SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
Rencana Baru leon


__ADS_3

Malam hari, Leon benar-benar merasa gelisah tidak bisa tidur sekarang. Dia memang sudah menyuruh orang untuk menjadi mata-mata di rumah Pak Rudi tetapi sampai sekarang belum ada kabar sama sekali.


Sampai akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan berjalan. Dia melihat kearah Rian yang sedang duduk melamun.


"Daddy belum tidur?" tanya Leon kepada Rian dengan pandangan heran. Leon berpikir sejenak, apa dia harus menceritakan semuanya kepada ayahnya.


"Iya, Daddy sedang tidak bisa tidur," ujar Rian.


"Apa ada yang Daddy pikiran?" tanya Leon yang kini akhirnya memutuskan untuk duduk bersama dengan Daddy nya. Mungkin mengobrol sejenak dengan ayahnya membuat dia bisa tidur.


"Daddy hanya memikirkan tentang adikmu, bagaimana kalau dia tidak bangun? Apalagi dia adalah saksi semuanya," gumam Rian yang menundukkan kepalanya. Sebagai seorang ayah, jelas dia mengkhawatirkan anak perempuannya juga. Walaupun dia sibuk bekerja tetapi dia selalu menyempatkan waktunya untuk menjenguk anaknya.


Leon belum sempat menceritakan semuanya kepada ayah kandungnya. Mungkin ini juga yang membuat ayahnya menjadi gelisah. Akhirnya Leon menghela napas panjang dan menatap ayahnya.


"Daddy tenang saja, Lena pasti akan bangun nanti. Dan tentang pelaku tersebut, kita sudah menemukan nama-nama yang terkait di sini," jelas Leon.


Rian menoleh kearah anaknya dengan serius. Dia begitu bahagia karena anaknya bisa menemukan orang yang terlihat di sini. "Siapa saja orang yang terlibat?"


"Yang sudah jelas di sini adalah kepala sekolah, dia sepertinya dalang dari semuanya. Ada juga anaknya yaitu Gumara dan anak tirinya Fira," gumam Leon.


Rian menoleh kearah anaknya dengan sekilas." Bukankah Fira adalah wanita yang waktu itu kamu pinjamkan baju Lena? Dia pacar kamu kan, kata Amar bilang begitu," ujar Rian yang membuat Leon terkejut.


Leon menatap ayahnya sedikit kesal, Amar rupanya mengadu kepada ayahnya dan mengatakan kalau dia pacar Fira. Padahal mereka pacaran hanya untuk melakukan perjanjian untuk menemukan pelaku yang sudah membuat adiknya celaka.


"Amar membuat aku kesal, dia pake ngadu segala. Padahal aku sudah putus juga dengan dia," ketus Leon.


Rian yang mendengar itu pun malah tersenyum tipis, dia tahu kalau Leon saat ini sedang salah tingkah, sifat anaknya yang memang terlalu gengsi harus dia nasehati. Rian menepuk pundak anaknya. "Kamu putus gara-gara papahmu bukan? Jangan pikirkan dia, bahkan sampai sekarang pun dia belum punya pendamping," gumam Rian.


Leon malah tersenyum tipis, memang benar kalau sampai sekarang papahnya belum juga menikah. Itu yang membuat dia merasa heran. Mungkin ada penyebabnya mengapa papahnya belum menikah dan malah mengadopsi dirinya.


"Sudah Daddy, jangan membahas tentang hal itu. Lagian sekarang aku sedang menyelidiki tentang Lena."


"Jangan membohongi dirimu sendiri nak. Daddy akan selalu mendukung keputusan kamu. Kalau begitu Daddy ke kamar dulu."


Rian akhirnya memutuskan untuk pergi ke dalam kamarnya. Sedangkan Leon masih terdiam karena mendengar ucapan dari ayahnya.

__ADS_1


Dia bahkan tidak sampai berpikir ke arah saja. Sampai akhirnya Leon memutuskan untuk mengambil minum karena dia tidak bisa tidur.


Ponsel Leon tiba-tiba berdering tanda ada yang menghubunginya. Dia menaikan sebelah alisnya, lalu langsung mengangkatnya.


"Hallo," ucap Leon.


"Bos, ini saya yang ditugaskan di rumah Pak Rudi," ujar orang tersebut.


Leon mengangguk, artinya memang orang tersebut adalah suruhan dirinya untuk menjadi mata-mata di rumah tersebut. Dia penasaran dengan kehidupan mereka saat ini, apalagi alasan Leon untuk menyuruh orang ke sana yaitu untuk mencari bukti kesalahan mereka semuanya.


"Katakan, informasi apa yang kamu dapat!" ujar Leon yang sudah tidak sabar dengan informasi tersebut. Apalagi Fira yang sekarang sudah tidak masuk sekolah selama kurang lebih 4 hari.


"Pak Rudi jarang berada di rumah, di sini hanya ada anak laki-lakinya dan anak perempuannya yang di kurang di dalam kamar, lalu istrinya yang selalu kena makian anak laki-lakinya, karena dia yang sudah merusak rumah tangga keluarganya," ujar orang tersebut.


