SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
LEON YANG MELAKUKAN NYA


__ADS_3

"Sebentar lagi bel masuk sekolah, lebih baik kita


kembali ke kelas saja," jawab Leon.


Fira menggelengkan kepalanya, dia merasa khawatir dan bersalah kepada Leon, menurut dirinya sekarang ini, Leon berurusan dengan Gumara karena dirinya. Dia tidak mau Leon nanti malah akan mendapatkan masalah di sini.


"Gak Leon! Gue butuh penjelasan tentang lo yang disuruh masuk ke ruangan kepala sekolah, apa ini ada urusannya dengan lo yang sudah membuat Gumara babak belur?" tanya Fira dengan hati-hati.


Leon menatap kearah Fira karena wanita itu begitu sangat pintar, lalu dia menganggukkan kepalanya tanda kalau memang dia yang sudah melakukan itu kepada Gumara. "Iya, gak penting juga."


"Jadi benar?" ujar Fira yang sedikit tidak percaya kalau Leon yang sudah membuat Gumara terluka.


Fira mengira kalau Leon akan terluka karena Gumara tetapi dia salah karena rupanya malah sebaliknya. Benar-benar tidak menyangka sama sekali dengan hal ini. Fira jadi semakin yakin kalau memang Leon bukan orang yang sembarang. Bodoh sekali dirinya malah mengajak Leon pacaran.


"Siapa sebenarnya lo Leon?" tanya Fira yang masihpenasaran dengan kehidupan Leon sekarang.


Leon menahan tawanya ketika melihat ekspresi wajah Fira yang berbeda dari biasanya. Wanita yang agresif itu sepertinya sangat penasaran dengan dirinya. Apa sekarang dia mulai tertarik dengan kehidupan dirinya.


"Apa itu penting?" tanya Leon dengan santai.


Fira kesal dengan jawaban yang diberikan oleh Leon, tetapi kemudian dia teringat dengan Leon yang meminta informasi tentang Lena. "Lo punya hubungan dengan Lena?"


Leon terdiam ketika mendengar ucapan dari Fira, lalu dia menatapnya dengan dingin membuat nyali Fira malah merasa takut. Dia mundur sesaat karena merasa takut tetapi baru bebrapa langkah, Fira sudah terpojok di tembok.


"Sial," maki Fira yang tidak bisa mundur lagi sekarang.


Leon mendekatkan tubuhnya kepada Fira membuat wanita itu merasa was-was. Hingga jarak antara mereka yang kini sudah bisa dikatakan begitu sangat dekat sekali. Bahkan deru napas Leon bisa dirasakan oleh pipi Fira saat ini. Jarak antara mereka begitu sangat dekat.


Fira sudah hampir memejamkan matanya karena dia mengira kalau Leon akan menciumnya seperti itu, tetapi dia malah mendengar suara bisikan dari Leon.


"Teman lo lagi nguping pembicara kita," bisik Leon yang menyadari kalau ada orang yang memperhatikan dirinya dibalik pohon. Dia yakin kalau orang tersebut sedang menguping pembicaraan dirinya dengan Fira saat ini.


Fira yang tidak paham malah mengerutkan keningnya, lalu dia langsung berbalik kebelakang untuk melihat orangnya langsung karena dia merasa penasaran untuk saat ini.


"Yaudah kalau begitu, gue akan pergi!"


Fira mengatakan itu, lalu dia pergi berpisah dengan Leon. Dia hanya ingin menghampiri temannya yang tadi sedang menguping pembicaraan dirinya dengan Leon.


"Lo ngapain di sini?" tanya Fira dengan tatapan tajam.


"Sorry, tadi gue tadi mau manggil lo karena sudah akan bell masuk ke kelas!" ujar Zahra.

__ADS_1


Tanpa rasa curiga, akhirnya Fira hanya mengangguk dan dia memutuskan untuk pergi bersama dengan Zahra ke dalam kelas mereka. Lagian Fira yakin kalau Zahra menguping hanya ingin membuktikan hubungan dirinya dengan Leon saja. Apalagi Zahra sudah memenangkan taruhan tersebut.


"Tadi Sasha nyuruh gue buat nyusul lo, eh malah gue liat lo lagi asik sama si cupu itu." Zahra memutar bola matanya jengah. Sepertinya memang Zahra tidak suka dengan pria cupu seperti Leon.


Ada Sasha yang sedang duduk sendirian menunggu kedatangan kedua temannya. Dia barusan mendengar gosip tentang Leon yang membuat Gumara babak blur. Walaupun dia belum yakin kalau anak cupu seperti Leon bisa melakukan hal itu.


"Kalian lama sekali, emangnya Fira habis dari mana?" tanya Sasha yang melihat kedua temannya datang.


"Itu dia malah ketemuan dengan si cupu," ujar Zahra yang akhirnya memutuskan untuk duduk di kursinya.


Fira tidak banyak berkomentar karena memang benar kalau dia habis bertemu dengan Leon tadi. Tetapi Fira belum menemukan Leon masuk karena mereka jalan berpisah tadi.


Hingga tak lama kemudian, Leon berjalan melewati tempat itu dan duduk di kursi yang ada dekat dengan Dino. Dia melirik kearah Fira sekilas dan teman-temannya.


