SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
LEON BERAKSI


__ADS_3

Semua siswa yang ada di sekolah ini malah menjadi heboh, pasalnya semua orang melihat Fira yang kini bersama dengan laki-laki cupu.


"OMG! Gue tidak salah lihat bukan?" tanya siswa yang ada di sini malah terkejut.


Semua orang jadi heboh karena melihat siswi yang populer di sekolah ini bersama dengan pria yang cupu tersebut.


"Sial, gue harus memberikan pelajaran pada si cupu itu!" maki Gumara yang melihat wanita yang menjadi gebetannya kini menjadi bahan perhatian banyak orang bersama dengan pria itu.


Gumara yang melihat itu pun akhirnya berjalan menghalangi Fira sana Leon yang hendak akan berjalan masuk ke dalam kelasnya.


"Oh jadi dia kekasih lo yang baru," gumam Gumara sambil merendahkan Leon.


"Kalau iya kenapa? Lo gak suka kalau gue punya gandengan baru!" sindir Fira dengan sinis kepada Gumara.


"Kalau saingan gue kaya Darda yah jelas gue pasti akan merasa tersaingi, ini macam pria culun aja bisa gue singkirkan!" ujar Gumara dengan tersenyum sinis.


Leon memutar bola matanya jengah ketika melihat perdebatan dua orang yang ada di depannya itu. Sampai akhirnya Gumara malah menarik tangan Leon agar ikut dengan dirinya.


Leon memperhatikan ada Fira di sini dan banyak orang yang memperhatikan dirinya. Dia tidak boleh melawan untuk saat ini atau nanti identitasnya akan ketahuan. Akhirnya Leon mengikuti Gumara karena tangannya ditarik.


Fira berusaha untuk menarik tangan Leon dan menatap tajam Gumara. Fira merasa khawatir dengan Leon yang pasti akan disakiti oleh Gumara.


"Gumara lo jangan macam-macam sama Leon!"


marah Fira.


"Gue hanya ingin memberikan dia pelajaran!" gumam Gumara yang kini tersenyum dengan sinis.


Fira kesal dengan Gumara yang main seenaknya sendiri, dia yakin kalau Gumara akan berbuat aneh pada Leon.


"Gue bisa laporin lo ke pihak sekolah kalau berbuat macam-macam!" ancam Fira.


Gumara bukannya takut dengan ancaman Fira barusan, dia malah tersenyum dengan sinis. "Lo pikir gue takut dengan ancaman Lo barusan. Jangan lupakan kalau gue adalah anak kepala sekolah di sini!"


Gumara mengatakan itu dengan nada menyombongkan dirinya sendiri. Sebelum dia menarik tangan Leon karena akan memberikan pria itu pelajaran.


Leon hanya mengikuti saja ketika merasakan tangannya yang kini sudah ditarik oleh Gumara. Tidak ingin membuat semua orang yang ada di sekolah ini malah curiga dengan dirinya.

__ADS_1


"Lo mau bawa gue ke mana?" tanya Leon yang kini merasa kesal.


Gumara membuka sebuah ruangan yang memang seperti gudang sekolah. Tempat ini begitu gelap dan Gumara mendorong Leon begitu saja.


"Tentu saja gue akan memberikan lo pelajaran!" gumam Gumara sambil tertawa dengan sinis.


Leon mengepalkan tangannya, pria itu memang seperti psikopat. Apalagi dengan mengeluarkan sebuah senjata dari tangannya seperti pisau.


"Rasanya enak kalau gue menghabisi lo di sini!" hardik Gumara sambil melepaskan kacamata dari Leon.


Gumara mengira kalau Leon mempunyai mata minus karena dia pakai kacamata. Tetapi dia salah, memang Leon sengaja memakai itu agar tidak ketahuan.


"Gue akan merusak wajah lo!" sinis Gumara yang kini akan menyayat Leon dengan pisau tetapi pisau itu ditahan oleh Leon.


Gumara terkejut ketika melihat Leon yang kini sudah berani melawan dirinya. "Lo!" marah Gumara ketika melihat pisau yang ada di tangannya malah terjatuh.


Loen tertawa ketika melihat Gumara yang terkejut melihat dirinya. Pria itu tidak tahu satu sisi yang dia milik saat ini.


