
Leon akan pulang sekarang tetapi tangannya di tahan oleh Fira yang mencoba untuk mendekati dirinya. Fira sengaja mendekati Leon untuk membuktikan hubungan dirinya dengan Leon kalau sudah dekat.
"Ikut dengan gue," gumam Fira.
Leon yang bersama dengan Dino pun hanya menatap kearah Fira dengan sekilas. Sebelum akhirnya Leon berpamitan kepada Dino.
"Gue duluan."
Dino hanya mengangguk sambil melihat kearah Leon yang kini bersama dengan Fira. Walaupun sebenarnya Dino tidak suka dengan kedekatan mereka. Apalagi Dino tahu kalau Fira hanya ingin mempermainkan Leon saja.
"Yaudah kalau begitu, Lo duluan!"
Fira menarik tangan Leon untuk menjauh dari sana. Dia sengaja memamerkan kedekatannya itu kepada Sasha dan juga Zahra di sini. Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk pergi.
"Ikut gue!"
Leon hanya menanggapinya saja, lalu dia melihat kearah Leon sekilas. "Lo mau Informasi tentang Lena kan? Ikut ke mobil gue sekarang."
Leon mengangguk dan dia masuk kedalam mobil milik Fira. Dia juga sebenernya penasaran dengan pertemanan antara Fira dan adiknya. Apalagi setelah mendengar penjelasan dari Dino kalau Fira pernah sempat dekat.
"Iya, gue butuh itu. Katakan yang sebenarnya."
"Jalan Pak!" seru Fira kepada supir yang menjemput dirinya.
"Baik non," gumam supir tersebut.
Leon hanya melihatnya dengan sekilas. Entah dia akan dibawa ke mana sekarang ini. Dia hanya mengikuti Fira saja sambil menunggu dia yang akan mengatakan semuanya.
"Jadi, apa yang akan lo katakan tentang Lena?" tanya Leon.
"Dia dulu satu kelas dengan kita, gue dan dia sempat dekat sebelum dia dekat dengan Darda." Fira menceritakan tentang Lena kepada dirinya.
"Darda yang ketua OSIS itu kan?"
"Iya, dulu Darda mencintai gue sebelum gue yang mencampakkan dia dulu. Tetapi Lena tidak terima karena gue menyia-nyiakan pria seperti Darda. Akhirnya pertemanan kita putus, karena Lena lebih memilih membela Darda dibandingkan dengan gue."
__ADS_1
Leon mencerna yang diceritakan oleh Fira barusan. Dia jadi tahu alasan renggang hubungan adiknya dengan Fira. Rupanya ini semuanya ada hubungannya dengan ketua OSIS yang bernama Darda itu.
Leon harus menyelidikinya karena bisa saja Darda yang sudah membuat adiknya celaka dengan dalih ingin balas dendam kepada Lena karena Fira menolaknya. Karena sebelumnya Fira dan Lena berteman.
"Teman-teman lo yang dua itu juga ikut menjauhi Lena?" tanya Leon.
"Iya tentu saja, gue sendiri gak tahu alasannya, tapi kayanya mereka berdua ikut gue yang menjauhi Lena juga," jelas Fira kepada Leon.
Leon hanya mengangguk paham saja, sekarang dia sudah mempunyai informasi tentang Lena, dia tidak akan menanyakan tentang Lena sekaligus kepada Fira karena wanita itu pasti akan curiga dengan dirinya.
Fira menatap kearah Leon, sebenarnya dia sengaja mengajak Leon pulang bersama agar tahu tentang rumah Leon dan dia bisa mencaritahu tentang Leon yang sebenarnya.
"Jadi Leon, apa alasan lo ingin mengorek informasi tentang Lena?" tanya Fira yang kini menatap Leon dengan pandangan serius.
Leon sudah bisa menduganya kalau Fira pasti akan menanyakan tentang hal itu setelah dia memberikan tawaran mencari informasi tentang Lena.
"Dia teman SMP gue dulu. Jadi aku penasaran saja dengan kehidupan dia di sini sekarang," jawab Leon dengan bohong. Padahal Leon adalah Kakak kandung dari Lena. Hanya berbeda 10 menit saja lahirnya dari sang adik.
