SI CUPU TERNYATA SUHU

SI CUPU TERNYATA SUHU
LEON KE RUMAH SAKIT


__ADS_3

Pulang sekolah akhirnya Leon memutuskan untuk


datang ke rumah sakit. Tempat di mana saudara kembarnya sedang di rawat di sini. Leon hanya merindukan adiknya yang terbaring.


"Apa kabar Lena."


Leon menaruh tas sekolahnya di atas kursi, lalu dia melihat wajah cantik adiknya. Dia memang dulu waktu kecil selalu bersama, tetapi pada saat itu Leon dibawa oleh kakak dari ayahnya. Kebetulan sekali pamannya tidak punya anak dan Leon diurus oleh mereka.


Sedangkan Lena sudah tinggal bersama dengan kedua orangtuanya sedari kecil. Penyesalan dari Leon adalah tidak ada di sini Lena. Apalagi mereka yang pisah sekolah dulu.


"Lena, kapan kamu akan bangun? Aku sudah berusaha untuk mencari pelaku yang sebenarnya," jelas Leon berbicara sendiri kepada tubuh Lena yang terbaring lemah tidak berdaya ini.


Leon mengusap rambut milik adiknya. Wajah adiknya begitu sangat pucat dan dingin. Tidak lupa dengan impusan yang ada ditangannya. Membuat Leon merasa kasian dengan adiknya.


"Aku yakin kamu kuat Lena," gumam Leon.


Leon hanya bisa melihat keadaan adiknya sekarang. Sampai ada orang yang kini menghampiri dirinya. Dia adalah orang kepercayaan yang dia suruh untuk menjaga Lena di sini.


"Ada sesuatu yang ingin saya katakan pada Tuan Muda," ujar orang tersebut.


"Katakan saja!" Dingin Leon.


"Ini tentang orang yang waktu itu menjenguk Nona Lena di sini. Kebetulan saya sudah menemukan orangnya dengan melacak CCTV dan melihat plat motor yang dia gunakan," jelas orang tersebut.


Leon mengangguk sambil tersenyum tipis. Dia yakin kalau orang yang menjenguk Lena di sini pasti tahu tentang kejadian yang sebenarnya.


"Katakan!" Leon sudah tidak sabar ingin mengetahui orangnya.


"Dia siswa yang bernama Darda. Kebetulan dia adalah ketua OSIS di sekolah Harapan Bangsa."


Mendengar hal tersebut membuat Leon merasa heran. Kemudian dia teringat tentang foto adiknya yang memang menyimpan foto pria itu. Dia semakin yakin kalau ketua OSIS itu tahu tentang adiknya.


"Terima kasih banyak karena sudah menyelidiki dia ," gumam Leon yang tersenyum dengan penuh arti. Dia akan bertemu dengan pria yang bernama Darda besok.

__ADS_1


"Kalau begitu, saya permisi dulu," ujar orang tersebut yang akhirnya memutuskan untuk pergi dari ruangan ini.


Leon sendiri akhirnya kembali menatap kearah adiknya. Ada rasa sakit ketika melihat adiknya terbaring seperti ini. "Aku tahu kalau kamu sepertinya punya hubungan dengan pria yang bernama Darda itu kan? Kamu mencintai dia?" gumam Leon.


Andai saja ponsel milik Lena tidak hilang, mungkin dia sudah bisa menemukan jejak yang sebenarnya. Tetapi pasalnya sampai sekarang ponsel milik Lena tidak ada sama sekali.


Di kamar juga Lena tidak menyimpan sesuatu yang mencurigakan, hanya ada sebuah foto lama yang baru-baru ini Leon ketahui.


Sampai ponselnya berdering tanda ada yang mengubungi dirinya. Leon mengangkatnya karena rupanya itu dari ayahnya.


"Hallo Daddy."


"Kamu di mana Leon? Belum pulang juga jam segini? Mommy kamu merasa khawatir," jelas Rina kepada anaknya.


"Kebetulan Leon saat ini sedang berada di rumah sakit. Leon kangen dengan Lena, makanya datang ke sini," jujur Leon.


"Yaudah kalau begitu, oh yah tentang donatur sekolah itu. Daddy sudah dekat dengan dia, kebetulan sekali kami juga melakukan kerjasama. Jadi kamu tidak usah khawatir kalau akan dikeluarkan dari sekolah," gumam Rian.


