SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
LEON MENEMUKAN FOTO LAMA


__ADS_3

"Apa lo mau kalau gue bantu?" tanya Amar kepada Leon. Amar mempunyai hutangbudi terhadap Leon, dia sudah menolong dirinya yang kesusahan dulu.


"Tidak untuk sekarang," gumam Leon yang bisa melakukannya sendiri untuk saat ini.


"Sayang sekali, padahal gue punya mantan yang memang bersekolah di sana juga," ujar Amar yang mengingat kalau dulu dia pernah punya kekasih di sekolah itu.


Gara-gara Amar jarang menghubungi wanita itu, alhasil dia salah paham dan malah meminta putus dengan dirinya. Padahal sayang sekali dulu hubungan dia dengan mantan kekasihnya baik-baik saja.


"Kalau lo bantu gue, nanti yang ada malah lo yang susah move on!" balas Leon dengan santai. Apalagi setelah tahu kalau Amar mempunyai mantan kekasih di sekolah baru yang sekarang Leon di sana. Walaupun Leon tidak tahu mantan kekasih Amar yang mana karena menurutnya itu tidak penting.


"Iya gak papa dong. Siapa tahu masih ada kesempatan untuk gue balikan," gumam Amar.


Leon menggelengkan kepalanya, dia tidak mau kalau nanti Amar jadi ikut terlibat sementara dia belum tahu situasi yang sebenarnya. Terlebih pelaku yang ada di dalam kepala Leon saat ini adalah antara Darda yang memang dekat dengan adiknya. Dan Gumara yang memang anak kepala sekolah yang tukang buli.


"Udah gak usah dulu. Nanti gue pasti akan mengubungi lo kalau memang butuh," gumam Leon yang kini mengambil kembali tasnya. Dia dia mengganti bajunya ke baju yang lebih santai lagi.


"Baiklah kalau begitu," ujar Amar.


"Oh yah, kalau ada wanita yang nyari gue ke sini, katakan kalau gue sedang keluar kalau gue gak ada di sini dan langsung hubungi gue nanti," jelas Leon yang tahu pasti Fira nanti akan mencari dirinya sampai ke sini karena memang dia mengira kalau ini adalah rumahnya.


"Jadi lo gunain rumah gue," gumam Amar.


"Sudah jangan banyak protes, lo mau bantu gue kan?" ujar Leon.


"Baiklah, jadi kalau dia tanya hubungan gue sama lo nanti, gue jawab gimana? Dia pasti datang ke sini dan nanti gue yang buka pintu, dia pasti akan tanya tentang gue juga," jelas Amar.


"Katakan saja kalau lo sepupu gue," jawab Leon dengan santai. Dengan begitu maka Fira tidak akan curiga dengan dirinya yang saat ini sedang menyamar menjadi cupu demi menyelesaikan sebuah misinya. Yaitu mencari orang yang sudah membuat adiknya celaka.


"Okeh kalau begitu," gumam Amar.


"Kalau begitu, gue pergi dulu. Makasih banyak atas bantuannya sob!" Leon mengatakan itu lalu dia keluar dari rumah Amar saat ini.


Sekarang dia tinggal memesan taksi online dan pulang ke rumah aslinya. Dia akan bertemu dengan keluarganya yang memang sudah lama tidak dia temui. Maklum saja karena selama ini Leon tidak tinggal di rumah kedua orangtuanya.


Hingga tak lama kemudian, Leon sudah sampai di tempat tujuannya. Dia merasa lebih tenang dari biasanya. Masuk ke dalam rumah dan sudah ada kedua orangtuanya yang menunggu dirinya di sini.

__ADS_1


"Leon, akhirnya kamu datang juga," ujar Indah ibu Leon.


"Mommy, aku lelah mau istirahat dulu," gumam


Leon.


Indah hanya mengangguk melihat kepergian dari anaknya saja. Dia tersenyum tipis dan memaklumi sifat anaknya yang memang dingin tidak seperti adiknya yang sedikit cerewet. Apalagi selama ini Leon tidak tinggal di sini dengan dirinya. Isimpan


"Bagaimana dengan misi kita, apa kamu sudah menemukan pelakunya?" ujar Rian yang melihat kearah anaknya.


