SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
Terungkap Hubungan Gumara Dan Fira


__ADS_3

Pulang sekolah, Leon kini datang ke rumah sakit mutiara bersama dengan Dino juga yang kini ikut ke sana. Apalagi tadi Darda mengirimkan dia pesan untuk membawa buku diary milik Lena.


"Darda masih di dalam?" tanya Leon kepada penjaga yang ada di depan ruangan Lena.


"Iya bos. Dia masih di dalam," jawab bodyguard yang berkepala botak.


Dino yang mendengar itu pun terkejut. "Lo bos dari dua penjaga itu? Gue kira nyokap nya Lena yang menjadi bos nya," ujar Dino.


Leon hanya mengangguk saja, lalu dia masuk ke dalam ruangan. Dia melihat Darda yang sepertinya tertidur sambil menggenggam tangan Lena dengan erat.


Dino yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepalanya. "Gila yah, gue bisa melihat adegan romantis kaya gini," ledek Dino sambil becanda.


Leon menepuk tangan Darda untuk membangunkan pria itu. Lihat saja Darda masih pakai seragam sekolah tetapi malah bolos. Mungkin dia sengaja tidak ingin ketahuan oleh kedua orangtuanya kalau dia bolos sekolah. Tetapi tetap saja nanti pasti ada yang melapor kalau dia tidak masuk sekolah hari ini.


"Bangun lo!" seru Loen membangunkan Darda.


Darda akhirnya bangun dan melihat kearah Leon dan Dino yang sudah ada di sini. Dia mengusap mukanya dengan cepat mungkin takut ada iler. Dia melihat kearah jam yang ternyata memang sudah hampir sore. Rupanya Leon dan Dino sudah ada di sini.


"Kalian sudah pulang sekolah."


"Iya, kami sudah pulang sekarang, lo sendiri kenapa gak masuk sekolah?" tanya Leon yang penasaran dengan Darda.


Darda langsung memberikan ponselnya lagi kepada Leon. Memberitahu tentang orang yang sudah mengancam dirinya. Bahkan sekarang orang itu tahu kalau dia bolos sekolah. Ini smyajh membuat dia merasa aneh. Orang tersebut seperti mata-mata di sekolah dan mengetahui tentang dirinya juga.


"Gue malas sekolah karena terus diawasi oleh orang ini."


Leon hanya membacanya dengan sekilas, dia sudah meminta Amar untuk mencaritahu tentang orang tersebut. Cepat atau lambat pasti orang tersebut akan ditemukan. "Mata-mata tersebut sepertinya ada di sekolah terus."


"Iya, gue juga berpikir begitu. Tetapi dia tidak mengikuti gue ketika berada di luar. Bukankah itu aneh?" gumam Darda.


Leon mengangguk benar, itu sangat aneh. Artinya memang orang tersebut memantau Darda sketika ada di sekolah saja. Mungkin karena barang bukti itu ada di sekolah.


"Oh yah, gue sampai lupa, ini buku diary milik Lena," ujar Dino.


"Gue pengen liat!"


Dino mengeluarkan buku diary milik Lena dari tasnya. Dia menaruh itu di dekat Darda dan Leon. " Kalian baca dengan seksama. Gue sudah membacanya dan tahu rahasia ini. Tapi gue gak berani mengungkapkan semuanya, karena Gumara pasti akan lebih membully dan membuat gue celaka," gumam Dino memberitahu Darda dan Leon.


Darda dan Leon saling tetap satu sama lain, mereka berdua malah rebutan buku diary tersebut.


"Gue dulu yang buka," ujar Leon.


"Nggak yah, gue dulu yang buka!" balas Darda.

__ADS_1


"Gue lebih berhak dari lo," balas Leon dengan pandangan mata yang tajam.


"Gue pacarnya Lena, jadi gue lebih berhak!" balas Darda yang lebih sengit. Leon akan mengatakan kalau dia Kakaknya Lena, tetapi dia tidak mungkin menceritakan semuanya kepada Darda untuk saat ini.


Dino malah menatap kedua orang tersebut dengan mata yang jengah. Mereka berdua seperti anak kecil saja. Bagaikan berebut mainan seperti itu.


