SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
DINO TERLUKA


__ADS_3

Semua siswa melihat Fira yang kini menggandeng tangan Leon yang memang terlihat babak blur, dia tidak menyangka sama sekali kalau hal ini akan terjadi dengan dirinya.


"Lo liat gak itu si Fira gandeng tangan si Leon, ganjen banget!"


"Iya, apalagi Leon katanya habis dipukul oleh teman Gumara," jelas siswi lainnya yang memang asik sekali ketika bergosip dan membicarakan orang lain.


"Benar banget yah tuh orang, cari sensasi habis!"


Diam-diam Fira mendengar ucapan dari mereka, tetapi dia tidak peduli sama sekali. Lagian mereka tidak tahu aslinya Leon seperti apa.


Berbeda dengan Leon yang sepertinya terlihat begitu risih ketika melihat semua orang yang malah memandang dirinya. Bahkan dia tidak yakin dengan hubungan mereka saat ini.


Sampai akhirnya mereka berdua masuk ke dalam kelas. Leon langsung melepaskan tangan Fira yang tadi menggandengnya tangannya. "Udah sampe kelas!"


Leon berjalan ke bangku milik dirinya yang memang ada disebelah Dino saat ini. Tetapi Leon tidak menemukan kebenaran Dino ke mana sekarang.


"Di mana Dino?" tanya Leon yang merasa heran.


Berbeda dengan Leon, Fira kembali ke bangku milik dirinya. Tetapi temannya itu sudah lebih dulu mengintrogasi dirinya. Mungkin karena tadi Fira akan bertemu dengan Darda tetapi pada kenyataannya dia malah bersama dengan Leon.


"Lo katanya tadi mau ketemu dengan Darda, kenapa lo malah bersama dengan si cupu itu? Apa lo berbohong sama gue?" ujar Zahra dengan tajam.


"Bukannya bagus yah kalau Fira bersama Leon, gak bersama Darda lagi!" balas Sasha.


"Sasha sambal! Bukan begitu maksud gue! Fira secara gak langsung bohongin kita! Jangan gara-gara cowo lo jadi berubah kaya gitu. Lo gak ingat dulu Lena juga kaya gitu!" balas Zahra dengan tajam, mengingatkan Fira.


"Jangan bahas itu lagi, gue beda dengan DIA!" Fira yang kini terlihat begitu sangat marah. Dia menatap tajam kedua temannya sambil menekan kata Dia.


"Iya, Lo juga Zahra, jangan membuat mood jadi buruk dengan membahas tentang Lena," gumam Sasha.


Zahra lalu terdiam sambil cemberut, "Terserah kalian saja!"


Fira menghela napasnya dan dia menepuk pundak Zahra dengan pelan. Dia hanya tidak ingin kejadian yang lalu malah nanti terulang lagi. Ada rasa khawatir yang tidak pernah dia lupakan saat ini.


"Yaudah kalian jangan berantem lagi,"


lerai Fira.


Tanpa mereka semuanya sadari, Leon tadi sempat mendengar perkataan tiga wanita itu. Apalagi mereka sempat membahas tentang Lena juga. Leon harus bisa membuka mulut Lena agar berbicara dengan dirinya.


***


Sementara itu, Deon rupanya sedang ada di kamar mandi, dia mendapatkan bullyan dari Gumara dan teman-temannya. Seperti yang sudah di duga sebelumnya kalau dia akan melakukan semuanya.

__ADS_1


"Lo udah tahu kan kalau Leon hanya pura-pura cupu saja."


"Apa maksud lo? gue gak tahu."


"Gak usah sok pura-pura deh, gue sudah tahu semuanya kalau Leon hanya pura-pura jadi siswa cupu," ujar Gumara menarik rambut Dino dengan keras.


Dino menakikan sebelah alisnya, bahkan dia sama sekali tidak tahu kalau Leon selama ini hanya pura-pura jadi pria cupu.


"Sepertinya dia sudah lupa dengan kejadian Lena dulu," gumam Raka sambil tertawa sinis.


Deon mengambil air yang memang begitu kotor dan begitu bau, dia langsung menyiramkannya pada Dino. Gumara yang melihat itu malah tersenyum dengan puas.


"Gila bau sekali," ujar Raka sambil menutup hidungnya.


"Gue janji gak akan membully lo tetapi dengan sarat kalau lo harus mencaritahu tentang Leon, apa hubungan dia dengan Lena?" ujar Gumara kepada Dino.


Dino menggelengkan kepalanya tanda kalau dia tidak akan mau melakukan itu untuk Dino, justru ini yang akan membuat dia merasa sangat malu.


"Gue gak akan pernah mau mengikuti perkataan lo!" Dino masih berusaha untuk berontak saat ini.


"Lo sudah berani melawan gue hah!" "Sepertinya dia lupa dengan kejadian Lena dulu!"


gumam Gumara membuat Dino marah.


"Kalian sering membully Lena, itu alasan gue gak mau membela kalian!" marah Dino yang berusaha untuk melepaskan tali yang ada ditangannya.


