
Leon mengajak pergi Dino karena memang ada hal yang ingin dia bicarakan dengan Dino saat ini. Dia masih penasaran dengan anak dari Pak Hamdan. Leon membawa Dino ke tempat yang memang sepi yaitu dibelakang sekolah.
"Kenapa lo bawa gue ke tempat sepi begini?" tanya Dino yang mendengus kesal, padahal tidak harus di tempat seperti ini.
"Anak Pak Hamdan, lo tahu siapa dia?" tanya Leon dengan pandangan sedikit menyipit.
Dino kini paham yang ditanyakan oleh Leon barusan. Dia kira Leon akan marah dan emosi karena Fira yang malah menjadikan dia taruhannya. Tetapi rupanya dia malah menanyakan tentang anak Pak Hamdan.
"Dia adalah Darda," jawab Dino sambil melihat ke sekeliling takut ada yang mendengarkan perkataan mereka.
Leon terdiam ketika mendengar kalau Darda adalah anak dari donatur sekolah ini. Bukan tidak mungkin kalau dia juga terlihat dalam menyembunyikan fakta yang sebenarnya.
"Darda? Orang yang gue benci itu!" marah Leon yang kini sudah terbawa emosi. Dia tidak menyangka kalau anak Pak Hamdan adalah Darda.
Mana kedua orangtuanya juga meminta dia untuk tetap berteman baik agar tetap menjalin hubungan. Mencaritahu anak dari Pak Hamdan dan sekarang dia tahu faktanya.
"Hanya segelintir orang yang tahu kalau Darda adalah anak dari donatur di sekolah ini."
"Pantas saja waktu itu Gumara tidak berani beradu dengan Darda. Rupanya dia takut dengan orang seperti itu," gumam Leon sambil tersenyum dengan penuh arti.
Menurut dirinya ini lumayan lebih seru dari yang dia sangka barusan. Leon berpikir sejenak, tetapi kalau dilihat memang Gumara dan Darda berbeda kubu satu sama lain. Yang artinya mereka tidak mungkin bekerjasama untuk mencelakai adiknya bukan.
Tetapi dia butuh bukti yang kuat kalau Darda bukanlah pelaku yang sebenarnya. Bukan tidak lain kalau dia bisa saja menyelidiki semuanya.
"Kalau begitu, kita harus bertemu dengan Darda," gumam Leon yang ingin bertemu dengan Darda. Dia harus bertemu untuk mematikan sendiri tentang Darda. Hanya untuk membuktikan kalau memang dia tidak salah.
Tetapi tangannya dicegah oleh Dino ketika Leon hendak akan pergi. "Lebih baik jangan sekarang."
"Memangnya kenapa?" tanya Leon yang merasa heran saat ini karena Dino seperti menghalangi dirinya untuk bertemu dengan Darda.
"Bukannya sekarang lo sedang jadi bahan gosip gara-gara dijadikan taruhan oleh Fira. Bukan tidak mungkin nanti banyak orang yang membully lo!" jelas Dino yang tadi melihat Leon dipermalukan oleh orang lain. Apalagi semua orang sepertinya sudah tahu kalau Fira hanya menjadikan Leon sebagai bahan taruhan dengan teman-temannya.
"Gue gak peduli," balas Leon yang memang ingin bertemu dengan Darda sekarang ini.
Padahal Dino sudah menasehatinya, tetapi malah jadi seperti ini. Bahkan Leon sekarang hendak akan pergi. Dino merasa khawatir takut terjadi sesuatu dengan Leon saat ini.
"Leon tunggu!"
Leon hendak akan pergi ke ruangan OSIS. Tetapi belum sempat dia datang ke sana. Jalannya sudah dihalangi oleh Gumara dan kedua temannya, yaitu Raka dan Deon.
__ADS_1
"Mau ke mana lo cupu?" cegah Gumara agar Leon tidak bisa kabur dari dirinya begitu saja.
Leon menatap tajam kearah Gumara dengan kesal, pria itu selalu saja menganggu dirinya. "Mau apa lo?" ketus Gumara.
"Sudah mulai berani nih anak sekarang," ujar Raka.
"Padahal dia hanya dijadikan bahan taruhan saja oleh Fira, bos harusnya tidak usah merasa tersaingi oleh orang cupu seperti itu," balas Deon sambil tertawa.
Dino kesal karena Leon dihina seperti itu, dia akan maju ke depan tetapi tangan Leon menahannya, mencegah Dino untuk maju karena Leon sendiri yang akan menghadapi ketiga pria tersebut sendiri.
"Gak nyangka kalau lo hanya jadi bahan taruhan saja, padahal lo berani memukul gue waktu itu," ujar Gumara sambil menertawakan Leon.
