SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
TERUNGKAP ANAK DONATUR SEKOLAH


__ADS_3

Dalam kelas.


Leon dan Dino sudah kembali ke dalam kelasnya. Mereka berdua duduk di bangku yang sama. Hanya saja kali ini Leon bersikap dingin kepada Dino. Leon masih marah dengan Dino sebenernya.


Sementara Dino sendiri baru bisa merasakan sebuah aura dari Leon yang berbeda seperti tadi. Tiba-tiba dia ingat dengan kejadian Gumara yang memang sampai babak belur. Dino jadi yakin kalau itu semuanya ulah Leon.


"Gue minta maaf Leon, tapi gue beneran tulus untuk membantu lo, terlepas Lo curiga dengan Darda, gue gak jadi masalah," jelas Dino yang meminta maaf kepada Leon yang sudah membuat pria itu emosi.


Leon melirik kearah Dino dengan sekilas, dia tahu kalau Dino adalah teman adiknya.


"Udahlah, gue gak mau membahasnya," balas Leon kini malah melihat kearah depan. Tanpa sengaja yang matanya malah melihat kearah Fira.


"Lo habis dari mana tadi?" tanya Fira yang berjalan untuk mendekati Leon.


"Bukan urusan lo juga," balas Leon membenarkan


Kacamatanya. Dia tidak mau nanti Fira malah semakin curiga.


"Yaudah sih Fira, kalau dia udah gak mau sama lo, mending lo sama cowo yang kemarin di topi itu," belas Sasha ikut menimpali.


Leon menatap tajam kearah Fira karena Sasha bisa tahu dengan pria bertopi itu. Sepertinya memang Fira beneran meng-upload foto tersebut ke akun sosial media nya.


"Benar banget, dia lebih keran keliatannya dari si cupu!" sindir Zahra.


"Iya kalau dibandingkan dengan Leon, dia gak ada


apa-apanya!" balas Sasha lagi sambil menertawakan


Leon.


Fira memejamkan matanya, dia sadar dengan perkataan teman-teman barusan. Mereka tidak tahu saja kalau orang yang memakai topi kemarin adalah Leon.


"Sudah kalian jangan bahas tentang dia!" ujar Fira yang memang tidak mau mereka malah membahas tentang hal tersebut. Apalagi di sini ada Leon, orang yang benar pake topi tersebut. Tetapi mereka semuanya tidak menyadari kalau itu adalah Leon.


Dino menatap sinis kearah Fira karena dia tidak suka dengan wanita itu. "Gak usah dekatin Leon. Gue tahu kalau lo hanya ingin mempermainkan Leon saja kan?"


"Diam lo tong gentong! Gak usah urusin gue!" maki Fira dengan sinis.


Dino memutar bola matanya jengah ketika melihat kearah Fira. Ada rasa kesal karena wanita itu terus saja menghina dirinya.


"Berisik kalian berdua! Lebih baik lo juga Fira, balik ke bangku lo sekarang!" usir Leon yang sekarang sedang merasa pusing kepalanya.

__ADS_1


Dino tersenyum puas ketika melihat Fira yang diusir oleh Leon. Apalagi sampai wanita itu cemberut dengan menghentak kakinya sebelum akhirnya beneran pergi dari tempat ini.


"Rasain lo," sinis Dino.


Dino dengan Fira memang tidak pernah akur, apalagi setelah Fira dan gengnya itu mengusir Lena dari circle mereka dan malah semakin dekat dengan dirinya. Dino merasa kasian dengan Lena.


Sementara itu, di ruangan kepala sekolah.


Gumara lagi-lagi datang ke ruangan ayahnya. Ada hal yang memang ingin dia bicarakan untuk saat ini. Semuanya berhubungan dengan Leon.


"Aku ingin menjebak Leon," ujar Gumara secara tiba-tiba kearah ayahnya.


Rudi menatap anaknya dengan pandangan sinis."


Jangan gegabah kamu Gumara."


"Bukannya kata papah, aku boleh melakukan semuanya. Hanya jangan menyentuh Darda saja," gumam Gumara.


Rudi menatap anaknya sambil menghela napasnya. Anaknya memang sudah sering kali membuat kesalahan. Dia yang selalu turun tangan selama ini, tetapi kali ini dia sudah memperingati anaknya untuk tidak gegabah.


"Masalahnya bukan itu," gumam Rudi memberitahu anaknya.


"Leon juga sepertinya bukan orang yang sembarang. Dia bisa mengancam papah kemarin waktu datang ke sini. Dia tidak ada takutnya sama sekali, mungkin dia punya orang dalam juga."


