SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
LEON MENGINTEROGASI DINO


__ADS_3

Pulang sekolah


Fira masih merasa penasaran dengan Leon. Pria itu tidak mau menceritakan tentang kehidupan pribadinya pada dirinya. Padahal dia sangat penasaran sekali dengan pria seperti Leon.


Fira teringat dengan rumah Leon yang sederhana itu, dia akan lebih mudah mengetahui informasi tentang Leon jika bisa masuk kedalam rumahnya. Mungkin saja kedua orangtuanya Leon akan sedikit menceritakan tentang dirinya.


"Pak supir, antar ke tempat kemarin!"


"Baik Nona."


Fira sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Leon nanti. Dia kebetulan tadi tidak menemukan keberadaan wanita itu. Bahkan dia memikirkan sesuatu yang harus dia lakukan.


Sampai tak berapa lama, akhirnya sudah berada di tempatnya. Fira melihat kearah rumah yang bisa dibilang sederhana. Akhirnya Fira turun dari mobilnya.


"Sudah sampai."


Fira sudah sampai di tempat tujuannya saat ini. Dia merasa lega karena sampai dengan selamat. Dia memperhatikan lingkungan tempat tinggal Leon yang memang sedikit terlihat sepi.


Fira turun dari mobilnya dan dia sedikit berjalan masuk ke dalam sebuah gang kecil. Memang rumah ini sedikit tidak bisa dijangkau oleh mobil besar.


"Permisi," ujar Fira sambil mengetuk pintunya dengan baik. Menunggu orang yang akan membuka pintunya.


Sampai keluar seorang pria membukakan pintu. Fira menaikan sebelah alisnya ketika melihat orang tersebut.


"Lo siapa?" tanya orang tersebut pura-pura tidak tahu. Padahal dia tahu kalau dia adalah orang yang satu sekolah dengan Leon. Terlihat dari baju yang memang digunakan oleh Fira saat ini. Apalagi wanita itu yang waktu itu pernah akan datang ke sini juga mengikuti Leon secara diam-diam.


"Gue Fira pacarnya Leon. Apa dia sudah sampai rumah?" tanya Fira dengan sopan.


"Oh iya, perkenalkan gue Amar, sepupunya Leon. Kalau begitu, ayo masuk ke dalam," ajak Amar kepada Fira.


"Terima kasih banyak."


Fira akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah tersebut, dia tersenyum dengan tenang. Akhirnya dia bisa mengetahui tentang Leon saat ini. Tetapi mengapa sepertinya rumah ini terlihat seperti sepi. Ada beberapa pertanyaan dalam benak Fira tentang kedua orangtuanya Leon yang tidak terlihat di sini.


Amar diam-diam mengambil ponselnya dan dia mengirimkan pesan kepada Leon agar datang ke sini secepatnya. Kalau tidak maka, dia akan ketahuan nantinya.


"Lo tinggal bersama dengan Leon di sini, hanya berdua atau sama orang tua?" tanya Fira yang memang penasaran dengan kehidupan Leon di sini.


Amar menoleh kearah Fira yang sepertinya sedang memperhatikan rumah ini. Amar bisa nebak kalau orang yang ada dihadapannya sangat kepo dengan kehidupan Leon.

__ADS_1


"Iya, gue tinggal di sini berdua dengan Leon, kedua orang tua kami sama-sama sibuk." bohong Amar. Padahal dia tinggal sendiri di sini dan Leon sengaja mengakui ini sebagai rumahnya agar wanita yang ada dihadapannya itu tidak curiga dengan dirinya.


"Tapi gue gak melihat foto lo bersama dengan Leon di sini, malah gue liat foto lo saja," ujar Fira memperhatikan ke penjuru ruangan yang ada di sini. Dia sedikit merasa penasaran sebenernya. Bahkan dia tidak punya perasa curiga sama sekali.


Amar terdiam sejenak, dia sedang memikirkan jawaban yang tidak membuat Fira merasa curiga untuk saat ini.


"Leon memang tipe orang yang jarang suka di foto. Kalau lo mau melihatnya, gue punya banyak foto candid tentang dia," ujar Amar yang membuka ponselnya dan memperlihatkan foto tentang Leon yang diambil sendiri oleh dirinya.


Fira melihatnya dengan sekilas, lalu dia percaya kalau memang Leon tipe orang yang memang sulit untuk diajak berfoto. Dia sedikit merasa heran karena malah jadi sulit untuk melakukan semuanya.


"Jadi dia tidak mau di foto."


"Yaudah lo duduk di sini dulu. Jangan banyak tanya yang aneh, nanti mending lo tanya sendiri saja ke Leon!" Amar sebenernya sengaja berkata seperti itu karena dia tidak mau salah jawab nanti. Yang ada nanti malah dia yang semakin malu untuk saat ini.


Fira akhirnya menundukkan kepalanya dengan tenang. Sambil menunggu Leon yang sepertinya belum pulang.


"Baiklah, nanti biar gue tanya sendiri saja sama dia!" balas Fira yang sebenarnya tidak suka. Amar seperti tidak suka kalau banyak ditanya sesuatu tentang Leon. Padahal Fira masih merasa penasaran dengan kehidupan Leon.


"Nanti Leon akan pulang, lo bisa tanya apapun ke dia kalau kepo, banget" jelas Amar.


