SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
FIRA MENCERITAKAN KEJADIAN


__ADS_3

Fira menatap kearah Leon dengan sekilas, dia menyadari kesalahannya untuk saat ini. Dia merasa bersalah karena memang dulu posisinya sulit. Terlihat pada saat itu, posisinya sulit, teman-temannya sedang marahan.


Leon menatap kearah Fira dengan tajam. Ada rasa


kesal karena secara tidak langsung memang Fira dan teman-temannya itu meninggalkan Lena.


"Lo secara gak langsung ninggalin dia!" maki Leon


mengepalkan tangannya.


"Gue tahu kalau salah, makanya gue minta maaf."


Fira berusaha untuk meminta maaf karena memang menyadari kesalahannya. Bahkan dia tidak yakin kalau semua ini salah dirinya.


"Sudahlah," gumam Leon yang sudah pasrah dengan hubungan pertemanan antara Fira dan adiknya. Sekarang dia harus mengetahui kasus yang terjadi dengan adiknya.


"Lo maafin gue kan?" pinta Fira yang memang sedikit merasa bersalah juga dengan hal ini.


Leon hanya mengangguk lalu dia menatap kearah Fira dengan sekilas. "Lo sudah tahu tentang kecelakaan yang terjadi dengan Lena, dia jatuh dari tangga dan banyak luka fisik di sekujur tubuhnya."


Fira menoleh kearah Leon dengan pandangan yang sedikit serius. Dia hanya mengetahui kalau Lena jatuh dari tangga tetapi tidak dengan luka di sekujur tubuhnya.


"Gue hanya mengetahui kalau Lena jatuh dari tangga, penyebabnya tidak diketahui. Ada yang bilang kalau dia niat bunuh diri karena cintanya kepada Darda tidak kesampaian," jelas Fira.


Leon terdiam mencerna kejadian yang menyebabkan adiknya celaka. Apa mungkin ini alasan mengapa Darda selalu datang ke rumah sakit. Dia merasa bersalah karena Lena yang kecelakaan. Lalu bagaimana dengan luka di sekujur tubuhnya.


"Bagaimana dengan lukanya? la bukan hanya terjatuh dari tangga kalau seperti itu!" balas Leon dengan raut wajah yang sedikit heran dan malah jadi marah.


"Mungkin saja memang ini ada hubungannya dengan Gumara. Selama ini dia yang selalu membully Lena dan Dino. Ada kemungkinan kalau Dino tahu tentang hal itu," jelas Fira.


Leon terdiam, pasalnya Dino tidak menceritakan tentang pembullyan yang terjadi dengan dirinya. "Dino hanya bilang kalau dia dan Lena dibully oleh Gumara, tetapi dia tidak menjelaskan pembullyan yang sebenarnya," gumam Leon.


Fira berpikir sejenak, "Apa mungkin kalau Dino juga takut dikeluarkan dari sekolah ini? Gumara menutup kasus ini," jelas Fira.

__ADS_1


Leon menatap kearah Fira dengan sekilas, dia kali ini sudah mendapatkan sedikit pencerahan. "Jadi Gumara yang menutup kasus ini?"


"Orang yang bisa menutup kasus ini adalah orang dalam, yang jelas punya kekuatan di sekolah. Siapa lagi kalau bukan Gumara," gumam Fira memberitahu Leon.


Sekarang Leon paham, jika benar adiknya mencoba untuk bunuh diri, tetapi motifnya belum diketahui. Bisa saja karena Darda karena adiknya mencintai Darda, atau dia lelah frustasi selalu dibully oleh Gumara.


Leon tiba-tiba teringat kalau kedua pria itu juga mencintai Fira. Dia mungkin akan menggunakan Fira untuk membuat kedua pria itu marah. Dua pria yang harus diselidiki dan mencurigakan.


"Dua pria itu mencintai Lo kan? Darda dan Gumara ?" tanya Leon menatap kearah Fira.


Fira menatap kearah Leon ketika menanyakan tentang hal tersebut. Dua orang yang disebutkan oleh Leon memang ada benarnya.


"Kalau Gumara, setiap ada orang yang mendekati gue, dia selalu membully atau menyakiti orang tersebut untuk jauh dari gue. Itu yang membuat dia merasa tidak nyaman, dia seperti terobsesi terhadap gue," jelas Fira yang memang tidak suka dengan pria seperti Gumara. Pria yang bisa dikatakan biang masalah dan selalu bersembunyi dibalik ketiak ayahnya yang kepala sekolah.


