
Leon tersenyum puas ketika dia sudah berhasil mengalahkan Gumara. Dia tidak peduli dengan gosip yang akan terjadi saat ini. Bahkan masih banyak yang membicarakan hubungan dirinya dengan Fira yang hanya menjadi taruhan saja.
Semua orang terkejut ketika melihat ada motor ninja berwarna putih terparkir di sekolah bersama dengan sosok yang masih memakai helm. Semua siswa sekolah Harapan Bangsa ini menjadi heboh dan penasaran dengan sosok yang ada dibalik helm tersebut.
"Siapa dia?"
"Gila keren banget."
"Apa dia siswa baru di sini?"
"Gue harus dapatin dia!"
Semua siswi yang ada di SMA Harapan Bangsa ini kemudian menjadi heboh dengan adanya sosok baru yang memakai motor ninja berwarna putih. Apalagi mereka belum pernah melihat motor ninja berwarna putih tersebut.
Sampai orang tersebut membuka helm motornya dan semua orang jadi tidak bisa berkata-kata. Ada yang syok karena melihat orang tersebut yaitu adalah cowo cupu yang kemarin menjadi bahan gosip. Banyak siswa yang tidak percaya kalau itu adalah Leon.
"Itu Leon? Dia tidak pakai kacamata lagi," bisik orang-orang yang kini malah membicarakan tentang Leon.
"Gila, cubit gue? Ini beneran mimpi kan?" teriak siswi wanita yang memakai pita warna biru. Dia jadi heboh.
"Kak Leon, jadikan gue pacar." Bahkan siswa adik kelas pun juga menjadi heboh karena melihat Leon yang dulu berpenampilan cupu kini terlihat begitu tampan.
Leon berjalan melewati orang-orang tersebut dan nampak tidak peduli dengan orang-orang yang kini membicarakan dirinya. Bahkan ada yang sengaja mengajak dia berkenalan untuk mendekati dirinya. Leon tidak merespon sama sekali, kali ini dia benar-benar sudah kembali ke dirinya yang asli. Yaitu sedikit cuek terhadap wanita yang mendekati dirinya.
"Gila, dia tampan banget sekarang."
"Tapi sayang yah, dia dingin. Aku ajak kenalan juga gak digubris sama sekali!" ketus wanita yang tadi diabaikan oleh Leon.
"Apa itu alasan Fira tidak mau berpisah dengan Leon."
Banyak siswa yang membicarakan Leon karena penampilan dirinya memang sangat berbeda. Bahkan ada yang diam-diam mengambil foto Leon yang kini sudah berubah menjadi tampan. Dia mengirimkan foto tampan Leon itu ke grup sekolah. Membuat semua orang bisa melihat ketampanan dari pria itu.
"Eh tahu gak! Kemarin ayahnya Leon ternyata rekan bisnis dari donatur di sekolah ini."
Semua informasi yang ada sekarang malah sudah tersebar luas. Tetapi Leon tidak peduli dengan hal itu, tujuannya hanya satu sekarang. Mencari bukti kalau Gumara memang terlibat dalam kasus adiknya.
"Hai Bro!"
Dino menepuk pundak Leon yang kini sudah berpenampilan berbeda dari biasanya. Dino malah terkejut dengan Leon sekarang. Dia benar-benar berbeda dari biasanya.
__ADS_1
"Dino," gumam Leon.
Dino menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tidak menyangka dengan penampilan Leon yang sudah tidak cupu lagi. Dia malah terlihat begitu sangat keren dari biasanya. Bahkan banyak siswa di sekolah ini yang tadi menjadi heboh karena melihat Leon.
"Gila, lo beneran ini," ujar Dino masih tidak percaya dengan Leon yang sudah berubah menjadi lebih tampan.
"Iya, ini gue." Leon mengatakan itu dengan santai. Setidaknya dia tahu kalau Dino adalah teman yang menerima dia apa adanya.
"Jangan bilang ini penampilan asli lo yang sebenarnya?" tanya Dino yang tahu kalau selama ini Leon pura-pura jadi cupu. Bagaimana pun pria itu jago berkelahi dan hampir mengintimidasi dirinya dibelakang sekolah waktu itu.
Dari sikapnya yang seperti itu juga Dino bisa menebak kalau Leon bukan pria cupu. Mana ada pria cupu tetapi bisa mengintimidasi dirinya seperti itu.
"Iya, ini adalah penampilan gue yang sebenarnya. Lebih baik lo juga mulai sekarang diet deh, biar gak gemuk amat," saran dari Leon kepada temannya.
"Lo udah bisa menghina gue yah sekarang, mentang-mentang udah berubah," balas Dino sedikit merajuk.