Leon mencerna ucapan dari orang tersebut, anak laki-laki yang dimaksud di sini adalah Gumara. Sudah jelas dia tidak suka dengan ibunya Fira karena dia yang sudah merusak rumah tangga orangtuanya. Lalu anak perempuan yang dimaksud di sini, bukankah Fira. Dia di kurung oleh Pak Rudi.


"Kamu tahu alasan mengapa anak perempuannya itu dikurung?" tanya Leon yang khawatir dengan Fira. Walaupun dia tahu kalau Fira terlibat dalam kasus ini. Bahkan sampai sekarang Leon masih menduga kalau Fira yang sudah menyebabkan adiknya celaka.


"Saya tidak tahu alasannya, tetapi Pak Rudi yang menyuruh anak perempuannya itu di kurang. Istrinya meminta dia untuk dilepaskan, tetapi Pak Rudi tidak mendengarkannya. Sepertinya Pak Rudi tidak suka dengan anak perempuan itu, makanya dia menyiksanya," jelas orang tersebut.


"Kamu terus pantau mereka, laporkan yang dilakukan oleh Pak Rudi jika dia ada di rumah."


"Baik, kalau begitu saya tutup dulu."


Leon kembali menaruh ponselnya, dia benar-benar tidak menyangka sama sekali dengan hal ini. Sekarang dia tahu alasan mengapa Fira sudah empat hari tidak sekolah, rupanya dia di kurung oleh Pak Rudi.


Tiba-tiba Leon punya ide untuk dia masuk ke dalam rumah Pak Rudi besok. Dia akan mengajak teman sekelasnya untuk menjenguk Fira, semua orang akan tahu kalau Fira dan Gumara adalah saudara tiri karena tinggal satu rumah.


"Sepertinya itu menarik," gumam Leon yang kini ingin memulai aksinya. Dia yakin akan menemukan bukti tentang Lena di sana.


Leon mengambil ponselnya untuk menghubungi Dino. Besok dia harus membawa teman-temannya datang ke rumah yang ditempati oleh Fira.


"Hallo, Dino."


"Kenapa lo menghubungi gue malam-malam begini, ngantuk tahu," gerutu Dino.

__ADS_1


"Alah ngantuk, bilang aja lo gak mau di ganggu karena lagi main ML kan? Sambil makan banyak cemilan malam, bagaimana mau langsing coba!" hardik Leon.


"Udah berisik, jadi lo mau apa, hubungin gue jam segini?" tanya Dino yang terdengar kesal karena kegiatan dirinya yang terganggu.


"Gue punya rencana sesuatu besok. Kita akan datang ke rumah Fira besok, ajak teman sekelas yang lainnya untuk menjenguk. Gue ingin menemukan sesuatu di rumah itu."


"Bukan karena lo masih peduli dengan dia kan?" tanya Dino kepada Leon.


Leon terdiam sejenak, lalu dia mengatakan kalau dia tidak. "Bukan, bukannya kita punya misi untuk menemukan ponsel milik Lena, siapa tahu kan memang bukti itu ada di rumah itu," jelas Leon.


"Lo benar, kalau begitu besok gue akan mengabari teman-teman untuk menjenguk Fira," ujar Dino.


Dia hanya mengangguk paham, sekarang dia akan melakukan semuanya yang terbaik. "iya, gue harap lo ajak teman-teman yang lain."


"Eh tunggu, tentang rumah Fira, bukannya semua orang tidak tahu. Termasuk dengan dua sahabatnya itu. Zahra dan Sasha tidak tahu rumah Fira, bagaimana cara agar kita bisa ke sana?" tanya Dino mengingat kedua temannya memang tidak tahu alamat rumah Fira.


Leon tersenyum karena dia sudah tahu, bahkan dia menyeludupkan orang untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Hanya ada orang-orang tertentu yang tahu.


"Gue tahu alamatnya. Besok gue akan kirim alamatnya, besok lo kiriman ke dia," jelas Leon.


"Lo tahu?" tanya Dino yang terkejut ketika mengetahui kalau Leon bisa tahu alamat Fira tinggal saat ini.


"Gue tahu karena gue menyuruh mata-mata juga di rumah itu. Fira tinggal di rumah Pak Rudi, dia kan anak tirinya. Jadi gue lebih gampang melacak tempat mereka berada," jelas Leon.


"Okeh kalau begitu, gue tunggu besok."


Leon akhirnya memutuskan untuk mengakhiri ponselnya. Dia tersenyum karena pasti besok dia akan menemukan jawabannya. "Gue pasti akan menemukan buktinya di rumah itu," gumam Leon.


***


Jangan lupa follow, komen dan share  teman-teman! Terus masukin cerita ini ke reading list kalian atau bisa share cerita ini ke temen-temen kalian biar banyak yang baca hehe..


Sekian dulu yaa


Sampai jumpa di part selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2