SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
Buku Diary Lena


__ADS_3

"Kalian sepertinya salah paham, mengobrol lah sekarang, Tante tinggal dulu."


Ibunya Darda mengatakan itu, lalu dia memutuskan untuk pergi ke dapur. Membiarkan Darda mengobrol dengan Dino dan Leon. Apalagi dia merasa senang karena ini pertama kalinya ada orang yang datang ke rumahnya sebagai teman Darda.


Darda akhirnya memutuskan untuk duduk di sofa bersama dengan Leon dan Dino di sini. Dia juga yakin kalau dua orang itu datang ke sini karena ada hal yang penting.


"Lo beneran gak sekolah kan?" ujar Dino setelah ibunya Darda pergi dari tempat ini.


"Itu gak penting, untuk apa kalian berdua sampai datang ke rumah gue?" tanya Darda dengan pandangan sengitnya sekaligus merasa penasaran dengan kedatangan dua orang itu ke rumahnya. Apalagi sebelumnya Darda memang tidak pernah punya teman dekat yang bisa sampai datang ke rumahnya.


"Sebenernya kita berdua ingin membahas sesuatu dengan lo," ujar Dino sambil melirik kearah Leon.


Leon yang paham akan tatapan itu pun langsung melanjutkan ucapan dari Dino barusan.


"Ini tentang Lena. Lo pernah dekat dengan dia kan? Gue juga tahu tempat kejadian di mana Lena jatuh dari tangga, gue juga masuk ke dalam rooftop itu dan ada tulisan nama lo dengan Lena di sana," jelas Leon.


Bukan hanya Darda yang terkejut tetapi Dino juga terkejut ketika mendengar kalau Leon tahu tempat kejadian itu dan sampai ke atas rooftop sekolah. Bahkan tempat tersebut dilarang oleh sekolah sekarang. Tidak ada satu pun orang yang boleh datang ke sana.


"Lo kapan datang ke sana? Jangan bilang kalau tadi bersama dengan Fira?" tanya Dino mengingat tadi Fira mengajak Leon untuk bertemu. Dino juga tahu kalau Fira punya akses datang ke sana.


"Iya," jawab Leon dengan singkat.


Darda terdiam sejenak ketika mendengar ucapan dari Leon yang datang ke tempat itu. Dia memejamkan matanya sejenak karena mengingat masa lalunya. Tempat itu sebenarnya adalah tempat di mana dia diam-diam selalu bertemu dengan Lena dulu.


Darda yang memang merasa terus diawasi oleh seseorang membuat dia merasa tidak nyaman. Dia menyukai Lena tetapi dia harus tidak terlihat memperhatikan wanita itu agar orang tersebut tidak menganggu Lena.


Dino yang seperti menyembunyikan sesuatu dari dirinya. "Lo menyembunyikan sesuatu tentang Lena!"


"Maksud lo apa?" tanya Dino.


"Lo pikir gue bodoh, semua rahasia gue yang hanya gue dan Lena yang tahu, lo bahkan bisa tahu!" marah Darda.


Leon kali ini menatap kearah mereka berdua, walaupun Leon yakin Darda juga menyembunyikan sesuatu. Dia membiarkan Darda mengintimidasi Dino agar mereka semuanya saling terbuka. Leon juga sebenarnya penasaran dengan semua kejadian ini.


Darda mencekal kerah baju Dino dengan kuat sambil menatap tajam matanya. "Katakan, kenapa lo bisa tahu semuanya!" marah Darda.


Begitu pun dengan Leon yang kini menatap curiga kearah Dino sekarang. "Apa lo menyembunyikan sesuatu yang tidak gue ketahui?" tanya Leon dengan pandangan mata yang sedikit tajam.


Dino sekarang diintimidasi oleh dua pria tampan dan dia tidak bisa berkait sama sekali. Keduanya sama-sama mempunyai sifat yang begitu sangat dingin dan tatapan yang membunuh.

__ADS_1


Nyali Dino kini menciut, dia tidak bisa menyembunyikan lebih lama lagi. Lagian dia percaya dengan Leon dan Darda kalau mereka berdua bisa


"Kenapa lo diam, Darda?" tanya Leon yang melirik kearah Darda.


"Sorry," gumam Darda.


"Gue butuh penjelasan tentang tempat itu, Darda? Kenapa Lena mengukir nama lo dan dia di sana?" tanya Leon dengan pandangan yang sedikit mengintimidasi karena dia penasaran.


Leon merasa kalau Darda tahu tentang hal ini. Bahkan tempat itu ada terukir nama dia di sana.


"Jawab!" balas Dino yang sebenarnya sedikit tahu.


"Rooftop sekolah itu adalah tempat di mana gue selalu bertemu dengan Lena dulu. Gue memang selalu menjauhi dia di sekolah, tetapi kita diam-diam selalu bertemu di sana," jawab Darda memberitahu Leon.


Dino melihat kearah Darda, "Lo juga menjanjikan sesuatu kepada Lena bukan, lo bilang akan menjadikan dia kekasih lo dulu, kalau urusan lo sudah selesai, benar kan? Lena selalu menunggu hari itu," ujar Dino.


