
Hari weekend yang benar-benar baik sekarang ini. Darda merasa gelisah karena dia ingin bertemu dengan Lena. Tetapi selalu saja ada orang yang menjaga di depan ruangan Lena. Membuat Darda kesulitan untuk bertemu dengan Lena.
"Semoga kamu cepat sadar Len," kata Darda.
Darda hanya bisa melihat keadaan Lena dari jauh. Dia benar-benar merasa bersalah karena dulu mengabaikan cinta dari wanita yang baik seperti Lena.
"Andai lo gak pengecut, mungkin semuanya tidak akan seperti ini," gumam seseorang yang ternyata itu adalah Dino.
Darda menoleh kearah Dino yang ada dibelakang dirinya. Dino adalah teman baik Lena yang mengetahui kalau Lena begitu cinta dengan pria itu.
"Gue melakukan itu demi melindungi dia," gumam Darda tidak terima.
"Melindungi dia? Tapi liat apa yang sudah terjadi sekarang! Asal lo tahu yah, Leon ternyata teman lama dari Lena, dia ingin mengungkap kasus tentang Lena!" gumam Dino menatap tajam kearah Darda.
Darda terdiam ketika mendengar hal tersebut, antara sedih dan senang mendengar kabar tersebut."
Gue gak tahu harus senang atau sedih."
Dino menatap sinis kearah Darda yang menurut dirinya begitu sangat pengecut. "Lena mencintai lo, dia selalu mengirimkan surat dan memberikan perhatian sama lo selama ini. Tetapi lo malah bersikap seperti pria yang tidak peka demi melindungi dia, tetapi setelah keadaan lo sekarang seperti ini, lo menyesal!"
Dino malah tertawa sinis, dia tidak suka kepada Darda. Tetapi Darda selalu melindungi dia ketika sedang dibully oleh Gumara. Dino tidak bisa berkutik ketika dibully oleh Gumara, berbeda dengan Darda yang mempunyai kekuasaan juga yang bisa membela orang rendah di sekolah.
Tetapi itu tidak berlaku buat orang yang dicintainya. Yaitu Lena, Darda bahkan tidak membela Lena ketika diganggu oleh orang seperti Gumara.
Darda tidak terima, dia mengepalkan tangannya dan hendak akan memukul Dino karena emosi.
"Kenapa diam? Lo mau mukul gue? Pukul!" marah Dino dengan pandangan sinis kepada Darda.
Darda kelepasan memukul Dino karena dia sedikit emosi saat ini. Hingga membuat wajah milik Dino kini terluka. Kali ini dia langsung merasa bersalah karena ini bukan seperti dirinya.
Dino tertawa puas ketika melihat Darda yang kini memukul dirinya. Dia tahu Darda bukan tipe seperti orang-orang yang lain.
"Harusnya lo melakukan ini kepada Gumara juga. Dia yang sudah membully Lena selama ini!" ujar Dino dengan sinis.
Darda pergi begitu saja karena tidak mau tersulut emosi oleh Dino. Dia menyadari kesalahannya sekarang. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, tidak ada yang bisa diperbaiki sekarang ini.
Dino langsung menangis setelah melihat Darda pergi dari sini. Dia sedikit merasa puas karena Darda seperti ini.
"Gue harap lo senang Lena, gue sudah memberikan pelajaran pada pria pengecut seperti Darda," gumam Dino mengusap lukanya.
Dia juga memilih untuk pergi dari tempat ini sekarang.
Jika dia ingin bertemu dengan Lena maka, Dino akan lebih mudah menemui dia lewat Leon.
__ADS_1
Apalagi waktu itu Dino melihat sendiri kalau Leon bisa keluar masuk ke dalam ruangan Lena.
Melihat para penjaga yang waktu itu tidak menghalangi Leon untuk masuk ke dalam, berbeda dengan para penjaga itu yang menghalangi Darda masuk ke dalam ruangan Lena.
Artinya memang para penjaga itu dekat dengan Leon, makanya dia bisa masuk.
"Sampai ketemu lagi Lena, gue pasti akan menjenguk lo nanti," ujar Dino yang memang tulus kepada Lena.
Di tempat lain.
Fira tidak menyangka ketika Leon membayar semua makanan yang dia pesan.
Lalu sekarang malah Leon berpamitan untuk pulang karena ada urusan.
"Kita kencan sampai malam, ini masih sore Leon!" cegah Fira yang masih ingin ditemani oleh Leon.
