
Fira benar tidur di rumah Amar sekarang, beruntung Amar punya kamar tamu yang bisa ditempati oleh siapa saja. Jadi Fira menginap di rumah ini karena dia tidak mau pulang ke rumahnya.
Sedangkan Leon dan Amar tidur di kamar sebelah yaitu kamar Amar sendiri. Sebenernya Leon sudah menyuruh Fira pulang tetapi wanita itu tetap tidak mau. Wanita itu menolak pulang dan Leon sendiri tidak tahu alasannya.
"Leon bangun udah pagi!"
"Lo hari ini akan ke sekolah kan?" ujar Amar sambil menepuk pipi Leon.
Leon akhirnya bangun karena mengingat malam ini dia menginap di rumah Amar. Lalu dia bangun karena teringat dengan Fira yang juga menginap di sini. Apa wanita itu sudah bangun?
"Lo beli sarapan gih, ini uangnya. Gue mau bangunin Fira dulu!"
Leon menyuruh Amar ketika pria itu yang memang sudah rapi menggunakan baju seragam sekolahnya. Dia hanya melakukan yang terbaik untuk dirinya saja.
"Gue jadi babu lo sekarang?" tanya Amar memutar bola matanya jengah.
"Sudah nurut saja kenapa!" balas Leon kesal.
"Iya, gue nurut."
Akhirnya Amar memutuskan untuk keluar rumah dan dia mencari sarapan untuk mereka bertiga. Sedangkan Leon memutuskan untuk mengetuk kamar yang ditempati oleh Fira sekarang.
"Fira, bangun!"
"Jangan sakiti aku," teriak Fira membuat Leon merasa khawatir.
Sampai dia membuka pintu kamar tersebut dan melihat Fira memejamkan matanya. Leon menaikan sebelah alisnya ketika Fira yang malah gundam.
"Aku mohon."
Leon khawatir akhirnya memutuskan untuk menghampiri Fira sekarang. Apa yang terjadi dengan wanita itu, dia seperti merasa truma.
"Hei, bangun."
Leon menepuk pundak Fira sampai wanita itu bangun dan menangis. Leon tidak mengerti apapun dan tiba-tiba saja Fira memeluk dirinya dengan begitu erat.
"Gue takut," gumam Fira.
Leon hanya terdiam saja ketika melihat Fira yang memang terisak seperti ini. "Lo tenang, ada gue."
Fira berusaha untuk menenangkan dirinya, lagi-lagi mimpi itu selalu menghantui dirinya. Dia bahkan merasa ketakutan sendiri sekarang ini.
Sampai dia sadar dengan posisinya saat ini, akhirnya Fira memutuskan untuk menjauhkan dirinya dari Leon.
"Makasih," gumam Fira.
"Lo mimpi buruk?" tanya Leon menaikan sebelah alisnya. Ada rasa kasian ketika melihat Fira yang seperti sekarang ini. Satu sisi yang Leon ketahui kalau Fira begitu sangat rapih.
"Iya, maaf."
__ADS_1
Fira hanya menundukkan kepalanya saja, lalu Leon melihat kearah Fira sekarang. Sebenernya dia ingin tahu yang terjadi dengan Fira, tetapi melihat keadaan Fira yang seperti ini membuat dia malah tidak tega.
"Lebih baik lo mandi sekarang, kita akan berangkat ke sekolah," ujar Leon.
Fira menggelengkan kepalanya lagi, dia tidak mau pergi ke sekolah karena pasti nanti dia akan menjadi bahan bullyan orang lain lagi. Dia tidak mau seperti itu, karena banyak orang yang sepertinya tidak suka dengan dirinya.
"Gue gak mau," kata Fira sambil menggelengkan kepalanya.
"Kenapa? Apa lo masih takut kalau bakal jadi bahan bullyan orang lain lagi?" tanya Leon menatap kearah Fira.
"Iya," jawab Fira.
Leon paham dengan keadaan Fira saat ini. Tetapi Leon sedikit merasa bersalah juga karena Fira dibully karena dirinya. "Lo gak usah khawatir. Nanti ke sekolah berangkat bareng gue," ujar Leon meyakinkan wanita itu agar pulang dengan dirinya.
"Baiklah."
Fira akhirnya memutuskan untuk kembali mandi, tetapi dia teringat dengan seragam sekolahnya. Punya dia kemarin kotor.
Leon yang paham pun menunjuk kearah meja. "Itu baju seragam buat lo," ujar Leon.
Fira tidak banyak bertanya dari mana Leon bisa mendapatkan baju seragam itu. Dia hanya mengambilnya saja dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Leon hanya melihatnya saja, lalu dia kembali duduk di ruang tamu sambil menunggu Amar yang sedang membelikan sarapan untuk dirinya.
"Leon, keluar lo!"
Terdengar suara teriakan dari luar, Leon menaikan sebelah alisnya ketika mengetahui hal tersebut. Dia langsung membuka pintu dan melihat rupanya Gumara datang ke sini.
"Kenapa lo ke sini?" tanya Leon dengan tatapan tajam.
"Di mana Fira sekarang? Gue tau kalau dia sama lo kan?" ujar Gumara menatap kearah Leon dengan tajam.
"Bukan urusan lo! Sekarang lo pergi dari sini." Leon berusaha untuk mengusir Gumara dari sini.
"FIRA KELUAR LO!" teriak Gumara yang hendak akan pergi masuk ke dalam rumah Amar, tetapi justru dihalangi oleh Leon.
