Shera

Shera
Kecemburuan Ezra.


__ADS_3

Mendengar hal itu, Shera pun kini menolehkan wajahnya, kedua matanya kini melirik dan menatap ke arah teman sang kakak di saat mulutnya berkata.


“Terimakasih, kalau begitu lain kali saya akan menyempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah anda!” Ucapnya, kemudian setelah terdiam untuk beberapa saat ia pun kembali berkata. “Ah! Ngomong-ngomong, saya masih belum mengetahui nama kalian!” Ucapnya lagi.


Mendengar logat bicara yang terdengar aneh itu, teman-teman Ezra pun kini saling melirik antara satu sama lain dan mulai berbisik secara diam-diam.


“Eh, bro! Adek lo besarnya di mana sih? Di luar ngeri ya? Kok cara ngomongnya kayak bule-bule gitu?!” Tanyanya, dengan berbisik di samping Ezra.


Mendengar hal itu, Ezra pun menggelengkan kepalanya. Kemudian pemuda itu berkata. “Enggak lah, dia dari kecil tinggalnya yah di sini!... Cuman semenjak ada kejadian itu dia jadi rada-rada aneh.” Jelasnya, yang menjawab bertanya tadi.


Namun saat menyadari bahwa gadis itu kini masih terdiam sembari menunggu jawaban dari mereka, teman-teman Ezra pun segera mengubah ekspedisi heran di wajahnya dengan senyuman lebar yang nampak begitu ramah dan ceria.


“Eh, iya! Kenalin nama gue Ghani, panggil aja kak Ghani, tapi kalau mau manggil mas juga boleh kok!” Ucapnya, yang memperkenalkan diri dengan memamerkan senyumnya yang indah agar terlihat lebih tampan.


“Wah salam kenal, tapi panggilan kak Ghani terasa lebih nyaman!” Ucapnya, yang meladeni godaan dari pemuda itu dengan sopan.


Lagipula Shera juga tahu kalau pemuda bernama Ghani itu hanya sedang bercanda dengannya. Kemudian, setelah itu teman-teman Ezra yang lain pun mulai memperkenalkan diri.


“Kenalin, nama gue Farel!”


“Gue Putra, terus yang duduk di sebelah gue ini namanya Gilang!” Ucapnya, yang memperkenalkan diri sembari menyebutkan nama temannya.


Mendengar hal itu, Shera pun kini menganggukkan kepalanya pelan. Kemudian ia tersenyum lembut dan berkata. “Senang berkenalan dengan kalian, nama Saya Shera!” Ucapnya, yang juga memperkenalkan diri.


Ghani yang mendengar nama yang Shera ucapkan itupun kini mengerutkan dahinya, kemudian ia kembali berbisik di samping Ezra. “Eh bro, gak salah tuh? Gue kira nama adek lo Maya!“ Ucapnya dengan heran.


Begitu juga dengan teman-teman yang lain, pasalnya yang mereka tahu nama adik dari temannya itu adalah Maya. Dan karena Ezra sangat sering bercerita tentangnya, mereka semua pun menjadi hafal dengan nama Maya. Di sisi lain, nama Shera justru terdengar sangat asing.


Sedangkan Ezra yang mendapatkan pertanyaan itupun kini menggelengkan kepalanya, kemudian dengan ragu ia pun menjawab. “Gue juga kagak tau, nih anak emang udah kayak gini semenjak kejadian yang waktu itu!” Ucapnya.


Farel yang mendengar hal itupun kini menatap Shera dengan iba, luka di kepala gadis itu pasti cukup parah hingga menimbulkan dampak sampai sebesar ini.

__ADS_1


Gilang yang sedari tadi diam dan hanya mengamati itupun kini melirik dan menatap wajah Shera lekat-lekat. Jujur dalam hati ia tidak bisa menyangkal akan kecantikan yang gadis itu miliki, namun di sisi lain ia juga merasa kalau gadis itu terlihat sangat aneh.


Mungkin sekilas ia terlihat sangat sopan dengan etika yang begitu baik. Namun jika di perhatikan, cara bicara dan gerak-gerik yang ia tunjukkan itu sangat mirip dengan orang-orang pada zaman dahulu.


Bahasa Indonesianya memang cukup fasih, namun beberapa kata formal yang ia ucapkan saat berbicara itu menunjukkan bahwa ia tidak terlalu tahu mengenai bahasa gaul di zaman ini.


Shera yang mendapatkan tatapan seperti itupun kini segera menoleh dan melirik ke arahnya. Sedangkan Gilang yang tertangkap basah itupun menjadi malu dan salah tingkah.


Kemudian dengan perasaan canggung ia pun berdiri dari duduknya dan berkata kepada yang lain. “Gue mau keluar dulu!” Ucapnya, lalu melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


Sedangkan Putra yang mendengar hal itupun kini mengerutkan dahinya dengan bingung. “Weh, mau kemana lu?!” Tanyanya.


Dan Gilang pun menjawab. “Ngerokok sebentar, sekalian cari angin!” Ucapnya, sembari terus melangkahkan kakinya dan menghilang begitu saja.


...»»————>✥<————««...


Semilir angin malam yang berhembus kencang itu menerpa wajah dingin dari seorang pemuda. Di tangannya kini terdapat sepuntung rokok yang baru saja di nyalakan, mulutnya yang terbuka itupun kini mengeluarkan asap-asap dari rokok yang ia hisab.