Rudi menjelaskan kepada anaknya agar tidak gegabah untuk bertindak saat ini. Dia belum tahu keluarga Leon yang sebenarnya. Takutnya dia adalah anak orang kaya seperti Lena. Bukan tanpa alasan keluarganya Lena juga sedang berusaha mengusut kasus yang memang disembunyikan.


"Leon? Pria cupu itu punya orang dalam? Apa papah sudah mengetahui identitas alisnya?" tanya Gumara.


Bukan tidak mungkin jika ayahnya mengetahui identitas siswa yang bersekolah di ini. "Bukannya papah sudah memberikan identitas nya sama kamu waktu itu."


Gumara mengangguk tetapi dia merasa curiga."


Aku tidak yakin kalau itu identitas aslinya. Bisa saja dia memanipulasi data."


"Kamu benar, tetapi kita tidak punya bukti nyata


sekarang. Dia sepertinya bukan dari kalangan bawah."


"Oh yah sampai lupa, aku pernah mendengar percakapan dia dengan Dino. Dia sedang menyelidiki kasus tentang Lena. Apa mungkin ini ada hubungannya," gumam Gumara.


Rudi menatap kearah anaknya, kalau dipikir memang benar adanya. Leon masuk ke sekolah ini setelah kejadian Lena 3 hari dan dinyatakan koma.

__ADS_1


"Kamu benar, kita harus menyelidikinya," ujar Rudi.


"Lalu bagaimana dengan Darda? Pria itu pasti juga akan melakukan hal yang sama," gumam Gumara yang benar-benar merasa heran.


Sudah menyiapkan proposal tentang pentas seni yang akan dilakukan oleh sekolah. Dia pasti akan sibuk untuk kegiatan ini. Asal kamu jangan menyentuh dan berurusan dengan dia, maka semuanya beres." Rudi mengatakan itu sambil tertawa.


Gumara mengangguk paham, dia tidak akan menganggu Darda karena dia adalah orang penting di sekolah ini.


"Aku tahu pah. Darda adalah anak donatur di sekolah ini. Dia anak Pak Hamdan. Dan aku tidak akan menganggu dia," kata Gumara dengan senyuman penuh arti.


"Good boy. Kalau pun kamu ingin melakukan sesuatu padanya, kamu harus teliti dan hati-hati," bisik Rudi kepada anaknya.


"Siap pah," ujar Gumara sambil tertawa.


Tanpa mereka tahu, ada seseorang yang sedang mengintip di depan pintu. Dia sudah merekam perkataan orang yang ada di dalam. Dia tersenyum sinis ketika sudah merekam kejahatan itu.


"Kalian pikir bisa mengendalikan gue?" Tentu saja gue bermain cantik selama ini. Hanya saja gue belum punya kesempatan untuk bergerak," sinis orang tersebut yang ternyata adalah Darda.


Dia langsung pergi dari tempat ini, sebenarnya selama ini Darda berusaha untuk mengungkapkan kasus yang terjadi dengan Lena. Dia tahu kalau ini ada


Hubungannya dengan Gumara.


Sampai ponsel Darda berdering tanda ada orang


yang mengirimkan dia pesan. Darda membacanya


dengan sekilas. (Jangan mencoba untuk mencaritahu semuanya!


Kalau tidak maka, kamu yang akan celaka juga)


Darda membaca pesan ancaman yang entah dari siapa. Sepertinya orang itu tahu kalau dia habis merekam dari ruangan kepala sekolah dan mencari bukti. Darda melihat ke sekeliling sekolah ini, mencari orang yang selalu mengawasi dirinya. Dia mengepalkan tangannya karena merasa seperti burung dalam sangkar. Tidak bisa melakukan apapun untuk mengungkapkan semuanya.


"Sial, siapa orang yang terus ngawasin gue dan tahu kalau gue sedang menyelidiki kasus Lena!" maki Darda yang merasa kesal.


Selama ini ada yang terus mengawasi dirinya untuk mengungkapkan kecelakaan yang terjadi dengan Lena. Ini yang membuat dia tidak bisa leluasa untuk mencaritahu semuanya lebih cepat. Dia terpaksa harus menyibukkan diri dengan OSIS agar orang-orang jahat itu tidak curiga. Tetapi tetap saja setiap dia akan menyelidiki semuanya, malah ketahuan.


"Hei siapa pun lo yang selalu memantau gue, ingat kebenaran itu selalu akan terungkap!" maki Darda yang kini penuh dengan emosi sambil berteriak. Dia marah karena terus diawasi oleh orang misterius yang tidak


Dia ketahui. Orang tersebut terus saja mengawasi dirinya di sekolah. Membuat dia tidak bisa menyelidiki kasus tentang Lena.


"Maafkan gue Lena," batin Darda.

__ADS_1


__ADS_2