"Lo gak sopan masuk ke dalam rumah orang sembarangan," hardik Leon kepada Gumara dengan tajam. Leon berusaha menghalangi Gumara untuk masuk ke dalam, dia yakin kalau Gumara pasti akan menyakiti Fira.
"Lo yang bisa gue laporin ke polisi dengan tuduhan sudah menculik anak gadis orang!" ujar Gumara.
Leon terdiam ketika mendengar perkataan dari Gumara barusan, benar yang dikatakan oleh Gumara. Tetapi Fira sendiri yang datang sendiri ke sini dan mau menginap di sini karena tidak mau pulang. Walaupun Leon sendiri tidak tahu alasan mengapa Fira tidak mau pulang ke rumahnya.
"Minggir, jangan halangi gue!" sinis Gumara.
"Lo gak boleh masuk ke dalam!" cegah Leon. Tetapi Gumara tidak menggubis perkataan dari Leon barusan.
Gumara hendak akan masuk kedalam tetapi Leon menarik tangan Gumara. Dia memukul Gumara dengan kencang. Begitu pun dengan Gumara yang kini tengah emosi.
Bugh!
__ADS_1
Sebuah pukulan melayang begitu saja kepada Leon, begitu pun dengan Gumara. Mereka berdua berkelahi di sini. Sampai wajah mereka kini babak blur sudah tidak terbentuk lagi. Tidak ada yang mau kalah satu sama lain.
Sampai pada akhirnya Fira keluar dari rumah ini karena melihat ada keributan di luar. Dia baru saja memakai baju seragam sekolahnya, dan dia melihat kearah Leon sekilas dengan pandangan khawatir. Sampai matanya kini melihat kearah Gumara juga.
Deg
Gumara bisa datang ke sini, Fira berpikir sejenak mengapa pria itu bisa datang ke sini. Lalu dia teringat dengan supir pribadi yang memang selalu mengantar dia ke tempat ini. Dia pasti yang memberikan alamat itu kepada Gumara.
Gumara tersenyum sinis ketika melihat ada Fira di sini. Ternyata benar dugaannya kalau Fira bersembunyi di rumah butut ini bersama dengan Leon.
"Ternyata benar kalau lo bersembunyi di sini, sekarang ikut gue!" maki Gumara yang kini hendak akan membawa Fira jauh dari sini.
Tetapi tangan kanan Fira sekarang sudah dicekal oleh Leon. "Dia bersama gue," balas Leon.
"Lo bukan siapa-siapa nya Fira, jadi mending jangan ikut campur," balas Gumara.
Leon tidak terima dengan ucapan dari Gumara barusan. Rasanya Leon merasa tidak tega melihat Fira yang malah dibawa pergi oleh Gumara saat ini. Leon yakin kalau Gumara pasti akan menyakiti Fira.
"Fira datang ke sini sendiri, dia akan bersama dengan gue," ujar Leon.
Gumara tersenyum tipis lalu dia melirik kearah Fira sekarang. "Kalau begitu, kita tanya kepada Fira saja sekarang, dia mau ikut bersama dengan gue atau sama lo."
Fira hanya menundukkan kepalanya saja, dia sedikit tidak berani jika berurusan dengan Gumara sekarang.
"Jawab Fira, lo mau sama gue atau Gumara?" tanya Leon yang kini menatap kearah Fira.
Leon berharap kalau Fira nanti akan memilih dirinya. Dia menatap kearah Fira sekarang. Berharap kalau wanita itu akan memilih bersama dengan dirinya.
Fira menatap kearah Leon, sebenernya dia ingin ikut bersama dengan Leon saja, tetapi dia teringat akan seseorang. Dia takut nanti Gumara akan semakin menyakiti orang tersebut.
Gumara tersenyum sinis sambil menatap kearah Fira sekarang. Mengingatkan wanita itu tentang seseorang yang disayangi oleh Fira sekarang ada bersama dengan dirinya. Itu yang membuat Gumara lebih gampang mengendalikan Fira.
"Kalau lo mau di sini bersama Leon. Gue pastikan lo tidak akan bisa melihat wanita itu lagi," bisik Gumara dengan tegas membuat Fira terdiam.
Fira benar-benar khawatir kalau Gumara akan berbuat sesuatu kepada orang yang dia sayangi.
Akhirnya dengan berat hati, Fira memejamkan matanya walaupun berat dengan pilihannya.
"Sorry Leon, gue akan ikut bersama dengan Gumara," jawab Fira.
Leon menatap Fira dengan kecewa. Padahal dia sudah menolong Fira kemarin. Lalu dia tersenyum sinis kearah mereka berdua sambil mengepalkan tangannya.
"Kalian, pergilah dari sini. Lo juga Fira, jangan pernah datang lagi ke tempat ini!" maki Leon yang kini merasa kecewa dengan Fira.
Sedangkan Gumara tersenyum dengan penuh kemenangan. Dulu Fira selalu mengendalikan dirinya tetapi sekarang Fira ada dalam kendali dirinya.
"Gue juga gak sudi menginjakkan kaki di sini," ujar Gumara yang kini menarik tangan Fira untuk pergi dari sini. Mendorong Fira masuk ke dalam mobilnya dengan paksa.
Sedangkan Leon benar-benar dibuat kesal dengan semuanya. "Sialan!"
__ADS_1
Leon menendang batu melampiaskan amarahnya karena Fira dengan mudah malah memilih untuk pergi bersama dengan Gumara. Ada hal yang ada di benak Leon sekarang. Apa Fira punya hubungan dengan Gumara?
"Sial kau Fira!" maki Leon yang kini malah menjadi frustasi.