SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
KENCAN FIRA DAN LEON


__ADS_3

Leon menonton film bersama dengan Fira dua jam, rupanya wanita itu suka menonton film drama bucin dan Leon malah memutar bolanya karena dia tidak suka. Tetapi karena dia melakukan itu demi mengetahui semuanya lewat Fira jadi Leon melakukannya.


"Gimana film yah tadi, bikin baper kan?" tanya Fira melirik kearah Leon.


"Nggak!" jawab Leon dengan jujur karena dia tidak terlalu menikmati film tersebut. Malah dia tadi terus saja memainkan ponselnya mengecek rumah sakit lewat orang-orang suruhannya.


Bukan tanpa alasan dia mengecek rumah sakit, karena ini adalah hari weekend dan bukan tidak mungkin kalau Darda datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan adiknya. Makanya dia tidak terlalu fokus dengan menonton film. Lagian menurutnya film tersebut terlalu bucin dan banyak drama. Bukan tipe tontonan pria seperti Leon. Dia lebih suka menonton film ganre action yang menurutnya lebih menantang.


"Iya sih, gue lirik lo tadi main hp terus pas lagi nonton. Emangnya siapa yang kirim lo pesan?" tanya Fira dengan sedikit menyelidik.


Leon malah tertawa sedikit, dia memang tahu yang harus dilakukan untuk saat ini. "Lo cemburu?"


"Ngapain juga gue cemburu? Yang jelas pasti gue lebih cantik dari orang lain!" Ketus Fira dengan percaya diri.


Leon mengangguk paham kalau Fira memang orang yang sedikit terlalu percaya diri. "Gue cuman chatan dengan Amar, dia sengaja ingin ganggu gue!" bohong Leon agar Fira tidak curiga.


"Yaudah, lagian gue juga gak peduli," balas Fira.


"Yaudah kalau begitu, gak usah tahu urusan gue,"


balas Leon. Fira hanya mengangguk saja, lalu dia kembali menarik tangan Leon karena dia merasa lapar, mungkin


ada baiknya jika dia sekarang pergi untuk memesan


makanan.


"Ayo kita makan dulu. Gue suka makan di sini," ajak Fira.


"Yaudah kalau begitu," ujar Leon yang hanya bisa pasrah saja. Dia memilih tempat duduk yang dipojok karena tidak terlalu ramai orang.


Fira paham dengan Leon, dan dia langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan yang akan dia pesan.


"Ayam tambah nasi dan kentang goreng yah. Tidak lupa saus sambalnya. Minumnya es teh. Dua porsi yah dengan pacar saya!" Fira mengatakan hal tersebut kepada seorang pelayan.


"Baik, silahkan tunggu."


Leon sedari tadi hanya bisa diam saja, membiarkan Fira sendiri yang memesan. Dia yang nanti akan membayarnya. Lagian Fira tidak akan curiga kalau dia hanya membayar makan sama.

__ADS_1


"Lo seiring datang ke sini?" tanya Leon yang memang baru datang ke tempat ini. Bisa dibilang kalau Leon jarang makan di tempat nongkrong seperti ini. Dia sebenernya lebih suka tempat yang sepi dan dia dulu selalu menyewa tempat VIP. Kadang juga dia selalu datang ke rumah Amar yang sudah seperti basecamp nya sendiri dengan para teman-temannya dulu. Sebelum dia pindah sekolah dan berpura-pura menjadi pria cupu.


"Iya, gue kadang-kadang suka nongkrong di sini bareng teman-teman gue. Tetapi sekarang kayanya mereka pada sibuk deh, jadi yah gitu," jawab Fira sambil menundukkan kepalanya. Dia selalu sendirian dan membuat dia malah merasa jadi kesal sekarang ini.


"Teman-teman lo pada sibuk?" tanya Leon penasaran.


"Iya, Zahra ikut OSIS dan udah gak ada waktu buat gue. Sekarangkan Sasha malah disuruh belajar oleh kedua orang tuanya karena dia ikut olimpiade terus," gumam Fira menceritakan semuanya.


"Lo sendiri gak berusaha untuk menyibukkan diri?" tanya Leon penasaran.


"Gue bukan tipe orang seperti mereka yang pada rajin. Gue lebih suka jalan-jalan kaya gini sambil menghabiskan waktu."


Leon paham sekarang, apa mungkin ini alasan Fira sering berganti pasangan, agar dia punya teman untuk diajak ke mana pun dia mau.


"Alasan lo berganti pasangan buat temanin lo begitu doang?" tanya Leon.


Fira mengangguk membenarkan semuanya. "Bisa dibilang begitu. Tetapi rata-rata mereka semuanya tidak betah dekat lama dengan gue, mungkin karena Gumara masih terobsesi dengan gue. Jadi setiap ada orang yang dekatin gue, semuanya dibully oleh dia."


