SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
Tiba-tiba Di Cium


__ADS_3

Zahra baru membuka pesan dari Gumara, dia


menaikan sebelah alisnya ketika pria itu mengirimkan pesan ini.


Ada rasa sedikit kesal karena ini semacam sebuah peringatan untuk dirinya. "Sial!" Zahra hanya bisa memaki saja setelah


membaca pesan itu.


Sasha yang ada disebelahnya pun malah menaikan sebelah alisnya. "Lo kenapa tiba-tiba mengumpat begitu?" tanya Sasha.


"Ikut gue ke kantin, kita gak bisa bicara di sini," ujar Zahra sambil menarik tangan Sasha untuk pergi dari sini setelah terdengar bell istirahat berbunyi.


Sasha akhirnya hanya bisa pergi begitu saja, bersama dengan Zahra. Walaupun sebenarnya dia sendiri tidak tahu kalau Zahra akan bicara apa. Padahal biasanya Zahra akan cerita di kelas. Apa mungkin karena ada Lena dan Fira, makanya Zahra mengajak dirinya pergi, pikir Sasha.


Fira dan Lena hanya melihat kepergian dari Zahra dan Sasha yang terlihat terburu-buru selain. Hingga Leon dan Dino menghampiri dua wanita itu karena mereka juga hendak akan keluar.


"Kita ke kantin yuk," ajak Dino yang notabennya selalu merasa lapar.


"Pikiran lo makan terus," ujar Fira.


"Suka-suka gue dong!" maki Dino yang benar-benar tidak tahan dengan semuanya.


Leon memutar bola matanya jengah, ada hal yang lebih penting dari ini semuanya.


"Kita harus mengikuti Zahra," ajak Leon.


"Gue setuju," ujar Fira yang kini tersenyum kepada Leon.


"Eh tunggu, gue gak ikut yah. Pengan ketemu dengan Darda," ujar Lena tetapi mendapatkan pelototan dari Leon.


"Nggak yah, jangan ngeyel! Ikut kita. Nanti kalau mau ketemu dengan Darda. Kita masih punya misi." Larang Leon pada Lena.


Lena hanya mengerucutkan bibirnya saja, ada kesalnya juga satu sekolah sama saudara sendiri, kan kalau mau melakukan apapun juga kepantau semuanya.


"Lagian lo bisa kirim pesan sama dia buat bergabung dengan kita nanti," sambung Dino.


Leon jalan memimpin di sini, matanya


celingak-celinguk mencari keberadaan Zahra dan Sasha. Tetapi dia tidak melihatnya, malah ada orang yang kini menatap dirinya.


Banyak yang menatap Fira yang bisanya bersama dengan Zahra dan Sasha, sekarang malah dia bersama dengan Lena.


"Eh kok Fira sekarang gak gabung sama gengnya?"


"Benar banget, apalagi tadi dia bersama dengan Lena ke sekolah nya, bukannya dia selalu naik mobil pribadi."


"Iya benar banget, jangan-jangan keluarga bangkrut lagi."


Banyak bisik yang membicarakan tentang Fira. Membuat wanita itu merasa tidak nyaman. Tetapi Leon tiba-tiba menggenggam tangan wanita itu secara tiba-tiba. Leon tahu yang membuat Fira merasa tidak nyaman.


"Jangan dengarkan perkataan mereka," bisik Leon pelan.


Fira hanya mengangguk lalu merasakan tangannya yang digenggam oleh Leon sekarang. Mereka berjalan berjajar sekarang.


Sedangkan Lena yang melihat itu pun membisikan sesuatu kepada telinga Dino. "Lo liat kan itu."


"Iya gue liat, mereka cocok kok." Dino ikut berkomentar.

__ADS_1


Lena tersenyum mendengar hal tersebut. Hingga mereka sekarang sudah berada di kantin sekolah. Leon sengaja memilih tempat yang dekat dengan Zahra dan Sasha. Dia hanya ingin mendengar perkataan antara kedua wanita itu.


"Kita di situ saja."