“Cewek itu, rasa-rasanya dia agak aneh!” Gumamnya pelan.


Pikirannya yang selalu kosong kini tiba-tiba dipenuhi dengan bayang-bayang dari wajah seseorang, dan lebih parahnya lagi orang yang sedang ia pikirkan itu adalah seorang gadis yang baru saja ia temui beberapa menit yang lalu.


Mengingat senyum tipis pada wajah cantik gadis itu, sebuah rasa yang begitu aneh pun mulai bergejolak di dalam hati.


Salah satu tangannya pun kini terangkat dan menyentuh dadanya yang bergemuruh, jujur ini adalah perasaan asing yang baru kali ini ia rasakan untuk yang pertama kalinya. “Gue kenapa anjirr!!... Baru sekali ketemu masak iya gue udah di bikin sekacau ini?!!” Gumamnya dalam hati.


Sebelumnya ia memang sudah pernah berpacaran dengan seorang gadis, bahkan sampai menidurinya pun juga pernah. Namun, selama ia menjalin hubungan itu, Gilang sama sekali tidak merasakan perasaan yang mendebarkan seperti ini.


Dan mungkin yang ia rasakan waktu itu hanyalah kesenangan dan kepuasan, akan tetapi kali ini berbeda. Ia bahkan belum memilikinya, namun hanya dengan membayangkan senyumnya saja sudah mampu membuat jantungnya kini berdetak dengan sangat kencang.


“Ah, s*al!!!” Ia mengeram rendah, kemudian kembali menghisap rokok di tangannya dan memejamkan kedua matanya selama beberapa saat untuk menenangkan pikiran.

__ADS_1


...»»————>✥<————««...


Di sisi lain, seorang barista kini terlihat sedang menyajikan secangkir kopi hitam kepada seorang gadis yang duduk sendirian. Merasa kalau gadis itu membutuhkan teman untuk berbicara, barista tersebut pun tersenyum ramah dan berkata.


“Dek, kesini sendirian ya?” Tanyanya, kemudian ia kembali berkata. “Mau aku temenin? Kebetulan kakak lagi ada waktu luang!” Tawarnya, yang hanya ingin bersikap ramah kepada pelanggan tanpa ada maksud buruk sedikitpun.


Namun sebelum gadis itu sempat membuka mulutnya, tiba-tiba dari kursi sebelah suara seorang pemuda pun terdengar dan menyahut pembicaraan.


“Dia gak sendirian, dia datang sama saya!” Ucapnya, dengan nada bicara yang begitu ketus.


Mendengar hal itu, barista yang tadi pun kini menoleh ke belakang dan menatap ke arah orang yang sedang berbicara tadi. Dan saat pandangan bertemu dengan tatapan tajam penuh kecemburuan dari seorang pemuda, ia pun segera berkata. “Oh, ternyata sama pacarnya ya?!... Maaf ya, saya gak tau, tadi saya kira adek ini datang sendirian!” Ucapnya, sembari tersenyum canggung.


Kemudian, ia pun segera pergi dari meja itu agar tidak menyulut amarah pelanggan yang sedang terbakar api cemburu. “Adek itu manis banget sih, tapi kok bisa ya dia dapet pacar yang galak kayak gitu?... Mana matanya serem banget lagi kalau ngelirik!” Ucapnya, yang bergumam dalam hati.


Sedangkan Ezra yang masih melirik barista tadi dengan tatapan sengit itupun kini segera menolehkan wajahnya di saat telinganya menangkap suara lembut dari seseorang.


“Kakak, kamu terlalu kasar!” Ucapnya Shera, yang menegur tindakan kakaknya tadi.


Mendengar hal itu, Ezra pun kini menolehkan wajahnya, kemudian ia mendengus dan berkata. “Hmph, biarin! Enak aja dia mau PDKT sama kamu!” Ucapnya, dengan ketus.


“PDKT itu apa?” Shera bertanya-tanya dalam hati, merasa bingung dengan sebuah kalimat yang baru pertama kali ia dengar itu.


Namun saat dirinya melihat bahwa kakaknya itu masih menunjukkan wajah kesal yang begitu tidak ramah, Shera pun menghela nafasnya dan berkata. “Kakak jangan begitu, dia tidak bermaksud apa-apa!... Jika kakak terus seperti maka semua orang akan takut kepada kakak!” Ucapnya, yang memberi teguran lembut.


Sedangkan Ezra yang mendengarnya pun kini hanya diam, pemuda itu memalingkan wajahnya ke arah lain dan bersikap seakan-akan ia tidak mendengar ucapan dari adiknya itu tadi.


Di sisi lain Ghani, Farel, dan Putra yang melihat kejadian itupun kini saling melirik. Mungkin gadis itu memang terlihat sangat cantik dan lemah lembut, namun dengan kakak yang begitu galak dan posesif, mereka semua pun harus berfikir ulang jika ingin mendekatinya dan menjalin hubungan yang akrab dengannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author : Terimakasih karena sudah baca chapter terbaru dari Novel Shera 🥰 .... Jangan lupa like dan berikan komentar dan tanggapan kalian mengenai cerita ini😉, kami sebagai author akan dengan senang hati menerima saran dan masukan dari kalian semua agar novel ini semakin berkembang dengan lebih baik😁

__ADS_1


sekian terimakasih 😊🙏


__ADS_2