Darda terkejut ketika Dino mengetahui semua yang hanya Lena dan dirinya yang tahu. "Lo tahu dari mana?"


"Gak penting gue tahu dari mana!" balas Dino.


Darda mengepalkan tangannya dan dia hendak akan memberikan pelajaran kepada Dino. Pria itu tahu semuanya tentang dirinya dengan Lena. Darda menatap membantu menyelesaikan kasus ini.


"Okeh gue akan menjawab!" Pasrah Dino dengan kini akan menceritakan semuanya.


Leon yang masih waras menyuruh Darda melepaskan tangannya dari kerah baju Dino dulu dan memberikan pria itu mengatakan semuanya.


"Sekarang katakan!" perintah Leon.


"Sebenernya gue menyimpan buku diary milik Lena. Makanya gue tahu tentang hubungan lo dengan Lena, itu alasan gue menyebut lo sebagai pengecut selama ini Darda. Gue juga tahu kalau lo sering bertemu dengan dia di rooftop sekolah,kan? Gue minta maaf karena menyembunyikan ini dari semuanya. Sebenernya itu juga salah satu barang bukti, termasuk alasan Gumara selama ini membenci gue, dia tahu kalau selama ini gue yang menyimpan buku diary milik Lena," jelas Dino.


Leon menatap tajam kearah Dino, tetapi kemudian dia tersenyum. Selama ini dia selalu mencari buku diary Lena yang tidak ada. Rupanya berada di tangan Dino." Jadi buku diary itu ada di tangan lo?"


"Iya ada di gue," ujar Dino.


Darda kali ini menatap kearah Dino. "Di mana sekarang buku tersebut?" tanya Darda.


"Ada di rumah gue," ujar Dino.


"Sebaiknya lo hati-hati, jangan sampai buku itu hilang, karena itu juga bisa dijadikan barang bukti," jelas Darda seolah memperingati Dino.

__ADS_1


Leon setuju dengan ucapan dari Darda, tetapi Leon penasaran dengan isi dari buku tersebut. Dia harus membacanya agar bisa tahu pelakunya. Akan lebih aman juga jika dia yang memegang bukti tersebut.


"Darda, lo mau bantu kita untuk mengungkap kasus tentang Lena kan?" tanya Leon yang kini menatap kearah Darda. Leon yakin kalau Darda sungguh-sungguh mencintai adiknya, maka mereka bisa bekerjasama untuk menyelesaikan ini semuanya.


Darda tersenyum tipis, dia memang ingin mengungkapkan kasus ini. Dia tidak bisa sendiri karena selalu ada orang yang diam-diam mengawasi dirinya selama ini. Sekarang dia harus bersatu dengan Leon dan Dino untuk mengungkapkan kasus ini.


"Tentu saja gue mau, sebenarnya selama ini gue selalu diam-diam mencaritahu ini. Tetapi hasilnya selalu nihil. Gue yakin kalau bersama kalian bisa mengungkap semuanya."


"Gue setuju, akan lebih baik kalau kita bekerjasama !" ujar Dino.


Leon mengangguk setuju dengan usulan dari Darda dan Dino. Akan lebih baik jika mereka menyelidiki secara bersama. Mereka pasti akan menemukan jawabannya nanti.


"Baiklah kalau begitu gue setuju," ujar Leon yang kini mengulurkan tangannya. Mereka tos bertiga dan akan menyelesaikan semua kasus ini.


Darda ikut senang karena sedang dia punya teman untuk mengungkap kasus ini. Walaupun dia diawasi di sekolah tetapi Leon dan Dino pasti nanti mudah diandalkan.


Mereka bertiga akhirnya sudah berjanji akan bersama untuk mengungkap kasus ini.


Tiba-tiba ponsel Leon berdering tanda ada yang menghubunginya. Leon melihat kearah layar yang ternyata adalah Amar.


"Sorry gue angkat telepon dulu."


Leon akhirnya memutuskan untuk berpamitan dan mengangkat telepon dari Amar. Tidak biasanya juga Amar menghubungi dirinya seperti ini. Biasanya mereka akan mengirimkan pesan dan ngajak ketemuan.


"Hallo Amar," ujar Leon.


"Wanita yang waktu itu yang katanya pacar lo. Dia datang ke sini lagi," ujar Amar.


"Apa?" Leon terkejut. Untuk apa Fira datang ke rumah Amar. Apakah wanita itu akan mengemis cinta kepada dirinya.


"Mending lo cepat ke sini deh, dia dalam keadaan yang gak baik. Bajunya kotor," ujar Amar.


Leon menaikan sebelah alisnya, dia terkejut ketika mendengar kalau keadaan Fira yang sedang tidak baik-baik saja. Apakah terjadi sesuatu dengan wanita itu sekarang.


"Okeh kalau begitu, gue ke sana sekarang."


Leon mengatakan itu dengan tegas, lalu dia memutuskan untuk mematikan sambungan teleponnya. Ada rasa khawatir tentang Fira dalam hati Leon.


"Kenapa dengan Fira?" batin Leon.

__ADS_1


__ADS_2