukan gadis itu benar-benar berbeda, begitu lembut dan penuh perhatian.
Di sisi lain, beberapa anak perempuan yang juga berada di sekitar sana pun kini menatap Shera dengan tajam. Gadis itu baru sekali ini muncul di antara mereka, namun sekalinya muncul ia sudah mencuri perhatian dari banyak orang.
Tidak hanya itu, Arka yang selalu terkenal dingin dan keras seperti batu es itu juga memperlakukannya dengan sangat sepesial. Tidak ada satupun gadis yang tidak tertarik dengan pemuda itu, penampilannya yang keren dan wajahnya yang tampan selalu menjadi pusat perhatian.
Melihat pemuda itu yang datang dengan membonceng seorang gadis bersamanya, semua orang pun jelas saja merasa sangat terkejut. Sebenarnya apa yang telah terjadi kepada gunung es yang tak pernah mencari itu?
__ADS_1
“Ka, Serius nih?! Sejak kapan lo deket sama cewek?!!” Salah satu teman Arka yang duduk bersama dengan yang lain pun kini mulai bersuara, raut wajahnya nampak begitu heran dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. “Kalian udah pacaran atau masih pdkt nih?!” Tanyanya lagi.
Sedangkan Arka yang mendengar pertanyaannya pun kini melotot tajam ke arah temannya itu, mengisyaratkan bahwa ia tidak suka dengan pertanyaan yang bisa mengganggu kenyamanan gadis ini.
“Diem lo, jangan banyak bacot!!” Ketusnya.
Dan mereka yang mendengar hal itupun kini saling melirik. Jika dilihat dari reaksi pemuda itu, sepertinya mereka berdua masih dalam masa pendekatan dan belum memulai hubungan yang lebih sepesial.
“Oh, masih pdkt ya?” Gumam mereka dalam hati.
Kemudian, mereka pun kini kembali menatap ke arah Shera. Gadis itu terlihat seperti anak baik-baik, wajahnya yang polos dan nampak manis itu benar-benar sangat menarik untuk dipandang. Tidak heran jika teman mereka yang terkenal dingin dan kaku seperti batu es itu bisa mencair secara tiba-tiba.
Mata bulat gadis itu kini menatap mereka dengan ragu, namun dengan cepat tatapan itu menunduk ke bawah disaat ia bersembunyi di belakang punggung Arka seperti anak kecil yang sedang merasa malu.
Tak berselang lama, beberapa pemuda dengan motor-motornya pun kini mulai berbaris di tengah jalan dan seperti sedang bersiap untuk berlomba. Teman-teman Arka yang melihat hal itupun kini segera berseru kepada pemuda itu untuk bersiap dan ikut berbaris.
“Weh bro, udah mulai!”
“Cepet ke sana gih, ewek lo gak bakalan kita makan kok!!”
Ucap mereka, yang nampak heboh dengan sendirinya. Sedangkan Shera yang melihat hal itupun kini mulai mengerti dengan situasi, gadis itupun kini melirik kearah Arka dan berkata. “Kamu mau apa?!!” Tanyanya, dengan wajah panik.
Mendengar hal itu, Arka pun menjawab. “Mau balapan, kamu di sini aja ya!?” Ucapnya.
__ADS_1
“Apa kamu sudah gila?!! Itu berbahaya!!”
Shera sedikit meninggikan nada bicaranya, namun Arka yang tidak kenal takut pun kini berkata kepada gadis itu. “Tenang aja, aku udah sering ngelakuin ini!... Jadi kamu gak perlu khawatir!” Ucapnya, dengan begitu santai.
Namun saat ia akan pergi, langkah kakinya pun terhenti disaat ia merasakan ada sebuah tangan lembut yang menggenggam tangannya.
“Arka tunggu!”
Shera kini mencabut sehelai rambutnya, lalu kemudian ia mengikatkannya pada salah satu jari pemuda itu. “Jangan dilepas, ini akan membuatmu tetap aman!” Ujarnya.
Dan Arka yang mendengar hal itupun kini melirik sehelai rambut gadis itu yang terikat pada jarinya, merasa lucu Arka pun terkekeh kecil dan berkata. “Apa ini? Jimat pelindung?” Tanyanya, sembari berusaha untuk menahan tawa.
Walaupun ini terlihat sangat lucu, namun Arka sama sekali tidak memiliki niat untuk melepaskannya. Dalam pikirannya ia menganggap bahwa gadis itu kini sedang bergurau, kemudian sembari tersenyum lebar ia pun menepuk-nepuk kepala gadis itu dengan lembut lalu berkata. “Oke, makasih ya! Sekarang aku pergi dulu, kamu tunggu aja di sini, oke?!” Ucapnya, lalu segera menaiki motornya dan ikut bersiap bersama dengan yang lain.
...»»————>✥<————««...
Beberapa anak muda dengan motor-motornya kini bersiap menunggu aba-aba. Suara mesin motor yang begitu bising kini menggema di sekitaran area. Arka yang sedang fokus menatap lurus ke depan pun menolehkan wajahnya kesamping di saat telinganya mendengar suara klakson dari motor seseorang di sampingnya.
Terlihat seorang pemuda kini sedang menatap Arka dengan tatapan remeh yang begitu mengejek, kemudian pemuda itu mengacungkan jari jempolnya ke bawah sebagai provokasi untuk menantang lawannya.
Sedangkan Arka yang melihat hal itupun kini hanya tersenyum sinis, ia sudah lama mengikuti balap liar seperti ini. Dan jika ada orang yang berani melakukan provokasi seperti itu kepadanya, itu artinya mereka adalah anak baru yang baru terjun ke sini dan berfikir bahwa kemampuan mereka telah cukup untuk melampauinya.
“Cih, bocah bau kencur aja sok jago!” Gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Dan saat aba-aba telah diberikan, mereka pun segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Para penonton yang ada di sana pun bersorak dengan penuh semangat, sedangkan Shera yang melihat hal itupun kini hanya terdiam sembari mengerutkan dahinya.