
Di kantin.
Semua orang heboh karena sudah melihat Raka dan Deon memukul Leon. Bahkan mereka jadi yakin kalau Gumara berbohong kalau sudah dilukai oleh Leon. Banyak gosip yang bertebaran itu membuat Fira menguping karena rasa penasaran.
"Sudah
gue duga kalau di cupu itu bukan pelakunya!"
"Haha iya juga, mana ada pria cupu kaya dia jago berkelahi," tawa siswa yang lainnya sambil bergosip ria.
Tanpa sadar, Fira dan kedua temannya itu juga mendengar gosip barusan. Antara percaya dan juga tidak percaya saat ini. Dia yakin kalau Leon hanya pura-pura kalah saja tidak melawan anak buah Gumara.
"Kenapa semua jadi heboh begini," gumam Sasha yang melihat semua orang di kantin sekolah ini malah banyak bercerita.
"Heh, tadi lo bilang apa? Anak buah Gumara membuat sesuatu pada Leon?" tanya dia dengan pandangan yang begitu khawatir.
"Iya, Raka dan Deon yang membuat si cupu itu terluka, tapi anehnya si cupu itu tidak melawan sama sekali. Katanya dia yang sudah membuat Gumara terluka," ujar siswa menceritakan semuanya pada geng Fira.
"Sudah gue duga sih kalau Leon memang gak jago bela diri!" jelas Sasha.
Berbeda dengan Fira yang hanya diam, antara percaya dan tidak percaya dengan semua ini. Apa Leon punya rencana lain yang tidak dia ketahui.
"Gue pergi dulu," kata Fira yang kini sudah berdiri untuk pergi menghampiri Leon, dia penasaran dengan keadaan Leon saat ini.
"Lo mau ke mana? Jangan bilang kalau lo mau pergi untuk melihat keadaan Leon?" tanya Zahra dengan pandangan yang sedikit menyelidiki.
Fira terdiam ketika mendengar ucapan dari Zahra, dia akan diledek jika melihat keadaan Leon saat ini. Tetapi dia harus memeriksa sendiri keadaan Leon saat ini.
"Gue mau bertemu dengan Darda!" ujar Fira yang memang tahu saat ini Leon sedang bersama dengan Darda.
"Jangan bohong lo, bukannya lo udah gak tertarik lagi dengan Darda?" ujar Zahra dengan mata yang sedikit menyipit.
"Lagian untuk apa lo malah ingin bertemu dengan Darda?" tanya Sasha yang terlihat tidak suka ketika melihat ini.
"Ada hal yang pengen gue bicarakan dengan dia, kalau begitu gue pergi dulu!"
Fira setelah mengatakan itu, akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari tempat ini. Dia buru-buru mencari Leon yang katanya dibawa oleh Darda ke ruangan UKS.
Sampai akhirnya dia berjalan menuju kearah ruangan tersebut dan dia tidak sengaja berpapasan dengan Darda yang sudah keluar dari ruang UKS.
"Lo yang bawa Leon ke sini?" tanya Fira.
__ADS_1
"Iya," jawab Darda dengan singkat lalu pergi menjauh dari dirinya.
Fira hanya melihatnya dengan sekilas, Darda memang sudah berubah tidak sama seperti dulu. Mungkin karena dulu Fira sempat mencampakkan pria seperti Darda. Hingga membuat persahabatan dia dengan Lena malah jadi hancur saat ini.
Setelah Fira melihat kepergian dari Darda, akhirnya wanita itu memutuskan untuk masuk ke dalam ruang UKS. Di sana ada Leon yang memang benar-benar terluka. Ada perban yang memang sudah diobati.
"Lo gak papa?"
Leon menoleh kearah Fira ketika wanita itu menanyakan hal tersebut kepada dirinya. Dia hanya menggelengkan kepalanya saja, pertanda kalau memang dia saat ini baik-baik saja.
"Seperti yang lo liat sekarang," jawab Leon dengan
santai.
Fira tersenyum miring sambil melirik kearah Leon untuk saat ini. Dia benar-benar merasa sedikit khawatir. Takut nanti malah akan terjadi sesuatu padanya.
"Gue tahu kalau lo jago berkelahi, sekarang jawab pertanyaan gue! Kenapa lo malah pura-pura gak melawan mereka?" tanya Fira sambil bersidekap.
Leon tersenyum penuh arti ketika mendengar perkataan dari Fira barusan. "Bukan urusan lo juga!" Fira terlihat kesal karena Leon seperti
mengabaikan dirinya. Padahal dia sudah
menyempatkan waktunya untuk datang ke tempat ini.
"Lo gak mau cerita sama gue, sekarang lo lupa kalau gue adalah pacar lo!" marah Fira dengan muka yang sudah merah padam.
