
Fira mengajak Leon ke tempat di mana Lena dulu jatuh dari tangga. Tempat ini memang sekarang jarang dikunjungi oleh siswa yang ada di sekolah ini. Semuanya karena memang ada larangan dari sekolah untuk siswa tidak diperbolehkan datang ke tempat tersebut.
"Lo ajak gue ke mana?" tanya Leon heran.
"Lo pasti belum ke sini kan? Bukannya tadi gue udah bilang sendiri mau ngajak lo ke mana."
"Ini tempat gelap banget," gumam Leon yang tidak bisa melihat apapun di sini. Bagaimana kalau Fira berbohong dan menjebak dirinya di sini.
Fira menyalakan senter yang ada di ponselnya. Dia hanya ingin memberitahu Leon tentang tempat kejadian di mana Lena mengalami kecelakaan. Fira mengatakan itu karena dia sudah berjanji akan membantu Leon.
Fira menyadari kalau dia adalah orang jahat, makanya dia melakukan ini untuk memberitahu Leon karena ada rasa bersalah di sini.
"Ini adalah tempat di mana Lena kecelakaan, dia jatuh dari tangga sana," tunjuk Fira kearah tangga tempat kejadian dulu.
Leon terdiam sambil memperhatikan tempat ini, dia tidak menyangka kalau Fira akan memberitahu tempat ini padanya. Padahal dia sudah bertanya secara diam-diam kepada teman-teman waktu itu.
"Kalau di atas itu, tersambung ke mana?" tanya Leon penasaran ke atas tangga tersebut.
"Itu tersambung ke rooftop sekolah ini. Tetapi setelah Lena jatuh dari tangga itu, tidak ada yang boleh ke sana lagi. Rumor bilang kalau tempat itu berbahaya, jadi tidak ada orang yang berani ke sana lagi," jelas Fira memberitahu Leon yang sebenarnya tentang kejadian tersebut.
Leon malah jadi penasaran dengan hal tersebut. Dia hanya ingin memastikan sendiri kalau ini tempat berbahaya. Tetapi menurut dirinya tidak ada yang aneh, Leon yakin rumor itu dibuat dengan sengaja agar tidak ada orang lain yang datang ke sana.
Leon hendak akan naik ke atas tangga tersebut, tetapi tangannya malah dicekal oleh Fira. "Lo mau ke mana?"
"Gue mau ke atas! Lagian gue penasaran dengan rooftop di sekolah ini," jelas Leon.
"Lo gila yah, itu berbahaya," cegah Fira yang tidak mau kalau Leon nanti malah jadi korban selanjutnya. Dia tidak akan terima jika hal tersebut terjadi dengan Leon. Bagaimana pun sekarang Fira sudah mulai menyimpan rasa dengan sosok Leon.
"Kalau lo takut, mending diam di sini. Jangan ikuti gue"
Leon mengatakan itu dan dia akhirnya memutuskan untuk naik ke atas tangga tempat di mana dulu Lena terjatuh dari sini. Fira menghela napasnya panjang ketika melihat Leon yang nekat ingin naik ke atas.
"Gue ikut." Akhirnya Fira memutuskan untuk ikut bersama dengan Leon naik ke atas tangga tersebut.
Mereka berdua naik ke tangan dan sampai mereka berada di depan pintu rooftop. Leon membukanya tetapi pintu tersebut sulit untuk dia buka.
"Sial!" maki Leon.
"Kenapa?" tanya Fira yang kini merasa heran.
"Pintunya terkunci, gue harus mengobrak nya." Leon mengatakan hal tersebut, lalu sekuat tenaga yang dia miliki saat ini. Dia berusaha untuk mendobrak pintu tersebut dengan keras.
Bruk..
Sampai akhirnya Leon berhasil membuka pintu tersebut, lalu dia masuk ke luar rooftop sekolah ini bersama dengan Fira. Leon terlalu fokus kearah depan yang memang terlihat bagus. Tetapi mata Fira tertuju kepada kayu yang ada di atas.