"Daddy tenang saja, untuk saat ini aku memang belum menemukan pelaku. Tetapi aku sudah berjanji pasti akan berhasil menemukan orang tersebut."


Rian tersenyum mengangguk dengan rencana anaknya. Benar-benar seperti dirinya ketika saat muda, penuh dengan ambisi dan Rian senang melihat itu.


"Bagus kalau begitu," ujar Rian.


Indah kembali menatap kearah anaknya, dia sebenarnya ingin dekat dengan anaknya. "Kamu mau makan malam apa?" tanya Indah kepada anaknya.


"Apa aja mommy. Aku bukan orang pilih-pilih makanan," gumam Leon.


sekarang," ujar Indah kepada anaknya.


Leon mengangguk sambil tersenyum tipis. Lalu dia berjalan menuju kearah kamarnya. Dia memang jarang tinggal di sini dan kamarnya dulu juga masih seperti kamar anak-anak. Berbeda dengan kamar Lena yang ada disebelahnya.


Leon berjalan menuju kearah kamar Lena dan tanpa sengaja dia masuk ke dalam kamar tersebut. Dia melihat gambar adiknya dan teman-temannya yang terlihat dekat.


"Jadi benar yah, kalau Lena dan ketiga temannya dekat."


Leon melihat foto Fira dan teman-temannya yang lain. Sekarang dia percaya kalau mereka memang dulu dekat, tetapi yang membuat Leon penasaran adalah alasan pertemanan itu hancur.


"Darda," gumam Leon mengingat ucapan Fira yang memang adiknya dijauhi oleh temannya hanya karena dia membela Darda.


Hingga Leon lagi menemukan sebuah foto di mana itu adalah seorang pria, Leon mencoba untuk melihat dengan jelas foto tersebut karena orangnya membelakangi dirinya. Dia jadi kurang yakin untuk saat ini.


"Siapa dia? Dari postur tubuhnya memang tidak asing."

__ADS_1


Lalu Leon membolak-balik kertas foto tersebut. Dia membaca ada sebuah tulisan dari foto tersebut. Ada sedikit rasa terkejut ketika dia membacanya.


'Dia tengah bersedih karena cintanya ditolak oleh sahabatku, aku merasa kasian setiap kali melihat dia.'


Jleb..


Ada rasa yang tidak pernah dia rasakan selama ini, dia tidak pernah menyangka kalau semuanya akan menjadi seperti ini. Seperti mempunyai ikatan batin dengan adiknya ketika melihat ini.


"Kamu mencintai dia Lena?" Leon berbicara sendiri.


Lalu dia akhirnya memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya dan meninggalkan kamar Lena sekarang. Dia akhirnya masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Baru juga sampai kamarnya, tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada yang mengubungi dirinya. Dia melihat nama yang tertera di sana. Rupanya adalah orang suruhan dirinya.


"Hallo, ada apa?" tanya Leon.


"Kami melihat ada seseorang dengan menggunakan seragam sekolah datang ke ruangan adik tuan."


Leon menaikan sebelah alisnya ketika mendengar informasi tersebut. Siapa yang sudah datang menjenguk adiknya. Tunggu, tadi dia bilang kalau orangnya menggunakan seragam sekolah. Artinya memang temannya yang menjenguk adiknya. Leon bisa mencari informasi dari orang tersebut juga.


"Siapa orangnya? Apa kamu tahu namanya?" tanya Leon penasaran.


"Kami tidak tahu namanya. Tetapi dia adalah seorang pria," jawab orang tersebut.


"Pria?" tanya Leon dengan heran. Jika memang orang tersebut adalah pria, maka ada kemungkinan orang terdekatnya.


"Kalau begitu tetap awasi dia dan semua yang dia lakukan di rumah sakit itu, aku khawatir dia akan melakukan sesuatu kepada adikku," gumam orang tersebut.


"Baik Tuan Muda."


Leon langsung mematikan sambungan teleponnya, dia benar-benar sudah dibuat kesal untuk sekarang. Siapa orang yang sudah berani menjenguk adiknya secara diam-diam seperti itu.


Leon khawatir kalau orang itu akan berbuat jahat pada adiknya.


"Siapa dia?"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2