"Lebih baik kalian buka bareng-bareng," balas Dino.


Akhirnya Darda dan Leon setuju dengan saran


tersebut. Dia akan melakukan semuanya dengan baik untuk saat ini. Mereka membukanya dengan seksama, membaca buku diary milik Lena.


"Semua rahasia yang ditulis Lena ada di sana.


Termasuk hubungan Fira dengan Gumara."


Leon yang mendengar hubungan antara Fira dan Gumara pun langsung menoleh kearah Dino. Yang artinya memang Dino sudah tahu dengan hal ini. Lagian Leon tidak suka baca sebenarnya kalau tidak penting. Berbeda dengan Darda yang memang suka diam di perpustakaan walaupun sendirian. Jadi dia bisa dibilang suka baca, Darda membacanya.


"Lo tahu hubungan Fira dengan Gumara?" tanya Leon tidak sabar, dia bahkan tidak fokus kepada buku diary nya. Akan lebih baik jika mendengarkan semuanya langsung dari Dino saja. Pria itu sudah membaca semuanya.


"Iya, mereka adalah saudara tiri," jawab Dino membuat Leon terdiam. Dia tidak menyangka kalau hubungan antara Gumara dan Fira adalah saudara tiri.


Sedangkan Darda menoleh kearah Dino karena mendengar hal tersebut. Dia tiba-tiba teringat dengan dulu ketika mereka kelas satu. Ibunya Fira dulu selalu datang ke ruangan kepala sekolah.


"Gue teringat dengan isu perselingkuhan dulu, Pak Rudi bercerai dengan istrinya dan menikah dengan selingkuhannya, tetapi gue gak tahu siapa selingkuhannya itu. Jadi rupanya ibunya Fira, pantas saja dulu ibunya Fira selalu dipanggil ke sekolah," gumam Darda yang juga baru tahu tentang hal tersebut. Mengapa dia baru jengah sekarang, karena setelah itu ibunya Fira tidak pernah datang lagi ke sekolah.


Leon fokus mendengarkan penjelasan dari Dino. Sedangkan Darda membaca semua tentang buku diary ini. Ada hal tentang perasaan Lena kepada dirinya, sampai ada hal yang membuat dia heran sekarang.


"Ini maksudnya apa?" tanya Darda kepada Leon dan Dino.


"Fira meminta Lena menjauhi dirinya karena dia tidak ingin rahasia Fira terbongkar, kalau ibunya adalah istri simpanan dari ayahnya Gumara."


Leon benar-benar terkejut dengan hal ini, dia sama sekali tidak menyangka dengan hal ini. Lalu dia teringat dengan orang yang meneror Darda. Mereka pasti berhubungan satu sama lain.


Dino harus mengatakan hal ini juga kepada Leon dan Darda. "Di sana juga di sebutkan kalau selama ini Gumara membully Lena karena disuruh oleh Fira, dia hanya tidak mau Lena mengungkapkan ke semua orang kalau Fira adalah anak dari wanita simpanan ayahnya Gumara," jelas Dino.


Darda membukanya dan membacanya dengan seksama. Dari awal juga dia sudah benar-benar curiga." Gue gak nyangka kalau Fira sejahat ini!" marah Darda.


"SIAL KAU FIRA!" Leon benar-benar sudah dibuat emosi dengan Fira sekarang, dia benar-benar tidak menyangka kalau Fira berbuat seperti ini. Pantas saja Fira waktu itu mengajak dirinya ke tempat kejadian yang sebenarnya. Dia memang tahu semuanya tentang hal ini dari awal. Leon benar-benar sudah dibuat kecewa dengan Fira sekarang.


"Gue sebenernya curiga kalau pelaku yang sudah membuat Lena jatuh dari tangga adalah Fira, karena selama ini Lena menyimpan banyak rahasia tentang Fira, dulu mereka dekat." jelas Dino.


"Pelakunya bukan hanya satu orang saja, buktinya ada yang meneror gue juga untuk tidak mengungkapkan kasus ini, kepala sekolah yang menutupi kasus ini juga terlibat." jelas Darda.

