SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
Handuk Fira Terlepas??


__ADS_3

Fira sedang mandi sekarang, Amar melihat kearah Leon karena merasa heran dengan tingkah pria itu yang


kali ini tampak berbeda dari biasanya. Apakah benar semuanya karena Fira. "Lo jadi pacar gak ada lembutnya sama sekali," ujar


Amar melihat tingkah Leon.


"Gue udah mengakhiri hubungan dengan dia, mau dipertahankan juga itu hanya taruhan dia saja," ujar Leon dengan santai.


Amar menaikan sebelah alisnya, padahal dia tahu orang seperti Leon seperti apa. "Taruhan?"


"Ya begitu deh."


"Tapi emang lo gak ada perasaan sama sekali dengan dia? Gue liat dia menarik kok," gumam Amar.


Leon terdiam ketika mendengar ucapan dari Amar. Fira memang wanita yang begitu menarik di matanya. Tetapi dia sudah terlanjur janji dengan papahnya. Dia tidak akan mengedepankan perasaan untuk saat ini.


"Sudah ah, mending lo tunggu di depan. Nanti ada orang gue yang akan memberikan baju," ujar Leon yang sebelumnya sudah mengirimkan pesan kepada bawahannya untuk membawakan baju Lena untuk dipakai Fira.


"Baiklah, gue tunggu di depan. Btw lo diam-diam perhatian juga sama dia," goda Amar kepada Leon. Apalagi dia sudah mengirimkan pesan kepada bawahannya untuk dibawakan baju salin untuk Fira.


"Berisik lo, sana keluar!" usir Leon agar Amar tidak melihat Fira yang hanya menggunakan handuk saja nanti.


"Yaelah, gue diusir dari rumah gue sendiri," gumam Amar yang pasrah menuruti keinginan Leon untuk keluar.


Sedangkan Leon menutup pintunya kembali dengan rapat ketika sudah melihat Amar berada di luar. Dia membiarkan Amar menerima baju dari bawahannya.


Leon diam dan menunggu Fira yang saat ini masih membersihkan dirinya di kamar mandi. Dia sedikit heran tentang Fira, harusnya dia menyelidiki juga tentang Fira.


Sampai tak lama kemudian, Fira hendak akan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja. Tetapi kemudian, dia kembali berbalik karena ada Leon. Bagaimana pun dia merasa malu kalau sampai ada laki-laki yang melihatnya dalam keadaan yang seperti ini.


"Sial, lo sengaja mau goda gue!" maki Leon yang menjadi frustasi sendiri karena melihat tubuh putih Fira yang hanya menggunakan handuk saja. Ayolah Leon juga pria normal yang tidak bisa tahan jika melihat hal tersebut.


"Maaf," cicit Fira. Fira juga merasa malu, dia belum ada baju ganti sama sekali.


"Lo tunggu di sini, Amar sedang mengambil baju buat lo."


"Okeh," jawab Fira yang sedikit merasa gugup.


Lalu pandangan mata Leon tertuju kepada bahu milik Fira yang terlihat ada belas luka, begitu pun dengan punggung Fira yang memang terlihat jelas.


"Luka lo, itu.." Leon hendak akan bertanya kepada Fira. Tetapi wanita itu menggelengkan kepalanya. Mencegah agar Leon tidak bertanya sesuatu kepada dirinya.


"Bukan apa-apa, hanya luka lama. Gue balik ke kamar mandi saja."


Fira dengan buru-buru masuk kembali ke kamar mandinya. Leon yang melihat itu pun merasa heran. Fira seperti menghindari pertanyaan yang seperti itu.


Tetapi Leon tidak banyak bertanya karena menurut dirinya itu sangat tidak penting. Sampai pintu terbuka dan Amar membawakan baju yang memang diantara oleh pembantu di rumah Leon.


"Ini bajunya," ujar Amar.


"Bawahan gue gak bertanya sesuatu, kan sama lo? Daddy dan Mommy pasti akan curiga."

__ADS_1


Leon khawatir kedua orangtuanya malah akan curiga ketika dia meminta baju Lena untuk dipakai Fira sekarang. Untung saja mereka berdua punya ukuran baju yang memang sama. Jadi dia tidak usah khawatir dengan hal ini.


"Tidak, mereka sama sekali tidak ada yang curiga sama sekali."


"Syukurlah kalau begitu." "Lo diam di sini, jangan ikut gue ke dapur!" ujar


Leon mencegah Amar agar tidak pergi ke dapur.


"Yaelah, posesif saja. Bukannya hubungan lo udah berakhir yah."


"Berisik lo ah, mending turuti saja permintaan dari gue!" ketus Leon memutar bola matanya jengah.


Amar malah menahan tawanya ketika melihat tingkah aneh dari Leon barusan. "Iya, gue tunggu di sini."


"Bagus kalau begitu!"


Leon mengatakan itu, lalu dia memutuskan untuk berjalan kearah dapur dan menuju ke arah kamar mandi. Memang letak kamar mandi di rumah Amar ada di dekat dapur. Rumah yang bisa dikatakan kecil dan begitu terlihat sederhana. Hanya mempunyai satu kamar mandi yang ada di dekat dapur, Kamar pun hanya ada dua saja di sini.


"Fira!" panggil Leon sambil mengetuk pintu kamar mandinya.


"Iya," jawab Fira.


"Ini bajunya pake!" seru Leon.


Fira membuka pintu kamar mandi tersebut, lalu memunculkan wajahnya. Dia mengambil baju yang diberikan oleh Leon dengan cepat.