Leon paham sepertinya Fira tidak suka dengan Gumara. Makanya dia terus menjauh dari Gumara. Tetapi sepertinya Gumara masih terobsesi dengan Fira. Tinggal satu pria yang belum dia ketahui. "Lalu Darda?"


"Darda tiba-tiba menjadi pria yang dingin dan cuek, apalagi setelah Lena orang yang mengejar dirinya celaka. Gue gak tahu yang terjadi dengan dia, tetapi sepertinya dia sudah tidak punya perasaan dengan gue lagi."


"Dia gak pernah dekatin lo lagi sekarang?" tanya Leon penasaran.


Leon paham sekarang, walaupun dia tidak tahu alasan Darda menjauh dari Fira. Mungkin saja memang Darda berusaha untuk melupakan Fira.


"Gue sebenernya ingin menyelesaikan kasus yang terjadi dengan Lena, gue masih belum percaya kalau dia beneran celaka karena percobaan bunuh diri. Apalagi kasus ini bukan di masukan ke pihak yang berwajib dan malah ditutup oleh pihak sekolah."


Leon akhirnya menceritakan semua niat aslinya bersekolah di sini kepada Fira. Dia tidak ingin menutupi lagi kejadian yang sudah menimpa adiknya itu. Semuanya harus terungkap dengan baik.


Fira paham dengan Leon saat ini. Bagaimana pun dia pernah berteman dengan Lena dulu. Dia merasa bersalah karena dulu memilih egois. Fira menepuk pundak Leon dengan sekilas.


"Lo tenang saja, gue akan berusaha membantu lo," ujar Fira dengan tulus. Dia akan membantu Leon menyelesaikan semua kasus ini.


Leon terkejut ketika mendengar penuturan dari Fira barusan. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Leon akan membantu dirinya.


"Jadi lo serius akan membantu?"

__ADS_1


"Iya, gue serius akan membantu lo, oh yah sudah hampir mau malam, kalau begitu gue pamit dulu yah," ujar Fira yang berpamitan kepada Leon.


Leon mengangguk sambil tersenyum tipis kepada Fira. "Makasih banyak."


Fira menoleh kembali kearah Leon, dia tersenyum tipis. "Oh yah jangan lupa besok minggu kita kencan yah


Leon hanya mengangguk sambil mengantar Fira yang kini keluar dari rumah Amar. Entah ada perasaan bahagia dalam hatinya ketika melihat Fira yang tulus.


"Satu lagi, gue tahu lo bukan pria yang cupu, besok kita kencan lo bisa bergaya asli lo," ujar Fira lagi.


Leon tersenyum tipis saja, lalu memperhatikan Fira yang kini sudah kembali masuk ke dalam mobilnya. Leon hanya memperhatikan dia dengan sekilas saja. Dia tidak menyangka dengan yang terlihat saat ini.


Sampai mobil Fira hilang, dia kembali masuk kedalam rumah milik Amar. Pada saat yang bersamaan, Amar juga keluar dari dapur.


"Dia beneran pacar lo?" tanya Amar yang memang penasaran. Pasalnya baru satu minggu Leon bersekolah di sana, tetapi sudah punya pacar saja. Apalagi dengan penampilan yang cupu.


"Dia ngajak gue pacaran karena taruhan sama temannya. Gue mau pacaran sama dia karena ingin tahu tentang Lena," jelas Leon.


"Jadi, maksud lo simbiosis mutualisme begitu? Kalian akan putus nanti?" ujar Amar tidak percaya dengan temannya. Mereka sepertinya sama-sama saling menguntungkan satu sama lain.


"Iya bisa dibilang begitu."


"Apa lo gak punya perasaan sama wanita tadi? Gue liat sih dia cantik," goda Amar.


"Berisik lo! Gue pulang takut dicari nyokap sama


bokap!"


Amar melihat tingkah aneh dari Leon yang menurut dirinya lucu. Amar yakin kalau Leon pasti punya rasa dengan Fira. Tetapi dia masih menyembunyikan rasa itu.


"Salam buat Tante Indah dan Om Rian."


"Gue pulang dulu, kalau besok ada Fira, hubungi

__ADS_1


gue lagi." Leon hanya mengatakan itu, lalu dia memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya.


BERSAMBUNG


__ADS_2