Berbeda dengan Leon yang malah tersenyum sinis. Dia tahu kalau Fira hanya ingin mempermainkan dirinya saja. Apalagi dia tahu kalau dirinya hanya dijadikan taruhan atas teman-temannya. Leon juga merasa sudah tidak membutuhkan Fira lagi setelah mengetahui dari Darda kalau Dino adalah teman dekat Lena setelah persahabatan mereka hancur.
"Lo lupa kalau gue hanya pacar taruhan lo dong! Jadi jangan pernah urusin masalah pribadi gue lagi," kata Leon dengan tajam
Fira tidak terima dengan perkataan dari Leon barusan. "Lo udah gak butuh gue lagi untuk mendapatkan informasi tentang Lena?"
"Gak! Gue udah gak butuh lo lagi," jawab Leon dengan santai.
Tetapi Fira tidak terima dengan ucapan dari Leon barusan. Dirinya seperti mendapatkan sebuah penghinaan karena Leon malah seperti membuang dirinya. Padahal dia yang dulu selalu membuang para pria yang mencintainya. Apa ini adalah hukum karma untuk dirinya.
Fira tidak mau kalah dengan begitu saja. Apalagi setelah dia tahu kalau Leon bukan pria cupu yang seperti dia kira selama ini. Berbicara tentang pria cupu, Fira jadi mendapatkan ide untuk membuat Leon terus berada di dekatnya terus.
"Gue masih punya kartu as lo Leon. Lo pura-pura mencari pria cupu untuk mendapatkan informasi tentang Lena kan? Gue bisa saja ngasih tahu ke semua orang kalau lo datang ke sekolah ini untuk mendapatkan informasi tentang dia kan?" tebak Fira yang kini tersenyum miring.
Leon mengepalkan tangannya ketika Fira yang sudah mengetahui semua rahasia dirinya yang memang sengaja pura-pura menjadi pria cupu. Kalau begitu, dia yang akan ketahuan sebelum menemukan pelaku yang sebenarnya.
__ADS_1
Leon menarik tangan Fira dengan kencang,
Menatap wanita itu dengan tajam seolah memberitahu dirinya. "Lo jangan macam-macam yah dengan gue!"
"Rahasia lo aman di tangan gue, selama lo mau mengikuti keinginan gue!" Fira tersenyum dengan penuh kemenangan.
Sedangkan Leon kini menatap kearah Fira dengan kesal. Tidak menyangka kalau Fira adalah jenis wanita yang licik juga. Tetapi kali ini, dia akan mengikuti permainan dirinya.
"Jadi, apa yang lo mau sekarang?" tanya Leon.
"Merubah tampilan lo ke wujud yang asli," ujar Fira.
"Gak! Pokonya gue gak mau, sebelum menyelesaikan semua misi gue," ujar Leon yang tidak menceritakan misinya yaitu menemukan pelaku yang sudah membuat Lena celaka.
Fira menatap kearah Leon yang memang ternyata mempunyai sifat yang keras kepala. "Lo harus tetap jadi pacar gue kalau begitu, sampai misi lo selesai!"
"Setuju!"
Leon akhirnya menjabat tangan wanita itu, sebisa mungkin dia akan melakukan yang terbaik untuk dirinya saat ini.
Fira tersenyum dengan puas karena Lena mau menuruti keinginan dirinya. Sekarang dia sudah merasakan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.
"Kalau begitu, gue pergi dulu!" Leon berpamitan karena dia ingin bertemu dengan Dino. Masalah dirinya belum selesai, apalagi ucapan Darda terus saja membuat dia penasaran.
00
"Kalau begitu, kita bareng ke kelas!"
Fira malah menggandengnya tangan Leon dengan lembut, dia tidak peduli kalau nanti ada yang menatap dirinya. Sebisa mungkin, dia akan melakukan semuanya dengan baik.
"Semua orang akan membicarakan kita, itu membuat gue kurang nyaman!" gumam Leon.
"Lo takut dibully lagi? Lo kan jago bela diri, bisa lah jaga diri sendiri, ayo pergi!" Fira menarik tangan Leon untuk pergi dari ruang UKS.
Sampai tidak menyadari kalau ada orang yang sempat mengintip tadi, dia mengepalkan tangannya karena mendengar percakapan itu. "Lo cupu ternyata licik juga! Liat aja nanti apa yang akan gue lakukan pada lo."
Gumara mengepalkan tangannya kesal, dia tadi hanya ingin memastikan keadaan Leon yang katanya diserang oleh teman-temannya yaitu Deon dan Raka. Tetapi ketika dia akan masuk ke dalam ruang UKS, dia melihat Fira ada di dalam.
Apalagi Gumara sendiri yang tadi mendengar perkataan dari Fira dan Leon. Rupanya memang benar kalau Leon hanya pura-pura saja menjadi pria yang cupu.
"Lo gak akan bisa main-main dengan gue!"
__ADS_1
BERSAMBUNG