SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
Antara Amar Dan Darda


__ADS_3

Pagi hari yang cerah.


Leon sudah kembali sekolah dan dia kali ini menunggu Fira karena ingin memberikan pelajaran pada wanita itu. Tetapi sampai sekarang dia belum menemukan batang hidungnya sama sekali.


"Kenapa lo melamun?" tanya Dino penasaran ketika Leon seperti sedang memikirkan sesuatu. Jangan bilang ini berhubungan dengan Fira, karena sudah beberapa hari sejenak saat ini, wanita itu tidak datang ke sekolah.


"Wanita itu belum datang ke sekolah, ini sudah empat hari dihitung setelah kejadian dia dibawa pergi oleh Gumara."


"Lo masih peduli dengan dia? Lo gak lupa bukan kalau dia yang sudah membuat Lena dibully dan menderita seperti ini. Walaupun kita belum punya bukti kalau Fira yang sudah membuat Lena terluka tetapi tetap saja bukan, dia pasti terlibat." Dino mengatakan itu hanya untuk mengudarakan Leon.


"Gue hanya ingin memberikan pelajaran pada wanita itu. Bukan gue peduli dengannya, lo harus ingat itu!" ujar Leon walaupun dia tidak yakin.


Leon mengatakan itu karena benar-benar dibuat kesal. Begitu juga dengan Dino, pria itu memang dari awal sudah tidak suka dengan Fira. Tiba-tiba Dino punya ide, mungkin saja kedua temannya Fira tahu tentang wanita itu.


"Kita tanya saja sama mereka berdua," gumam Dino.


Leon mengangguk lalu dia berjalan menghampiri Sasha dan Zahra yang sedang duduk. "Kalian berdua, ke mana Fira sekarang?"


Sasha menatap kearah Leon dengan tajam. "Ini semuanya gara-gara lo tahu gak, kalau saja lo gak kasih tahu tentang taruhan waktu itu, mungkin Fira tidak akan menjadi bahan bullyan," ucap Sasha yang kini emosi menyalahkan Leon.


"Kurasa itu adalah sebuah hukuman untuk dia, asal lo tahu yah Sasha, Fira yang selama ini sudah membuat Lena celaka!" marah Leon dengan sinis kepada Sasha.


Sasha menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya dengan hal ini. Rasanya tidak mungkin kalau memang Fira bisa berbuat seperti itu. "Lo jangan asal tuduh Leon. Gak punya bukti juga kan?"


"Gue akan membuktikan sendiri nanti. Lo udah tahu hubungan Fira dengan Gumara kan?" tanya Leon kepada Sasha.


Sasha sama sekali tidak tahu tentang hal ini." Hubungan apa?"


Leon menatap Sasha yang sepertinya tidak tahu dengan hal ini. Sepertinya memang hanya Lena yang tahu tentang hubungan antara Gumara dan Fira yang ternyata adalah saudara tiri.


Zahra menepuk pundak Sasha agar tidak emosi. Sudah Sasha, siapa tahu memang ucapan dari Leon memang benar kalau Fira adalah pelaku yang sudah membuat Lena celaka," ujar Zahra.


Sasha menoleh kearah Zahra dan melotot tajam, dia tidak menyangka kalau Zahra akan berkata seperti itu. "Lo percaya dengan ucapan Leon?" tanya Sasha.


"Iya, gue percaya."


Sasha menatap Zahra dengan pandangan tidak percaya sama sekali. Bahkan Zahra percaya dengan ucapan yang dituduhkan oleh Leon kalau Fira adalah pelaku sebenarnya. Dia sendiri tidak yakin kalau Fira adalah pelaku yang sebenarnya.


"Bahkan Zahra saja percaya," kata Dino yang kini ikut menimpali sambil tersenyum sinis kepada Sasha.


Sasha terdiam walaupun dia masih percaya kalau Fira tidak mungkin sampai melakukan itu. Tetapi kalau benar dia melakukan itu, kenapa? Teringat awal mereka benci dengan Lena hanya karena olimpiade dirinya waktu itu. Apa ada alasan lain untuk Fira melakukan hal tersebut?


"Sudah jangan banyak di pikirkan, lebih baik lo belajar buat olimpiade bulan depan," gumam Zahra menenangkan Sasha.


