SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
Fira Membatu Ibunya


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, ini saatnya Darda untuk berdiskusi dengan ayah dan ibunya. Dia hanya ingin mengetahui tentang orang dimaksud ketua oleh kepala sekolah. Dia merasa yakin kalau kedua orang tuanya pasti tahu tentang hal tersebut.


"Mamah dan Papah mengetahui sesuatu tentang sekolah Harapan Bangsa," ujar Darda dengan sekilas.


Hamdan dan Yuna melihat kearah sang anak yang tidak biasanya menanyakan tentang hal tersebut kepada dirinya. Hamdan berpikir sejenak dengan pertanyaan dari anaknya yang menurutnya sedikit aneh.


"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan tentang hal itu nak?" tanya Yuna kepada anaknya.


"Tidak bisanya kamu menanyakan sesuatu. Apa terjadi sesuatu di sekolah? Mengingat anak rekan bisnis papah juga waktu itu terkena masalah," ujar Hamdan mengingat kejadian di mana waktu itu Leon terkena masalah.


Darda melihat kearah Hamdan, dia akan menjelaskan semuanya untuk saat ini.


"Sebenernya bukan tentang itu. Aku hanya ingin tahu asal usul sekolah itu."


Hamdan melirik kearah Yuna dan akhirnya dia menjelaskan semuanya. "Sebenarnya itu sekolah milik kakek dan nenek, dia membangun itu dengan usaha mereka sendiri," jelas Yuna.


"Memangnya kenapa dengan sekolah itu? Apa terjadi sesuatu?" tanya Yuna yang memang merupakan anak dari pemilik sekolah tersebut.


Tetapi dia sudah lama tidak mengurusinya, kesibukan sebagai ibu rumah tangga membuat dia jadi mengalihkan kepada orang lain.


"Katakan jika terjadi sesuatu padamu nak, papah akan membela kamu," jelas Hamdan kepada anaknya.


Darda mengangguk paham, lalu ada hal pertanyaan lagi yang mengganjal dirinya. Yaitu tentang identitas dirinya sebagai cucu pemilik sekolah ini. Mengapa kedua orangtuanya menyembunyikan dirinya.


"Mengapa kalian berdua menyembunyikan identitas aku di sekolah. Padahal aku adalah cucu dari pemilik sekolah itu kan? Aku ingin tahu alasan kalian," jelas Darda kepada kedua orangtuanya.


Dia hanya ingin mengetahui semuanya untuk sekarang. Ada rasa gelisah dan penasaran, Darda yakin kalau ini ada hubungannya. Apalagi sebenarnya Darda tidak memberitahu kedua orangtuanya kalau dia diteror oleh satpam sekolah.


"Papah hanya tidak ingin kamu celaka, atau ada‏‏‎ yang mencelakai kamu," jelas Hamdan kepada anaknya.


"Siapa orang yang kira-kira akan mencelakai aku? Apa apa kalian punya musuh?" tanya Darda yang penasaran dengan hal tersebut. Dia yakin kalau memang kedua orangtuanya punya musuh maka, dia adalah pelaku yang sebenarnya.


Hamdan menyudahi makannya, dia menepuk pundak anaknya dengan pelan. "Papah berangkat dulu."


Hamdan mengatakan itu lalu mengambil tas nya. Sedangkan Darda mendengus kesal karena papahnya sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari dirinya.


Sekarang Darda menoleh kearah ibunya, dia hanya ingin tahu mengenai hal ini. "Papah sudah pergi dan tidak bisa menjawab. Apa sekarang mamah juga gak akan menjawab?" tanya Darda kepada Yuna.

__ADS_1


"Maafkan mamah nak, kita tidak punya musuh sama sekali. Memangnya ada apa di sekolah apa terjadi sesuatu?" tanya Yuna.


"Tidak terjadi sesuatu," jawab Darda yang tidak mengatakan semuanya.


Yuna menepuk pundak anaknya dengan pelan. Dia sedikit memahami sifat anaknya yang seperti ini, sama dengan sifat suaminya.


"Lalu kenapa kamu tidak berangkat ke sekolah selama dua hari ini?"


Deg...


Darda terkejut ketika rupanya ibunya mengetahui kalau dia tidak berangkat ke sekolah. Dari mana ibunya bisa tahu kalau dia tidak berangkat ke sekolah. Apa ada orang yang memberitahu dirinya kalau dia tidak berangkat sekolah.


"Mamah kok tahu kalau aku tidak ke sekolah?" tanya Darda, beruntung papahnya sudah berangkat kerja. Kalau tidak, maka papahnya yang akan semakin marah padanya.


"Ada yang memberitahu mamah," jawab Yuna dengan tenang sambil memotong rotinya.


"Ada sesuatu yang harus aku lakukan, makanya aku tidak berangkat ke sekolah."


Darda hanya menjawab seperti itu dan tidak menceritakan kalau ada orang yang memang meneror dirinya kepada ibunya. Lagian Darda sendiri sudah tahu siapa orang yang meneror dirinya. Tetapi dia hanya masih penasaran dengan atasan Pak Rudi yang disebut Bu Ketua itu.


