Shera

Shera
Penemuan mayat!


__ADS_3

⚠️‼️Episode kali ini mungkin tidak cocok untuk di tonton oleh pembaca di bawah umur!!


Author : Aku udah kasih peringatan ya!... saran, makan yang kenyang dulu sebelum baca😇


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, Shera yang melihat hal itupun kini mengerutkan dahinya. Pemuda itu memang sangat dingin dan acuh tak acuh, namun bagaimana bisa ia bersikap seperti itu setelah melihat dirinya? Kabur begitu saja dan tanpa menyapanya sedikitpun? Sungguh tidak sopan.


“Dasar anak muda zaman sekarang!” Gumamnya, yang sedikit menggerutu kesal.


Sedangkan Ezra yang sedari tadi berbicara dengannya pun kini menangkap ekspresi itu, pemuda itupun kini menoleh ke arah tempat yang sedang gadis itu pandangi saat ini.


Melihat kalau di sana tidak ada apa-apa, Ezra pun mengangkat salah satu alisnya dengan heran dan berkata. “Shera, kamu lagi lihat apa?” Tanyanya, yang membuat gadis itu kini segera kembali menatap dirinya.


“Ah, tidak ada apa-apa!” Gadis itu menjawab sembari menggelengkan kepalanya, kemudian ia kembali berkata. “Sepertinya aku harus segera pergi, kalau begitu sampai jumpa!... Dan terimakasih karena telah mengantarku!” Ucapnya, lalu segera melangkah pergi dengan terburu-buru tanpa mau menunggu jawaban dari kakaknya itu.


Begitu ia memasuki area sekolah, pandangannya pun segera tertuju pada sosok Arka yang kini sedang menyandarkan sepedanya. Dari raut wajahnya Shera pun bisa melihat kalau pemuda itu kini sedang merasa kesal, apalagi dengan kerutan mendalam di antara kedua alisnya, membuatnya terlihat seperti gunung berapi yang siap mengeluarkan lava dan menghancurkan apapun yang berada di sekitarnya.


“Hem, sebaiknya aku menghindari anak itu untuk beberapa waktu!... Dia terlihat seperti sedang ingin memukuli seseorang!” Gumamnya, lalu melangkah pergi dan berpura-pura tidak melihat keberadaan Arka.


...»»————>✥<————««...


Di tempat lain saat ini, sebuah garis polisi kini membentang di sekitaran area sungai. Beberapa warga pun nampak sedang berkumpul dan membicarakan sesuatu dengan raut wajah resah, entah apa yang sedang terjadi saat ini. Mereka begitu penasaran dan ingin melihatnya secara langsung, namun sayangnya itu tidak bisa di lakukan lantaran larangan dari para polisi yang menghimbau kepada mereka semua agar tidak mendekat apalagi melewati garis pembatas itu.


Tak berselang lama, sebuah mobil pun berhenti tak jauh dari tempat kejadian. Seorang pria dengan pakaian rapi serta masker yang menutupi separuh wajahnya pun kini turun dan keluar dari mobil itu.


Ia kemudian berjalan mendekati pembatas polisi dan melewatinya begitu saja, beberapa polisi yang melihat hal itupun kini segera menghampirinya. Namun saat mereka akan menghentikan pria itu, ia pun segera mengeluarkan tanda pengenal dan menunjukkannya kepada mereka.


“Berapa banyak korban yang telah di temukan?” Tanyanya, dengan terus terang dan tanpa basa-basi sedikitpun.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu, salah seorang polisi pun kini berkata. “Baru tiga orang, dan kami masih terus mencari untuk menemukan beberapa anggota tubuh mereka yang hilang!” Ucapnya, yang menjawab pertanyaan tadi.


Pria itupun kini hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya, kemudian ia melangkahkan kakinya mendekat ke arah salah satu mayat yang kini tertutupi oleh kain berwarna oranye.


Setelah itu, ia pun berjongkok. Dan saat akan membuka kain yang menutupi mayat itu, ia pun terlebih dahulu mengenakan sarung tangan. “Saya mau lihat kondisinya!” Ucapnya, lalu membuka kain penutup itu secara perlahan.


Hal pertama yang ia lihat adalah kepala seorang gadis muda yang nampak hancur dengan beberapa luka dan mulut yang robek hingga ke pipi. Kemudian, saat ia sedikit menurunkan pandangannya, pria itupun dapat melihat bahwa leher gadis itu kini telah terputus dari tubuhnya.


Itu ttidak terlihat seperti hasil tebasan dari benda tajam, lehernya tampak memiliki luka yang tidak beraturan. Dan hal itupun terlihat seperti kepala gadis itu terputus karena lehernya ditarik dan dirobek secara paksa.


