Shera

Shera
Gadis yang tertindas


__ADS_3

Di sisi lain, seorang siswa laki-laki kini terlihat sedang berjalan di koridor sekolah dengan wajah tegas yang tampak dingin. Para murid lain yang melihat kedatangannya pun kini nampak ketakutan dan segera pergi ke kelasnya masing-masing.


“Woiii, ngapain lo semua di sini?!!.... balik ke kelas sekarang!!!” Teriaknya, kepada anak-anak yang sedang asyik menyantap makanan di warung kantin.


Sedangkan murid-murid lain yang mendengar suaranya yang menggelegar itu pun kini menoleh ke belakang, menatap sosok pemuda tampan yang melirik mereka dengan tatapan mata yang tajam.


“Weh, ketos datang weh!!! ” Bisik salah seorang siswa kepada temannya.


Mendengar hal itu, siswa yang lain pun bergumam dengan wajah kesal bercampur panik. “Njir, bakso ku belum habis!! ” ucapnya, namun ia kemudian segera berdiri sembari meneguk es teh nya dengan terburu-buru.


“Udah deh, dari pada kena hantam sama tinju dia!! ”


“Ho'oh, yok pergi aja!! ” Ucapnya, kemudian segera pergi dari tempat itu bersama dengan teman-temannya yang lain.


Sedangkan siswa yang berteriak tadi kini menghela nafasnya dengan kasar, sejujurnya ia sudah merasa malas meladeni siswa-siswa bandel seperti mereka. Namun apalah daya, dirinya yang seorang kedua OSIS di sekolahan tentunya harus dapat mengemban tanggung jawab yang sudah di berikan kepadanya.


“Ck, bikin orang capek aja!” Gumamnya dengan kesal setelah membereskan bocah-bocah nakal itu.


Kemudian, ia pun melanjutkan langkahnya. Berkeliling sekolah bagaikan pemburu bersenjata yang siap menembakkan pelurunya ke arah siswa-siswa yang berkeliaran sembarangan di saat jam pelajaran di mulai.


Brrraaaak!!!.....


Tiba-tiba, langkah kakinya pun terhenti di saat telinganya mendengar suara keras dari benda yang terjatuh di sebuah ruangan.


“Ada apa lagi sih?! ” Ia bergumam sembari mengerutkan keningnya saat menatap papan kayu kecil yang tergantung di atas pintu ruangan itu dengan bertuliskan ‘perpustakaan’ sebagai penanda.


Walaupun ia juga mendengar rumor horor mengenai hantu yang selalu berkeliaran di sekolah terutama di perpustakaan, tetapi ia sama sekali tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun.


Alih-alih kabur atau menjauh dari tempat berpenghuni itu, sang ketua OSIS kini malah membuka pintu ruangan dan segera masuk kedalam perpustakaan sekolah dengan ekspresi wajah yang tampak penasaran.

__ADS_1


“Siapa itu?!! ” Ia bertanya dengan suara tinggi, namun tidak ada satupun orang yang menjawabnya.


Merasa kesal karena tak di hiraukan, ia pun kini kembali melangkahkan kakinya dan menyusuri setiap sudut ruangan di perpustakaan itu. “Woii, kalau ada orang ngomong!!!.... jangan ngebisu kalau di tanya!!! ” Teriaknya, yang mulai berbicara dengan nada kasar.


Namun saat ia mendapati bahwa di perpustakaan itu tidak ada siapapun selain dirinya, siswa itupun terdiam dengan wajah yang tampak kebingungan. “Lah terus tadi suara apa?!... ” ia bertanya-tanya.


Kemudian, secara tidak sengaja pandangannya pun kini tertuju pada sebuah buku tebal yang tergeletak begitu saja di atas lantai.


“Hem?... ” Ia menaikan salah satu alisnya dengan heran, kemudian melangkahkan kakinya mendekat dan mengambil buku itu. “Siapa sih yang naro buku sembarangan?!.... kalau habis makek ya di kembaliin dong ke tempatnya!!” Gumamnya lagi, yang mengomel-ngomel dengan tidak jelas.


Di sisi lain, Shera yang melihat kedatangan siswa itupun kini hanya terdiam di pojok ruangan sembari mendengarkan sang ketua OSIS yang menggerutu sedari tadi.


“Wah, padahal dia tampan!... tapi kok galak sekali?! ” Hantu itu bergumam dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan. Kemudian, dengan santai ia pun bergerak mendekat ke arah siswa laki-laki itu dan memperhatikan kerutan mendalam di dahinya. “Pfftt, wajahnya serius sekali!!.... padahal dia masih sangat muda, tapi kenapa suka marah-marah?.... seperti orang tua saja! ” Gumamnya, sembari terkekeh kecil.


Merasa sedikit terhibur dengan ekspresi yang siswa itu tunjukkan.