"Yuk," gumam Dino yang kini tersenyum.


Lena melihat ke sekeliling tempat ini, Hinga dia melihat gebetan Dino. "Dino, liat itu bukannya gebetan lo. Buru deketin," seru Lena.


Dino melihat itu pun langsung bergegas pergi menghampiri orang yang dimaksud oleh Lena. Dia dengan semangat pindah bangku ke arah wanita itu.


"Kalian berdua pesan makan dulu aja, gue lupa ada janji dengan Darda," ujar Lena yang memang sengaja ingin membuat Fira dan Leon berdua.


"Nggak boleh, lo di sini saja!" balas Leon.


"Biarkan saja Leon, Lena mungkin ingin bertemu dengan kekasihnya," saran Fira.


"Tuh, Fira aja paham sama gue, masa lo yang notabenenya kakak gue sendiri gak paham," ketus Lena.


"Gue masih khawatir sama lo! Lagian juga belum menangkap pelakunya," balas Leon yang masih khawatir dengan Lena.


"Gue tahu kalau lo punya mata-mata di sekolah ini juga. Jadi aman bukan?" ucap Lena berbisik pelan.


Berbeda dengan Fira yang terkejut kalau Leon menyimpan banyak mata-mata juga rupanya. "Lo serius?"


"Iya tentu saja, gue pergi dulu yah."


Lena berjalan pergi dengan begitu saja. Hingga kini hanya ada Leon dan Fira. Mereka berdua jadi canggung sendiri.


"Lo mau pesan apa?" tanya Leon kepada Fira.


"Gue gak punya uang," jawab Fira yang memang benar adanya.


"Pesan somay dua mangkuk dan es teh nya dua yah," ujar Leon.


"Wah kalian kembali pacaran lagi yah?" tanya bi Sri yang memang penjual somay tersebut. Bi Sri memang sudah tahu tentang rumor hubungan antara Leon dan Fira.


"Iya Bi cepat, jangan banyak tanya," balas Leon yang menyadari kalau sekarang dia menjadi pusat perhatian banyak orang. Dia hanya tidak ingin Fira merasa sangat malu karena jadi bahan perhatian banyak orang.


"Baik kalau begitu."


Fira menatap kearah Leon karena tadi malah mengatakan itu kepada penjual somaynya. Apa maksudnya mengatakan kalau dia masih pacaran, sudah tahu Leon malah sudah mengakhiri hubungan mereka.


"Kenapa lo bilang begitu sih?" tanya Fira tidak suka. Apalagi mengakui kalau dia sebagai pacarnya.


"Emangnya kenapa? Ada yang salah?" tanya Leon sambil melirik kearah Fira dengan tanpa dosa sama sekali.


Fira sendiri yang ditanya seperti itu malah terdiam. Tetapi kemudian, dia memberanikan diri menatap Leon.


"Kita kan udah selesai! Lo sendiri yang ingin mengakhiri hubungan kita dulu."


"Kalau gue nebak lo lagi gimana?" ujar Leon.


Deg


Jantung Fira berdetak lebih kencang. Walaupun dia yakin kalau Leon hanya becanda saja kepada dirinya. Tetapi pada saat yang bersamaan, tiba-tiba tangan Fira ditarik oleh seseorang.


"Ikut gue!"

__ADS_1


Gumara datang sambil menarik tangan Fira dengan kuat. Dia seperti tidak akan membiarkan wanita itu pergi dari dirinya. Apalagi sekarang Fira berada di sekolah dan Gumara akan mendapatkan perlindungan dari ayahnya jika dia membuat keributan di sini.


"Lepaskan tangan gue!" ujar Fira yang terkejut ketika melihat wajah Gumara. Bahkan mereka sudah lama tidak bertemu selama ini.


"Gue gak akan melepaskan tangan lo, atau lo mau kalau aib lo gue bongkar!" ancam Gumara dengan tersenyum sinis kepada Fira. Membuat wanita itu hanya diam, Gumara sudah tahu kelemahan dari Fira. Apalagi ini ada sangkut pautnya dengan ibunya sendiri.