__ADS_1
"Leon awas!"
Fira langsung mendorong Leon ketika menyadari ada sebuah kayu yang jatuh dari atas. Leon menyadari hal tersebut dan dia juga memeluk Fira sambil berguling di lantai.
Sampai kayu tersebut jatuh jauh dari mereka, Fira dan Leon saling tetap satu sama lain. Apalagi sekarang posisinya Fira berada di atas tubuh Leon.
Hingga beberapa detik kemudian, Fira menyadari posisinya yang salah, dia langsung menjauhkan dirinya dari Leon.
"Sorry," gumam Fira.
"Sepertinya lo doyan banget mepet sama gue," sindir Leon kepada Fira.
"Harusnya lo berterima kasih sama gue, karena secara tidak langsung gue sudah membantu lo!" ujar Fira yang tidak terima dirinya malah dikatai oleh Leon.
"Baiklah terima kasih." Leon mengatakan itu, lalu dia langsung kembali berdiri sambil mengusap celananya yang kotor karena jatuh ke lantai tadi.
Lalu Leon memperhatikan rooftop ini yang memang tidak ada yang mencurigakan sama sekali. Hanya tempat tangga nya saja adiknya bisa jatuh, makanya tempat itu di tutup.
"Tempat ini bagus menurut gue, bisa melihat pemandangan sekolah juga dari sini, tetapi di tutup karena kejadian Lena yah?" ujar Leon.
"Iya, kepala sekolah mengatakan kalau lebih baik tempat ini di tutup."
Leon berkeliling di tempat ini dan berharap akan menemukan sesuatu, sampai di menemukan sebuah ukiran tulisan di tembok. Dia menaikan sebelah alisnya dan membaca dengan sekilas. Ada gambar yang menurutnya lucu dan matanya fokus kepada tulisan.
Ukiran itu tertulis begitu kecil, tetapi Leon bisa membacanya. Begitu pun dengan Fira yang baru tahu kalau ada tulisan tersebut di sini. Walaupun sangat kecil tetapi dia tahu kalau itu tulisan Lena.
"Ini tulisan Lena," gumam Fira mengingat hal tersebut.
"Lo tahu tulisan Lena?" tanya Leon yang kini melirik
kearah Fira.
"Iya, gue tahu tulisan dia, sepertinya memang Lena sangat mencintai Darda selama ini."
Leon tahu tentang hal tersebut dari foto Lena simpan di kamarnya. Hanya saja bukti diary nya tidak ada, ini yang membuat Leon kesusahan mencari kebenaran itu, lalu dia penasaran dengan Fira dan teman-temannya menjauhi Lena hanya karena Darda tetapi tetap dijauhi.
"Lo dulu jauhin Lena hanya karena Darda? Padahal kalau dilihat Lena sepertinya mencintai Darda," ujar Leon yang penasaran dengan alasan Fira.
"Sebenernya bukan karena Darda juga, dulu Lena dan Sasha lomba olimpiade yang diadakan oleh OSIS. Zahra bilang kalau Lena main curang karena diberikan jawaban oleh Darda yang notabennya ketua OSIS. Sampai saat itu, kita bertiga membencinya karena Lena main curang. Sasha kalah dan aku jadi ikut tidak suka dengan dia," jelas Fira.
Leon yang mendengar itu pun malah mengepalkan tangannya, ada perasaan benci karena adiknya dijauhi oleh teman-temannya hanya karena hal seperti itu. Tetapi apa benar kalau adiknya itu bermain curang ketika olimpiade.
"Apa lo punya bukti kalau Lena bekerjasama dengan Darda untuk jawaban olimpiade itu?" tanya Leon dengan pandangan menyelidik.
"Zahra memberikan sebuah foto di mana Darda selama ini diam-diam bertemu dengan Lena. Walaupun Darda terlihat cuek tetapi dia mendekati Lena dengan caranya sendiri."