“Sesss! Apa ini serangan dari binatang liar?” Tanyanya, kepada polisi tadi.


Dan polisi itupun berkata. “Kami juga berfikir begitu, namun nanti kami tetap akan melakukan pemeriksaan terlebih lanjut untuk mengetahui kepastiannya!” Jawabnya.


Pria itupun kini beralih dan menatap satu mayat lain yang berada tidak jauh dari posisinya saat ini, kemudian ia segera melangkahkan kakinya dan mengecek keadaan mayat itu juga.


“Lagi-lagi perempuan!” Gumamnya dengan suara pelan di saat melihat rambut panjang yang menjuntai keluar dari balik kain.


“Yaampun!” Ia bergumam pelan dan memijat-mijat pelipisnya dengan wajah tertekan.


Kondisi mayat yang satu ini bahkan lebih para dari yang tadi. Kepalanya juga terputus dari lehernya, bola matanya keluar dan wajahnya pun nampak hancur hingga tidak bisa di kenali. Bagian perut hingga dadanya terkoyak-koyak hingga usus dan organ dalam yang lain kini berceceran keluar.


Hal seperti itu tentu sangat mengerikan untuk di lihat, bahkan jika orang yang melihatnya tidak kuat, ia bisa saja mengalami trauma dalam jangka waktu singkat ataupun panjang.


“Ini... Ini tangan kanannya masih belum di temukan?” Ia kembali bertanya untuk yang kesekian kalinya.


Dan itupun hanya di balas oleh anggukkan kecil oleh polisinya tadi.


Pria itupun kini berdiri, dan mengambil beberapa gambar untuk dijadikan bahan laporan. Kemudian pandangannya melirik sekitar dengan teliti sembari bergumam dalam hati.

__ADS_1


“Tempat ini dekat dengan jalan dan perumahan, jika anak-anak muda ini di serang binatang buas, seharusnya para warga dapat mendengar teriakan mereka dan segera menolongnya!” Ia terdiam untuk beberapa saat, mencoba untuk mencerna keganjilan dalam kasus yang ia tangani ini. “Anehnya, jasad-jasad mereka baru di temukan pagi ini!... Memang ada beberapa luka yang terlihat seperti cakaran binatang buas, namun tidak menutup kemungkinan kalau ini semua adalah rekayasa seseorang untuk menutupi tindak pembunuhan!!” Ucapnya lagi dalam hati.


Kemudian, seorang polisi pun berjalan mendekat ke arahannya dengan membawa beberapa benda yang terlihat seperti dompet dan handphone dengan bercak-bercak darah yang melumuri nya.


“Pak, ini milik salah satu korban!” Ucap polisi itu, sembari menyerahkan benda itu tadi.


Melihat hal itu, ia pun segera mengambilnya. Kemudian melihat isi dompet yang hanya berisikan beberapa lembar uang dan kartu kredit saja. “Tidak ada kartu pengenal nya?” Ia bertanya dalam hati.


Kemudian, pandangannya pun beralih ke arah handphone yang nampak kotor dengan beberapa bagian layar yang rusak dan retak. “Coba kita nyalakan!” Gumamnya, sembari menekankan tombol power handphone.


Dan untungnya itu masih menyala, melihat hal itu ia pun segera mengecek pesan-pesan di dalamnya dan beberapa nomor yang tersimpan di kontak.


“Aku akan mencoba untuk menghubungi salah satu nomor, mungkin yang ini...” Ucapnya, sembari menekan nomor acak untuk menghubungi seseorang.


“Halo?”


...»»————>✥<————««...


“Ha? Serius lo?!!”


Seorang siswi yang sedang berkumpul bersama teman-temannya kini nampak sedang membelalakkan kedua matanya dengan terkejut. Ia masih tidak yakin dengan apa yang baru saja ia dengar, teman-temannya itu tadi baru saja menceritakan sebuah berita besar yang menghebohkan.


Dan karena masih merasa tidak percaya, ia pun kembali berkata. “Eh, beneran nih? Bukan hoax kan?!” Tanyanya, agar merasa lebih yakin.


"Ih bener lah, ngapain juga gue bohong? Nih, gue punya videonya!” Ucapnya, sembari menunjukkan sebuah video.


Video itu memperlihatkan kondisi sebuah mayat yang nampak mengenaskan, kondisinya begitu memperihatinkan hingga siswi tadi tidak sanggup lagi untuk terus menatapnya dan segera memalingkan muka.


“Hihh! Dagingnya keluar anjirr!!” Ucapnya, dengan sedikit berseru dan menutup matanya dengan kedua tangan.

__ADS_1


Hanya dengan melihatnya saja sudah membuatnya merasa ngeri dan mual, sungguh tidak terbayangkan bagaimana menderitanya mayat itu sebelum mati.


__ADS_2