Lalu dia mendekati Leon sambil mengepalkan tangannya. Mengkode temannya untuk mendekat kearah Leon dan memberikan pelajaran.
Gumara melepaskan paksa kacamata yang digunakan oleh Leon, lalu dia memukuli Leon dengan begitu kuat hingga membuat Leon hampir tersungkur. Tetapi Leon membalas pukulan dari Gumara barusan.
"Akhirnya lo menunjukkan sikap asli lo!"
Gumara tertawa senang sambil bersiap untuk memukul Leon kembali. Dia berusaha untuk memberikan pelajaran kepada pria itu.
Beberapa pukulan sudah dilayangkan kepada Leon saat ini. Begitu pun dengan Gumara yang tidak mau kalah, Deon juga membantu Gumara untuk memberikan pelajaran kepada Leon saat ini. Dia akan membuktikan kepada semua orang kalau Leon selama ini hanya pura-pura menjadi pria cupu.
Raka mengambil ponselnya dan sengaja mengabadikan momen di mana Leon sedang menyerang Gumara. Dia tersenyum bahagia karena rencana Gumara akan berhasil.
Dino berusaha untuk mencegah Raka yang sedang mengunggah video di mana Leon sedang berkelahi dengan Gumara saat ini.
Raka mendorong Dino yang berusaha untuk menghalangi jalannya. "percuma! Semuanya sudah terlambat. Gue sudah meng-upload nya di sosial media."
Semua siswa yang ada di SMA ini melihat perkelahian yang dilakukan oleh Leon dengan Gumara berserta dengan Deon. Mereka semuanya terkejut dan tidak menyangka dengan tingkah Leon saat ini.
Sampai ada guru BK yang melerai perkelahian antara mereka saat ini.
"Berhenti kalian!"
Leon dan Gumara melihat kearah orang yang datang saat ini. Dia menyadari kalau sekarang sudah jadi banyak tontonan banyak orang.
"Kalian ikut ke ruangan saya!"
Gumara tenang karena dia pasti akan dibela oleh ayahnya saat ini. Sedangkan Leon hanya bisa pasrah saja. Terlebih banyak orang yang tadi melihat dirinya.
__ADS_1
"Gak nyangka gue sama si cupu itu, dia jago berkelahi."
"Iya benar. Atau benar yah jangan-jangan dia
selama ini hanya menyamar jadi cupu," gumam siswi lainnya yang sedang bergosip.
"Pantes saja si Fira ingin mempertahankan hubungan, rupanya dia sudah tahu sisi Leon yang lain," ujar siswi lainnya.
"Ku kira dia cupu, ternyata dia suhu!" ujar seseorang yang melihat ini semuanya. Dia hanya tersenyum dengan penuh arti sambil melihat Leon yang kini dibawa ke ruangan kepala sekolah.
Banyak gosip tersebut karena tersebar di grup mereka. Lewat kiriman video yang dikirimkan oleh Raka barusan. Bahkan semua itu sudah menyebar kepada semua orang di sini.
Sampai berita tersebut sudah ada pada Fira. Dia membuka ponselnya dan melihat perkelahian antara Leon dan Gumara yang sekarang malah menjadi tranding topik di sekolah.
"Gumara pasti sengaja ingin mengungkapkan identitas Leon," gumam Fira yang benar-benar kesal.
Dia harus pergi sekarang ke ruangan kepala sekolah. Dia yakin kalau Leon saat ini akan di bawa ke ruangan sekolah.
Fira baru berjalan untuk mencari keberadaan Leon, tiba-tiba tangannya sudah dicekal oleh Dino saat ini. Pria gemuk itu menatap Fira dengan tajam. Dino masih marah karena Fira hanya mempermainkan dirinya.
"Puas lo sekarang Fira. Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Leon saat ini, maka lo yang harus bertanggungjawab!" marah Dino yang melampiaskan semuanya pada Fira.
"Kenapa lo nyalahin gue?" marah Fira yang tidak
terima dengan Dino.
"Lo pikir gue gak tahu, semua rahasia lo dengan
Gumara," ujar Dino membuat Fira terdiam.
"Apa maksud lo?" tanya Fira dengan pandangan sengit.
"Kalau Leon sampai tahu tentang rahasia lo, maka
habis lo oleh Leon!" bisik Dino membuat Fira mematung.
Dino tersenyum puas setelah mengatakan itu, lalu dia langsung pergi meninggalkan Fira begitu saja ketika melihat wanita itu terdiam.
Jangan lupa follow, komen dan share teman-teman! Terus masukin cerita ini ke reading list kalian atau bisa share cerita ini ke temen-temen kalian biar banyak yang baca hehe..
__ADS_1
Sekian dulu yaa😊
Sampai jumpa di part selanjutnya