"Jangan pernah menganggu diri gue!" marah Leon.


"Sialan! Anjing Lo!" Gumara hendak akan memukul Leon dengan keras. Tetapi tangannya ditangkis terlebih dahulu oleh Leon.


Bugh...


Leon memukul Gumara dan akhirnya terjadi perkelahian antara mereka berdua. Bahkan Gumara terkejut ketika melihat Leon yang ternyata diluar ekspektasi dirinya. Pria yang dia kira cupu juga sangat jago berkelahi.


Bugh..


"Ah..."


Gumara terjatuh ke lantai sambil menahan rasa sakitnya karena tersungkur, lalu dia melihat kearah pisau yang tadi, dia mengambilnya kembali dan malah menyayat tangan Leon.


Leon merasakan sakit di sikutnya dan dia


mendorong Gumara dengan kakinya! Dia memukulinya kembali sampai babak blur!


"Jangan pernah main-main dengan gue!"

__ADS_1


Leon mengatakan itu dengan tersenyum sinis. Dia bahkan tidak tahan dengan semuanya. Leon melihat Gumara yang kini sudah tersungkur dan kesakitan, Leon hanya mengambil kembali kacamata yang dijatuhkan oleh Gumara tadi.


Beruntung pria itu tidak membuat kacamata tersebut menjadi rusak. Jadi wajahnya tidak akan terlalu terlihat saat ini.


Leon meninggalkan Gumara sendiri di dalam gudang, dia akan langsung kembali ke kelas agar semua orang tidak curiga, sebagai bukti kalau Gumara sudah menyakiti dirinya, dia punya sayatan di sikutnya.


"Si cupu kayanya sudah dikasih pelajaran oleh si Gumara," gumam Raka.


"Lo benar, kalau begitu ayo kita samperin Gumara," gumam Deon yang kini berjalan menuju kearah gudang.


Ketika membuka pintu tersebut, mereka terkejut karena melihat Gumara yang memang sudah terluka seperti itu. Dia sama sekali tidak menyangka kalau bosnya itu bisa dalam keadaan babak blur begitu.


"Apa yang terjadi?" tanya Raka yang terkejut ketika melihat kearah Gumara.


"Bukannya lo yang sudah memberikan pelajaran dengan dia? Kenapa sekarang kamu yang malah terluka?" tanya Deon dengan heran. Dia sama sekali tidak menyangka dengan yang dia lihat saat ini.


"Sial! Ini semuanya gara-gara si cupu itu!" marah Gumara kepada temannya.


Raka dan Deon menaikan sebelah alisnya heran, memangnya apa yang sudah terjadi. Tidak mungkin kalau Leon yang sudah membuat Gumara seperti ini bukan? Hanya pria culun saja bisa membuat Gumara terluka.


"Dia sudah mungkin membuat lo jadi kaya gini kan?" tanya Raka dengan hati-hati.


"Si cupu itu bukan orang yang sembarang, dia jago beladiri rupanya. Kita harus mengetahui asal usul dirinya!" gumam Gumara dengan serius.


"Lo serius? Dia cowo cupu, gak mungkin dia bisa bela diri!" gumam Raka.


"Lo gak liat gue sekarang? Ini bukti kalau dia bisa bela diri. Kita harus mengetahui tentang dia!" gumam Gumara yang merasa yakin kalau Leon bukan pria yang sembarangan.


"Kalau begitu, lebih baik kita keluar," gumam Raka.


"Bantuin gue bangun!" ujar Gumara kepada kedua temannya.


Dia hanya mengangguk paham, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membantu Gumara yang memang penuh dengan luka.


"Bawa gue ke UKS sekarang!" perintah Gumara.


"Okeh," ujar Deon dan Raka yang akhirnya membawa Gumara pergi ke ruangan UKS untuk diperiksa.

__ADS_1


Ketika Gumara di bawa ke ruangan UKS, ada seseorang yang mengintip Gumara yang kini dibawa ke ruangan UKS, pria itu hanya tersenyum tipis lalu memutuskan untuk pergi dari tempat ini sebelum Gumara dan antek-anteknya menyadari kehadiran dirinya.


BERSAMBUNG


__ADS_2