Shera

Shera
Tertabrak


__ADS_3

Di dalam sebuah mobil mewah yang melaju kencang pada malam hari, seorang pria yang duduk di kursi bagian belakang pun kini nampak sedang terdiam menatap keluar jendela sembari menghisap rokok di tangannya. Wajah pria itu nampak begitu datar dan tak berekspresi, tidak ada satupun orang yang tahu apakah ia kini sedang kesal ataupun gembira. Namun di saat ia melamun sembari menatap jalanan raya yang ia lewati, tiba-tiba....


Tiiiiinnnn!!!!!


Bruuuk!!!


Mobil itu berhenti secara tiba-tiba di saat sang supir menyadari bahwa ada seseorang yang baru saja tertabrak dan terlindas oleh mobilnya. Arsenio yang duduk di kursi bagian belakang pun kini membelalakkan kedua matanya dengan ekspresi terkejut, kedua matanya pun menatap ke arah sang supir dan seakan-akan sedang menanyakan sesuatu yang baru saja terjadi.


“Apa itu tadi?!” Arsenio bertanya.


Melihat sang supir yang masih terdiam dalam kepanikan, pria itupun kini kembali berkata. “Apakah kau baru saja menabrak seseorang?!” Tanyanya lagi.


Dan sang supir pun mulai membuka mulutnya dan berkata dengan ragu. “Se–Sepertinya begitu, tuan!” Jawabnya.


“Dan dia terlindas?!” Tanya Arsenio lagi, yang dibalas dengan anggukkan kecil oleh supirnya itu.


Melihat hal itu Arsenio pun kini menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian ia memerintahkan supirnya itu untuk mengecek keadaan orang yang baru saja mereka tabrak tadi. “Cepat kau lihat, apakah dia masih hidup atau sudah mati!” Perintahnya.


Dan sang supir pun menganggukkan kepalanya lalu segera membuka pintu dan keluar dari dalam mobil. Dan saat ia telah berada di luar, pandangan matanya pun kini segera melirik sisi depan mobil yang tampak penyok dan rusak, kemudian ia pun berbalik dan melangkahkan kakinya ke sisi belakang mobil untuk melihat kondisi seseorang yang baru saja ia tabrak.


“Ya Tuhan!” Ia bergumam dan menutup mulutnya lantaran merasa sangat terkejut.


Kedua matanya kini terbelalak lebar, manik-manik matanya pun nampak bergetar dalam keterkejutan. Di hadapannya kini terpampang jelas sebuah pemandangan yang mengerikan, sebuah tubuh dari seseorang yang tergeletak di atas aspal dengan darah-darah segera yang melumuri sekitarnya.

__ADS_1


Supir itu kini mulai berjalan mendekat, melangkahkan kedua kakinya dengan ragu-ragu untuk melihat keadaan orang itu lebih jelas. Dan saat ia berada di jarak yang dekat, supir itupun dapat melihat kalau orang yang ia tabrak tadi itu rupanya adalah seorang gadis muda.


Salah satu kaki gadis itu nampak terpelintir, tubuhnya pun di penuhi darah yang menggenang hingga menyebar ke segala arah. Kondisi gadis itu nampak sangat mengenaskan, rambutnya yang panjang kini menutupi wajahnya. Namun di balik semua itu sang supir pun tahu bahwa wajah gadis itu kini pasti telah hancur dan tampak sangat mengerikan.


“Aduh! Bagaimana ini?!” Ia bergumam dalam hati, merasa bingung dan mengacak-acak rambutnya dengan penuh frustasi.


Di sisi lain, Arsenio yang menunggu di dalam mobil pun kini keluar dan melangkahkan kakinya untuk melihat keadaan orang yang ia tabrak tadi secara langsung.


Ia ingin tahu seperti apa orang itu saat ini, apakah dia masih hidup ataukah sudah mati. Melihat kalau supirnya itu kini hanya berdiam diri di hadapan sebuah tubuh yang tergeletak di atas aspal, Arsenio pun menepuk bahunya dari belakang dan berkata. “Bagaimana keadaannya? Apakah dia sudah mati?” Tanyanya, namun supir itu hanya diam dan menundukkan kepalanya dengan tubuh yang bergetar.


