
Leon hanya membalas oke pesan dari Amar. Dia masih menyelidiki tentang Lena lewat Dino. Apalagi setelah informasi kalau Dino adalah teman dekat Lena setelah jauh dari ketiga temannya.
"Jadi, Gumara terlibat dalam kasus Lena?"
"Itu hanya asumsi gue, sampai sekarang tidak ada bukti sama sekali yang membuat Gumara bersalah. Siswa lain tidak ada yang berani untuk mengungkap kasus tersebut karena takut dikeluarkan dari sekolah," jelas Dino.
"Kalau begitu, gue yang akan mengungkap kasus tersebut. Kita harus mencari bukti kalau Gumara bersalah!" ujar Leon yang benar-benar ingin mengungkap semuanya.
"Lo yakin? Masalahnya tidak semudah itu," jelas Dino yang memang tahu kalau Gumara benar-benar sulit.
"Gue yakin, kalau kita terus seperti ini maka, sampai kapan pun gak akan menemukan pelakunya. Lo mau kan bantu gue?" tanya Leon kepada Dino.
"Baiklah, gue akan berusaha buat bantu lo."
Dino mengatakan itu dan Leon menjabat tangan pria itu sebagai kesempatan antara mereka berdua. Hal tersebut harus mereka lakukan agar jadi lebih baik.
Setelah menjabat tangannya dengan manis, akhirnya Leon memutuskan untuk pulang ke rumah Amar, karena dia kembali mendapatkan pesan kalau Fira sedang ada di sini.
"Kalau begitu, gue pamit pulang dulu."
Dino hanya mengangguk sambil tersenyum. Dia memakan kentang goreng dan saus. "Makasih traktirannya."
Leon hanya mengangguk lalu dia tersenyum tipis. Memang kalau mau berbicara dengan Dino harus sambil memberi pria itu makan. Setidaknya otaknya kembali menjadi encer untuk mengingat semuanya.
Setelah itu, Leon naik motor yang dia pesan lewat aplikasi online. Dia memberikan alamat Amar karena dia akan datang ke sana. Sambil di jalan, dia memikirkan alasan kenapa dirinya sampai telat sampai rumah.
Tidak ada salahnya kalau dia bilang habis nongkrong bersama dengan Dino, toh mereka juga benar habis di tempat makan sambil membelikan Dino kentang goreng.
Sementara di rumah Amar.
Fira saat ini sudah mulai merasa bosan, Leon seperti belum terlihat batang hidungnya sama sekali. Ada rasa khawatir dan curiga kepada Leon saat ini.
Amar diam-diam memperhatikan tingkah dari Fira. Padahal dia sudah memberikan cemilan untuk Fira agar bisa menunggu lama. Amar sendiri merasa heran karena Leon malah sedikit datang terlambat.
"Lo masih menunggu Leon yah, nanti juga dia akan datang kok. Tidak usah khawatir," gumam Amar berusaha untuk meyakinkan.
"Chat dari gue gak dibalas, gue hanya khawatir sama dia."
"Tidak usah khawatir, dia pasti akan pulang selamat. Tadi gue sudah menyuruh dia pulang."
__ADS_1
Sampai tak lama kemudian, terdengar suara motor dari luar. Amar tersenyum karena sudah mengira kalau orang itu adalah Leon.
Begitu pun dengan Fira yang sepertinya begitu sangat bahagia. Dia sudah tidak sabar melihat ekspresi wajah Leon yang pasti terkejut ketika melihat dia datang ke rumahnya.
Leon membuka pintu rumah Amar, dia melihat ada Fira di sini. Sudah Leon duga dari awal kalau memang Fira begitu penasaran dengan kehidupan dirinya.
"Ngapain lo ke sini?" tanya Leon dengan sedikit ketus. Apalagi dia tahu kalau Fira bermaksud untuk menemui dirinya.
"Gue ke sini buat nemuin pacar gue lah. Lagian lo ke mana saja? Jam 4 baru pulang!"
Fira terlihat begitu marah kepada Leon karena dia
sudah menunggu pria itu pulang. Leon melihat kearah Fira sekilas. "Gue habis ke
kafe bareng Dino."
"Lo berdua sama dia? Kok gue curiga," ujar Fira.
"Gue masih normal jika lo ngira gue gay!" balas Leon dengan santai.
Sedangkan Amar sudah seperti nyamuk saja di sini. Kerjaan dia hanya memperhatikan sepasang kekasih yang sedang berdebat. Akan lebih baik jika dirinya pergi ke dapur saja.