"Oh jadi lo teman lamanya," gumam Fira.
"Dia tidak pindah dari sekolah ini kok. Orang-orang bilang dia di rumah sakit," gumam Fira.
Leon tersenyum ketika mendengar ucapan dari Fira barusan. Artinya wanita itu sudah tahu kalau saat ini Lena memang berada di rumah sakit. Tetapi wanita itu tidak pernah menjenguknya, apa mungkin karena hubungan mereka yang memang sekarang sudah tengang tidak seperti dulu lagi.
"Jadi dia sakit yah," gumam Leon yang pura-pura tidak tahu.
"Iya gue juga tahu nya gitu. Teman-teman juga sepertinya tidak ada yang menjenguk dia," ujar Fira.
"Kenapa?" tanya Leon yang memang penasaran. Karena dia tahu kalau tidak ada teman-teman yang menjenguk adiknya ketika sakit.
"Kepo deh lo, gue sendiri juga kagak tahu!" ujar Fira dengan pelan.
Fira memalingkan wajahnya ke tempat lain, lalu dia melihat kearah Leon kembali karena awalnya dia mengantar Leon pulang ke rumah adalah untuk mengetahui rumah pria itu.
"Rumah lo di mana?" tanya Fira kepada Leon.
__ADS_1
Leon teringat kalau dia saat ini memang tinggal bersama dengan kedua orang tua kandungnya. Dia tidak akan memberikan alamat rumah itu karena bisa saja nanti Fira akan tahu siapa dirinya.
Leon berpikir untuk tidak akan memberitahu rumahnya, tetapi dia ingat rumah salah satu temannya yang memang berada di lingkungan ini.
"Berhenti di sini," ujar Leon.
"Eh udah nyampe?" tanya Fira menaikan sebelah alisnya ketika Leon meminta berhenti.
"Iya, gue sudah nyampe. Rumah gue gak jauh dari sini," gumam Leon.
"Lo yakin? Gak lagi bohongin gue kan?" tanya Fira dengan mata yang menyipit.
Leon hanya tersenyum tipis sambil mendekatkan bibirnya kepada telinga Fira. Dengan jarak yang dekat dia membisikan sesuatu pada telinga Fira.
"Terima kasih pacar," bisik Leon dengan pelan menggoda Fira sebelum akhirnya dia keluar dari mobil wanita itu.
Leon berjalan menuju kearah tempat temannya yang memang tinggal di sini. Sampai di depan rumahnya, dia langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu karena itu adalah kebiasaan dirinya. Terlebih Leon menyadari kalau ada orang yang mengikuti dirinya.
Setelah masuk ke dalam rumah tersebut, Leon mengintip ke arah jendela. Dia tersenyum tipis setelah melihat orang yang mengikuti dirinya adalah Fira.
"Anak itu begitu penasaran kepada gue," gumam Leon yang ternyata lebih pintar daripada Fira. Apalagi terlihat Fira yang mengikuti dirinya masuk ke dalam rumah temannya sekarang.
Sampai ada yang menepuk pundak Leon dari belakang. Lalu Leon menoleh kearah orang tersebut.
"Astaga, ini tampilan lo yang sekarang," orang itu menertawakan tampilan Leon yang aneh memakai kacamata dan terlihat seperti pria cupu. Berbeda dengan biasanya yang terlihat begitu cupu.
"Berisik deh lo Amar! Gue masih punya misi!" suara Leon menjadi dingin karena itu adalah sifat asli dari laki-laki itu.
Amar adalah teman Leon yang satu geng dengan dirinya. Kebetulan mereka satu sekolah dulu disekolah yang lama sebelum Leon pindah sekolah demi mengusut tuntas pelaku yang membuat adiknya.
"Jadi gimana? Lo udah menemukan pelakunya?" tanya Amar yang penasaran dengan Leon.
"Belum, gue belum menemukan pelakunya," jawab Leon yang memang benar adanya. Dia belum menemukan orang tersebut.
BERSAMBUNG
__ADS_1