Leon tidak menanggapi ucapan dari Dino, sampai mereka berdua sekarang berjalan menuju ke dalam kelas. Dino teringat dengan Leon yang kemarin ingin bertemu dengan Darda.
"Lo kemarin bilang ingin ketemu dengan Darda kan? Kalau begitu nanti kita habis istirahat datang ke kelas dia atau ke ruangan OSIS, dia suka ada di sana," jelas Dino.
Leon mengangguk paham dengan ide dari Dino. Apalagi dia sudah mau membantu dirinya untuk menyelesaikan semua kasus ini.
"Baiklah, nanti sehabis istirahat kita akan ke sana," jelas Leon.
Leon sebenarnya agak aneh juga jika harus menjauh dari Fira. Apalagi Fira sudah berjanji akan membantu dirinya. Tetapi mengingat kemarin teman-temannya Fira yang menghina dirinya dengan sangat keterlaluan membuat dia jadi berpikir lagi.
"Baiklah," ujar Leon akhirnya.
Sampai akhirnya mereka berdua berjalan masuk ke kelas, banyak murid yang terkejut ketika melihat Leon datang. Bahkan mereka nyaris tidak percaya kalau orang yang masuk itu adakah Leon. Sekarang mereka malah berebut bangku demi mempersilakan Leon untuk duduk satu bangku dengan mereka.
"Gila, itu beneran Leon?"
"Ternyata Leon bisa berubah jadi tampan."
Semua orang menjadi heboh dikelas ketika melihat Leon ada di sini. Bahkan mereka banyak yang meminta tukeran tempat demi bisa dekat dengan Leon.
"Leon duduk di sebelah gue saja," ajak seorang wanita.
"Nggak Leon, duduk di tempat gue aja. Daripada lo duduk sama si gendut itu!" ujar nya sambil menghina Dino secara tidak langsung karena memang diantara mereka semuanya. Dino adalah orang yang gemuk.
__ADS_1
Leon mengabaikan semua orang dan dia lebih memilih duduk bersama dengan Dino walaupun bangku mereka berada di belakang. Dia sedikit merasa lebih tenang dari biasanya.
Fira menoleh kearah Leon, dia memang sudah tahu penampilan Leon dari awal, dia sama sekali tidak terkejut. Walaupun dia dulu ketika kencan masih menggunakan topi.
"Fira, lo gak bilang kalau Leon bisa ganteng begini!" ujar Sasha yang kini malah terpesona dengan Leon.
Zahra langsung memukul kepala Sasha dengan
sekilas. Dia seperti tidak terima ketika Sasha yang
malah menatap Leon. "Pria kaya gitu biasa saja."
"Lo mah gak tahu selera, makanya jomblo terus!" ujar Sasha.
"Gue sukanya lo," balas Zahra.
"Najis deh gue, masih normal," balas Sasha memutar bola matanya jengah.
"Berisik kalian berdua!" sergah Fira melerai kedua temannya yang malah berisik. Sekarang Fira sedang berpikir keras agar Leon mau memaafkan dirinya. Sedangkan di sisi Leon kini ada Dino.
Fira tahu kalau Dino tidak menyukai dirinya. Apalagi Dino tahu rahasia dia dengan Gumara. Dia sedikit merasa khawatir kalau Dino akan menceritakan semuanya kepada Leon nanti.
Tetapi masih ada yang Fira pikirkan saat ini, dari mana Dino bisa tahu rahasia dirinya dengan Gumara.
"Dari mana Dino bisa tahu rahasia gue?" batin Fira dengan penuh tanya. Fira malah merasa kalau Dino tahu semuanya tentang dirinya. Dia merasa khawatir untuk saat ini.
"Fira, kok lo melamun? Apa sekarang lo nyesal kan sudah menjadikan Leon bahan taruhan? Dia ternyata ganteng banget," ujar Sasha kepada Fira sambil menepuk pundaknya.
"Gue udah tahu!" Fira merasa keceplosan karena sudah mengatakan itu.
"Tunggu, lo bilang tahu?" tanya Zahra dengan pandangan mengintimidasi Fira karena ucapannya itu.
Fira terdiam tidak menjawab apapun lagi sekarang, sampai ada guru masuk ke dalam kelas ini, manbuat Fira merasa lega karena dia tidak harus menjelaskan semuanya kepada teman-temannya untuk saat ini.
Sampai mata Leon beradu pandang dengan Fira sekarang, mereka saling tetap satu sama lain. Tetapi Leon kembali mengalihkan pandangannya ke depan tidak melihat kearah Fira lagi.
~
Jangan lupa follow, komen dan share teman-teman! Terus masukin cerita ini ke reading list kalian atau bisa share cerita ini ke temen-temen kalian biar banyak yang baca hehe..
__ADS_1
Sekian dulu yaa😊
Sampai jumpa di part selanjutnya