__ADS_1
Fira menjelaskan semuanya kepada Leon tentang yang dia ketahui. Kecuali rahasia yang masih dia simpan, dia tidak akan memberitahu Leon saat ini. Karena dia takut nanti Leon akan membenci dirinya.
"Gue akan berusaha untuk membantu lo mengungkap kasus Lena, itu janji gue ketika ngajak lo pacaran," ujar Fira.
Leon menoleh kearah Fira sekilas, dia teringat dulu dengan hal konyol yang dia lakukan. Bahkan Leon dengan berani memberikan sebuah kecupan pada bibir manis Fira.
"Gue gak mau bahas tentang pacaran lagi, jadi lebih baik lo cari mangsa lain," ujar Leon yang sedikit menohok hati Fira.
Dia menyadari kalau dulu selalu mempermainkan hati laki-laki sesuka hatinya. Tetapi sepertinya sekarang dia sudah kena barunya sendiri.
"Gue serius ingin menjadikan lo pacar gue Leon. Gue cinta sama lo," ujar Fira yang kali ini berkata jujur. Fira hanya ingin ada orang yang melindungi dirinya saja. Dia yakin Leon adalah orang yang tepat.
Leon menoleh kearah Fira yang berkaca-kaca. Dia benar-benar tidak menyangka orang seperti Fira akan mengatakan itu padanya. Tetapi dia sudah berjanji kemarin dengan papahnya yang datang ke sekolah. Dia harus fokus mencari dalang kecelakaan adiknya.
"Sorry, lebih baik kita turun sekarang."
Leon mengatakan itu tanpa menjawab pertanyaan dari Fira barusan. Dia punya janji dengan papahnya kemarin.
FLASHBACK ON
Ketika Leon sudah akan pulang pulang bersama dengan papahnya kemarin yang datang ke sekolah. Rehan mengetahui kalau Leon mempunyai pacar di sekolah ini.
"Kamu malah pacaran di sini Leon, papah harap kamu bisa mengakhiri semuanya. Ingat kamu harus menemukan pelaku yang sudah membuat adikmu celaka!" ujar Rehan.
"Aku sudah berjanji pah, aku akan menemukan orang tersebut."
"Kalau begitu kamu harus mengakhiri hubungan kamu dengan pacar kamu itu, dan mulai besok kamu tidak perlu menyamar jadi cupu seperti ini lagi," saran Rehan.
Leon hanya mengangguk pasrah, dari kecil memang dia selalu menuruti keinginan papahnya. Apalagi dia memang diurus oleh papahnya sedari kecil. Berbeda dengan Lena yang diurus oleh Daddy dan Mommy.
"Iya pah."
"Kamu juga bisa menggunakan motor ninja putih pemberian dari papah. Tidak perlu menjadi cupu lagi karena orang yang selalu membully itu sudah ketahuan yaitu Gumara. Tugas kamu sekarang mencari bukti keterlibatan mereka saja," jelas Rehan.
"Terima kasih banyak pah."
"Kalau begitu papah pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik. Kalau butuh apapun jangan lupa hubungi papah," jelas Rehan menepuk pundak anaknya.
"Iya," balas Leon yang memejamkan matanya sejenak, dia besok tidak akan cupu lagi dan mungkin akan mengakhiri hubungan dia dengan Fira. Di mata Leon untuk saat ini, Fira bukan wanita baik, dia hanya seorang playgirl.
FLASHBACK OFF
Leon melamun memikirkan perkataan papahnya itu. Dia sekarang sudah mengakhiri hubungan dengan Fira dan dia akan fokus untuk mencari kebenaran tentang adiknya. Walaupun sedikit hatinya tidak bisa berbohong kalau Fira juga wanita yang cukup menarik. Apalagi ketika kencan waktu itu, Leon sedikitnya bisa mengetahui sisi dari wanita itu.
"Ah bodoh amat! Gue mau mencari kebenaran Lena. Bisa saja Fira juga terlibat," gumam Leon walaupun dia sendiri tidak yakin kalau Fira terlibat karena wanita itu berjanji akan membantu dirinya.
__ADS_1