Tetapi Leon sengaja mempermainkan dirinya


"Leon jangan main-main," ujar Fira yang malah jadi kesal dengan Leon. Apalagi Fira harus memegangi handuknya saat ini agar tidak jatuh.


"Ke sini keluar," ujar Leon.


"Leon!" kesal Fira mendengus kesal.


Fira hendak akan keluar tetapi dia malah terpeleset hingga membuat tubuhnya merasa oleng, Leon dengan dianggap menanggap Fira dengan cepat.


Fira sudah memejamkan matanya mengira kalau dia akan jatuh ke lantai, tetapi rupanya dia salah karena tidak merasakan apapun. Sampai dia kembali membuka matanya dan yang pertama kali dia lihat adalah wajah Leon.


Deg


Jantungnya berdetak lebih kencang ketika melihat wajah Leon sekarang. Dia tidak menyangka sama sekali dengan hal ini.


Leon menatap wajah Fira yang entah kenapa terlihat begitu cantik. Sampai ada suara yang membuat dia terganggu.


"Astaga, kalian kalau mau main jangan di luar, gak tahu ada jomblo," ujar Amar.


Leon menoleh kearah Amar yang melihatnya, dia langsung menyembunyikan tubuh Fira yang hanya dibalut dengan handuk. Dia mendengus kesa, bukannya tadi dia sudah memperingati Amar untuk jangan dulu ke dapur.


"Sial lo Amar," hardik Leon merasa kesal.


Sedangkan Fira membenarkan posisinya karena malu dan dia langsung mengambil baju yang ada ditangan Leon dengan cepat.

__ADS_1


"Oh jadi ini yah, alasan lo mencegah gue jalan ke dapur. Biar lo bisa begituan dengan Fira," ujar Amar.


Pipi Fira sudah bersemu merah karena dia sedikit merasa malu sekarang, Amar sudah salah paham kepada dirinya. Bahkan mereka tidak melakukan apapun juga. Leon tadi hanya menggoda dirinya dengan menyembunyikan bajunya. Lalu Fira langsung pergi begitu saja masuk kembali ke kamar mandi karena malu.


"Berisik lo Amar," ketus Leon yang akhirnya memutuskan untuk kembali duduk di ruang tamu.


Amar menatap kearah Leon sekarang, "Lo akan mengizinkan dia menginap di sini?" tanya Amar.


"Iya, kalau dia gak mau pulang."


"Sama gue berdua?" tanya Amar yang memang tahu kalau Leon tidak tinggal di sini. Jika Fira menginap di sini maka dia akan berdua di sini.


"Gila lo yah? Gue akan menginap juga di sini. Lagian gue udah mengirimkan pesan pada Mommy kalau akan tidur di sin," jelas Leon yang tidak akan membiarkan Amar berdua di rumah ini bersama dengan Fira.


"Yaudah bagus deh kalau begitu. Btw kenapa dia gak mau pulang yah?" tanya Amar yang penasaran.


"Mana gue tahu, tanya noh sama orangnya." Leon mengatakan itu ketika melihat Fira yang sudah selesai mandi. Dia sekarang sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.


Fira akhirnya kembali bergabung dengan mereka setelah selesai mandi dan membersihkan dirinya. Dia melihat kearah Leon dan juga Amar.


"Makasih banyak kalian udah mau membantu gue."


"Iya sama-sama," jawab Amar yang lebih friendly dibandingkan dengan Leon yang memang sifat aslinya dingin.


Leon hendak berdiri pergi dari sini membuat Fira merasa heran. Dia takut Leon marah padanya karena kejadian tadi. Tetapi kalau di pikir kan memang itu salah Leon sendiri bukan salah dirinya.


"Lo mau ke mana?" tanya Fira ketika melihat Leon berdiri tegak sekarang.


"Gue mau mandi, kenapa? Lo mau ikut?" ujar Leon seperti menggoda tetapi ekspresi wajahnya memang datar.


Sedangkan Amar malah menahan tawanya ketika melihat Leon yang kini malah bertingkah aneh. Sebagai seorang laki-laki, dia paham apa yang dirasakan oleh Leon sekarang ini.


Fira menggelengkan kepalanya karena merasa bersalah, dia hanya melakukan semuanya dengan baik. Berbeda dengan Amar yang malah tertawa melihat kelakukan dua manusia yang ada di depannya itu.


"Kalian lucu sekali," kata Amar.


Fira menundukkan kepalanya karena malu, sedangkan Leon malah menatap tajam Amar. Dia tahu yang dimaksud oleh Amar. Pria itu meledek dirinya, dan Leon tidak suka dengan hal itu.


"Sudah biarkan saja Fira, Leon paling mau mandi air dingin," balas Amar.


"Berisik lo Amar, kelamaan jomblo lo!" balas Leon yang akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.


Dia akan membersihkan dirinya sekaligus mengganti baju seragam sekolahnya ke baju yang lebih santai. Beruntung Amar memang satu ukuran baju dengan dirinya. Lagian Leon sudah terbiasa memakai baju Amar dan kandang dia juga menyimpan bajunya di lemari Amar.


"Sial, gue benar harus mandi air dingin."


\*\*\*\*


Jangan lupa follow, komen dan share  teman-teman! Terus masukin cerita ini ke reading list kalian atau bisa share cerita ini ke temen-temen kalian biar banyak yang baca hehe..


Sekian dulu yaa😊

__ADS_1


Sampai jumpa di part selanjutnya


__ADS_2