Sedangkan Leon memang punya urusan, dia masih penasaran dengan Darda dan Dino yang terlihat dekat seperti dalam video yang dikirimkan oleh para bodyguard nya. Dia ingin memastikan sendiri hubungan antara dua orang tersebut.
"Sorry Fir, gue masih banyak urusan. Mungkin next time kita bisa!" ujar Leon yang entah kenapa malah berbicara lembut.
Fira terpaksa menuruti keinginan Leon untuk saat ini. Sepertinya memang Leon masih ada urusan. Walaupun dia sendiri tidak tahu urusannya bagaimana.
"Baiklah, jangan lupa nanti balas pesan dari gue yah! Jangan cuma dibaca doang!" maki Fira yang tahu kelakuan dari Leon yang pasti pesannya hanya dibaca saja.
"Iya, nanti pesan lo gue balas. Kalau begitu gue pergi duluan!"
semua makanan yang Fira pesan. Lalu meninggalkan Fira sendirian di sini.
Fira dengan iseng membuka ponselnya, dia sedikit terkejut ketika banyak sekali sebuah notifikasi dari ponselnya. Dia membacanya dengan sekilas dan tidak menyangka kalau banyak yang komentar tentang foto Leon.
Komentar sosial media.
Sasha: Itu pacar lo yang baru yah?
Zahra Adisti: Udah gue kira kalau lo bakal ganti yang baru, gak mungkin sama si cupu.
Pencinta Fira: Aku cemburu
Raka: Wah si bos Gumara punya saingan baru
lagi.
Deon : Kayanya lebih cakep dari si bos nih.
__ADS_1
Gumara: Siapa DIA?
Fira Lovers: udah punya yang baru lagi nih Kak Fira.
Fira membaca para komentar dari akun sosial media dirinya. Dia sama sekali tidak menyangka kalau akun sosial medianya akan jadi ramai seperti ini. Apalagi Fira tidak membaca semua pesan tersebut karena dia sedikit merasa malu.
Bahkan banyak yang rame, tetapi Fira berpikir lagi. Bagaimana kalau besok Gumara akan semakin curiga? Apalagi pria itu muncul berkomentar di akun sosial medianya.
"Bodo amat deh!"
Fira akhirnya memutuskan untuk kembali menaruh ponselnya. Tetapi kemudian ada deringan ponsel dari temannya. Dia menaikan sebelah alisnya heran ketika Sasha menghubungi dirinya.
"Kenapa Sha?" tanya Fira.
"Demi apapun, itu cowo yang sama lo di tempat kita biasanya nongkrong siapa?" tanya Sasha yang malah heboh sendiri bertanya kepada Fira.
Beruntung Fira sudah tahu kalau Sasha memang orang yang kepo.
"udah mending lo belajar saja sekarang yang fokus. Jangan urusin gue!" balas Fira.
"Fira gue serius, siapa cowo itu!?" tanya Sasha
penasaran.
"Kalau gue bilang dia cowo gue, apa lo akan
percaya?" tanya Fira dengan santai.
"Eh tunggu, lo kan masih pacaran sama si cupu itu kan? Jadi bagaimana hubungan lo sama dia? Udah putus kan?" tanya Sasha.
Fira bingung harus menjawab apa sekarang, tidak mungkin kalau dia mengatakan kalau orang yang dia foto adalah Leon si cowok cupu itu. Yang ada nanti malah ketahuan.
"Lo kaya gak tahu gue orang seperti apa."
"Tunggu, maksud lo. Jangan bilang kalau lo menduakan dia," gumam Sasha.
Fira sudah menjawab pertanyaan dia yang
sekarang. Sasha hanya merasa kepo saja dengan dirinya.
"Udah yah Sha, besok gue akan ceritakan semuanya sama lo," ujar Fira yang akhirnya memutuskan sambungan teleponnya.
Lalu dia melihat ada pesan masuk, dia kira dari Leon yang mengabari dirinya. Tetapi dia salah ketika membaca pesan tersebut yang ternyata dari Zahra. Wanita itu juga mengirimkan pesan dan ingin mengetahui tentang pria beropi yang dia upload.
__ADS_1
"Semua orang kepo tentang Leon," gumam Fira yang malah merasa senang sendiri. Mereka semuanya belum tahu saja dengan Leon yang sebenarnya.
BERSAMBUNG