...»»————>✥<————««...


“Hah, akhirnya dia pergi! ” ia bergumam dengan lega, kemudian duduk di salah satu meja yang terdapat di ruangan itu dengan santai. “Anak yang tadi itu benar-benar galak sekali, dari dulu suka marah-marah!.... padahal dia tampan dan banyak di sukai gadis-gadis muda, tapi kalau dia terus seperti itu mana ada orang yang mau mendekatinya?! ” Gumamnya, yang merasa sayang jika ketampanan itu tersia-siakan hanya karena sifatnya yang buruk.


...»»————>✥<————««...


Tidak terasa waktu kini berlalu dengan begitu cepat, bel pulang sekolah telah berbunyi dari beberapa jam yang lalu. Namun, walaupun begitu Shera masih saja sibuk dengan buku-buku di perpustakaan.


Mungkin ketimbang menjadi hantu, ia lebih cocok sebagai penjaga perpustakaan!


Walaupun sudah menjadi hantu selama bertahun-tahun ia masih saja tidak bosan dengan buku-buku tebal itu. Bahkan manusia saja akan langsung malas untuk membaca hanya dengan melihat ketebalan dan judul buku itu, namun Shera seakan-akan tidak punya rasa bosan.


Apakah karena ia memang tidak memiliki hal lain lagi untuk di kerjakan?

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Shera yang sadar bahwa ia telah menghabiskan waktu yang cukup lama dengan membaca buku itu pun kini menengok ke luar jendela. Posisi perpustakaan yang berada di lantai dua itu membuatnya dengan leluasa dapat melihat pohon beringin yang masih berdiri kokoh di taman dalam sekolah.


“Setelah anak-anak itu pulang, tempat ini menjadi begitu sepi!! ” Ia bergumam dengan wajah sendu.


Sejujurnya ia tidak terlalu membenci keramaian, bahkan ia sangat suka melihat dan mendengar canda tawa dari murid-murid yang sedang bergurau dengan teman-temannya.


Hal itu tampak sangat indah saat mereka tersenyum dan tertawa lebar dengan penuh ceria.


“Sama seperti matahari yang menyilaukan!.... anak-anak muda yang terlihat polos dan lugu itu selalu membuat ku se__”


“Hei, cupu!!.... makin hari mukak mu itu makin ngeselin aja, bikin orang muak tau gak?!!! ” Ucap dari seorang siswi perempuan yang berteriak dengan kasar kepada seseorang.


Dan hal itupun membuat Shera yang pada awalnya ingin bergumam sembari menikmati kesunyian itupun kini mengerutkan dahinya dengan tidak senang sembari melirik ke arah sumber suara.


“Hiks... hiks... maaf kak! ”


Terlihat seorang gadis bertubuh kecil dengan rambut yang di kepang dua kini tengah terduduk di tanah dengan seragam sekolah yang nampak kotor. Samar-samar suara tangisannya pun dapat terdengar, ia dengan wajah memelas meminta maaf akan sesuatu yang bukan salahnya kepada beberapa siswi yang mengelilinginya dengan niat untuk menjahili.


Melihat hal itu, Shera pun hanya terdiam di tempat sembari mengamati mereka dengan wajah tenang tanpa ada niat untuk melakukan sesuatu. “Anak-anak itu lagi, kenapa setiap hari mereka selalu mengganggu murid lain?... ” ia bertanya-tanya, sama sekali tidak mengerti dengan kelakuan anak zaman sekarang.


Kemudian, pandangannya pun beralih ke arah sosok gadis bertubuh kecil tadi. “... Dan gadis itu juga, kenapa ia hanya diam saja dan tidak melawan?.... sungguh manusia yang lemah!! ” Gumamnya lagi.


“Maaf maaf, Lu bego ya?! bisanya cuman minta maaf aja!! ”


Suara dari siswi itu kembali terdengar sedang memarahi gadis tadi. Entah kenapa ia selalu merasa kesal saat melihat sosok gadis itu, walaupun ia tidak pernah berbuat salah kepadanya, tapi kemarahan tak jelas dalam dirinya membuatnya selalu ingin untuk menindas dan membuat gadis itu menderita.


Mungkin hanya dengan begitu ia dapat merasa puas!!


Dan karena ingin membuat gadis itu menderita lagi, ia pun mengajak teman-temannya. Berharap bahwa mereka semua dapat bersenang-senang dengan cara menindas orang lain.

__ADS_1


“Kak, ampun! sebenarnya aku salah apa?... hiks.... hiks... aku... aku gak pernah ganggu kalian kan? ” Suara dari gadis tadi kembali terdengar, ia terlihat sedang meminta ampun dan bertanya-tanya akan kesalahan apa yang sudah ia perbuat.


__ADS_2