
Setelah guru itu pergi, para murid pun kini akhirnya dapat bernafas lega. Walaupun sekarang masih pagi dan baru satu mata pelajaran yang mereka lewati, namun otak dan isi kepala mereka rasanya mau pecah lantaran digunakan untuk berfikir keras di saat ujian.
“Hadeh, pingin cepet-cepet pulang gue! ” Gumam salah seorang siswa laki-laki sembari menyenderkan tubuhnya di sendernya kursi dengan lesu.
Kemudian, ia menoleh ke belakang dan menatap sosok gadis yang sedari tadi menarik perhatiannya dengan segala keanehannya. “Hem, tuh anak bener-bener berubah!...padahal dulu gak kayak gitu, tapi sekarang jadi kelihatan cantik banget!!... ” Gumamnya dalam hati, kemudian kedua sudut bibirnya pun kini melengkung dan membentuk sebuah seringai di saat kepalanya sedang memikirkan sesuatu.
“Woy, Maya!! ” Panggilnya, yang membuat gadis itu menoleh dan menatapnya.
“Ada apa?... ” Tanyanya, sembari memiringkan kepalanya ke kiri dengan heran.
Siswa laki-laki itu tidak langsung menjawab, ia kini terlebih dahulu berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah gadis itu. “Hem, gak ada apa-apa sih!.... gua cuman pingin nyapa doang! ” Ucapnya yang berbasa-basi.
Kemudian, ia mendudukkan dirinya di atas meja gadis itu dengan gaya sok cool lalu kembali berkata. “Btw, gimana kabar lo? udah baikan?!....gue denger luka di kepala lo parah banget, gue jadi khawatir nih! ” Ucapnya lagi, yang entah kenapa malah bersikap sok dekat dengan menunjukkan perhatiannya secara berlebih.
Mungkin karena ia kini ingin membuat gadis itu tertarik dan menaruh hati padanya.
Namun, alih-alih merasa tersentuh dengan kekhawatiran yang siswa laki-laki itu tunjukkan kepadanya, Shera kini justru mengerutkan dahinya dengan kesal dan menatap pemuda itu dengan tidak suka sembari berkata. “Kamu sangat tidak sopan, turun dari mejaku sekarang!! ” Perintahnya dengan tegas.
Membuat siswa laki-laki itu kini sedikit terbengong untuk sesaat sebelum akhirnya tersenyum dengan ekspedisi wajah yang sulit untuk di artikan. “pfft!!.... gak nyangka, ternyata wajahnya lucu banget kalau lagi marah! ” Gumamnya dalam hati, yang merasa terhibur dengan ekspresi menarik di wajah gadis itu.
“Eh, kok lu galak gitu sih sama gua?.... gimana kalau nanti selepas pulang sekolah kita jalan-jalan bareng?.... kalau lu mau nanti bakal gua ajakin ke tempat-tempat yang asyik deh!... di jamin lo gak bakal nyesel!! ” Ucapnya, yang mencoba untuk mengajak Shera agar mau pergi bersamanya.
Namun Shera yang sudah terlanjur tidak suka dengan pemuda itu pun kini menggelengkan kepalanya, lalu berkata dengan tegas. “Maaf, aku tidak bisa!.... ” tolak nya, kemudian melirik ke arah mejanya yang diduduki itu. “.... Sekarang cepat turun dari mejaku!….. Kamu kasar sekali, bagaimana bisa seorang pria menunjukkan perilaku seperti ini kepada seorang wanita?” Ucapnya lagi, dengan nada bicara yang terkesan begitu menyindir.
Bahkan gadis itu kini secara terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya kepada pemuda itu.
__ADS_1
“Kasar lo bilang?!...” pemuda itu mengulangi kata-kata gadis itu yang terasa aneh baginya. “.... Emang kapan gua kasar sama lo?!.... perasaan gua gak pernah tuh main pukul ke elu! ” Ucapnya, dengan nada bingung bercampur heran.
Sungguh tidak mengerti dengan apa yang gadis itu katakan.
Padahal, kata ‘kasar’ yang Shera maksud itu sebenarnya bukakanlah ‘kasar’ dalam arti kekerasan. Namun ‘kasar’ yang ia maksud adalah sebuah perilaku tidak sopan yang di tunjukkan oleh pemuda itu dengan duduk di atas mejanya.
Karena untuk seukuran nona muda yang pernah menjalani kehidupan dengan etika ketat dalam keluarganya di zaman dahulu, duduk di atas meja seseorang tentunya adalah sebuah tindakan yang sangat-sangat tidak sopan.
“Hei, jawab pertanyaan gua!!...” Ucap siswa laki-laki itu tadi, di saat ia melihat gadis di hadapannya itu hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya.
Sedangkan Shera yang mendengarnya pun kini merasa risih, kemudian ia memalingkan wajahnya agar tidak bertatapan dengan pemuda itu sembari berkata. “Bukankah aku sudah menyuruhmu turun dari mejaku?... tidakkah kamu mendengarkan?..... Aku sangat tidak suka mengulang kata-kata lagi dan lagi.” Ucap Shera dengan nada kesal.