"Kita gak datang ke rumah Fira? Gue khawatir dengan dia, sudah lama gak masuk sekolah."


Sasha selaku sahabat baiknya malah memikirkan keadaan Fira yang tidak sekolah selama 4 hari ini. Sebenernya dia ingin datang ke rumah Fira, hanya saja dia tidak tahu alamat rumahnya.


"Emang lo tahu alamat rumahnya?" tanya Zahra.

__ADS_1


Sasha menggelengkan kepalanya, pertanda kalau memang dia tidak tahu rumah Fira sekarang. Bahkan yang notabenenya sebagai sahabat pun, Sasha tidak tahu alamat rumahnya sama sekali.


Semuanya karena selama ini Fira selalu mencegah mereka ketika akan datang ke rumahnya. Dia malah memilih untuk bertemu di kafe edelweis. Tempat itu sebagai tempat mereka nongkrong selama ini.


"Gue gak tahu."


"Lo saja sebagai temannya tidak tahu," sindir Dino kepada Sasha dan Zahra. Dia jadi semakin yakin kalau mereka berteman tidak sehat selama ini. Buktinya rumah alamat masing-masing temannya saja tidak tahu.


Sedangkan Leon yang mendengarnya pun tidak menyangka, bahkan Fira tidak memberitahu alamat rumahnya. Apa mungkin karena dia tidak ingin ketahuan kalau selama ini tinggal bersama dengan Gumara.


"Yaudah, mending jangan di ganggu dulu dia. Pasti butuh waktu gara-gara pembullyan waktu itu," gumam Zahra.


Sasha akhirnya menganggukkan kepalanya. Walaupun dalam hatinya dia merasa kasian kepada temannya karena dia tidak bisa melakukan apapun. Bahkan nomor ponsel Fira juga sudah tidak aktif selama empat hari.


Sedangkan Leon dan Dino menggelengkan kepalanya, kedua temannya saja bahkan tidak tahu alamat rumah Fira sekarang. "Kalian memang teman fake, alamat rumah sendiri saja tidak tahu," sindir Dino.


"Berisik lo gendut, gak usah ikut campur urusan orang!" ketus Zahra memutar bola matanya jengah ketika mendengar penuturan dari Dino barusan.


"Kita pergi ke kantin saja, males berbicara dengan teman fake kaya mereka," ajak Dino.


"Emang siapa yang mau ngomong sama tong gentong kaya lo, najis tahu gak," balas Zahra dengan malas ketika melihat Dino yang memang doyan makan.


"Gak ada gunanya juga berbicara dengan orang seperti kalian," ujar Dino tidak mau kalah.


Leon mengangguk paham, akhirnya Dino dan Leon berjalan melewati Zahra dan Sasha, mereka berdua berjalan menuju kearah kantin sekarang.


Semetara itu, di tempat lain.


Amar mengetikan sesuatu kepada orang tersebut.


(Apa paket atas nama anda, saya tunda di dekat gerbang sekolah)


Setelah Amar mengirimkan paket yang isinya hanya sebuah zif yang mempunyai fungsi jadi sebuah GPS juga. Dia menunda itu di depan gerbang sekolah.


Menunda paket tersebut dan kembali bersembunyi untuk menunggu orang tersebut keluar. Amar menunggu orang tersebut muncul.


Butuh waktu sekitar 20 menit, orang yang memakai seragam satpam mengambil paket tersebut. Amar memfotonya secara diam-diam dan dia akan mengirimkan itu kepada Leon.


Setelah mendapatkan itu, dia langsung pergi dari sini karena takut ada orang yang mencurigai dirinya.


Amar lewat belakang sekolah dan tidak sengaja melihat sosok Darda. Matanya langsung menyipit karena mengingat sesuatu di masa lalu ketika dia masih kelas satu.


"Lo, ngapain di sini?" tanya Amar yang masih menyimpan dendam dengan Darda.


Darda menatap kearah orang tersebut yang memakai hoodie berwarna hitam dan di tutup wajahnya. Sampai dia membuka wajahnya dan melihat kearah Darda.


"Lo bukanya mantannya Sasha?" tanya Darda mencoba mengingat kalau orang tersebut adalah mantan kekasih dari Sasha.


"Iya, gara-gara lo, gue putus dengan Sasha," ujar Amar yang kini hendak akan memukul Darda dengan keras.