Melihat hal itu, Arsenio pun jelas merasa kesal. Ia pun pada akhirnya mendorong supir itu untuk menyingkir ke samping agar ia dapat melihat keadaan gadis itu dengan lebih jelas.


“Nona!”


“Hei, apakah kau baik-baik saja?!” Tanya Arsenio sembari mengguncang-guncang tubuh gadis itu pelan.


“Hah!!”


Sebuah helahan nafas berat pun kini keluar dari mulut pria itu. Ia telah mengecek nadinya dan mendapati bahwa gadis ini telah mati dan tidak mungkin lagi untuk di selamatkan.


“Yaampun, ada-ada saja!... Jika seseorang tahu maka urusannya akan menjadi rumit, lebih baik aku menelepon seseorang dan menyuruhnya untuk membereskan hal ini, itu akan lebih baik dan tidak memakan banyak waktu!” Ucapnya, yang bergumam dalam hati.


Namun saat ia berdiri dan akan menelepon seseorang, tiba-tiba tangannya yang memegang tangan gadis itu tadi pun kini di cengkraman oleh tangan lain dengan sangat erat hingga membuat sedikit terkejut dan menolehkan kepalanya.

__ADS_1


“Tolong bawa saya pergi dari sini!”


Suara seorang gadis yang terdengar begitu lemah dan lirih itu membuat Arsenio kini berwajah bingung, kedua matanya pun kini menatap ke arah gadis tadi yang kini telah terduduk dengan wajah yang menoleh dan menatap ke arahnya.


“Sir, anda mengerti apa yang saya katakan?” Tanya gadis itu lagi yang membuat Arsenio kini tersadar dari lamunannya.


Pria itu kini berusaha untuk menormalkan rasa keterkejutannya, kemudian menatap kedua mata gadis itu lekat-lekat dan berkata. “Apakah kau baik-baik saja?” Ia bertanya, dan gadis itupun hanya menganggukkan kepalanya.


“Tuan, bagaimana kalau kita mengantarkan anak ini ke rumah sakit?” Ucap supir tadi yang tiba-tiba bertanya dengan rasa ragu bercampur takut.


Namun sebelum Arsenio sempat menyetujuinya, gadis itu pun kini tiba-tiba menyahut dan berkata. “Itu tidak perlu, saya baik-baik saja!... Namun bisakah kalian membawa saya pergi dari sini? Saya sedang menghindari seseorang, dia ingin berbuat jahat kepada saya!” Ucapnya, sembari menatap Arsenio dengan ekspresi wajah memelas.


Mendengar hal itu, Arsenio pun kini mengerutkan dahinya. Bagaimana mungkin gadis ini berkata kalau dirinya baik-baik saja, lihatlah darah-darah di sekujur tubuhnya itu, ia pasti mengalami patah tulang dan akan mendapatkan beberapa jahitan dan oprasi.


“Nona...”


“Sir, aku mohon!!”


“Nona tolong dengarkan aku dulu!!” Arsenio kini sedikit meninggikan suaranya, berusaha untuk membuat gadis itu diam agar ia dapat berbicara dengan mudah. “Kau sedang terluka, kita harus segera pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan mu!” Ucapnya, namun gadis itu masih menggelengkan kepalanya dan tampak enggan.


“Tidak, saya tidak ingin ke rumah sakit!... Orang tua saya bisa tahu dan saya akan mendapatkan masalah besar!!” Ucap gadis itu, dengan ekspresi wajah panik.


Namun Arsenio yang tidak ingin mengambil resiko pun kini tiba-tiba mengangkat tubuh gadis itu kedalam gendongannya dan membawanya untuk masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


“Ah! Sir, apa yang...”


“Tenanglah, nona!... Kau tidak perlu khawatir tentang orang tuamu, akulah yang akan menjelaskan hal ini kepada mereka!” Ucap Arsenio, yang sedang berusaha untuk menenangkan gadis itu.


__ADS_2