Sedikitnya sekarang Leon paham tentang wanita itu. Tentang alasan dia untuk mempunyai pria di mana-mana. Ternyata demi bisa menghindar dari Gumara. Tetapi tetap saja Fira salah di sini.


"Harusnya lo lawan saja si Gumara itu."


Leon yang mendengar itu pun mengepalkan tangannya, jadi itu alasan yang sebenarnya. Dia sudah paham sekarang ini. Memang Gumara mempunyai kekuasaan di sini karena ayahnya. Tetapi kepala sekolah itu tidak mengatur ini semuanya dengan baik.


"Gue paham sekarang, makasih karena lo sudah mau menceritakan semuanya sama gue," gumam Leon.


Sampai makanan yang mereka pesan sudah datang. Pelayan tersebut menaruhnya dengan baik di meja ini. Dia merasa lebih tenang karena semuanya sudah berjalan baik.


Fira mengambil ponselnya, entah kenapa dia ingin mengabaikan momen ini. Dia memotret foto Leon secara diam-diam karena dia tahu dari Amar, kalau Leon tidak suka di foto.


Leon menyadari kalau Fira memotret dirinya." Hapus gak!" marah Leon.


"Udah sih, gak papa! Mau gue posting. Lagian gak akan ada yang ngeh kalau ini adalah lo, nih liat hasil dan foto gue. Muka lo ketutup oleh topi!"


Fira menjelaskan begitu saja, lalu dia langsung meng-upload foto tersebut ke akun sosial media miliknya. Entah mengapa dia merasa sangat nyaman dengan hal ini.


Sedangkan Leon malah mendengus kesal, Fira memang semaunya sendiri. Akhirnya Leon memilih untuk fokus makan saja.

__ADS_1


Fira kembali menaruh ponselnya setelah dia berhasil meng-upload fotonya bersama dengan Leon. Dia yakin kalau ini akan menjadi heboh nantinya.


"Lo diam saja? Lo marah sama gue karena gue tadi mengambil foto lo sembarangan?" tanya Fira.


Leon tidak menjawab apapun juga, auranya kini malah terlihat begitu dingin.


Fira menghela napas panjang ketika Leon yang kini malah merajuk. "Gue minta maaf kalau begitu."


"Lain kali jangan melakukan itu lagi, gue gak suka!" balas Leon.


"Iya jangan marah, lagian muka lo juga gak keliatan, semua orang gak akan menyangka kalau ini adalah lo yang sebenarnya. Apalagi Lo kan masih nyamar," gumam Fira.


Leon diam sambil makan, dia memahami yang dikatakan oleh Fira barusan. Untung saja mukanya tidak terlalu keliatan sama sekali.


Sampai ponsel milik Leon berdering kembali. Ada sebuah notifikasi masuk dari salah satu anak buahnya yang memang dia suruh untuk menjaga Lena sebagai bodyguard nya.


Dia menaikkan sebelah alisnya ketika melihat ternyata anak buahnya mengirimkan dia sebuah video. Di sana terlihat Darda dan Dino sedang ada di depan rumah sakit di mana Lena beranda.


"Sial, apa mereka bekerjasama?" maki Leon. Tetapi kalau di ingat lagi, waktu Dino sedang dibully dan di sana ada Darda yang menolong Dino. Apa mungkin mereka dekat sejak saat itu.


Fira menaikan sebelah alisnya ketika mendengar umpatan dari Leon barusan. "Kenapa?"


Leon lupa kalau dia di sini tidak sendiri, masih ada Fira yang pasti mendengar umpatan dirinya. Mungkin dia akan bertanya kepada Fira, siapa tahu memang pria itu tahu jawabannya.


"Lo tahu kedekatan antara Darda dengan Dino?" tanya Leon kepada Fira.


"Memangnya kenapa dengan mereka? Setahu gue, selama ini Dino gak punya teman kecuali Lena, dan kini yang gue tahu dia dekatnya sama lo," jawab Fira yang memang tahu di kelas saja.


Dengan Darda memang mereka berbeda kelas, ini yang membuat dia mungkin tidak tahu juga.


Leon memberikan ponselnya pada Fira dan memperlihatkan sebuah video yang dikirimkan oleh anak buahnya.


Fira.


"Gue malah baru tahu kalau mereka dekat," gumam


Leon mengepalkan tangannya, entah kenapa dia merasa kalau memang ada yang disembunyikan oleh Dino. Padahal pria itu sudah berjanji akan membantu dia untuk mengungkap kasus tersebut.

__ADS_1


"Dino, awas saja kalau berbohong!" marah Leon.


__ADS_2