__ADS_1


Leon paham, jelas ini ada hubungannya dengan kepala sekolah yang notabenenya adalah ayah tiri dari Fira. Mungkin saja dia melindungi Fira agar kasus ini tidak ketahuan. Tetapi hati Leon masih tidak menyangka kalau semuanya adalah ulah Fira. Kemudian dia teringat dengan trauma Fira yang waktu pagi merasa ketakutan.


"Gue rangkum dulu semuanya, biar kita bisa mengungkap dengan jelas. Kalau kasus ini bisa saja sudah direncanakan dari awal," gumam Dino.


"Kepala sekolah itu juga terlibat dalam kasus ini, dia ayah tirinya Fira. Bisa jadi kalau memang dia melakukan ini untuk melindungi Fira," ujar Leon yang mengepalkan tangannya, dia sebenarnya sudah kecewa kalau Fira benar-benar pelakunya.


Darda terdiam, karena ada satu bukti ponsel milik Lena yang belum ditemukan sampai sekarang. Dia yakin kalau di dalam ponsel tersebut ada bukti yang nyata. Orang tersebut pasti menghubungi Fira. Yang Darda khawatirkan adalah orang tersebut mengaku sebagai dirinya untuk bertemu dengan Lena di sana. Karena sebenarnya rooftop sekolah ini tempat dirinya selalu bertemu dengan Lena.


"Ponsel milik Lena belum ditemukan sampai sekarang. Ada kemungkinan ponsel tersebut sekarang berada di orang tersebut," gumam Darda.


Dino mengangguk setuju, lalu dia merangkum semuanya dengan jelas. Walaupun dia doyan makan, tetapi Dino adalah orang yang sedikit cerdas. Dia mencatat semuanya dengan rinci.


"Jadi ada tiga orang dalang yang terlibat di sini, Kepala sekolah, Gumara dan Fira. Menurut gue diantara mereka ada yang pegang ponsel Lena," jelas Dino.


"Bagaimana cara kita bisa mengetahuinya?


Nomornya sudah tidak aktif," gumam Darda.


Leon berpikir sejenak untuk melakukan misi tersebut. Bagaimana pun harus ada orang yang bisa menyusup ke rumah milik Pak Rudi agar bisa mengetahui informasi.


"Gue akan menyiapkan orang sebagai mata-mata di rumah Pak Rudi, kalian tenang saja dengan hal itu," ujar Leon dengan tenang.


Darda setuju dengan saran dari Leon sekarang," Gue setuju dengan hal ini."


"Iya deh, yang punya anak buah banyak." Dino hanya mengatakan itu karena Leon punya banyak anak buah.


Lalu Leon menepuk pundak Darda dengan pelan." Lo mau sampai kapan bolos sekolah terus sembunyi kaya gini? Pak Hamdan pasti akan curiga kalau lo bolos ," ujar Leon menasehati Darda.


"Orang yang neror gue, bagaimana? Dia seperti mengincar gue juga," gumam Darda.


"Gue janji besok pelakunya akan ketahuan, kita akan memberikan pelajaran kepada orang tersebut," gumam Leon yang kini berusaha untuk meyakinkan dirinya.


"Baiklah kalau begitu, gue setuju."


"Buku diary Lena gue ambil dulu, Lo udah baca kan ?" tanya Leon kepada Darda.


"Iya, lebih baik lo yang bawa saja," jawab Darda karena dia sudah membacanya tadi. Sedangkan Leon belum membacanya, jadi kali ini Darda memutuskan untuk mengalah saja.


"Besok kita akan berdiskusi lagi sini, sambil melihat keadaan Lena," gumam Dino.


Darda mengangguk setuju, tempat aman untuk mereka yaitu di sini. Apalagi ada penjaga Leon diluar ruangan ini.


"Okeh, gue setuju."

__ADS_1


Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang dan tidak lupa berpamitan kepada Lena juga. Mereka bertiga sangat menyayangi Lena dan berjanji akan mengungkapkan kasusnya.


Leon menatap kearah Lena dan tersenyum tipis. Dia memang merindukan adiknya dan berjanji akan menemukan pelaku tersebut. "Aku harap kamu bisa bangun Len, aku ingin kamu jadi saksi kalau mereka bersalah," batin Leon.


__ADS_2