__ADS_1


Tetapi ditahan oleh Darda, pria itu bisa menepisnya untuk saat ini. "Lo salah paham, gue gak pernah cinta dengan Sasha, gue hanya cinta dengan Lena!"


Darda berusaha untuk menjelaskan semuanya. Apalagi dia tidak mau kalau sampai nanti ada tauran antar sekolah hanya karena mereka. Dia akan sangat malu kalau sampai itu terjadi.


"Lo pikir gue percaya, gue dengar dari sahabatnya sendiri kalau lo dan Sasha pacaran!" maki Amar yang kini sudah emosi.


Darda sendiri malah menaikan sebelah alisnya ketika mendengar itu. Dia bahkan tidak tahu sama sekali dengan hal itu.


"Sahabat Sasha? Apakah itu Fira?" tanya Darda. Jika memang benar orang itu adalah Fira meka orang tersebut sengaja ingin menjauhkan Sasha dengan Amar.


Amar tidak menjawabnya dan dia langsung menyerang Darda dengan beruntal karena sudah terbawa emosi. Beberapa kali pukulan yang dilayangkan oleh Amar, sedangkan Darda tidak memberikan perlawanan dan hanya menahan pukulan dari Amar saja.


Bugh!


Mereka berdua berkelahi di belakang sekolah yang memang begitu sangat sepi.


Kebetulan Leon memang akan bertemu dengan Amar di sini karena dia yang menyuruh Amar datang ke sini sebagai kurir. Dia hanya ingin memastikan saja apakah sudah berhasil. Tetapi ketika dia dan Dino akan ke sana. Dia malah mendengar suara perkelahian, membuat dia langsung menghampirinya.


"Astaga, mereka berkelahi," gumam Leon mengkode Dino untuk membantu memberhentikan mereka berdua.


Dino menahan Darda untuk tidak memukuli Amar. Dan Leon mencegah Amar untuk tidak melukai Darda di sini.


"Hentikan apa yang kalian lakukan di sini," lerai Leon dengan nada yang sedikit tinggi agar mereka berdua terdiam.


"Dia yang mulai duluan," ujar Darda menyalahkan Amar dengan tajam. Bagaimana pun Amar yang menyerang dirinya terlebih dahulu tadi karena kesalahpahaman.


"Gue gak akan begini kalau lo gak rebut cewe gue duluan dulu," ujar Amar. Leon paham sekarang, jadi mereka berdua berantem hanya karena seorang perempuan? Leon lalu teringat dengan misinya.


Dia menatap Amar dengan pandangan serius.


"Amar, lo sudah berhasil menyelesaikan misi nya?" tanya Leon kepada Amar.


Sedangkan Darda terkejut melihat kearah Amar misi mereka sekarang memang adalah menangkap orang misterius yang mengirim pesan pada Darda. "Dia yang membantu untuk melacak orang tersebut?"


"Jadi lo yang di teror orang tersebut?" tanya Amar mendengus kesal, kalau tahu Darda orangnya. Dia tidak akan membantu dirinya.


"Sudah, lebih baik nanti kita bertemu di tempat bisa dan diskusi tentang ini, luruskan masalah kalian juga," saran dari Leon kepada ketiga temannya yang ada di sini.


Darda setuju, dia khawatir kalau sampai ada orang yang mengawasi dirinya lagi di sini. Tiga orang yang ada di sini juga bisa menjadi sasarannya.


Amar memutuskan untuk pulang, Darda berbelok ke kanan sendirian. Leon dan Dino sekarang berjalan


"Paket itu sudah dimasukan rekaman dan GPS, Daddy gue yang kasih itu buat pergunakan. Semoga besok orang misterius yang neror Darda bisa tertangkap," gumam Leon.


"Keren lo, gue salut sama lo, semoga kali ini kita berhasil," gumam Dino.


"Yoi, kita harus berhasil," gumam Leon sambil tersenyum tipis. Menuju ke kelasnya. Lalu Leon melihat kearah Dino untuk memberitahunya.


Jangan lupa follow, komen dan share  teman-teman! Terus masukin cerita ini ke reading list kalian atau bisa share cerita ini ke temen-temen kalian biar banyak yang baca hehe..

__ADS_1


Sekian dulu yaa


Sampai jumpa di part selanjutnya


__ADS_2