Leon tersebut senang mendengar hal tersebut. Kepala sekolah itu tidak akan angkuh lagi kalau sampai berusaha membela anaknya nanti. Beruntung dia punya pondasi yang lebih kuat.


"Yaudah kalau begitu, kamu cepat pulang. Mommy kamu sangat mengkhawatirkan mu. Dia masih begitu trauma dengan kejadian Lena," jelas Rian kepada anaknya.


Leon tahu keadaan Mommy nya seperti apa sekarang ini. "Baiklah, aku akan segara pulang."


"Kalau begitu, Daddy tutup dulu sambungan teleponnya."


Akhirnya Leon kembali meletakan ponselnya. Dia menggenggam tangan adiknya dengan lembut, lalu dia memberikan sebuah kecupan hangat pada kening adiknya.


"Aku tahu kamu pasti kuat, kamu pasti bisa menjalani masa kritis mu itu. Jaga dirimu baik-baik. Kakak akan pulang dulu," gumam Leon yang akhirnya memutuskan untuk berpamitan pulang.


Leon akhirnya keluar dari rumah sakit ini, berjalan dengan perlahan. Tanpa sadar ada seseorang yang bersembunyi di balik tembok karena melihat kearah Leon


Setelah Leon pergi dari sini, akhirnya orang itu keluar dari tempat persembunyiannya. Dia terdiam sejenak ketika melihat orang tersebut.

__ADS_1


"Bukannya itu siswa baru? Untuk apa dia datang ke ruangan Lena? Apa dia punya hubungan dengan Lena?" batin pria tersebut.


Baru dia hendak akan pergi ke ruangan tempat Lena berada, tetapi penjagaannya begitu sangat ketat. Membuat dia sulit untuk masuk ke dalam.


"Sial! Selalu saja penjagaannya begitu ketat. Aku harus menunggu mereka lengah tertidur agar bisa melihat keadaan Lena," gumam orang tersebut yang mengepalkan tangannya.


Sudah sekitar 2 Minggu ini dia selalu diam-diam datang ke tempat di mana Lena dirawat. Ada rasa bersalah dalam hatinya karena dia tidak menerima cinta dari Lena dulu. Sekarang dia seperti mendapatkan karmanya sendiri karena tidak bisa bersama dengan Lena.


"Andai saja aku menerima cinta darimu dan tidak terlalu fokus kepada Fira, kamu tidak akan terluka seperti itu," gumamnya.


Hingga ada yang menepuk pundaknya dari belakang. "Berhenti menyalahkan diri lo sendiri. Lebih baik lo pulang sekarang," saran dari seseorang.


Darda menoleh kearah orang tersebut, dia hanya tersenyum tipis. "Gue selama ini tidak peka kalau dia sangat mencintai gue, kalau gue tidak mengatakan yang sebenarnya. Gue tidak akan tahu," gumam Darda.


Orang tersebut malah tertawa ketika Darda yang baru sekarang baru peka. Padahal dulu Lena selalu mengejar pria cuek seperti dia. Lena bahkan sampai jauh dari teman-temannya karena membela dirinya.


"Gue hanya melakukan yang seharusnya dilakukan sebagai seorang sahabat," gumam orang tersebut.


Darda hanya mengangguk paham, orang yang ada di samping itu adalah temannya Lena. Tetapi dia teringat dengan anak baru yang tadi menjenguk Lena.


"Oh yah, tadi gue melihat anak baru itu menjenguk Lena, apa dia punya hubungan dengan Lena?" tanya Darda penasaran.


"Siswa baru? Siapa?" tanya orang itu yang menaikan sebelah alisnya bingung.


"Lion kalau gak salah namanya," ucap Darda yang mencoba mengingat nama orang tersebut.


Berbeda dengan ekspresi wajah orang yang ada disampingnya. "Leon maksud lo?"


Darda menganggukkan kepalanya, "lya mungkin itu namanya. Dia yang murid baru pake kacamata, dan gosipnya bisa mengalahkan Gumara."


"Rasanya tidak mungkin kalau dia punya hubungan dengan Lena."


"Faktanya dia datang ke sini, artinya memang dia punya hubungan dengan Lena."

__ADS_1


"Kalau begitu, kita harus mencaritahunya. Gue sempat curiga pria cupu kaya dia bisa mengalahkan Gumara," gumam orang tersebut.


BERSAMBUNG


__ADS_2