SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
Fira Membujuk Sasha


__ADS_3

"Aneh kenapa?" tanya Fira melirik kearah Amar.


"Lo bilang kalau Sasha selalu galau gara-gara gue?" tanya Amar yang kini merasa bahagia. Artinya memang Sasha mencintai dirinya.


Amar juga teringat dengan Darda yang memang tidak ada hubungan dengan Sasha. Dia merasa kalau memang ada yang sengaja merusak hubungan dirinya dengan Sasha dulu.


"Iya, dia bahkan jomblo terus selama dua tahun ini. Gak pernah pacaran lagi dengan orang lain," jelas Fira mengingat salah satu temannya. Fira berharap kalau memang Sasha dan Amar masih bisa kembali. Bagaimana pun, Fira bisa merasakan sendiri mengharapakan pria yang cuek.


Amar sekarang mulai percaya, kalau memang hubungan dirinya memang sudah terjadi kesalahpahaman. Entah siapa yang sudah membuat hubungan dirinya rengang dengan Sasha. Yang jelas Amar ingin bertemu dengan Sasha dan menyelesaikan semua masa lalunya selama ini.


"Lalu siapa orang yang dekat dengan Sasha? Dia bilang kalau Sasha udah dekat dengan Darda."


Fira terdiam karena memang dia sendiri juga tidak tahu dengan hal ini. Bahkan Fira tidak tahu hubungan Sasha di masa lalunya seperti apa. Mereka memang berteman tetapi tidak saling terbuka satu sama lain. Begitu juga dengan Zahra yang tidak mengatakan apapun tentang kehidupan dirinya.


"Gue gak tahu kalau tentang itu." Fira berkata jujur karena memang dia tidak tahu.


"Teman dekat Sasha, siapa saja selain lo?" tanya Amar penasaran. Dia yakin kalau orang yang sudah membuat dia putus dulu juga orang tersebut.


"Lena dan Zahra sih waktu itu. Hanya saja kita bertiga jauhin Lena," gumam Fira menyesali hal tersebut.


Amar hanya mengangguk paham dengan hal ini, dia harus memperbaiki hubungan dirinya dengan Sasha sekarang. Lena dan Zahra artinya harus dia tanyakan ke Sasha sendiri untuk menemukan jawaban yang sebenarnya. Tetapi bagaimana sekarang dia bisa bertemu dengan Sasha. Wanita itu saja sulit untuk dia hubungi, apalagi kalau Amar datang ke rumah wanita itu, yang ada dia diusir.


"Lo gak punya hp yah, gue lupa," gumam Amar yang ingin meminta bantuan kepada Fira.


"Hp gue diambil oleh Gumara, dia masih dikurung di kamarnya oleh Pak Rudi. Emangnya kenapa?" tanya Fira melirik kearah Amar.


Amar tersenyum dengan penuh arti, beruntung dia punya nomor Sasha yang diberikan oleh Dino padanya. Tetapi dia begitu gengsi ketika untuk menghubungi wanita itu. Tidak salahnya juga jika dia meminta bantuan dari Fira bukan.


"Gue boleh minta tolong gak sama lo," ujar Amar yang kini menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia terlihat begitu salah tingkah sekali jika berhubung dengan Sasha.


"Kenapa?" tanya Fira heran.


Amar memberikan ponselnya kepada Fira. Lalu dia tersenyum sambil memohon kepada wanita itu. Hubungin Sasha yah, suruh dia datang ke sini."


Fira hanya mengangguk sambil tersenyum paham, rupanya Amar ingin bertemu dengan Sasha sekarang. Fira juga bisa melihat Amar yang salah tingkah ketika meminta bantuan pada dirinya.


"Jangan bilang kalau lo masih punya perasaan dengan dia?" tebak Fira.


"Lakukan yang gue mau," ujar Amar, setelah mengatakan hal tersebut Amar akhirnya memutuskan untuk pergi ke dapur. Dia melihat ibunya Fira yang kini akan memasak.

