
Suara gesekan dari sapu lidi kini samar-samar terdengar di sebuah halaman rumah yang tampak megah nan mewah. Menyapu setiap dedaunan kering yang berserakan di atas tanah beralaskan paving.
Tiiinnnn!!!.... Tiiinnnnn!!!....
Tiba-tiba, suara klakson mobil pun terdengar dari arah luar gerbang. Menarik perhatian seseorang yang sedang sibuk menyapu sedari tadi.
“Loh, ada tamu? ” Ia bertanya-tanya dalam hati, menengok mobil hitam yang tampak asing itu.
Kemudian, ia pun menghentikan kegiatannya udah sejenak, dan berjalan menghampiri gerbang dengan masih memegang sebuah sapu lidi di tangannya.
Di saat bersamaan, jendela mobil itupun kini terbuka secara perlahan-lahan. Memperlihatkan wajah seseorang yang sedang duduk di dalamnya. “Maaf buk, saya wali kelasnya Maya!... apa orang tuanya ada di rumah?” Tanya dari orang yang berada di dalam mobil itu.
Sedangkan asisten rumah tangga yang melihat seragam yang orang itu kenakan pun kini segera tau bahwa ia adalah seorang guru, apalagi saat ia mengaku sebagai wali kelas dari anak majikannya. “Orang tuanya nona Maya?... ” Ia mengulangi pertanyaan dari guru tadi, sedikit merasa bingung harus menjawab bagaimana. “... Waduh, maaf ya pak!.... tuan sama nyonya lagi gak di rumah, mereka lagi di luar kota! ” Ucapnya, sembari sedikit membungkukkan badannya lantaran merasa tak enak dengan tamu yang baru datang ini.
Mendengar hal itu, raut wajah sang guru pun kini tampak semakin buruk. Sudahlah nomornya tidak dapat di hubungi, orangnya tidak ada di rumah lagi!!.... Jika saja ini bukan masalah yang penting, mukin ia akan bisa sedikit santai.
“Kalau keluarganya yang lain ada gak buk?.... siapapun, kakek, nenek, atau kakaknya lah!” Guru itu kembali bertanya, terlihat jelas dari raut wajahnya bahwa ia kini sedang gelisah.
Kemudahan, ia pun turun dari mobil dan berdiri di hadapan asisten rumah tangga tadi. “Atau mungkin ibu punya nomer orang tuanya yang sekarang masih aktif?!” Tanyanya lagi.
__ADS_1
Sedangkan orang yang di tanyanya kini tampak bingung, asisten rumah tangga itu terdiam untuk sesaat. Kemudian dengan wajah lesu sembari menggelengkan kepalanya, ia pun berkata. “Maaf Pak, keluarganya nona emang jarang ada di rumah!.... tuan mudanya juga lagi kuliah di luar negeri, emang ada masalah apa ya pak?... kok kelihatannya serius gitu?! ” Jawabnya, kemudian balik bertanya karena merasa penasaran dengan situasi yang tidak ia ketahui.
Mendengar hal itu, guru yang tadi pun kini menghela nafasnya dengan berat. Kemudian ia melirik asisten rumah tangga tadi dan berkata. “Itu buk, si Maya nya sekarang ada di rumah sakit!.... pagi tadi saya dapat laporan kalau dia pingsan di kamar mandi, dan keadaannya juga cukup kritis.” Jawabnya, yang membuat asisten rumah tangga tadi kini membelalakan kedua matanya dengan penuh rasa terkejut.
...»»————>✥<————««...
Sedangkan di rumah sakit saat ini, seorang dokter muda kini nampak sedang berbicara dengan seorang guru dengan raut wajah yang begitu serius. Terlihat, ia beberapa kali menjawab pertanyaan dari guru itu tadi, namun sesekali ia juga balik bertanya sembari menjelaskan kondisi kesehatan dari pasien yang ia tangani sekarang.
“Pak, kalau boleh saya tanya, apa si anak ini sering mengalami perundungan dari teman-teman nya di sekolah? ” Dokter muda itu bertanya dengan nada rendah yang terkesan sopan, kemudian ia pun kembali berkata sembari menunjuk kan hasil laporan dari pemeriksaan tadi. “Soalnya di sini saya mendapati adanya bukti kekerasan fisik! ” Ucapnya lagi dengan sangat hati-hati.
Mendengar hal itu, sang guru pun kini tampak terdiam untuk sesaat dalam keterkejutan nya. “Perundungan dok?! ” ia balik bertanya untuk memastikan. “ Jadi maksudnya ada murid-murid lain yang melakukan kekerasan pada si Maya?” Tanyanya lagi.
Dan hal itupun membuat sang guru yang mendengarnya kini semakin di buat terkejut. “Sampai oprasi dok?!!.... memang benar seseparah itu kondisinya?!! ” Tanyanya, dengan sedikit berseru.
Benar-benar tak kuasa lagi untuk menyembunyikan keterkejutan nya.
Dan sang dokter pun kini menganggukkan kepalanya, kemudian berkata. “Iya Pak, dan kami juga memerlukan izin dan tanda tangan dari pihak keluarga si pasien jika memang harus melakukan operasi!” Ucapnya, yang membuat guru itu menjadi semakin kebingungan.
“Haduh!! kok masalahnya malah tambah rumit ya?!!” Ia bergumam dalam hati, sembari memijit-mijit kelapanya yang terasa pening.
__ADS_1
...»»————>✥<————««...
Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk berbincang-bincang dengan serius mengenai kondisi dari gadis bernama Maya itu, mereka pun kini akhirnya keluar dari ruangan dan berjalan menuju tempat gadis itu di periksa tadi.
“Untuk memastikannya, saya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut!.... cedera pada kepala memang sedikit rumit, karena jika ada kerusakan pada jaringan otak makan resiko bahayanya akan lebih tinggi!!” Ucapnya kepada guru itu tadi sembari terus melangkah kan kakinya.
Mendengar hal itu, sang guru pun berusaha untuk mengerti dengan menganggukkan kepalanya beberapa kali. “Jadi begitu ya dok?.... jujur saya gak terlalu mengerti soal beginian, apalagi saya juga tidak bisa berbuat banyak karena saya cuman seorang guru!! ” Ucapnya, dengan wajah yang tampak tertekan.
Melihat hal itu, sang dokter muda itupun kini tersenyum lembut, kemudian ia menepuk bahu guru tadi dengan pelan sembari berkata. “Tidak apa-apa pak!.... kalau begitu saya masuk dulu!! ” Ucapnya kemudian menunjuk ke arah pintu ruang UGD tempat Maya berada.
Sang guru pun hanya menganggukkan kepalanya, sedikit malas untuk banyak bicara lantaran masih merasa ayok dengan kekacauan di pagi hari ini.
Kemudian sang dokter pun kini masuk ke dalam ruang UGD, namun baru beberapa detik, pintu itu pun kembali terbuka lebar dengan suara bantingan yang cukup keras di sertai dengan suara seseorang yang berkata. “Pak, anaknya hilang!!! ” Seru dokter itu dengan wajah panik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author: Waduh, kok bisa hilang sih?.... Kira-kira Maya pergi ke mana ya? 🤔
BTW, ini adalah gambar ilustrasi sosok Maya👇👇
__ADS_1