"Kalian lanjutkan berdebatnya. Gue mau ke dapur dulu!"
Leon melihat kepergian dari Amar dengan sekilas. Kini hanya ada dia dengan Fira saja di ruangan ini. Leon mencekal tangan Fira dan menyuruh dia untuk kembali duduk.
Sedangkan Fira hanya menuruti keinginan Leon saja. "Sudah lepas tangannya!"
Leon menyadari tangannya yang tadi mencekal Fira. Lalu kini kembali menghadap kearah wanita itu.
"Untuk apa lo datang ke rumah gue?" tanya Leon menatap tajam.
"Karena gue kangen!" balas Fira sedikit menggoda Leon.
"Gak usah bohong! Gue tahu lo tipe cewe seperti apa! Jadi, katakan maksud lo datang ke rumah gue?" kata Leon dengan pandangan matanya yang begitu tajam seakan membunuh mangsanya secara perlahan.
Mata elang milik Leon membuat Fira sedikit merinding. Sepertinya pria itu saat ini dalam keadaan yang kurang baik. Akan lebih baik jika dirinya menjelaskan semuanya sebelum singa itu mengamuk.
"Okeh gue minta maaf karena datang ke rumah lo, tanpa memberitahu lo terlebih dahulu. Lo butuh informasi tentang Lena bukan? Gue akan sedikit menceritakan masa lalu gue dengan dia," terang Fira.
__ADS_1
Kali ini Leon merasa tertarik dengan pembahasan Fira barusan. Dia memang saat ini membutuhkan informasi tersebut.
"Kalau begitu, lo bisa menceritakan semuanya," gumam Leon dengan santai.
Fira tersenyum melihat Leon yang begitu antusias dengan cerita dirinya. Ini saatnya dia menceritakan semuanya kepada Leon.
"Tapi dengan satu syarat, hari minggu lo harus kencan bareng gue!" ajak Fira dengan senyuman penuh artinya.
Leon menatap tajam kearah Fira, wanita itu pasti ada maunya. Dia sudah bisa menebaknya dari awal.
"Kalau gue gak mau, gimana?"
"Kalau lo gak mau, maka gue gak akan menceritakan semuanya sama lo," ujar Fira dengan santai dan dia hendak akan pergi. Tetapi Leon mencegah tangan Fira untuk pergi karena memang dia butuh informasi tentang Lena.
"Okeh gue akan menuruti keinginan Lo, sekarang mending lo katakan yang sebenarnya. Bagaimana hubungan lo dengan Lena?" tanya Leon.
Fira tersenyum puas mendengar Leon yang mau berkencan dengan dirinya. Itu artinya dia bisa dengan mudah dekat dengan pria seperti Leon.
"Seperti yang pernah gue katakan dulu sama lo, kalau gue dulu pernah berteman dengan Lena. Sebelum akhirnya dia menjauhkan dirinya dari gue karena terus membela Darda, dia jadi bersama dengan Dino terus di kelas. Tidak ada satu orang pun yang mau berteman dengan dia."
"Kenapa begitu?" tanya Leon penasaran.
"Gue gak tahu, tapi semenjak saat itu, Lena selalu diganggu oleh Darda, begitu pun dengan Dino yang selalu menjadi korban bullying mereka."
Leon mendengarkan penjelasan dari Fira sekilas, sedikitnya sekarang dia sudah tahu tentang hal itu.
"Lalu?" tanya Leon yang ingin tahu kelanjutan semuanya.
"Dia di cap murahan karena terus mengejar cinta dari Darda, semua orang ikut menghujatnya."
"Lo sendiri gak melindungi dia?" tanya Leon yang ikut marah. Dia tidak bisa membayangkan adiknya yang pasti dijauhi oleh teman-temannya hanya karena itu.
"Sorry, gue sudah gak temanan dengan dia, Zahra dan Sasha juga membenci dia," gumam Fira.
"Jadi maksudnya, Lo juga ikut membenci dia!"
marah Leon yang tampak tidak suka dengan Fira.
"Gue minta maaf, tetapi gue gak punya pilihan lain. Kalau gue bela Lena, dua teman gue bakal membenci gue dan mungkin gue akan jadi bahan bullyan Gumara juga, sama seperti Dino."
__ADS_1
"Sial!" maki Leon sambil menendang kursi melampiaskan emosinya.
BERSAMBUNG