__ADS_1


Fira hanya menggelengkan kepalanya saja ketika melihat tingkah dari Amar. Akhirnya Fira memutuskan untuk menghubungi Sasha. Dia mencari nomor Sasha dengan nama wanita itu, tetapi dia malah tidak menemukannya sama sekali.


Sampai dia menemukan nama dengan tulisan My Love membuat Fira ingin tertawa sendiri. Rupanya Amar masih menyimpan nomor Fira dengan nama seperti itu.


Fira memencet tombol panggil dan menunggu wanita itu akan mengangkat telepon dari dirinya. Sedangkan Amar malah berdiri dan memutuskan untuk pergi ke dapur karena tidak mau mendengar pembicaraan mereka.


Awalnya terdengar tidak diangkat, lalu akhirnya nomor tersebut terangkat dan membuat dia merasa lega. Fira berharap dengan ini, dia bisa membantu Amar. Anggap saja sebagai hutang budi karena pria itu sudah mengizinkan dia tinggal di sini bersama dengan ibunya.


"Ngapain lo Amar menghubungi gue!" ketus Sasha membuat Fira malah ingin tertawa.


Wanita itu berkata ketus kepada Amar, padahal ketika di kelas, Sasha adalah wanita paling galau karena memikirkan tentang Amar terus. Ini yang membuat Fira heran, rupanya Sasha punya sifat yang gengsi dan bertolak belakang dengan dirinya sendiri.


"Gue bukan Amar."


"Tunggu gue gak asing dengan suara lo, ini lo Fira? Kok lo bisa sama Amar? Ini gue gak salah angkat telepon kan? Ini beneran nomor Amar."


Sasha malah jadi heboh sendiri sekarang ini. Apalagi setelah mendengar suara Fira sekarang ini. Sasha begitu terkejut karena artinya Amar sedang bersama dengan Fira.


"Eh iya ini gue Sha. Gue pake nomor Amar karena ponsel gue diambil oleh Gumara."


"Kok bisa ponsel lo ada sama Gumara?" tanya Sasha.


Fira lupa kalau Sasha memang tidak tahu kalau dia saudara tiri dari Gumara. Tidak ada yang tahu tentang hal tersebut kecuali Lena. Bahkan Zahra juga tidak tahu kalau dia punya hubungan dengan Gumara.


"Terus gimana caranya lo bisa kenal dengan mantan gue, apa lo punya hubungan?" tanya Sasha yang penasaran sekaligus merasa curiga dengan Fira.


Wanita itu sepertinya memang menyembunyikan sesuatu, di mata Sasha memang Fira tidak pernah terbuka dengan dirinya. Buktinya saja setelah dia berteman hampir dua tahun ini, baru kali ini dia mengetahui rumah Fira yang sebenarnya.


Bahkan Sasha sempat berpikir kalau Fira adalah anak pejabat pemerintah karena di depan rumahnya banyak sekali penjaga. Tetapi rasanya memang tidak mungkin.


"Panjang kalau harus gue ceritakan sekarang, yang jelas gue sekarang ada di rumah Amar, lo kalau mau nemuin gue ke sini aja. Nanti gue ceritakan semuanya," ujar Fira menjelaskan semuanya pada Sasha.


"Lo tinggal bareng Amar?" tanya Sasha terkejut dengan hal ini. Dia tidak menyangka kalau Fira bisa tinggal bersama dengan Amar di tempat ini.


"Iya, gue tinggal bersama Amar dan Leon. Kalau mau lebih jelasnya mending lo datang ke rumah Amar."


"Okeh kalau begitu, gue akan datang ke sana nanti, gue gak bisa keluar rumah tanpa alasan," jelas Sasha yang memang kedua orangtuanya posesif pada Sasha. karena ingin anaknya pinter dan harus fokus belajar terus.


"Yaudah yah Sha, gue gak bisa lama karena pake nomor Amar. Gue tutup dulu yah," akhirnya Fira memutuskan sambungan teleponnya.