"Harusnya kamu gak membohongi mamah dong kalau kamu ingin bolos, pakai seragam sekolah tiap hari ," ujar Yuna.


Darda mengatakan itu, lalu dia pergi keluar rumah dan memaki motor ninja merah miliknya.


"Anak itu."


Sedangkan Yuna hanya bisa melihat kepergian dari anaknya. Dia hanya terdiam ketika mendengar ucapan dari Darda barusan. Sekarang memang anaknya seperti sudah berubah tidak seperti dulu lagi.


Sementara itu di kediaman rumah Pak Rudi. Gumara tidak bisa ke mana-mana karena sekarang dia yang dikurung di kamar oleh ayahnya sendiri.


Fira penuh dengan luka pecutan di punggung kembali seperti itu. Sedangkan ibunya Fira yang bernama Susan dalam keadaan diikat.


Susan tidak bisa menolong anaknya yang memang tadi di pecut oleh tali tambang oleh Rudi. Semuanya karena dia tadi di ikat.


"Mamah gak papa?" tanya Fira yang merasa khawatir dan mencoba untuk melepaskan tali walaupun sekarang Fira masih lemas karena banyak luka di sekujur punggungnya.


"Harusnya mamah yang bilang seperti itu, kamu. Gak papa kan nak?" tanya Susan dengan pandangan khawatir. Dia takut terjadi sesuatu dengan anaknya, ini yang membuat dia kurang nyaman.

__ADS_1


"Aku gak papa," ujar Fira berusaha untuk melepaskan tali tersebut yang begitu sangat kuat. Membuat dia tidak bisa membuka tali tersebut.


Sampai ada seseorang yang membawa pisau kearah Fira membuat wanita itu merasa ketakutan. Dia jadi menjauhkan dirinya dari ibunya karena takut.


Dia takut orang yang pakai baju hitam pengawal di rumah ini akan menyakiti dirinya. Orang itu berjongkok membuat Fira ketakutan.


"Jangan sakiti aku dan ibuku," gumam Fira yang merasa takut. Apalagi dia melihat senjata tajam itu di dekatkan kepada dirinya.


"Jangan sakiti kami, mohon Susan yang tidak bisa melakukan apapun karena dia masih diikat.


"Aku mohon," gumam Fira.


Orang itu menghela napasnya, mereka berdua salah paham dan malah ketakutan dengan dirinya. Padahal niat dia hanya ingin membantu. Lalu orang tersebut memberikan pisau itu kepada Fira.


"Gunakan ini untuk membuka tali itu, kalau ingin pergi dari sini, aku bisa bantu kalian," bisik orang tersebut lalu berdiri langsung pergi begitu saja.


Fira masih dalam keadaan syok dengan ucapan orang tersebut. Dia mengira kalau orang tersebut akan menyakiti dirinya. Tetapi rupanya dia sudah salah sangka. Apalagi dengan perkataan yang dia katakan tadi, dia disuruh menemui orang tersebut.


"Siapa dia sebenarnya?" tanya Fira yang merasa heran sekarang.


"Ayo lepaskan nak," ujar Susan.


Fira akhirnya mengangguk dan dia memutuskan untuk melepaskan tali dari tangan ibunya, tidak menyangka orang tadi rupanya ingin membantu dirinya dengan memberikan pisau. Dia kira kalau orang tersebut akan menyakiti dirinya.


Susan bernapas lega karena dia sudah bisa melepaskan tali tersebut. Ada perasaan lega karena tangannya sudah lepas sekarang. Dia memeluk anaknya dengan erat sambil menangis. Ada penyesalan di dalam hatinya karena sudah menikah dengan ayah Gumara.


"Mamah minta maaf nak, semuanya salah mamah yang menikah dengan ayahnya Gumara. Kalau tidak, mungkin semuanya tidak akan seperti ini," gumam Susan menyesali dirinya sendiri.


Padahal dulu dia menikah dengan Rudi agar Fira bisa hidup senang, tidak kesusahan seperti dulu. Namun, hal tersebut rupanya menjadi bumerang untuk anaknya sendiri karena rupanya sekarang malah Fira disiksa oleh papah tirinya.


"Aku tidak apa mah, lebih baik kita pergi dari rumah ini," ajak Fira untuk pergi dari sini. Untuk apa mereka bertahan di sini kalau pada akhirnya akan tersiksa. Lagian sekarang Gumara sedang di kurung. Jadi, tidak ada yang menghalangi dirinya untuk kabur dari rumah ini.


"Kamu yakin? Apa kamu tidak ingin mengobati lukamu dulu?" tanya Susan.


"Nanti kita bisa mengobatinya, sekarang tutupi luka ini dengan jaket saja," ringis Fira. Walaupun dia merasa sakit, tetapi dia mencoba untuk menahannya.


Jangan lupa follow, komen dan share  teman-teman! Terus masukin cerita ini ke reading list kalian atau bisa share cerita ini ke temen-temen kalian biar banyak yang baca hehe..

__ADS_1


Sekian dulu yaa


Sampai jumpa di part selanjutnya


__ADS_2