Dia bahkan merasa takut untuk melakukan sesuatu saat ini. Berusaha untuk melepaskan tali tersebut. Tetapi Raka menatapnya dengan sinis.


"Lo gak akan bisa kabur dari tempat ini," ujar Raka


yang kini menendang Dino.


Sampai pintu terdobrak dan semua orang yang ada di sini terkejut. Termasuk dengan Gumara yang kini menoleh kearah belakang. Dia langsung bertepuk tangan ketika melihat siapa orang yang datang.


"Luar biasa sekali, lo bisa datang ke sini," kata Gumara dengan pandangan sinis.


"Ngapain Lo cupu datang ke sini? Lo gak usah ikut campur urusan kita!" hardik Raka dengan sinis.


"Apa lo belum puas dengan pukulan yang kemarin," sindir Deon yang memang sengaja mengingatkan Leon tentang pukulan yang sudah dia lukakan.


Leon mengepalkan tangannya ketika melihat keadaan Dino sekarang. Rupanya memang benar kalau tiga orang yang ada di hadapannya itu tukang bully disekolah ini. Kepala sekolah yang merupakan ayahnya Gumara malah selalu melindungi anaknya.


"Lepaskan Dino sekarang juga!"

__ADS_1


"Tidak akan!" balas Deon yang kini hendak akan memukul kembali Leon. Tetapi kali ini berbeda karena Leon bisa menepis tangan Deon dengan baik. Lalu dia memukuli Deon untuk memberikan pelajaran.


Raka tidak terima melihat Deon terluka, dia membantu membela Deon dengan berkelahi sampai keduanya kini terjatuh.


Raka dan Deon kini sudah terluka di lantai, semuanya berkat pukulan yang dilayangkan oleh Leon tadi. Gumara menatap kearah Leon dan kedua temannya yang sudah tersungkur.


"Dasar licik, gue tahu kalau lo hanya pura-pura cupu!"


Gumara memulai perkelahian dengan Leon. Dia memukulinya dengan keras, tetapi Leon yang memang jadi bela dirinya terus menghindar dari pukulan Gumara.


Sampai akhirnya Leon kini langsung memukul Gumara Kembali membuat pria itu terluka dan tersungkur.


"Urusan lo dengan gue belum selesai!" Gumara hanya mengatakan itu. Setelahnya Raka dan Deon yang terluka pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari sini.


Dino melihat sendiri kalau Leon rupanya memang


benar sangat jago berkelahi.


"Lo gak papa?" tanya Leon kepada Dino. Lalu Leon berusaha untuk melepaskan tali yang mengikat tangan Dino.


Dino hanya menggelengkan kepalanya, dia masih terkejut dengan Leon yang tidak menyangka sama sekali bisa seperti ini.


"Lo hebat Leon," puji Dino yang tadi melihat Leon berkelahi.


"Gak usah muji gue, lebih baik lo bersihin baju sekarang, gue bakal balik ke kelas dan bilang kalau lo sakit," ujar Leon.


"Makasih banyak yah, lo udah mau bantu gue!" Dino


berterimakasih kepada Leon yang sudah membantu dirinya.


Berbeda dengan raut wajah Leon yang menyimpan banyak tanya untuk saat ini. Apalagi tentang perkataan Darda yang selalu dia ingat kalau Dino teman dekat Lena.


"Lo sudah melihat semuanya dan gue menolong lo tadi, secara tidak langsung lo punya hutang budi sama gue!" ucap Leon.


Dino tidak menyangka kalau Leon akan menanyakan tentang hal tersebut kepada dirinya. "Jadi apa mau lo?" tanya Dino.


"Lo gak bilang kalau sebenernya lo adalah teman dekat Lena kan? Lo tahu kalau gue sedang mencari informasi tentang dia, Gue harap lo mau menceritakan semuanya tentang Lena ke gue!" paksa Leon menatap kearah Dino.


"Lo bilang hanya teman lamanya Lena saja, kenapa lo malah mau mencari informasi tentang dia ke gue?" ujar Dino walaupun mempunyai tubuh yang gemuk. Tetapi dia tidak bodoh untuk menceritakan hal ini pada siapapun juga. Dia sendiri takut diancam dan dikeluarkan dari sekolah.


Leon teringat kalau tadi memang dia hanya izin ke toilet saja, kalau dia lama di sini nanti yang ada malah banyak orang yang curiga dengan perginya dirinya.


"Habis pulang sekolah, kita bertemu dan gue akan menceritakan semuanya. Termasuk lo yang harus menceritakan semuanya kepada gue, sekarang lo genti baju, gue kembali ke kalas," jelas Leon kepada Dino.

__ADS_1


"Oke kalau begitu," gumam Dino yang kini membersihkan dirinya. Dia juga penasaran dengan Leon. Apa pria itu sedang mencari informasi tentang kejadian yang waktu itu.


BERSAMBUNG


__ADS_2