__ADS_1


Dia sudah berhasil membujuk Sasha untuk datang ke rumah ini. Dia hanya berharap kedua pasangan itu akan bersatu kembali. Setidaknya dia akan merasa bahagia, Kimi tinggal menunggu Lena sadar dari koma juga gara bisa tahu kalau Darda selama ini mencinta Lena. Kalau tentang hubungan dirinya, Fira sendiri tidak Tahu.


Leon juga sepertinya sudah membencinya sekarang.


"Gue gak boleh berharap sama Leon," gumam Fira yang berusaha menganggap Leon sebagai teman saja sekarang. Lagian hubungan mereka juga sudah berakhir dan Leon sudah tahu sisi gelap dirinya.


Fira berjalan kearah dapur dan melihat ibunya yang sudah selesai masak bersama dengan Amar yang membantunya. Amar baik dan sedang menata makanan buatan ibunya. Lalu menyadari kehadiran Fira yang berjalan kearah dapur.


"Sudah selesai?" tanya Amar ketika melirik kearah Fira.


"Iya, sudah selesai. Sasha berkata akan datang ke sini nanti. Paling ngabarin lo lagi kalau mau datang," jelas Fira. Amar hanya mengangguk sambil tersenyum.


Thanks karena lo sudah mau bantu gue."


Fira mengangguk paham, lalu dia duduk di meja makan bersama ibunya dan juga Amar. Dia merasa ada yang kurang karena Leon belum datang ke sini. Di mana pria itu sekarang? Fira merasa khawatir kalau Leon memang benar sedang mengindar dari dirinya.


"Leon kok belum pulang?" tanya Fira yang tidak melihat Leon.


Amar lupa untuk mengatakan hal ini kepada Fira, pasti sekarang wanita itu akan curiga dengan dirinya. Lalu apa yang harus dia lakukan sekarang? Tetapi dia tiba-tiba ingat dengan ucapan Leon tadi sore kepada dirinya.


"Kenapa? Kok lo malah diam?" tanya Fira yang kini mengkhawatirkan Leon.


"Eh iya maaf gue lupa ngabarin lo kalau hari Leon akan menginap di rumah Dino. Mungkin dia akan mengerjakan tugas sekolah," gumam Amar. Dia berbohong karena Leon seorang sedang bersama dengan papah angkatnya untuk menyelidiki tentang keluarga Darda.


Fira hanya menganguk percaya dengan ucapan dari Amar, dia sudah lama tidak sekolah sekitar satu minggu ini. Bahkan dia mungkin sudah ketinggalan pelajaran sekarang. Fira juga takut untuk kembali sekolah sekarang, Gumara dengan ayah tirinya pasti akan mencari keberadaan dirinya.


"Gue dikurung terus dulu, jadi gak tahu kalau banyak tugas sekarang," gumam Fira.


"Sudah kalau begitu kalian makan yah," ujar Susan kepada Fira dan Amar. Susan sebenernya tahu kalau anaknya tengah sedih karena membahas tentang sekolah. Apalagi Susan tahu kalau Fira susah satu minggu tidak sekolah.


"Makasih banyak yah Tante. Senang ada tante di sini," gumam Amar yang merasa bahagia.


Fira terdiam memikirkan tentang Gumara. dia takut nanti kalau Gumara akan datang ke sini, apalagi pria itu tahu tentang rumah ini.


"Gue khawatir kalau Gumara akan datang ke sini," gumam Fira.


"Lo tenang saja, gue dan Leon sudah punya kartu as mereka," gumam Amar sambil tersenyum penuh arti.


-Jangan lupa follow, komen dan share  teman-teman! Terus masukin cerita ini ke reading list kalian atau bisa share cerita ini ke temen-temen kalian biar banyak yang baca hehe..

__ADS_1


Sekian dulu yaa


Sampai jumpa di part selanjutnya


__ADS_2