"Okeh kalau begitu," gumam Fira yang akhirnya menunggu Leon yang akan pulang.


Amar memainkan ponselnya dan dia mengirimkan pesan kepada Leon agar pria itu cepat datang ke sini. Apalagi Fira datang ke rumah ini. Bisa ketahuan kalau sampai nanti Leon tidak datang.


Di tempat lain.


Leon bersama dengan Dino sedang berdiskusi tentang rahasia mereka masing-masing. Leon menceritakan kalau dia datang ke sekolah ini untuk mencari orang yang sudah membuat Lena terluka.


Dino terkejut ketika mendengar penjelasan dari Leon barusan. Ada rahasia yang memang mungkin harus dia ceritakan kepada Leon.


"Gue terkejut kalau alasan lo datang ke sekolah ini untuk mencari kebenaran itu," gumam Dino.


"Lo sendiri, kenapa bisa berteman dengan Lena? Lo tahu apa yang sudah terjadi dengan Lena?" tanya Leon dengan pandangan yang memang sedikit mengintimidasi.


Dino menatap Leon dengan pandangan seriusnya. Mungkin ini saatnya dia mengatakan yang sebenarnya kepada pria itu.


"Lena menjadi sendiri setelah ketiga temannya Fira, Sasha dan Zahra menjauhi dirinya. Tidak ada teman yang mau dekat lagi dengan dirinya. Alhasil gue merasa kasian dengan dia, awalnya dia tidak suka kalau gue deketin karena takut mungkin orang lain akan menjauhi gue juga. Tetapi gue memang dari awal sudah dijauhi oleh teman-teman karena lo tahu sendiri kalau gue gemuk. Akhirnya dia menerima gue jadi temannya. Semenjak saat itu, gue selalu dekat dengan dirinya terus."


Dino menjelaskan kedekatan dirinya dengan Lena dulu. Memang awalnya terasa dekat dengan wanita itu. Bahkan dia berusaha keras untuk meyakinkan Lena.

__ADS_1


"Lo dekat terus dengan Lena?"


"Iya, dia terus sama gue selama ini."


Leon menatap kearah Dino dengan serius. Apa Dino juga tahu kejadian yang menimpa Lena dulu.


"Kalau lo berada di dekat Lena terus, artinya lo juga


tahu yang terjadi dengan dia kan?" tanya Leon.


"Maksudnya kejadian yang membuat Lena celaka sampai dia dibawa ke rumah sakit kan?" tanya Dino balik.


"Iya, kejadian itu. Lo tahu?" tanya Leon yang sudah tidak sabar ingin mengetahui kebenaran yang sebenernya.


"Gue sebenernya curiga kepada Gumara. Dia adalah laki-laki yang selalu dibully oleh Gumara. Tetapi yang gue heran adalah pada saat itu Lena bilang akan bertemu dengan Darda," jelas Dino.


"Darda?" tanya Leon.


"Pria yang memang dicintai oleh Lena. Sekaligus yang membuat dia jauh dari temannya. Karena dulu Lena terlalu membela Darda, padahal dulu Darda selalu mengabaikan dia," jelas Dino.


Leon menaikan sebelah alisnya, dia kira adiknya pacaran dengan Darda. "Jadi maksud lo, Lena gak pacaran dengan Darda?"


Dino menggelengkan kepalanya, pertanda kalau dia memang tahu Lena dan Darda tidak pacaran. Bahkan Lena terkesan mengejar cinta dari Darda.


"Lena yang selalu mengejar cinta dari Darda, tetapi Darda selalu mengabaikan cinta dia. Mungkin karena orang yang dicintai oleh Darda dulu adalah Fira," jelas Dino.


"Tentang kejadian Lena, masa lo gak tahu sama sekali! Gue yakin kalau lo pasti tahu kan?" ujar Leon sedikit memaksa. Pasalnya ini adalah informasi paling penting, bahkan Leon sendiri dibuat sudah mencari buktinya.


"Gue cuman tahu pas dia sudah terluka dan di bawa ke rumah sakit, gue gak tahu siapa pelakunya, tapi kasus itu ditutup oleh sekolah. Yang artinya ini ada hubungannya dengan Gumara, karena ayah dia kepala sekolah. Gue sudah bilang kalau curiga sama dia, tetapi gue gak punya bukti dan gue juga gak mau keluar dari sekolah kalau mengungkitnya kasus itu," gumam Dino.


Leon mendengar penjelasan dari Dino barusan, dia paham sekarang. Gumara ada dibalik kejadian tersebut dan dia harus mencari buktinya. Sampai pada akhirnya ponselnya malah berdering tanda ada yang mengubungi dirinya. Leon menaikan sebelah alisnya ketika nomor Amar yang mengirimkan dia pesan.


"Cepat pulang, Fira ada di sini."


Leon memutar bola matanya jengah, padahal dia masih ingin mengetahui kelanjutannya. Dia masih ingin mengobrol dengan Dino lebih detail lagi.


"Siapa? Nyokap lo?"


"Sepupu gue, dia nyuruh pulang. Tetapi gue masih banyak yang ingin dibicarakan dengan lo, termasuk tentang Lena. Gue pengen mengusut tuntas kasus tersebut."

__ADS_1


Dino membulatkan matanya mendengar keinginan dari Leon barusan. "Gue harap lo jangan gegabah!" peringat dari Dino.


BERSAMBUNG


__ADS_2