Mendengar hal itu, siswa laki-laki yang tadi pun kini akhirnya turun dari atas meja Shera. Namun setelah itu ia tidak langsung pergi, bahkan ia masih tidak mau menyerah untuk mengajak gadis itu berkencan dengannya.
“Oke, Oke!... gua turun! ” Ucapnya, kemudian kembali berkata. “Jadi gimana?.... lo mau kan jalan sama gua?.... tenang aja, nanti kalau lo minta apapun gua turutin deh! ” Ucapnya lagi, sembari menaik turunkan kedua alisnya dengan genit.
“Maaf, aku tidak bisa!....sepulang sekolah ayahku akan menjemputku, dan selain itu aku juga tidak suka pergi berduaan dengan pria yang bukan siapa-siapa.”Tolak nya lagi, dengan beberapa alasan agar pemuda itu menyerah dan segera pergi dari hadapannya.
Sedangkan di sisi lain, Seorang siswa laki-laki yang kemarin sempat di seret oleh Arka dan Al kini nampaknya sedang terdiam sembari memikirkan sesuatu di saat kedua matanya terus menerus memperhatikan interaksi antara Shera dan teman laki-laki sekelasnya itu.
“Wah, nih anak cari ribut!.... apa dia gak tau kalau kak Arka sekarang lagi naksir sama dia?!.... kalau sampai kak Arka ngelihat ceweknya di godain sama cowok lain bisa gawat! ” Gumamnya dalam hati.
Kemudian, lantaran tak ingin membuat teman sekelasnya itu bermusuhan dengan si ketua OSIS. Ia pun kini berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati mereka berdua lalu menepuk bahu siswa laki-laki tadi dari belakang sembari berkata. “Hei, bro!.... cari cewek yang lain aja, saingan lo berat!!” Ucapnya, yang berusaha untuk memperingatkan dengan cara berbisik.
Mendengar hal itu, siswa laki-laki yang tadi pun kini menoleh dan menatap orang yang baru saja membisikan peringatan kepadanya dengan tatapan tajam. “Apaan sih lo?!.... jangan ganggu gue deh!!.... emang siapa yang bakal gua hadapin kalau ngedeketin dia, hah?!! ” Tanyanya, dengan wajah sombong yang menantang-nantang.
__ADS_1
Kemudian, ia melirik teman yang menegurnya tadi dari atas hingga bawah lalu tersenyum sinis. “Huh! Oh, jangan-jangan lo juga naksir sama dia?!.... berani saingan sama gua lo?! ” Ucapnya lagi, sembari mengangkat dagunya dan membusungkan dadanya seperti seorang pejantan yang siap bertarung.
“Bukan gue yang suka sama dia, tapi kak Arka!! ” Jawabnya, yang menepis tuduhan tadi.
Dan siswa tadi yang mendengar hal itupun kini terdiam untuk sesaat guna memahami apa yang teman sekelasnya itu katakan. “Maksud lo, kak Arka yang ketua OSIS itu? ” Tanyanya, dengan ragu.
"Ya iyalah, emang siapa lagi yang namanya Arka di sekolahan ini?! ” Jawabnya singkat.
Namun siswa laki-laki tadi yang masih merasa tidak percaya pun kini berkata. “Ah, mana mungkin!.... ” Ia menolehkan wajahnya dan berniat untuk bertanya langsung pada Shera. “... May, apa be__” Ucapannya terhenti di saat kedua matanya kini tak lagi melihat keberadaan gadis itu di sekitarnya.
“Loh?! kemana anak itu pergi?!! ” Tanyanya dengan bingung bercampur heran.
Kepalanya kini menoleh ke sana kemarin guna mencari keberadaan gadis yang tiba-tiba menghilang itu.
“Eh, kalian lihat si Maya gak?! dia pergi ke mana?! ” Tanyanya, pada anak-anak yang lain.
Namun mereka semua sama-sama tak tau dan menggelengkan kepalanya.
“Loh, bukannya tadi dia sama elo?... kok sekarang malah nanya ke kita?! ” Ucap salah seorang siswi yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka dengan tidak sengaja.
“Iya sih, emang tadi dia ada di sini!.... tapi pas gua noleh tiba-tiba anaknya udah gak ada. ” Ucapnya, yang membuat beberapa anak yang sedari tadi memperhatikan mereka pun kini mengerutkan dahinya dengan bingung.
“Eh, iya ya!.... Sedari tadi gue ngelihatin mereka, tapi pas gue noleh bentar si Maya udah gak ada!” Bisik salah seorang siswi.
Dan siswi yang lain pun berkata. “Iya juga ya!.... perasaan gak ada tuh anak yang keluar dari pintu, tapi kok sekarang si Maya gak ada di dalam kelas?! ” Gumamnya, kemudian merapatkan kursinya pada siswi yang berbisik tadi lalu kembali berkata. “Eh, lo sadar gak sih?!.... semenjak kejadian itu dia sekarang jadi aneh banget, Tiba-tiba datang terus tiba-tiba ngilang kek jelangkung! ” Ucapnya lagi, dengan sedikit berbisik.
__ADS_1
Sengaja ia lakukan agar kata-katanya bisa lebih terkesan horor saat di dengar.