"Lo gak dikeluarkan dari sekolah kan?" tanya Dino yang merasa khawatir dengan Leon. Apalagi kalau sudah dipanggil ke ruangan kepala sekolah.


"Gue bisa mengatasinya, Lo gak usah khawatir," gumam Leon.


Dino menaikan sebelah alisnya, dia tidak percaya begitu saja dengan Leon. Apalagi selama ini Dino mengira kalau Leon tidak punya kekuatan apapun.


"Lo terlihat santai, tunggu dulu deh. Tentang gosip itu, apa benar kalau lo yang sudah membuat Gumara terluka?" tanya Dino yang penasaran dengan gosip dia dengar karena Leon dipanggil di ruangan kepala sekolah.


"Iya juga, cowo cupu kaya lo mana bisa mengalahkan orang seperti Gumara yang tukang buli itu


Leon menahan tawanya ketika mendengar ucapan dari Dino yang memang tidak percaya dengan dirinya.


Hingga tak lama kemudian, guru masuk ke dalam kelas mereka dan pembelajaran sudah dimulai. Leon dengan santai duduk di kursinya. Bersama dengan Dino yang menyembunyikan cemilannya ke dalam bawah meja.


Di sisi lain.


Gumara Kembali ke ruangan ayahnya, dia hanya ingin tahu yang dilakukan ayahnya kepada Leon.


"Papah," panggil Gumara.


Rudi menatap kearah anaknya dengan sekilas." Kenapa?"


"Apa papah sudah memberikan pelajaran kepada Leon? Minimal kalau tidak bisa mengeluarkan dia dari sekolah papah bisa menskors nya," ujar Gumara.


Rudi memijat kepalanya karena merasa pening dengan keinginan anaknya. "Masalahnya dia bukan anak sembarang. Dia minta bukti kalau memang dia salah. Papahmu itu tidak punya bukti kalau dia sudah menyakiti kamu!" Jelas Rudi.


"Apa papah tidak bisa melihat anakmu ini babak belur kesal. gara-gara dia!" gerutu Gumara yang benar-benar

__ADS_1


"Orang-orang tidak akan ada yang percaya kalau dia sudah membuat kamu terluka, apalagi sepertinya dia terlihat seperti anak polos," kata Rudi.


Gumara benar-benar marah, dia yakin kalau Leon hanya pura-pura saja menjadi pria cupu. Entah apa tujuan yang sebenarnya tetapi dia bukan orang yang sembarang yang bisa dikalahkan.


"Dia pura-pura polos! Aslinya dia tidak cupu! Aku membuka kacamata miliknya dan dia juga jago untuk berkelahi!" ujar Gumara.


"Kalau begitu, kamu tidak bisa mengalahkan dia dengan begitu saja. Kamu harus bermain licik juga!" ujar Rudi.


Gumara tersenyum ketika mendengar ucapan dari papahnya. Dia sudah belajar licik selama ini dari Rudi. " Aku bisa bermain licik ayah. Tetapi papah harus berjanji untuk menutupi semua kesalahanku nantinya!" ujar Gumara yang kini tersenyum dengan penuh kemenangan.


Rudi hanya mengangguk, "Kamu lupa kalau ayah juga dulu selalu menutupi kasus mu itu, yang terakhir bahkan lebih fatal karena sudah membuat orang lain terluka," gumam Rudi mengingatkan anaknya.


Gumara terdiam ketika mengingat hal tersebut. Dia memang berniat untuk melakukan sebuah kelicikan, tetapi dia malah salah sasaran karena tujuannya bukan itu.


"Aku paham pah. Makasih banyak sudah menyembunyikan semua kejahatan yang sudah aku lakukan," gumam Gumara.


"Iya, sudah cepat keluar! Kamu akan dicurigai kalau terus datang ke sini."


Gumara mengangguk dan dia hendak akan pergi dari sini. Tetapi dia teringat akan sesuatu. Dia harus mengetahui identitas asli dari Leon yang sebenarnya. Agar dia bisa mengetahui siapa Leon yang sebenernya.


"Papah mempunyai data tentang Leon? Aku minta untuk melihat dan menyelidiki anak itu!" ujar Gumara.


Rudi yang paham akan perkataan anaknya, akhirnya dia mencari dokumen yang memang ada pada Leon. Setidaknya dia akan melakukan semuanya agar lebih baik.


Sampai dia menemukan dokumen itu dan memberikan itu kepada Gumara.


"Ini dokumen tentang Leon, semoga kamu bisa menemukan jejak tentang dirinya."


Gumara tersenyum dengan penuh kemenangan, dia bisa melakukan apapun demi kemenangan dirinya.


"Terima kasih banyak pah. Kalau begitu aku pamit keluar dulu," gumam Gumara yang akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangan ayahnya.


Dia membawa dokumen tentang Leon yang membuat dia merasa senang. Dia akan mengetahui tentang Leon nanti. Membuktikan kalau anak itu benar hanya pura-pura cupu saja.


"Lihat Leon, aku pasti akan membuktikan kalau kamu hanya pura-pura saja!" gumam Gumara.


Sementara itu, ada seseorang yang melihat Gumara yang sudah keluar dari ruangan kepala sekolah. Dia curiga kalau anak itu sedang merencanakan sesuatu lagi.


"Apa yang sedang anak itu rencanakan?"


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2