Leon mendorong tubuh Gumara dan melepas paksa tangan pria itu yang mengancam Fira barusan. Lakukan aja yang lo bilang itu, gue juga akan membongkar kebusukan bokap lo tentang Lena!"


Gumara menatap sinis ketika Leon mengatakan itu. "Lo jangan mencoba untuk ikut campur! Lo sudah tahu siapa Fira sebenernya!" maki Gumara.


"Gue tahu hubungan lo sama dia!" Sinis Leon yang kini membuat semua siswa melihat kearah mereka.


"Lo udah tahu hubungan gue! Jadi jangan ikut campur, karena lo bukan siapa-siapa dia lagi!" sindir Gumara dengan senyuman penuh kemenangan. Apalagi dia tahu kalau hubungan Fira dan Leon tidak lebih dari taruhan saja.


"Gue pacarnya!"


Leon mengatakan itu dihadapan semua orang yang ada di kantin. Apalagi semua orang berbisik-bisik ketika melihat ucapan Leon barusan. Termasuk dengan Dino yang ada di sini bersama dengan kakak kelasnya. Dia terkejut dengan kenyataan yang dia dengar, tetapi Dino memutuskan untuk tidak ikut campur dan melihatnya saja.


"Lo hanya pacar pura-pura saja! Jangan sok ikut campur!" maki Gumara mengepalkan tangannya.


Leon tersenyum sinis ketika Gumara mengatakan itu. Dia menarik tangan Fira hingga jarak mereka begitu dekat. Leon menarik tengkuk Fira dan tiba-tiba dia menyatukan bibir.


Fira membulatkan matanya ketika merasakan sebuah ciuman tiba-tiba dari Leon.


Semua siswa-siswi yang melihat itu pun ikut jadi heboh. Apalagi dia melihat dengan pandangan mata mereka sendiri sebuah ciuman yang dilakukan oleh Leon kepada Fira.


"OMG! Gue gak salah liat."


"Mata polos gue ternodai!"


"Buset deh, ini adegan live!" gumam semua siswa yang melihat adegan tersebut.


"Astaga, gue baper serasa nonton Drakor versi nyata!"


Semua orang yang ada di kantin ini malah tidak menyangka dengan perlakukan Leon. Padahal awalnya mereka mengira Leon akan baku hantam dengan Gumara. Tetapi Leon malah mencium Fira secara tiba-tiba dan itu secara otomatis membuktikan kalau memang mereka pacaran sungguhan bukan main.


"Sialan kau Leon! Awas saja lo!" Gumara yang merasa kepanasan akhirnya memutuskan untuk pergi begitu saja. Apalagi semua siswa-siswi yang ada di sini seperti mendukung perlakukan dari Leon.


Sedangkan Fira yang baru saja sadar pun langsung mendorong Leon. Dia benar-benar merasa malu karena Leon yang sudah berani menyentuh bibirnya di tempat umum. Walaupun ini bukan ciuman pertamanya tetapi dia merasa malu.


"Lo ngapain sih, pake cium segala!" sinis Fira merasa malu karena mereka jadi bahkan tontonan banyak orang.


Leon tersenyum datar saja, "padahal dulu lo yang nyosor duluan pas ngajak gue pacaran," balas Leon membuat Fira malu.


Fira teringat dengan waktu itu, bahkan dia tidak menyangka kalau Leon akan melakukan itu kepada dirinya. "Leon!"


"Udah diam, atau mau gue cium lagi?" ucapan Leon sanggup membuat Fira jadi bungkam. Sampai somay pesanan mereka sudah selesai.


***


Jangan lupa follow, komen dan share  teman-teman! Terus masukin cerita ini ke reading list kalian atau bisa share cerita ini ke temen-temen kalian biar banyak yang baca hehe..


Sekian dulu yaa


Sampai jumpa di part selanjutnya


***

__ADS_1


Next >>


(73) Mengintip Zahra


__ADS_2